
Daniel masih terdiam dan terus memandangi seisi ruangan kamar yang ia tempati itu. Ia juga melihat sang istri yang menangis histeris dalam pelukannya, membuat dirinya semakin bingung dengan apa yang terjadi padanya.
"Bunda, sebenarnya ini ada apa?, dan kenapa kita ada di sini?" tanya Daniel yang masih dalam keadaan kebingungan
Leny melepaskan pelukannya pada sang suami kemudian ia menjawab sembari menyeka air matanya "Kita di rumah sakit, sudah dua Minggu Ayah koma dan mengalami kritis"
"Ha?!, bagaimana bisa honey?" tanya Daniel lagi dengan kagetnya
"Apa Ayah tidak ingat kejadian dua Minggu yang lalu?, ketika Bunda di culik?. Kamu sampai mengamuk dan hampir membuat tubuh kamu rusak karena mengeluarkan tenaga dalam yang melebihi batas tubuh kamu Ayah!" jawab Leny menjelaskan sembari air mata yang masih mengalir
Daniel membelai pipi sang istri sembari menghapus air matanya yang membasahi pipi lembut istrinya itu.
"Untung saja Ayah masih bisa selamat" timpalnya dengan menyebikkan bibirnya
"Maaf ya Bunda, udah membuat kalian khawatir" ucap Daniel tersenyum namun dengan ekspresi wajah sedihnya
"Hmm... Yang penting Ayah sudah sadar, dan sebentar lagi Damin bisa main-main lagi sama Ayahnya" jawab Leny dengan nada manjanya
Daniel mencium kening Leny sedalam mungkin kemudian ia memeluknya kembali untuk melepaskan rasa rindu mereka berdua yang tertunda selama dua Minggu lamanya.
"Ayah, sebaiknya Bunda panggilkan Alvin terlebih dahulu untuk memeriksa kamu" ucap Leny yang masih dalam pelukan Daniel
"Apa?!, Alvin?. Siapa yang membawa manusia itu kemari Honey?" tanya Daniel sedikit terkejut
"Bunda dong. Bunda dan ketiga adik kamu membawanya dari Jepang" jawab Leny tersenyum
Tiba-tiba pintu terbuka, dan orang yang mereka bicarakan tadi muncul dari balik pintu kamar Daniel. Tak ada rasa terkejut sedikitpun pada diri Alvin melihat sang tuan muda yang sudah sadarkan diri dan saling berpelukan dengan istrinya.
"Baru bangun udah peluk-pelukan kalian di sini, ckckck" ucap Alvin menggelengkan kepalanya
"Ah, ganggu kesenangan orang saja kau!" ucap Daniel yang semakin erat memeluk istrinya
"Udah nanti lagi pelukannya, biar ku periksa dulu keadaan anda tuan" ucap Alvin
"Kenapa?, kamu iri ya?" ejek Leny menggoda
"Hadeh!. Gak suami, gak istri, sama aja" keluh Alvin
"Hahaha" tawa Leny dan Daniel yang sukses menggoda Alvin
"Yaudah, kamu periksa gih" perintah Leny yang sudah berdiri di samping Daniel
"Dari tadi gitu kek" jawab Alvin sedikit jengkel
Dengan perlahan Alvin memeriksa seluruh tubuh Daniel tanpa ada yang terlewati sedikitpun, agar ia bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
Ketika Dark Shadow mengalami luka, memang Alvin yang mengurus dan merawat mereka. Dari semua orang yang berada di sana, hanya tubuh Daniel yang menurut Alvin memiliki ketahanan yang sempurna.
"Sungguh luar biasa, tubuhmu memang terlihat sempurna tuan" batin Alvin yang masih terus memeriksa tubuh Daniel
"Tubuhnya mampu beregenerasi dengan sendirinya, layaknya sebuah karakter salah satu anime" timpalnya sedikit terkekeh
Daniel sedikit kebingungan melihat Alvin yang tengah memeriksa tubuhnya itu. Tiba-tiba tangannya langsung melayangkan pukulan pada kepala Alvin, dan sampai membuat dia sedikit terkejut.
