
Setelah pamit, Daniel dan Leny menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan gedung itu,. tiba-tiba Daniel memiliki perasaan yang tidak enak
Benar saja, ternyata ada 3 buah mobil yang sedang mengikuti mobil Leny dan Daniel
"Sepertinya ada yang tidak beres" (*batin Daniel*)
3 mobil itu terus mengikuti Daniel dan Leny, di dalam mobil itu sepertinya ada sekitar 12 orang., Daniel terus membawa mobilnya dengan tenang agar Leny tidak khawatir, namun Leny sadar dengan keadaan itu dan menjadi ketakutan
"Suamiku. sepertinya ada yang mengikuti kita, perasaanku tidak enak" ucap Leny cemas
"Sudah kamu tenang saja istriku, kamu aman berada di sampingku" jawab Daniel menenangkan Leny
Laju mobil itu semakin cepat, dan hampir menyalip mobil Daniel dan Leny. Daniel sengaja memperlambat laju mobilnya, dan membuat Leny semakin takut
"Suamiku kenapa kamu tidak ngebut saja, ini berbahaya.. kita hanya berdua, mungkin mereka lebih dari 5 orang" ucap Leny cemas
"Mau 50 orang pun akan aku bereskan mereka semua istriku" timpal Daniel membalikkan setirnya
Dengan sengaja Daniel memberhentikan mobilnya, dan 3 mobil itu menghalangi mobil Daniel
"Istriku kamu di dalam saja ya, kalau bisa kunci mobilnya, aku akan segera kembali" ucap Daniel memegang wajah Leny
"Jangan suamiku, aku takut kamu kenapa-kenapa" Leny menarik tangan Daniel lalu memeluknya
"Tenang saja kita akan pulang dengan selamat" timpal Daniel melepaskan pelukannya lalu mencium keningnya dan bibir Leny
Tiba-tiba keluar beberapa orang dari tiga mobil misterius itu, dan menggedor mobil Daniel
Dok..dok..dok..(*suara pukulan*)
"Keluar kau!, sebelum aku hancurkan mobil mewah mu ini" bentak salah satu dari mereka
Daniel langsung keluar dan menatap meraka dengan sadis, kemudian Daniel mengeluarkan sedikit aura pembunuhnya, dan mereka jadi sedikit ragu untuk melakukan aksinya
"Ada apa?! mengapa kalian menghalangi jalanku?!" tanya Daniel
"Kami mendapatkan tugas untuk membunuhmu, dan kepalamu akan kami bawa ke hadapan bos kami" bentak salah satu dari mereka
"Mengapa kalian mengincar ku? siapa yang memberi kalian misi bodoh ini?" tanya Daniel
"Itu bukan urusanmu, sebaiknya kau jangan melawan., segera serahkan kepala mu dan biarkan kami bermain dengan wanita yang ada di dalam mobil itu" ancam mereka menunjuk mobil Daniel
"Berani kau sentuh istriku, kepalamu yang akan ku pisahkan dari leher" bentak Daniel
"Haha berani sekali kau melawan kami, kau hanya sendirian, sedangkan kami 12 orang" ejek mereka
"Mau 12 mau 120, ku pastikan kalian tidak akan bernyawa lagi di sini" Daniel menatap sadis dan menambah auranya
Merasakan tekanan aura yang sangat kuat dari Daniel membuat mereka sedikit tidak tenang, karena sangat tidak mudah mengalahkannya
"Mengapa kalian diam saja?, sini maju semua!., kalau tidak berani biar aku yang maju" ancam Daniel
Daniel tiba langsung berada di depan salah satu dari mereka, dan memukul tepat di jantungnya dan membuat 4 tulang rusuknya patah, dan dia langsung terkapar
"1 sudah tidak bisa bangkit, tinggal 11 lagi" ejek Daniel menendang orang telah tumbang dan terpental sampai menabrak mobil mereka
"Ka..kau beran" ucap pimpinan mereka
Namun belum selesai berbicara Daniel langsung mencekik lehernya dan mematahkan tulang lehernya seperti menggenggam telur
kraak(*suara tulang patah*)
Pimpinan mereka menjerit kesakitan, sampai memuntahkan darah,. dan langsung tewas di tempat
Mereka yang panik melihat pimpinannya di kalahkan, langsung mengelilingi Daniel dan mengeluarkan pipa besi
"Semuanya kepung dia" ucap salah satu dari mereka
Daniel hanya santai di dalam lingkaran mereka, namun tidak dengan Leny,. Leny terus berdoa untuk keselamatan dari suaminya itu
"Serang!!" bentak mereka
Mereka semua langsung mengarahkan pukulan mereka ke arah Daniel, namun dengan reflek cepat dan mudah baginya untuk menghindar, dan pipa besi itu malah memukul mereka sendri
"Bagaimana sakit?!" Daniel berjongkok menatap mereka yang terkapar
Di dalam mobil Leny terus menutup wajahnya dengan tangan dan sesekali melihat perjuangan suaminya itu
"Kamu harus kembali dengan selamat suamiku" ucap Leny cemas
Salah satu pembunuh yang berada di belakang Daniel bangkit, dan melancarkan pukulan namun dengan sigap Daniel berguling ke samping dan pukulan itu tepat mengenai dada rekannya, dan membuatnya menjerit
"Wah wah, mengapa kau pukul temanmu sendri?" ejek Daniel menggelengkan kepalanya
Lalu dengan cepat Daniel menusukkan jarinya ke leher pembunuh yang ingin menikamnya dari belakang tadi, sampai menembus tenggorokannya dan langsung tewas di tempat
"Dua sudah beres, tinggal 10 lagi" ucap Daniel memasukkan tangannya ke dalam saku celananya
10 orang yang tersisa bangkit kembali sambil menahan kesakitan, dan salah satu dari mereka melayangkan pukulannya, ia menyerang dengan membabi buta, namun dengan santainya Daniel menghindar
Saat pukulan yang mengarah ke kepala Daniel, Daniel langsung menangkap pipa besi itu dan langsung merebutnya, lalu Daniel pukul kepalanya hingga kepalanya mengeluarkan darah
"Ahrkk.. beraninya kau memukulku" pembunuh itu memegangi kepalanya yang mengeluarkan darah yang tak kunjung berhenti
"Yaudah yaudah, akan ku buat kau menyusul temanmu itu" timpal Daniel menginjak tengkuk lehernya, dan seketika membuat tidak bernafas
"Tinggal 9 orang lagi" Daniel menatap mereka dengan sadis
Satu persatu sudah di tumbangkan Daniel, hingga tinggal tersisa 3 orang lagi
"Sekarang tinggal kalian bertiga, sebaiknya kita selesaikan permainan yang membosankan ini" ejek Daniel