Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
KEKHAWATIRAN SEORANG KAKAK


Hyuga mengepalkan tangannya seraya memasang wajah yang terlihat sangat marah. Ia juga merasa kesal pada Daniel karena sudah melepaskan pemimpin kelompok Yoda itu tanpa memberi pelajaran atau membunuh pria yang bernama Sonoshi.


Para orang-orang yang berada di kelompok Dark Shadow terutama para petingginya sangat mengenali bagaimana sifat Daniel. Dia tidak akan pernah mau membunuh seseorang kalau orang tersebut tidak melakukan kesalahan yang sangat fatal.


Namun menurut Hyuga, apa yang sudah di kerjakan oleh kelompok Yoda itu sudah di luar batas karena mereka menculik para gadis muda lalu menjual mereka ke negara-negara luar untuk mereka jadikan sebagai pembantu ataupun pemuas n4fsu.


"Kelompok Yoda ini harus di musnahkan!. Aku akan menghancurkan mereka dengan tanganku sendiri" batin Hyuga geram dan terus mengepalkan tangannya.


"Dimana Adikku berada?" tanya Koury dengan wajah sedihnya.


"Dia sudah berada di dalam kamarnya bersama suamiku" jawab Leny ikut sedih.


Lalu kemudian Leny dan yang lainnya langsung menuju ke tempat dimana Natsumi berada.




Daniel terus menjaga Natsumi yang sudah terbaring tak sadarkan diri di atas ranjangnya. Bersama Wulan, Mama Yuni dan Damin, mereka senantiasa terus menjaga Natsumi yang semakin lama semakin menurun kesehatannya.



"Menantuku, kenapa ini semua bisa terjadi nak?" tanya Mama Yuni merasa sedih melihat wajah Natsumi yang begitu pucat.



"Saat melihat gadis itu, Mama jadi sedih karena Mama mempunyai dua putri yaitu Leny dan juga Wulan. Mama tidak bisa membayangkan jika salah satu dari mereka berada di posisi gadis itu" timpalnya merasa sedih dan terus memperhatikan Natsumi dan Wulan.



"Mama tidak perlu khawatir, Wulan akan menjaga Kak Leny. Tidak akan Wulan biarkan hal itu sampai menimpa Kakak lagi" ucap Wulan sambil memeluk Mama Yuni untuk memberi efek tenang.



"bagaimana caranya kamu bisa begitu yakin begitu sayang?. Kamu itu seorang wanita, Mama gak mau sampai terjadi apa-apa pada putri-putri Mama" tanya Mama Yuni masih dalam keadaan sedih.



"Percaya saja pada Wulan Ma. Wulan bakal melindungi Mama dan Kakak kok" jawab Wulan tersenyum dan semakin memeluk Mama Yuni dari arah samping. Sedangkan Mama Yuni hanya tersenyum sambil mengelus lengannya Wulan.



Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar. Daniel langsung membukakan pintu tersebut. Daniel tersenyum saat melihat wajah cantik istrinya yang satu harian tidak bertemu dengannya.



"Bagaimana keadaan Adikku Daniel?!" tanya Koury khawatir.



"Adikmu sedang berbaring di sana. Dia tak sadarkan diri, wajahnya begitu pucat, itu semua karena selama dia di culik, dia tidak ada makan maupun minum" jawab Daniel menjelaskan.



Koury langsung berlari menuju ke tempat sang Adik terbaring tak sadarkan diri. Seketika air matanya menetes saat melihat wajah cantik Adiknya yang begitu pucat.



"Natsumi, sayang, bangun, ini Kakak... hiks...hiks..." isak tangis Koury memanggil Adiknya.



"Kenapa hal seperti ini harus terjadi padamu sayang, kenapa bukan pada Kakak saja... hiks...hiks..." timpalnya semakin histeris.



Hyuga langsung mendekati istrinya dan ia mencoba menenangkan Koury dengan terus mengelus kepala serta pundak sang istri.



"Sudah sayang, jangan menangis terus. Kasihan Natsumi, jika dia tau Kakaknya sampai seperti ini, dia pasti ikut sedih" ucap Hyuga mencoba menenangkan sang istri.



"Benar apa kata suami kamu Koury. Kamu harus kuat, jangan perlihatkan wajah sedih kamu itu di depan Adikmu itu. Nanti dia akan semakin merasa bersalah karena sudah membuat Kakaknya sedih" sambung Leny.