"Apa-apaan kau ini tuan?!. Main pukul aja" protes Alvin memegangi kepalanya
"Kau yang kenapa?!, senyum-senyum sendiri. Udah gak normal kau?!" Tanya Daniel sedikit kesal
"Dah gila kau ya?!, aku masih doyan perempuan" jawab Alvin memutar bola matanya jengah
"Lalu, kenapa kau senyum-senyum begitu melihat tubuhku?!" tanya Daniel lagi
"Aku hanya kagum melihat tubuhmu tuan muda. Tubuh yang menurutku sempurna dalam dunia medis" jawab Alvin serius
Namun sekali lagi Daniel malah memukul kepala Alvin dan ia berkata "Gak usah berbicara terlalu tinggi!. Tidak ada manusia yang sempurna"
"Aduh..!! Asal aku dekat denganmu, pasti selalu kau pukul" protes Alvin sembari memegangi kepalanya
"Makanya kalau berbicara itu jangan yang aneh-aneh" ucap Daniel ikut memprotes
"Sebentar lagi juga beres nona" jawab Alvin
"Iya cepat, buruan kau memeriksanya. Aku masih rindu pada istriku" sambung Daniel seakan mengusir Alvin.
"Iya-iya, bawel!" ucap Alvin memutar bola matanya jengah
"Oh iya, kapan aku boleh pulang?" tanya Daniel
"5-7 hari lagi" jawab Alvin sembari fokus memeriksa keadaan Daniel
"Apa gak bisa lebih cepat?. Aku sudah bosan" tanya Daniel lagi
"Bisa aja, tapi kau bakal menjadi mayat" jawab Alvin dengan santai, namun hanya bercanda
Daniel langsung memiting leher Alvin dan langsung menjitak kepalanya sembari berkata "Lisanmu kalo berbicara seperti membuang sampah ya, suka sembarangan"
"Hahaha. Makanya sabar" ucap Alvin sembari tertawa
Sedangkan Leny hanya menggeleng saja melihat tingkah dari suami dan si tangan ajaib itu.
"Dasar dua orang konyol" ucap Leny memutar bola matanya jengah
Tiba-tiba pintu terbuka lagi, dan masuklah dua orang wanita paruh baya dengan tangan yang membawa sebuah bingkisan berisikan buah-buahan segar.
"Tadi kami mendengar keributan di luar ruangan ini, ternyata kalian berdua pelakunya ya" ucap Ibu Rani yang langsung menjewer telinga kedua pria konyol itu
"A..a..aduh Bu sakit Bu ampun" ucap Daniel
"Sakit, sakit nyonya, ampun" sambung Alvin.
"Ribut lagi ha?!" tanya Ibu Rani mengancam
"Ampun Bu, gak lagi deh" rengek Daniel sembari memegangi tangan sang Ibu yang berada di daun telinganya
"Bener?" tanya Ibu Rani lagi
"Iya-iya" jawab Daniel dan Alvin secara bersamaan
Kemudian Ibu Rani melepaskan tangannya dari telinga Daniel dan Alvin, lalu ia berkata "Heran deh, asal bertemu pasti ribut"
"Udah dong jeng, kasian menantuku ini, baru juga siuman" sela Mama Yuni sembari meletakkan parsel buahnya di atas meja.
"Gimana keadaan kamu nak?" timpal Mama Yuni bertanya
"Udah mendingan kok Ma, mungkin 3 hari lagi Daniel udah bisa pulang" jawab Daniel tersenyum
"Pandai sekali lisan anda berbicara wahai kisana!. Aku bilang kan 5-7 hari, bukan 3 hari!" sambung Alvin memprotes.
"Lu siapa sih?, berisik banget!" tanya Daniel yang berpura-pura tidak mengenali sosok Alvin
"Oh maaf, saya hanya seorang musafir" jawab Alvin memutar bola matanya jengah
"Lah, aku pikir tadi seorang pemain sirkus" ucap Daniel lagi
"Baru di bilangin, udah mulai lagi" tegur Ibu Rani dengan geramnya
"Eh iya maaf Bu, bercanda, hehehe" ucap Daniel tersenyum ketakutan
"Jadi Daniel bisa pulang paling lama tujuh hari lagi ya nak Alvin?" tanya Mama Yuni
"Iya Tante. Kalau tubuhnya semakin lama semakin membaik, mungkin 3 hari lagi sudah bisa pulang" jawab Alvin
"Eh upil gajah!. Tadi juga aku bilang 3 hari lagi kan?!. Tapi malah kamu bantah" ucap Daniel sedikit geram
"Apa iya?, mungkin aku lupa, hehe" ucap Alvin terkekeh.