
Setelah di rasa kalau sang mertua telah aman berada di dalam mobil mewah miliknya, kini dengan santai Daniel mendatangi para berandalan yang telah berani mengusik Mama mertuanya. Daniel berjalan menghampiri mereka sembari menyalakan sebatang rokok favoritnya seakan meremehkan keenam pria yang mengaku berasal dari Gagak Hitam.
Daniel mendekati salah satu dari mereka dan ia membuang uap rokoknya ke arah wajah dari pria itu sehingga membuat emosi pria itu meninggi.
Kemudian Daniel mematikan puntung rokok miliknya kearah lengan pria itu sehingga membuat lengan dari pria itu membekas luka bakar, dan pria itu semakin emosi dibuatnya, namun Daniel seakan merasa tak bersalah, justru ia malah tersenyum sinis.
Pria itu menggetarkan giginya dan mulai melakukan penyerangan, namun pukulan pria itu tidak berhasil mengenai tubuh milik Daniel, dan Daniel pun tiba-tiba sudah menghilang dari hadapan pria itu
Daniel menepuk pundak pria itu, dan saat pria itu menoleh, Daniel menunjuk pipi dari pria itu lalu ia berkata seakan meremehkannya "Baaa!!!"
Pria itu semakin emosi karena Daniel terus saja mempermainkan dirinya, namun justru malah membuat Daniel semakin senang melakukan.
"B4J1N64N! berani sekali kau mempermainkanku!" ucap pria itu dengan penuh emosi dan melancarkan pukulannya lagi.
Daniel menyunggingkan bibirnya sedikit keatas lalu ia menghindar dengan sedikit membungkuk dan alhasil pukulannya justru mengenai leher dari rekannya sendri.
Daniel melihat rekan dari pria bertubuh kekar itu yang sudah tergeletak di atas tanah dengan tatapan seakan mengasihani.
"Waduh!. Ternyata di balik tubuhmu yang kekar, terdapat tenaga yang sangat besar sehingga membuat temanmu sampai tepar sampai tak sadar!. Ckckck" ucap Daniel menggelengkan kepalanya
Para warga yang menyaksikan pertarungan itu dengan mulut yang terbuka dan mata yang terbelak lebar.
"Gila!, kuat banget pukulannya!" decak kagum salah satu saksi mata
"Jika aku yang terkena, mungkin aku sudah lewat!" ucap temanya
Daniel berdiri dan memandangi kelima pria yang masih sadarkan diri itu, dengan tatapan seakan tak tertarik Daniel berkata "Ayo kita lanjutkan lagi!"
Mama Yuni mertua dari pria yang sangat di takuti dia Asia itu sampai terkagum melihat menantunya yang begitu hebat, kekhawatirannya terhadap Daniel tadi pun berangsur-angsur mulai berubah menjadi sebuah dukungan untuk menantu kesayangan itu.
"Daniel sayang, Mama percaya kalau kamu akan menang" gumam Mama Yuni tersebut bahagia
Kelima berandalan bertubuh kekar itu semakin emosi melihat Daniel yang sama sekali merasa tidak takut kepada mereka, bahkan masih sempat-sempatnya Daniel memainkan ponselnya di depan mereka.
"Sombong banget ni orang!" ucap salah satu dari mereka dengan geramnya
Daniel mengangkat satu tangannya ke depan lalu ia tertawa terbahak-bahak saat melihat apa yang ada di layar ponselnya dan membuat mereka semakin terbakar amarah saat melihat seorang pira yang berani-beraninya meremehkan mereka semua.
"Gawat mereka semua semakin marah" ucap salah satu warga yang menyaksikan keributan itu
"Aku takut pria tampan itu sampai kenapa-kenapa" timpal salah satu wanita muda yang berada di kerumunan itu.
"Udah kita habisi aja bocah tengil ini!" ucap pria itu memprovokasi
"Iya, udah ayo!, tanganku sudah gatal ini" timpal rekannya
dua orang dari pria yang bertubuh kekar itu mengepung Daniel dari depan dan di belakangnya, namun kedua mata Daniel masih terus fokus menatap layar ponselnya seakan ia tak peduli apa yang di lakukan para berandalan berotot itu.
"Hahaha!" tawa Daniel masih menatap layar ponselnya
"Hoy! apa kau sudah gila?!" tanya salah satu pria itu dengan geramnya
"Anggap saja tawa terakhir sebelum ia kehilangan nyawanya" ucap temannya
"Iya bener!" timpal temannya yang lain
"Hey anak muda!, tolong fokuslah pada musuh di depanmu" tegur pria paruh baya sedikit berteriak
"Iya benar tuan!" sambung yang lainnya memberikan semangat untuk Daniel
Daniel menatap para musuhnya lalu ia tersenyum seakan tak ada rasa bersalah di dirinya dan sampai membuat mereka ingin langsung mencabik-cabik tubuh Daniel.
"Ayo kita mulai" timpalnya meregangkan tubuhnya seakan pemanasan
Daniel berlompat-lompat kecil di tempat ia berdiri, dan dalam sekejap Daniel langsung menendang kepala salah satu dari mereka sampai membuat pria itu langsung tumbang tak sadarkan diri.