"Biarkan Alvin memeriksa keadaannya, serahkan padanya saja. Aku bisa jamin Adikmu bisa sembuh di tangannya" sela Daniel tersenyum sambil menepuk pundak Alvin.



"Kau pikir aku dewa!" jawab Alvin sambil melangkah menuju tempat tidur Natsumi dan langsung memeriksa keadaannya.



Di sela-sela Alvin memeriksa keadaannya Natsumi, Daniel mengambil kesempatan untuk melepaskan rasa rindunya pada sang istri yang berdiri di sampingnya sambil memeluk lengannya.



"Honey..." bisik Daniel dan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri.




"Gapapa dong Honey" goda Daniel lagi dengan senyuman nakalnya.



Namun kelakuan nakalnya Daniel gagal karena putra mereka datang menghampiri mereka dan hal itu membuat Leny terkekeh melihat wajah kesal dari suaminya karena diganggu oleh Damin.



Leny tersenyum sambil menggendong Damin dan ia langsung menciumi wajah putra tampannya itu karena sudah menyelamatkan dirinya dari Daniel yang merupakan Ayah kandungnya Damin.



"Terima kasih sayang, kamu sudah menyelamatkan Bunda dari Ayah kamu yang nakal ini" ucap Leny sambil terus menciumi wajah putranya dengan gemas dan membuat Damin terkekeh geli. Sedangkan Daniel hanya kesal dengan putranya.



"Kamu ini ya, tidak bisa melihat Ayahnya senang" ucap Daniel gemas sambil mengelus kepala putra tampannya itu.



"Kan Ayah mau memberikan kamu seorang Adik" timpalnya tersenyum penuh arti sambil menatap ke arah Leny.



"Ayah...!!!" bisik Leny menegur.



Disaat pasangan Syahputra itu tengah asik bercanda, tiba-tiba ponsel milik Daniel berdering dan terpaksa harus membuat kemesraan mereka terhenti.



Daniel mengambil ponselnya yang terus saja berdering dari sakunya. Saat ia melihat layar ponselnya, ia memasang ekspresi wajah kebingungan ketika ia tau siapa yang meneleponnya. Hal serupa juga berlaku untuk Leny, ia juga merasa penasaran karena melihat wajah suaminya itu.



"Siapa Ayah?" tanya Leny penasaran.



"Salah satu petinggi kekaisaran Jepang Honey" jawab Daniel.



"Hah?!, kenapa mereka bisa menghubungi Ayah?" tanya Leny terkejut.



"Ayah juga tidak tau Honey, mungkin Kaisar membutuhkan bantuan" jawab Daniel dan langsung keluar dari kamar itu untuk mengangkat panggilan telepon tersebut. Sedangkan Leny hanya bisa melihat sang suami yang berjalan ke luar dengan sangat buru-buru.



"Kok pemimpin di negara ini bisa menghubungi suamiku sih?" gumam Leny bertanya-tanya.



"Apa suamiku sangat penting di negara ini?" timpalnya penasaran.



Setelah berada di luar, Daniel langsung mengangkat panggilan telepon tersebut dan mereka sepertinya melakukan obrolan yang sangat serius.



"Baik, pak. Serahkan saja pada saya" jawab Daniel.



"Saya akan memberantas mereka semua yang terlibat dalam kasus ini" timpalnya dan langsung mengakhiri panggilan teleponnya.



Setelah selesai melakukan panggilan telepon tersebut, seketika wajah Daniel langsung berubah menjadi berbeda. Ia menggenggam erat ponselnya seakan ada hal penting yang harus ia selesaikan.



"Berani sekali mereka melakukan hal itu" gumamnya geram.



"Aku harus mengumpulkan yang lainnya" timpalnya sambil meletakkan ponselnya ke dalam saku dan ia langsung kembali ke tempat dimana Natsumi di rawat.



Alvin dengan serius memeriksa keadaan Adiknya Koury, sedangkan Koury sedari tadi hanya menangis sambil terus memeluk lengan Hyuga.



Koury sangat menyayangi Adiknya itu, ia tidak sanggup melihat hal yang mengerikan itu bisa menimpa pada Adik satu-satunya tersebut.