Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MAHAR


Setelah tibanya Daniel dirumah, ia langsung membicarakan hal ini ke ayah dan ibunya


"Eh anak ibu sudah pulang,. gimana sayang pertemuannya?" tanya Rani


"Lancar kok bu" jawab Daniel tersenyum


"Jadi gimana hasilnya?" timpal Leo


"Daniel sudah membicarakan hal ini ke orang tuanya Leny, dan Daniel berkata kalau Minggu depan kita akan ke rumahnya Leny" jawab Daniel


"Baiklah lah sayang, demi kebahagiaan kamu ayah dan ibu akan menyetujui permintaan kalian" jawab Rani mencubit pipi Daniel


Satu Minggu telah berlalu, Daniel serta keluarga bersiap berangkat ke rumah Leny untuk membicarakan tentang pernikahan mereka


Setelah 25 menit perjalanan akhirnya Daniel beserta keluarga pun sampai di kediaman keluarga Galuh..


"Eh calon mantu dan besan ku sudah sampai" Yuni menyambut mereka dengan penuh hangat


"Wah calon menantu ibu cantik sekali" Rani mencium kening Leny


"Hehe terimakasih bu" jawab Leny tersipu


"Tidak baik mengobrol di depan rumah, tuan Leo ayo silahkan masuk" timpal Galuh


Dua pihak keluarga masuk kerumah dan segera membahas tanggal yang tepat untuk pernikahan kedua anaknya itu


"Jeng, menurut jeng gimana? Yuni bertanya


"Kita tanyakan kepada anak-anak kita saja, kan yang akan menjalani mereka" jawab Rani


"Gimana sayang?" Yuni menatap Daniel dan Leny


"Mungkin 3 bulan dari sekarang lebih baik ma. karena Daniel harus mempersiapkan semuanya. mulai dari hantaran, sewa gedung, mahar, dan perlengkapan mahar untuk Leny" jawab Daniel


Setelah mendengar saran dari Daniel, Leny yang duduk di sebelahnya ikut dengan perkataan dari calon suaminya, dan dia tak ingin meminta mahar terlalu banyak agar tidak memberatkan bagi Daniel


"Kamu mau minta Mahar berapa sayang?" tanya Rani terhadap Leny


"Mungkin 50 juta saja sudah cukup bu" jawab Leny


Karena mendengar jumlah mahar yang di sebutkan oleh Leny, sontak membuat Daniel terkejut dan membantahnya


"Tidak sayang, aku akan memberikanmu mahar dengan jumlah 5 milyar dan juga mobil Buggati Chironn" timpal Daniel


Kedua orangtua Leny dan Leny terkejut mendengar ucapan Daniel barusan. namun tidak dengan kedua orangtuanya Daniel, karena jumlah segitu masih terlalu sedikit menurut mereka..


"Apa? itu terlalu banyak sayang..." bantah Leny


"Iya benar Daniel sayang, itu terlalu berlebihan" timpal Yuni


Galuh hanya tercengang mendengar ucapan Daniel


"Memang tuan Daniel sangat kaya raya" (*batin Galuh*)


"Tidak apa ma. bagiku ini hanya terjadi sekali seumur hidup" jawab Daniel


"Oke sudah di tetapkan kan ya, pernikahan putra dan putri kita akan berlangsung 3 bulan kedepan, lalu saya dan istri saya akan menambahkan 5 milyar lagi" ucap Leo


"Sungguh menakjubkan, sekaya apa calon menantuku ini?" (*batin Yuni*)


"Ya, itu sudah keputusan keluargaku. jadi jangan di bantah lagi" ucap Rani


"Jangan begitu ibu dan ayah mertua, Leny tidak bisa membebani kalian" Leny mencoba untuk menolak


"Sudah terima saja sayang" ucap Daniel membelai kepala Leny


Yuni bertanya kepada suaminya yang dari tadi hanya diam saja karena mendengar ucapan keluarga Daniel


"Pah gimana ini?. itu terlalu banyak untuk kita, mama tidak mau menyusahkan Daniel"


"Papa tidak bisa berkata apa-apa. papa hanya mengikuti Leny saja, jika dia setuju maka kita harus setuju" jawab Galuh


Leny terpaksa menerima mahar dengan jumlah ratusan miliar tersebut karena dia tidak mau terus berdebat


"Yaudah Leny setuju saja dengan ucapan ibu dan ayah mertua" jawab Leny


"Dan ada satu hal lagi, Daniel ingin pernikahan ini tidak di publikasikan, hanya keluarga besar dari kedua mempelai dan rekan terdekat saja yang boleh mengetahui pernikahan ini" ucap Daniel


"Iya sayang, mama ikuti mau kamu" jawab Yuni


Setelah selesai semua perbincangan, Daniel dan keluarga pamit pulang untuk mengurus semua persiapan untuk pernikahan kedua putra dan putrinya


"Kalau begitu kami pamit pulang dulu ya ma, pa" ucap Daniel


"Iya sayang hati-hati di jalan" jawab Leny tersenyum


"Ayo kami antar kedepan" timpal Yuni


Setelah sampai di depan rumah, Daniel memberi salam kepada mama dan papa mertuanya dan pergi meninggalkan rumah Leny


Sesampainya Daniel di rumah, dia langsung kerumah Riski untuk memberi tahu kabar bahagianya kepada mama dan papa angkatnya itu


"Ayah, ibu. Daniel pamit mau kerumah Riski dulu untuk memberi tau papa Ady dan mama Siska tentang pernikahanku" ucap Daniel


"Iya sayang hati-hati" jawab Rani


Daniel pun tiba di kediaman keluarga sahabatnya itu, dan di sambut hangat oleh mama dan papa angkatnya itu


"Eh anak mama datang, ayo duduk sayang" Siska menyambut Daniel


"Oiya papa Ady dan Riski dimana ma?" tanya Daniel


"Ada di kamarnya, sebentar mama panggilkan mereka" jawab Siska


Setelah mereka berempat berkumpul, Daniel langsung menyampaikan kabar bahagianya kepada mereka


"Papa, mama, Riski.. 3 bulan lagi aku akan segera menikah, aku harap kalian semua akan datang ke pernikahanku sebagai keluarga ku, aku ingin kalian juga menemaniku di pernikahanku kelak" ucap Daniel


Papa dan mamanya terkejut dengan kabar bahagianya dari Daniel, dan mereka sangat bahagia atas pernikahan putra angkatnya


"Iya sayang kami akan datang menemanimu, namun siapa calon menantu mama? kok tidak kamu kenalkan ke kami?" tanya Siska