Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
JASMINE


Wanita yang di panggil Jasmine oleh Daniel terus termenung menatap Daniel tanpa berkedip sedikitpun, ia tak menyangka kalau bisa bertemu kembali setelah mereka berdua berpisah dan pergi ke negara yang mereka impikan beberapa tahun yang lalu.


Leny langsung cemberut melihat sosok wanita yang berdiri di depan suaminya itu terus menatap Daniel tanpa berkedip sedikitpun. Sedangkan Daniel melihat ke sekeliling area rak-rak mall seakan mencari sesuatu.


Lalu Daniel tersenyum ketika kedua bola matanya menatap sebuah boneka beruang yang berukan besar berada di samping kirinya.


Jasmine tiba-tiba membuka kedua tangannya lalu ia memejamkan matanya seakan ingin memeluk Daniel. Namun dengan cepat Daniel langsung mengambil boneka beruang tersebut dan hal hasil Jasmine malah memeluk benda yang sangat di sukai oleh kaum hawa itu.


Jasmine yang masih memejamkan matanya, merasa sedikit kebingungan dengan apa yang sedang ia peluk erat itu "Kok empuk, terus seperti ada plastiknya?" Batin Jasmine kebingungan dengan mata masih terpejam.


Ketika ia membuka matanya, kedua bola matanya langsung terbelak setelah tau kalau yang ia peluk itu bukan manusia melainkan benda mati empuk berbentuk beruang berwarna coklat. Sedangkan Daniel hanya terkekeh sambil merangkul sang istri yang menatap dingin ke arah wanita cantik yang ada di depannya.


"Kenapa kamu menghindar Daniel?!" tanya Jasmine geram menggunakan bahasa Jepang.


"Aku masih sayang nyawa" jawab Daniel mengejek.


"Kita sudah bertahun-tahun tidak bertemu, biarkan aku memelukmu" rengek Jasmine dan merentangkan kedua tangannya lagi lalu berjalan menuju Daniel untuk ia peluk.


Akan tetapi Daniel malah menggeser sang istri dan lagi-lagi Jasmine tidak berhasil memeluk pria tampan itu lagi.


"Ini sudah benar seperti manusia sih, tapi kok parfumnya seperti parfum wanita" batin Jasmine yang tengah memejamkan matanya.


Lalu ketika Jasmine meraba punggung orang yang sedang ia peluk, betapa terkejutnya dia saat merasakan sebuah benda yang sama seperti apa yang ia kenakan setiap harinya


"Sejak kapan Daniel memakai br4?, apa dia sudah tak normal?!" batin Jasmine bertanya-tanya.


Ketika Jasmine membuka matanya, ia langsung kaget karena ia malah memeluk seorang wanita yang tengah tersenyum manis padanya, dan Daniel yang berdiri di belakang Leny hanya tertawa sambil melihat ekspresi wajah Jasmine yang terlihat sedang kesal.


"Daniiiiieeeelll!!!" ucap Jasmine geram.


"Jangan salahkan aku, jika aku tidak berprilaku lembut padamu ya" timpalnya gemas.


"STOP!" tegur Leny menggunakan bahasa Inggris.


"Apa kalian tidak menghargai keberadaan ku di sini?!" timpalnya bertanya sedikit emosi.


"Maaf, memangnya nona siapa?" tanya Jasmine menggunakan bahasa Inggris.


"Aku Leny!. ISTRI DARI PRIA YANG TERUS KAMU COBA-COBA PELUK TADI!" jawab Leny penuh penekanan karena api cemburu yang sudah memuncak. Sedangkan Daniel menelan ludahnya secara kasar karena takut akan serangan dari sang istri.


"Ooo... Ternyata nona muda" ucap Jasmine tersenyum manis.


"Nona muda?" batin Leny bingung.


"Kenapa kamu memanggilku dengan sebutan tersebut?" tanya Leny kebingungan.


"Perkenalkan, aku Jasmine. Aku salah satu karyawan dari suami nona" jawab Jasmine tersenyum mengulurkan tangannya.


"Jasmine ini adalah salah satu anggota Dark Shadow Honey, dia juga adalah orang yang mengajarkan Wulan bela diri" potong Daniel menjelaskan.


"Jadi dia bukan..." pertanyaan Leny terpotong karena Daniel sudah tau isi hati dan kepala dari istrinya tentang Jasmine.


"Dia bukan seperti Silvia atau Koury Honey" jawab Daniel tersenyum sambil mengelus kepala Leny.


"Dan Bunda tau, kenapa sedari tadi Ayah terus menghindar saat dia ingin memeluk?" timpal Daniel bertanya dan Leny hanya menggeleng kebingungan.


Jasmine hanya menatap Leny dan Daniel yang tengah mengobrol dengan kepala yang terus bergerak karena tidak paham.