Mereka semua sampai terkejut dan membuat kedua bola mata mereka seakan ingin lepas karena Daniel bisa mengalahkan salah satu musuhnya dengan satu gerakan saja.
"Siapa pria ini?!" gumam salah satu dari berandalan itu menelan ludahnya
Lalu pria yang berdiri di belakang Daniel ingin melakukan penyerangan, namun sayangnya Daniel bisa menumbangkan dia juga dengan sangat mudah.
"Ti..tiga dari kami sudah kalah?!" gumam dari mereka seakan tak percaya dengan apa yang ada di depan mata mereka
Para saksi mata semakin mendukung dan menyemangati Daniel yang telah berhasil mengalahkan para berandalan itu dengan sangat mudah.
"Hajar!!, habisi!!" teriak mereka dengan senangnya
"Akhirnya ada juga yang bisa membuat para sampah itu kalah" ucap para warga tak percaya
Salah satu dari berandalan itu mengeluarkan sebuah senjata api dan langsung mengarahkannya ke hadapan Daniel. Namun Daniel menghadapinya tanpa rasa takut, justru ia sangat tenang. Daniel menyunggingkan bibirnya dan perlahan melangkah maju mendekati pria yang mengarahkan pistol miliknya ke arah Daniel.
Sedangkan Mama Yuni yang melihat kalau menantunya dalam bahaya kini menjadi takut dan tak berani untuk menatap keadaan yang seakan memojokkan sang menantu.
"Daniel!" gumam Mama Yuni menutup wajahnya dengan kedua tangan
Pria itu melayangkan tembakan pertamanya, namun Daniel bisa menghindar begitu saja dengan sangat mudah. Kemudian pria itu melakukan tembakan yang kedua, dan lagi-lagi Daniel berhasil menghindar dengan mudah.
Karena sudah terlalu emosi, akhirnya pria itu langsung menembaki Daniel tanpa henti, dan sampai membuat para warga sangat takut mendengar suara keras yang keluar dari senjata api tersebut.
Semua tembakan itu tak ada yang berhasil menembus bahkan menggores tubuh milik Daniel. Sampai seluruh peluru yang berada di dalam pistol itu kosong.
Saat pria itu ingin mengambil senjata lain yang berada di dalam bajunya, dengan cepat Daniel sudah berada di depan pria itu dan dengan singkat ia memukul bagian leher dari pria itu sampai membuatnya langsung terjatuh ke tanah, kemudian Daniel juga menginjak tengkuk leher pria itu sampai terdengar ada suara tulang yang patah.
"Empat sudah beres tinggal dua lagi" ucap Daniel mengibas-ngibaskan tubuhnya dari debu
Kedua pria yang tersisa itu langsung berubah menjadi ketakutan, dan mereka seakan ingin melarikan diri dari monster yang berwujud manusia itu. Namun sayangnya Daniel berhasil menangkap lengan dari kedua pria malang itu.
Kemudian dengan mudahnya Daniel langsung mematahkan lengan mereka berdua dan teriakan mereka terdengar sangat nyaring di telinga pada warga yang menyaksikan itu.
Daniel mendekati bibirnya ke telinga mereka berdua dan ia berbisik "Sampaikan kepada bos besar kalian, dapat salam dari Ryu Ken. Suruh dia menemuiku!, jika ia tak berani maka aku akan yang mendatanginya"
Mata mereka berdua langsung terbelalak terkejut setengah mati mendengar kata Ryu Ken. Karena orang-orang yang berada di dalam perkumpulan gelap sangat tau siapa pemilik katana yang sangat menggempar itu.
"Ry..Ryu Ken?!" gumam mereka berkeringat dingin
"A..apa ja..jangan-jangan kau adalah..." ucapan mereka terhenti karena Daniel langsung mendorong mereka berdua.
"Pergi!, bawa teman-teman kalian ini!, dan cepat kalian harus menyampaikan pesan dariku tadi paham?!" ucap Daniel mengancam
"B..baik tuan!" ucap mereka berdua ketakutan dan dengan buru-buru mereka langsung membawa keempat rekannya yang sudah tak sadarkan ini.
Teriakan dan tepuk tangan dari para orang-orang yang menyaksikan kehebatan dari Daniel secara langsung pun berhamburan, dan banyak pujian yang terlontarkan dari mulut para saksi mata itu.
Daniel tersenyum ramah kepada seluruh orang yang berada di sana, dan ia melangkahkan kakinya menuju ke mobilnya yang di mana sang mertua sudah menunggu menantu kesayangannya untuk kembali.
Daniel masuk kedalam mobil dan langsung di sambut pelukan dari mertuanya, rasa lega dan bahagia menyelimuti hati milik Mama Yuni. Ia sangat senang karena menantu kesayangannya itu tak mengalami luka apapun.
"Yaudah, ayo kita kerumah Ma, pasti Cucu kesayangan Mama sangat senang" ucap Daniel menancapkan pedal gasnya meninggalkan keramaian itu.