Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
PERNYATAAN


Setelah urusan dengan para anak buah Hogi berakhir, kini Daniel beserta rombongannya mulai menikmati suasana pantai. Daniel juga meminta Rian dan Anna untuk menyusul mereka ke Ancol agar Leny bisa merasa lebih senang dengan kedatangan Kakak Iparnya.


Seperti yang di janjikan, selang 1 jam, Rian dan Anna sudah tiba di tempat Daniel bersantai. Leny yang tengah bermanja-manja dengan sang Suami di buat terkejut karena melihat Anna sudah ada di hadapannya.


"Loh?!. Kakak kok tau kami ada disini?" tanya Leny terkejut


"surprise dong" jawab Anna dan langsung memeluk Leny


"Loh ada Silvia juga?" tanya Rian merasa heran


"Eh Kak Rian?" sapa Silvia dengan nada yang sesopan mungkin


"Iya Silvia" jawab Rian tak kalah ramahnya


Rian mengajak Daniel untuk berbicara berdua dan Daniel menurut saja ajakan sang Kakak. Saat tengah melangkah keluar, tiba-tiba Daniel dan Rian berpapasan dengan Fauzi yang tengah menggandeng Angel.


Fauzi menyuruh Angel dan Keyla ketempat Leny terlebih dahulu dan Angel langsung menuruti perintah dari Suaminya untuk bergabung pada Leny dan yang lainnya.


"Ada apa Kak?" tanya Daniel membuka suara setelah mereka merasa sudah menjauh dari yang lain


"Kamu yakin membawa Silvia?" tanya Rian to the point


"Apa?!. Wanita aneh itu ikut?" tanya Fauzi terkejut


"Kalian berdua tenang dulu!. Jangan berpikir buruk dulu padanya" tegur Daniel menenangkan Adik dan Kakaknya itu.


"Kakak kan tau sendri seberapa terobsesinya dia padamu" protes Fauzi tak terima


Daniel menghela nafasnya dan mulai menjelaskan kenapa ia membawa Silvia "Yang meminta Silvia untuk ikut itu semua kemauan dari Leny!, dan aku hanya menuruti permintaan dari Istriku saja"


"Dan kalian jangan takut, karena Silvia sudah berubah!. Dia juga sudah bersahabat dengan Istriku" timpalnya


"Tapi aku takut Kakak Ipar akan di khianati olehnya" ucap Fauzi menghawatirkan Leny


Daniel memegang pundak Fauzi dan berkata "Zi, kamu jangan berpikir terlalu buruk pada Silvia. Sebenarnya dia gak jahat kok, dia hanya terobsesi saja padaku"


"Ku lihat juga dari matanya, dia begitu tulus ingin berdamai dengan Leny, dan aku yakin mereka akan menjadi sahabat seperti hubungannya dengan Windy" timpal Daniel


"Baiklah, aku hanya takut Silvia cuma ingin memanfaatkan hal itu untuk merebutmu dari Leny" ucap Rian


"Kakak tenang saja, aku yang akan menjamin itu semua" jawab Daniel yakin


Setelah masalah tentang memperdebatkan Silvia usai, Daniel, Rian dan Fauzi kembali ke tempat para Istri mereka berada, dan mereka bertiga melihat pemandangan yang begitu sangat nyaman karena mereka melihat para wanita begitu bersahabat bahkan Silvia terlihat begitu dekat dengan Istri mereka sehingga membuat Fauzi dan Rian merasa tenang.


"Akhirnya kita bisa berlibur bersama pasangan kita masing-masing" ucap Leny tersenyum bahagia


"Eh, aku kan single!" protes Silvia menyebikkan bibirnya


Leny mendekati Silvia dan langsung merangkulnya sembari berkata "Kan ada Ronny, aku lihat kamu dan Ronny sangat cocok kok"


"Ih kamu ini!. Jangan begitu dong" protes Silvia dengan wajah yang merona


"Tu kan bener, wajah kamu aja langsung merona begitu!" goda Wulan


"Hus!. Kamu juga buruan gih terima cintanya si capungmu itu!" tegur Anna membela Silvia


"Sstttt!!!. Kakak jangan berisik!, nanti dia dengar tau" protes Wulan membekap mulut Anna dan membuat mereka semua tertawa


Sedangkan para lelaki tersenyum bahagia melihat para wanita merasa terlihat begitu sangat bahagia dan saling menyayangi satu sama lain.


Ronny juga terus melihat kearah Silvia yang tertawa bahagia dan membuatnya semakin memiliki perasaan aneh saat melihat senyum dan tawa Silvia.


Fauzi menyadari kalau Ronny memiliki perasaan pada Silvia, dan ia berinisiatif untuk membantu Ronny untuk menyelamatkan perasaan pada wanita yang telah berhasil mencuri hatinya.


