Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
HOTEL IMPIAN


Sesuai yang sudah di janjikan oleh Daniel dan sang istri. Pagi ini mereka berdua sedang menuju ke sebuah daerah dimana hotel milik Daniel berada.


Leny sudah tak sabar ingin melihat bagaimana bentuk dari hotel milik suaminya itu, dan rencana yang selama ini ia pikirkan sudah siap di lakukan di hotel nanti.


"Hotel Ayah besar kan?" tanya Leny dengan senyuman menggoda.


"Ya tidak sebesar hotel orang-orang kaya lainnya Honey" jawab Daniel ikut tersenyum.


"Eleh Bunda gak yakin. Pasti lebih besar dari hotel-hotel milik milyader lain" bantah Leny.


"Tenang aja, Bunda gak akan terkejut kok" timpal Leny tersenyum yakin.


Sang supir yang mengantar mereka hanya tersenyum melihat tingkah dari nona mudanya itu. Karena si supir itu sudah tau bagaimana bentuk dari hotel milik Daniel, jadi dia bisa membaca bagaimana ekspresi dari wajah Leny kelak.


Selang beberapa menit, akhirnya mobil mewah yang di tumpangi oleh Daniel dan sang istri berhenti di depan sebuah gedung yang sangat tinggi dan besar.


"I..ini hotel Ayah?" tanya Leny dengan mata yang penuh rasa kagum dan di anggukan oleh Daniel.


"I..ini kan hotel impian Bunda, udah lama Bunda ingin ke tempat yang sangat besar di Paris. sebenarnya tujuan utama Bunda itu ingin mengajak Ayah menginap di hotel ini, ternyata hotel yang Bunda idam-idamkan, milik suami Bunda sendri" timpal Leny panjang lebar dengan mata yang berbinar.


"Sekarang kan hotel ini jadi milik Bunda dan Damin" ucap Daniel tersenyum dan mengelus-elus kepala sang istri.


"Hehe Bunda jadi makin cinta sama Ayah" ucap Leny dan langsung memeluk Daniel dengan erat.


"Ayah juga cinta banget sama Bunda" sambung Daniel yang membalas pelukan dari Leny.


"Yaudah Ayo kita masuk, biar para karyawan di hotel tau siapa nyonya Syahputra mereka" ajak Daniel menggandeng tangan sang istri menuju ke dalam hotel milik mereka.


Setelah Daniel dan sang istri telah sampai di pintu utama hotel mewah itu, mereka berdua langsung di sambut dengan sangat hangat oleh para karyawan yang bekerja di hotel tersebut.


Para pekerja di hotel itu beragam orang, bukan hanya orang yang berasal dari Perancis saja yang bekerja di dalam sana, bahkan tidak sedikit orang Indonesia yang ikut bekerja di hotel impian itu dan kepala hotel yang di percaya oleh Daniel tidak lain adalah orang Indonesia juga.


"Selamat datang tuan muda yang terhormat" sapa sang kepala hotel.


"Dan nona cantik ini?" tunjuk si kepala hotel dengan sangat hormat.


"Oo ini istri saya, namanya Leny" jawab Daniel yang memperkenalkan.


"Maafkan saya nona muda, saya tidak tau kalau nona adalah istri dari bos besar kami" ucap si kepala hotel yang merasa bersalah karena tidak tau kalau Leny itu istri dari Daniel.


"Untuk apa bapak minta maaf?, lagian ini juga pertama kali saya berkunjung ke tempat ini. Jadi wajar kalau bapak tidak mengenali saya" jawab Leny tersenyum sopan pada si kepala hotel yang seumuran dengan Papanya Galuh.


"Kalau begitu ayo saya antar tuan dan nona muda ke ruangan" ajak si kepala hotel dengan sangat sopan.


