Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
DANIEL TUMBANG


Tanpa henti Daniel terus mengayunkan pedangnya pada tubuh Johan yang sudah tak bernyawa. Walau tubuh Johan sudah terpotong sampai halus, namun Daniel masih enggan untuk menghentikan aksinya.


Ia meluapkan seluruh amarahnya pada keluarga yang telah membuat ia menjadi seorang yatim-piatu sejak kecil.


"Kau berkata seolah aku tak memiliki hati?!, lalu apa yang telah di lakukan oleh si tua bangka B4J1N64N itu terhadap keluargaku ha?!" ucap Daniel semakin emosi mencincang-cincang tubuh Johan


"Seharusnya kau bersyukur karena aku tidak membunuh kakakmu!" timpalnya lagi sembari tangannya yang masih mengayunkan pedangnya


Darah yang terdapat pada tubuh Johan bertebaran dimana-mana, bahkan tubuh Daniel sudah bermandikan darah milik Johan.


"Semua ini masih belum berakhir!. Aku akan mencari sisa dari keluarga kalian yang masih berada di dalam kelompok kotor ini!" ucapnya sembari menancapkan ujung pedangnya pada kepala Johan yang sudah terpisah dari tubuhnya.


Setelah kematian dari bos mereka, sisa dari anak buah Johan yang masih bernyawa pun sudah menjadi target amarah Daniel juga. Satu persatu dari mereka tak ada yang bisa melarikan diri dari amukan Daniel yang sudah tak terkendali lagi.


"KALIAN JUGA AKAN MATI DI SINI!" teriak Daniel dengan senyuman psikopatnya


Kemudian dengan cepat Daniel langsung berlari mengejar sisa dari anak buah Johan. Ia bergerak dengan sangat cepat dan pedangnya ia seret di atas tanah.


Gerakan Daniel yang begitu cepat, sampai mata orang yang belum terlatih tak mampu untuk melihatnya.


Target pertama sudah di kunci oleh Daniel, dengan sangat cepat ia langsung membelah tubuh musuhnya menjadi dua bagian, kemudian ia pergi dengan gerakan yang sangat cepat dan mencari target berikutnya.


"HAHAHAHA!" tawa Daniel sembari menatap langit-langit yang semakin sore


Kemudian ia menatap targetnya lagi, dengan senyuman psikopatnya ia kembali lagi melakukan pergerakan yang sangat cepat, dalam hitungan detik Daniel sudah berada di depan seorang pria yang akan menjadi mainan berikutnya.


Pria itu terkejut saat melihat sosok pria yang tengah tersenyum aneh menatap dirinya. Belum sempat melarikan diri, Daniel langsung menusukkan pedangnya pada perut pria malang itu hingga tertembus. Darah langsung keluar dari rongga mulut pria itu, belum merasa puas Daniel juga mengangkat pedangnya keatas dan alhasil tubuh pria itu langsung terbelah menjadi dua bagian.


Tubuh pria itu langsung terjatuh di atas tanah. Usus dan organ dalam tubuh pria itu sudah berceceran di kaki Daniel. Daniel menatap sebuah tubuh yang tak utuh itu dengan tatapan dinginnya, kemudian ia meninggalkan tubuh itu begitu saja dan Daniel kembali mencari mangsanya lagi.


Rekan yang masih hidup dari anak buah Johan semakin ketakutan melihat amukan Daniel yang sudah di luar batas nalar manusia. Mereka semua mencoba untuk melarikan diri dari maut yang semakin dekat, namun karena aura pembunuh milik Daniel yang begitu besar, membuat tubuh mereka seakan mati rasa.


Leny juga sangat terkejut melihat sang suami yang begitu sadis terhadap musuhnya. Karena selama pernikahan mereka, ia tak pernah melihat suaminya sampai semarah itu.


"Ayah, udah dong jangan buang-buang tenaga seperti itu" gumam Leny sembari menatap Daniel dengan penuh rasa khawatir


Sedangkan Silvia dan Koury sudah tak berani melihat ke arah Daniel yang begitu sangat kejam terhadap musuhnya.


"Aku gak pernah melihat Daniel sampai seperti ini, dia memang benar-benar seorang iblis yang tak mendengar kata ampun" gumam Ronny bergidik ngerih melihat kemarahan dari Daniel.


"Memang sangat pantas dia di juluki sebagai pria nomor satu di Asia" ucap Fauzi tersenyum senang melihat sang kakak yang tengah bermain dengan pedangnya


Hyuga hanya terdiam dan tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menghentikan amarah dari sahabatnya itu. Mereka semua tau di balik kekuatan yang sangat besar yang di keluarkan oleh Daniel, pasti akan ada efek samping yang sangat besar pula yang akan di alami oleh tubuh Daniel nantinya.


"Apa tidak ada yang bisa menghentikan kapten ha?!" tanya Hyuga sedikit berteriak.


Ia merasa sangat khawatir dengan keadaan fisik Daniel kelak, karena sudah terlalu lama ia mengeluarkan seluruh tenaga yang Daniel miliki.


