
Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik sedang memperhatikan wanita yang sedang anaknya bawa itu. Matanya tak lepas dari Aqila, sedangkan Aqila menjadi salah tingkah saat mendapatkan tatapan itu.
"Ha..halo tante" sapa Aqila menundukkan kepala
"Iya sayang" jawab ibunya Elang tersenyum ramah
"Sudah ya Bu, kasian anak kita, ayo istirahat nak" sapa ayahnya Elang ramah pada Aqila
"Rani sayang, tolong antar kekasih Elang ke kamarnya ya" pinta ibu Elang
"Iya Bu. Ayo kak aku antar ke kamar" ucap Rani tersenyum menggandeng lengan Aqila
"Kekasih?" batin Aqila kegirangan
Sedangkan sang ayah mengajak sang anak untuk berbincang di ruang keluarga, dengan senang hati kedua lelaki tampan itu menuruti perintah sang ayah.
Di dalam kamar Aqila terus saja tersenyum mengingat perkataan sang ibunya Elang kalau dia kekasih dari anaknya.
"Ehkem-ehkem.. kenapa kak?" tanya Rani menggoda
"Eh... tidak kok, hehehe" jawab Aqila salah tingkah
"Oh iya, aku Rani kak" ucap Rani memperkenalkan diri dan mengulurkan tangan
"Aku Aqila" jawab Aqila tersenyum menyambut tangan Rani
Kedua gadis cantik itu langsung menjadi akrab. Rani sudah menyukai calon kakak iparnya itu, karena Aqila begitu baik dan murah senyum.
"Kak, bagaimana hubungan kamu dengan kak Elang?" tanya Rani sambil meminum minumannya
"Ya begitulah, dia gak pernah menyatakan perasaannya, namun dia selalu memperlakukan layaknya seorang kekasih" jawab Aqila sambil memakan cemilannya
"Oh iya, lelaki yang mirip banget dengan mas Elang itu adiknya ya?" tanya Aqila penasaran
"Mas?" gumam Rani terkekeh kecil
"He... di tanya malah senyum" ucap Aqila kesal menyebikkan bibirnya
"Hehehe iya maaf kak. Iya dia adik kak Elang, mereka berdua kembar" jawab Rani tersenyum
"Kamu bisa membedakan mereka?, takutnya ketuker pula hehehe" tanya Aqila
"Hahaha, bisa dong kak. Lagian pun sudah terlihat dari fisiknya, Leo memiliki sebuah goresan hitam pada pipi sebelah kiri, walaupun kecil, tapi tetap kelihatan. Sedangkan kak Elang mempunyai sebuah gigi taring kecil" jawab Rani menjelaskan
"Lalu kapan kamu dan Leo akan menikah?" tanya Aqila sambil meminum minumannya
"Nanti setelah Kak Elang dan kamu menikah" jawab Rani santai dan mengunyah makanannya
"*****Mbrufffff*****"... (Aqila menyemburkan minuman di mulutnya karena terkejut)
"Me..nikah?" tanya Aqila gugup sedangkan Rani hanya membalas dengan anggukan
"Tapi dia tidak pernah berbicara tentang pernikahan padaku" ucap Aqila menyeka air di bibirnya
"Mungkin dia malu" jawab Rani tersenyum
Di ruangan keluarga sudah ada 3 lelaki tampan sedang membicarakan hal yang serius, sedangkan sang wanita atau ibu Elang dan Leo menjadi pendengar saja.
"Ayah menyuruhku pulang bukan karena untuk memaksaku mengambil alih kepemimpinan Dark Shadow kan?" tanya Elang serius
"Tidak nak, ayah tidak ingin lagi memaksamu, semua itu sudah di ambil alih oleh adikmu" jawab sang ayah meminum kopinya
"Ibu ya memintamu pulang sayang, ibu sangat merindukanmu, dan ibu ingin kamu segera menikah" jawab sang ibu menyela pembicaraan mereka
"Iya ibuku sayang, aku kan sudah membawa calon menantu ibu" jawab Elang mengelus pundak sang ibu
"Iya ayah juga setuju kalau dengan wanita itu, sepertinya dia baik dan sangat cocok menjadi menantuku" sahut sang ayah
"Lalu kapan kau akan melamarnya kak?" tanya Leo
"Nanti malam, saat kita sedang makan malam" jawab Elang tersenyum penuh arti
"Baiklah sayang, ibu akan memasak masakan spesial untuk menyambut calon menantu ibu" ucap sang ibu lalu beranjak ke dapur
Sang ibu langsung membantu para pelayan untuk melakukan tugasnya di dapur, tak lama kemudian Rani dan Aqila menghampiri wanita paruh baya itu ke dapur
"Tidak ada sayang, sebaiknya kamu temani saja.." ucapan sang ibu terhenti karena belum kenal nama dari calon menantunya
"Aqila tante" jawab Aqila tersenyum
"Ha.. iya, kamu temani saja nak Aqila"
"Oiya nama ibu. Dewi, dan Jagan panggil tante, panggil saja ibu" jawab ibu Dewi
"Baik tan... eh ibu" jawab Aqila kikuk
"Sudah kamu ajak kakakmu ke mall atau ke salon gih" ucap Bu Dewi menyuruh Rani
"Hehe oke Bu. Ayo kak" ucap Rani menarik tangan Aqila
Dua gadis cantik itu pergi ke ruang keluarga untuk pamit pada para lelaki tampan yang berada di sana.