Di sepanjang jalan Daniel dan Leny melangkah, para karyawan langsung menundukkan kepala mereka untuk memberi rasa hormat yang begitu tinggi pada Daniel dan Leny. Sampai-sampai perlakuan mereka yang begitu menghormati Daniel dan sang istri, membuat Leny sedikit merasa canggung karena ia tidak pernah di lakukan seperti layaknya seorang ratu kerajaan.


"Ayah, peraturan di sini memang harus seperti ini ya untuk menyambut pemilik dari hotel ini?" bisik Leny.


"Ya sebenarnya sudah berkali-kali Ayah berkata pada mereka agar tidak begini Honey, tapi emang dasar mereka nya yang gak dengar" jawab Daniel ikut berbisik.


"Karena Ayah bosan menasehati mereka agar tidak begini, tapi mereka terus memperlakukan Ayah seperti raja begini, yaudah terserah mereka aja deh" timpal Daniel.


Sesampainya mereka di depan sebuah pintu yang ada tulisan yang bernama Mr Syahputra di depan pintu tersebut. Kemudian sang kepala hotel langsung membuka handle pintu tersebut dan mempersilahkan pasangan suami istri itu masuk ke dalamnya.


Saat masuk Leny langsung terpesona dengan apa yang ada di dalam ruangan itu, dan ternyata ada sebuah foto keluarga kecil mereka didinding di atas sofa. sebuah foto yang sangat besar dan Damin terlihat bahagia dalam pangkuan kedua orangtuanya.


"Putraku nampak terlihat sangat bahagia dalam pangkuanku" gumam Leny tersenyum bahagia menatap foto keluarga kecilnya yang tertempel besar pada dinding ruangan milik Daniel.


"Gimana Honey?. Bunda suka?" tanya Daniel tersenyum sambil mengelus kepala sang istri.


"Ini benar-benar buat Bunda bahagia Ayah. Terimakasih ya suamiku, kamu sudah memperlakukanku layaknya seorang ratu" ucap Leny dan langsung memeluk sang suami dengan erat.


"Bunda cinta Ayah" timpal Leny semakin mempererat pelukannya.


"Iya Honey, Ayah juga sangat mencintai Bunda" jawab Daniel sembari mengelus-elus kepala istrinya dalam pelukan dirinya.


Suasana bahagia semakin menyelimuti hati Leny, dia merasa benar-benar sangat beruntung bisa menjadi istri dari Daniel yang merupakan sosok laki-laki tulus mencintainya.


Baginya tak ada kebahagiaan lain lagi setelah menikah dan memiliki seorang putra tampan dalam hidupnya, Daniel adalah satu-satunya lelaki yang sudah 14 tahun ia cari pada waktu dulu, dan setelah mereka bertemu kembali, Leny langsung mengungkapkan perasaan pada Daniel dan mereka berdua juga saling cinta dan sudah memiliki seorang putra setelah satu tahun menikah.


"Mohon maaf ni tuan dan nona muda. A..apa kita sudah bisa memulai pembicaraan penting?" sela sang kepala hotel dengan sopan.


"Hal penting apa yang ingin bapak bicarakan?" tanya Daniel penasaran.


"I..ini tentang Dari Shadow tuan" jawab si kepala hotel dengan sedikit ragu-ragu.


"Memangnya ada apa dengan Dark Shadow pak?" tanya Daniel lagi semakin penasaran.


"A..ada sekelompok preman yang berbuat onar tuan, tapi mereka membawa nama Dark Shadow dalam aksinya, dan banyak orang-orang yang mereka tindas" jawab sang kepala hotel ketakutan.


"APA!" Daniel dan Leny terkejut dengan nada suara yang agak keras sampai membuat sang kepala hotel sedikit terkejut.


"Kok berani sekali mereka membawa-bawa nama Dark Shadow dalam kejahatan mereka?!. Ini tidak bisa di biarkan!. Orang yang sudah berani merusak nama Dark Shadow harus ku penggal kepalanya" ucap Daniel dengan geram sembari mengepal tangannya.