"Walaupun dia begitu kuat, tapi dia juga hanya seorang manusia biasa. Pasti nanti tubuhnya akan hancur" gumam Hyuga semakin khawatir


"Leny! tolong hentikan suamimu!. Sebelum semuanya terlambat!" ucap Hyuga semakin panik


Daniel sudah berada pada level iblis pembunuh yang sudah tak bisa menghiraukan semua perkataan orang-orang lagi. Ia akan terus mengamuk seperti itu sampai musuh yang ia lihat sudah musnah semua.Sebelum semua musuhnya mati di tangannya, maka ia akan tetap mengamuk tanpa henti.


Mereka semua yang sangat mengkhawatirkan keadaan Daniel terus mencoba memanggil namanya, namun tak ada satupun suara yang mampu masuk ke dalam telinganya.


Mereka juga tak ada yang berani untuk menghentikannya, karena kalau mereka tidak menjaga jarak, maka mereka juga ikut terpotong. Jadi mereka hanya berani memanggil namanya saja dan hanya berharap amarah Daniel agar bisa menurun.


"AYAH! SUDAH HENTIKAN!" teriak Leny memanggil sang suami


Daniel menoleh ke arah Leny yang sudah berlinang air mata pada pipinya, kemudian Daniel tersenyum manis pada sang istri, seakan memberikan sebuah isyarat kalau ia tak apa-apa dan Leny tak perlu khawatir.


"Ayah, bunda mohon!!" ucap Leny dengan mata yang memelas


Namun lagi dan lagi Daniel hanya tersenyum manis untuk menghilangkan rasa khawatir sang istri untuknya. Kemudian Daniel kembali melanjutkan permainannya lagi.


"AYAH!...AYAH..! AYAH...! hiks hiks" teriak Leny yang sudah terisak-isak


Daniel sudah tak melihat wajah istrinya lagi, ia hanya memfokuskan diri untuk memusnahkan musuh-musuhnya dengan seorang diri.


Tebasan pedang Daniel masih terus berlanjut, dan sudah banyak korban yang telah dimakan oleh RYUKEN pedang kesayangan Daniel.


Daniel sudah tak memperdulikan lagi dengan keadaan yang akan di rasakan tubuhnya nanti. Selama ia masih bisa menghancurkan musuhnya, maka ia akan terus menyiksa musuhnya sampai tak tersisa satupun.


Sudah lebih dari 30 orang yang Danie mutilasi, banyak tubuh yang bergeletakan di atas tanah dengan organ tubuh yang tak menyatu lagi.


Setelah selesai menebas musuhnya, dengan mengacak Daniel membuat bagian-bagian tubuh dari musuhnya ke segala arah.


Musuhnya juga sudah tinggal beberapa lagi yang masih bisa bernafas lega, namun bukan Daniel namanya kalau tak menghabisi makan malamnya.


Saat musuh Daniel sudah tinggal satu, dan sang musuh sudah gemetaran melihat sosok malaikat maut semakin mendekat. Kemudian Daniel tebasan terakhir Daniel mengayunkan pedangnya, dan akhirnya semua musuh sudah di musnahkan.


Saat Daniel tau kalau musuhnya sudah tak bernyawa lagi, akhirnya ia juga sudah menghentikan permainannya.


Daniel tersenyum penuh kemenangan menatap langit-langit yang sudah mulai gelap, kemudian ia berteriak "Papa, Mama!, putramu sudah membalaskan dendam kalian!"


Tiba-tiba "Deg" . Jantung Daniel berdetak tak beraturan, ia merasa ada sesuatu yang mengganjal pada jantungnya. Jantungnya terus memompa dengan aneh.


Ia memegangi dadanya yang semakin perih, kemudian ia menancapkan pedangnya yang masih berlumuran darah ke atas tanah. Kaki Daniel juga tiba-tiba tak sanggup lagi berdiri.


Daniel langsung berlutut dengan tangan kanan masih memegang pedangnya yang tertancap di tanah dan tangan kiri semakin erat memegang dadanya yang semakin perih. Leny dan yang lainnya menjadi semakin khawatir melihat keadaan Daniel.


Nafas Daniel sudah merasa sesak, ia semakin sulit untuk bernafas, dan tiba-tiba ia memuntahkan darah dari mulutnya.


Kesadarannya juga sudah mulai menghilang, kepalanya merasa sangat pusing, dan syaraf-syaraf pada tubuhnya sudah semakin menegang, kemudian tiba-tiba Daniel tumbang dan tak sadarkan diri.


Leny berteriak dan berlari menuju sang suami yang sudah terlungkup di atas tanah. Hyuga dan yang lain juga sangat merasa sangat khawatir dengan keadaan Daniel.


Leny langsung mengangkat kepala Daniel dan mencoba membangunkannya, namun suara Leny tak mampu membuat Daniel membuka matanya, membuat Leny semakin khawatir dan menangis dengan histeris.


"AYAH... BANGUNNN!!!!" teriak Leny semakin memeluk erat kepala Daniel yang sudah tak sadarkan diri.