"Kalau suka!, ungkapan saja!. Jangan seperti Kevin yang tak pernah memberikan penjelasan pada Wulan" tegur Fauzi menyenggol pundak Ronny


"Apa maksudmu Zizi?!. Aku sudah menyatakan perasaanku, tapi Wulan tak pernah menjawabnya" protes Kevin memiting leher Fauzi dan membuat mereka semua tertawa


Ronny juga memikirkan saran dari Fauzi tadi, tapi Ronny juga bingung harus memulai dengan cara apa untuk mengungkapkan perasaannya pada wanita bernama Silvia itu.


Rian yang menyadari kegelisahan dari Ronny pun ikut membantu. Rian mendekati Ronny dan menyemangati Ronny untuk segera mengungkapkan perasaannya.


"Tapi aku takut ia akan menolaknya Kak" jawab Ronny tak percaya diri


"Jangan menyerah sebelum mencoba!. Aku yakin Silvia akan menerimamu" ucap Rian menyemangati


"Baiklah lah Kak. Terimakasih sarannya" jawab Ronny merasa lebih tenang


Ronny menghela nafasnya dan berjalan mendekati para wanita yang tengah asyik mengobrol dan mengajak Silvia berbicara.


"Silvia?. Boleh kita berbicara?" tanya Ronny penuh harap


"Ada apa?" tanya Silvia


"Kita harus berbicara 4 mata!" ucap Ronny serius


"Deg..." ( jantung Silvia berdegup tak beraturan )


"Berbicara berdua?, apa yang akan ia katakan nanti?" batin Silvia dengan jantung yang berdebar tak beraturan


"Ke..kenapa harus be...berdua?" tanya Silvia gugup dengan wajah yang merona


"Sudah ikut saja" tegur Leny menyenggol pundak Silvia dan membuatnya semakin gugup


Ronny menatap Silvia dengan tatapan penuh harap, dan membuat Silvia semakin gugup melihatnya. Tanpa sadar Silvia menganggukkan kepalanya dan langsung bangkit.


"Semangat Silvia" ucap Wulan menyemangati


Ronny berjalan di depan di ikuti oleh Silvia di belakangnya. Jantung keduanya semakin berdetak tak beraturan, dan Silvia semakin gugup karena penasaran apa yang akan Ronny katakan padanya.


Karena dirasa cukup jauh dari Daniel dan yang lainnya, Ronny pun langsung berhenti di ikuti dengan Silvia yang juga berhenti di hadapan Ronny.


Ronny menggaruk tengkuk lehernya karena terlalu gugup untuk mengungkapkan perasaan yang ia miliki untuk wanita cantik yang berada di depannya.


"Hmm.. Aduh, gi..gimana ya" ucap Ronny gugup dan tak berani menatap mata Silvia


Sedangkan Silvia hanya menundukkan kepalanya untuk menutupi wajahnya yang sudah merah merona menahan gugup.


Ronny menatap Fauzi dan Rian dari kejauhan. Fauzi dan Rian memberikan semangat kepada Ronny agar rasa gugupnya menghilang


Ronny menghela nafasnya "Silvia!" panggilnya dengan lembut


Silvia mengangkat wajahnya secara perlahan dan memberanikan diri untuk menatap wajah seorang pria yang berada di depannya.


Ronny memberanikan dirinya untuk memegang kedua tangan Silvia yang sudah dingin karena terlalu gugup.


"Tangannya lembut dan dingin sekali" batin Ronny


"Di..dia menggenggam tanganku?" batin Silvia semakin deg-degan


"Si..Silvia?!" panggil Ronny


"I..iya" jawab Silvia tak kalah gugupnya.


"A..aku suka sama kamu, a..aku ingin menjaga dan menjadi pengawal hatimu" ucap Ronny mengungkapkan perasaannya


"DEG..." ( jantung Silvia berdegup kencang )


"Apakah dia memang jodohku?, apa dengan menerimanya sebagai kekasihku, aku bisa melupakan Daniel yang sudah bahagia pada Leny?" batin Silvia


"Silvia?, kenapa kamu diam saja?, kamu mau atau tidak?" tanya Ronny meminta jawaban dari Silvia


Silvia mengangguk dan menjawab dengan lirih "Iya aku mau"


Ronny yang mendengar jawaban itu sontak membuat merasa senang lalu langsung memeluk Silvia dan membuat Silvia terkejut karena Ronny pria pertama yang memeluk tubuhnya. Dengan perasaan gugup Silvia membalas pelukan dari Ronny.


Leny dan yang lain merasa bahagia melihat Ronny dan Silvia sudah resmi menjadi sepasang kekasih, lalu ia menatap Wulan seakan meminta jawaban dari sang Adik


"A..ada apa Kak?" tanya Wulan merasa gugup melihat tatapan dari sang Kakak


"Tinggal kamu dan Kevin saja yang belum memiliki hubungan yang jelas!" tegur Leny menaik turunkan alisnya.