"Permisi, jika kalian ingin berbicara tentangku. Gunakanlah bahasa yang aku pahami, jangan menggunakan bahasa kalian" tegur Jasmine.


"Maaf, maaf" jawab Leny tersenyum.


"Jadi kamu sudah lama berada di dalam keluarga Dark Shadow ?" timpal Leny bertanya, sedangkan Jasmine terkejut karena wanita cantik yang berdiri di depannya tau tentang Dark Shadow yang merupakan organisasi rahasia.


"No...Nona muda tau tentang Dark Shadow ?" Jasmine bertanya balik dengan wajah yang terlihat gugup, dan Leny hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Da...dan nona tau apa pekerjaan yang di jalankan nya?" tanyanya lagi semakin gugup.


"Aku tau semuanya" jawab Leny tersenyum.


Lalu Leny mendekati Jasmine yang berdiri dengan wajah tegangnya, kemudian Leny berbisik padanya dan membuat wajah Jasmine semakin terlihat gugup ketakutan.


"Bahkan aku sering mengeksekusi orang-orang yang mencoba berani menggangu keluargaku" seketika tubuh Jasmine langsung terdiam terpaku setelah Leny mengatakan hal tersebut pada indera pendengarannya tadi, sedangkan Leny tersenyum penuh arti menatap dirinya dan membuat Jasmine semakin ketakutan.


"Ada apa denganmu?, wajahmu menjadi pucat seperti itu?, memangnya apa yang di katakan oleh istriku barusan?" tanya Daniel sedikit khawatir melihat ekspresi wajah Jasmine yang tiba-tiba berubah menjadi tegang.


Jasmine hanya menggeleng pelan dengan wajah yang masih tidak percaya karena wanita cantik yang ada di depannya ternyata sosok psikopat yang kejam sama seperti pemimpinnya itu.


"Aku jadi penasaran bagaimana caranya nona muda menghabisi orang-orang bodoh yang berani mencari masalah dengannya.


"Ka..kapan terakhir kali nona melakukan kesenangan itu?" tanya Jasmine memberanikan diri.


"Sekitar seminggu yang lalu" jawab Leny santai menyilang kan kedua tangannya.


"Beberapa hari yang lalu, ada orang yang mencoba membuat istriku terluka. Aku berhasil menangkap pelaku yang ingin mencoba membuat istriku celaka, lalu kami mengintrogasi nya, dan yang melakukan penyiksaan itu adalah istriku ini ( Daniel mengelus kepala Leny ). Dari jawabnya ia berkata kalau dia adalah orang suruhan dari grup Valkery " sela Daniel menjelaskan.


"Valkery ?, kelompok badut apa lagi itu?" tanya Jasmine penasaran.


"Apa kamu ingat peperangan besar beberapa tahun yang lalu?" tanya Daniel menatap Jasmine dengan tatapan serius.


"Maksudmu, peperangan dengan Green gun?" tanya Jasmine menebak dan di anggukan oleh Daniel.


"Ya, dan pemimpin dari grup Valkery itu adalah putra si tua Bangka itu yang menjadi petinggi Green gun. Dia mengirimkan undangan terbuka untuk melanjutkan perang besar esok lusa" jawab Daniel menjelaskan


"Hello. Kalau ingin meeting atau bernostalgia, lakukan saja di markas, jangan di sini!. Aku membawa pria tampan ini, untuk menemaniku untuk berbelanja, bukan membahas tentang perang" tegur Leny menyilang kan kedua tangannya.


"Eh, ma..maaf nona muda" jawab Jasmine ketakutan.


"Kalau begitu silahkan lanjutkan untuk berbelanja nya, saya akan mengawal anda dan keluarga anda" timpal Jasmine mengajukan diri.


"Aku tidak akan mengizinkan kamu untuk ikut, jika perkataan mu itu sebagai pengawal. Jika kamu ingin menemaniku, dan sekalian ikut berbelanja, maka kamu boleh ikut" tegur Leny menjawab dengan tatapan dinginnya.


"Ta..tapi, itu terasa tidak sopan bagi saya nona" jawab Jasmine merasa tidak enak.


Leny menghela nafasnya, lalu menyerahkan troli belanjaan yang sedari tadi ia pegang kepada sang suami. Lalu ia merangkul Jasmine dan langsung mengajaknya berjalan melanjutkan untuk berbelanja kembali, di susul oleh Daniel yang mendorong troli belanjaan bersama sang putra yang ada di tempat duduk troli tersebut.


"Kamu itu gurunya Wulan, dan Wulan itu Adikku. Jadi kamu itu temanku, panggil saja Leny, jangan pakai gelar nona muda itu, aku berharap kita bisa menjadi sahabat" ucap Leny tersenyum manis menatap Jasmine, sedangkan Jasmine tersenyum ragu-ragu.