"Ayah, sayang, kak, aku pinjam kak Aqilanya ya, mau shopping" ucap Rani meminta izin
"Iya nak, hati-hati" jawab pak Zafar ayahnya Elang
"Dek, awas sampai lecet ya" ancam Elang
"Hehe kakak tenang aja, aman" jawab Rani tersenyum
Setelah mendapatkan izin, kedua gadis cantik itu pergi dari kediaman keluarga Zafar Syahputra.
Leo memberi kode pada beberapa anak buahnya untuk menjaga mereka dari kejauhan agar dia mempersulit para gadis cantik itu bergerak.
"Ran, kok banyak banget orang di depan? dan mengapa mereka semua memberikan hormat?" tanya Aqila penasaran
"Nanti kakak juga bakal tau kok" jawab Rani tersenyum
Seorang supir membukakan pintu mobil untuk kedua gadis cantik itu, dan mereka langsung menuju mall terbesar di masa itu.
Di tengah perjalan banyak orang berdecak kagum melihat mobil mewah yang di bawa oleh Aqila dan Rani, dan banyak juga orang yang memberi hormat kepada mereka karena orang-orang, tau siapa pemilik mobil mewah tersebut.
"Bahkan orang-orang di luar pada memberi hormat" batin Aqila kebingungan
Sesampainya di parkiran mall, Rani langsung mengajak Aqila ke toko pakaian khusus wanita.
Setelah sampai di toko tersebut, Rani langsung menyuruh Aqila memilih pakaian yang ia suka. Karena Aqila tidak banyak membawa uang Cash, jadi dia harus memilih beberapa pasang pakaian yang harganya sama pada isi dalam dompetnya.
"Kakak ngapain?, tidak usah lihat harga, apa yang kakak suka tinggal ambil saja" tegur Rani
"Masalah pembayaran itu masalah sepele kak, intinya kita bersenang-senang saja di sini" timpal Rani
Aqila hanya menggeleng saja mendengar celotehan dari calon adik iparnya itu. Namun tiba-tiba Rani membawa Aqila ke tempat deretan gaun yang indah.
"Ini saja cocok untuk kakak" ucap Rani mencocokkan pakaian yang ia pegang pada tubuh milik Aqila
"Lihat harganya dulu, aku tidak membawa banyak uang cash" ucap Aqila Ragu
"Kan tadi sudah aku katakan masalah harga tidak masalah kak" jawab Rani tersenyum
Setelah selesai berbelanja, mereka berdua langsung pulang untuk beristirahat karena sudah terlalu lelang mengelilingi mall besar itu.
Pukul 19.00 waktu Jepang, para keluarga pak Zafar sudah berkumpul di meja makan. Makan malam hari ini sangat spesial untuk pak Zafar dan ibu Dewi karena kedatangan kedua calon menantunya.
"Sebelum makan, sebaiknya kita berdoa dulu atas rezeki yang telah Tuhan berikan pada hari ini" ucap pak Zafar tegas
"Elang pimpin doa" ucap pak Zafar
"Baik ayah" jawab Elang dan langsung membaca doa makan
"Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannar"
"Amin, jawab mereka serentak
Setelah selesai makan, Elang berniat untuk melakukan tujuannya.
"Cantik, tujuanku membawamu kemari adalah untuk memintamu menjadi bagian dari hidupku, melengkapi tulang rusukku yang hilang, menjadi ibu dari calon anak-anak kita. Apakah kamu bersedia?" ucap Elang mengeluarkan kota cincin berlian
"Haaaaa.....!!!!" Aqila terkejut, sedangkan mereka menunggu jawaban dari wanita cantik itu.