
Daniel dan Hyuga langsung menuju ke tempat yang dimana di sana terdapat sebuah daerah seperti tak ada hukum di dalamnya. Karena di sana adalah sarangnya para bandit, penjahat, rampok, dan lain sebagainya.
Tempat yang mereka tuju, memiliki jarak tempuh yang cukup jauh dan memakan waktu sekitar satu jam lebih untuk bisa sampai di sana. Waktu yang cukup lama bagi mereka untuk tiba di sana.
Akan tetapi mereka harus bisa segera sampai di sana untuk segera mendapatkan informasi dimana para penculik yang sudah membawa Adik iparnya Hyuga dan para wanita muda lainnya.
"Apa tidak ada jalan lain kapten?" tanya Hyuga yang sedari tadi mengkhawatirkan keadaan dari Adik iparnya.
"Cuma ini jalan satu-satunya menuju ke tempat itu" jawab Daniel santai sambil fokus dengan kemudinya.
"Tapi kenapa sedari tadi kita tidak sampai-sampai?, sudah hampir satu jam kita berkendara" tanya Hyuga.
"Kita menggunakan jalur darat, banyak kendaraan lain berlalu lalang. Kalau menggunakan pesawat, atau helikopter, mungkin bisa sampai lebih cepat" jawab Daniel.
"Tapi jika kita menggunakan jalur udara, itu akan kelihatan mencolok bagi mereka yang berada di tempat itu" timpal Daniel.
"Apa masalahnya?, kita bisa saja memusnahkan mereka walau hanya berdua" ucap Hyuga dengan sombongnya.
"Aku tau, tapi kalau orang-orang yang ada di sana musnah, bagaimana kita bisa mendapatkan petunjuk?" tanya Daniel.
"Kau ada benarnya juga kapten. Maafkan aku karena tidak bisa berfikir dengan jernih" jawab Hyuga lesu.
"Tak masalah, aku bisa memahami apa yang kau dan istrimu rasakan saat ini" ucap Daniel.
"Aku juga pernah berada di posisimu pada saat istriku sedang di culik waktu itu" timpalnya.
Di sisi lain tepatnya di hotel milik Daniel....
Leny terus saja menjaga Koury yang masih tertidur pulas dalam pelukannya, sudah satu jam lebih ia tertidur dan Leny senantiasa masih menjaga sahabatnya itu.
Leny juga terus berdoa untuk Adik dari sahabatnya itu dan berharap suaminya bisa menyelamatkannya.
KEMBALI KE DANIEL DAN HYUGA...
Setelah menempuh perjalanan jauh yang sampai memakan waktu satu jam lebih, akhirnya mobil mewah milik Daniel sudah tiba di tempat tersebut. Mereka harus mencari tempat yang aman untuk menyembunyikan kendaraan yang mereka bawa agar tak ada orang yang curiga terhadap Daniel dan Hyuga.
"Sepertinya kita harus berjalan kaki untuk masuk ke sana" ucap Daniel setelah berhasil menemukan sebuah tempat yang cocok untuk mengamankan mobil mewahnya.
"Terserah kau saja kapten, yang penting kita bisa segera menemukan tempat Adik ipar ku di sekap" jawab Hyuga.
Daniel dan Hyuga turun dari mobil lalu mereka berdua berjalan memasuki sebuah pasar ilegal. Di sana banyak barang-barang yang di jual, bajakan organ dalam manusia terjual bebas di tempat tersebut.
"Hawa di sini terasa berbeda sekali, dan pandangan orang-orang di sini membuatku merasa jijik" ucap Hyuga sambil terus memperhatikan sekelilingnya karena orang-orang berada di pasar ilegal itu memperhatikan mereka berdua.
Hyuga terus melihat-lihat ke seluruh tempat itu, banyak barang-barang yang tersedia di sana. Sampai-sampai ia bertabrakan dengan seseorang pria yang menggunakan sebuah kupluk di kepalanya.
"Hoy!, kalau jalan lihat-lihat dong brengs*k" ucap pria itu emosi.
"Apa kau bilang?!" tanya Hyuga ikut emosi, sedangkan Daniel hanya diam saja sambil menatap pria itu dengan tatapan dinginnya.
"Apa kau ingin ribut hah?!" tanya balik pria itu seakan tak terima.
Namun saat ia melihat tatapan mata dinginnya Daniel. tiba-tiba raut wajahnya langsung berubah menjadi takut. Walaupun Daniel tak bertindak apa-apa padanya.
"Ark!, sudahlah!. U...untuk kali ini kau ku lepaskan" ucap pria itu ketakutan karena tatapan dingin dari Daniel dan langsung buru-buru pergi dari hadapan mereka berdua.
"Cih!. Dasar orang aneh" decak kesal Hyuga.
Daniel dan Hyuga melanjutkan perjalanannya. Mereka terus menelusuri pasar ilegal tersebut. Karena terus berjalan tanpa adanya arah, lama kelamaan perut mereka berdua keroncongan lalu akhirnya mereka mencari sebuah tempat untuk mengisi perut.
"Kenapa mereka belum kembali ya? sudah hampir 2 jam mereka keluar, bahkan memberi kabar pun tidak" gumam Leny sedikit merasa khawatir.
Tiba-tiba Koury terbangun dari tidurnya, ia kelihatan seperti kebingungan dan sedikit linglung. Lalu pandangannya mengarah ke arah Leny yang tengah tersenyum padanya. Perlahan ia bisa mengingat dengan apa yang sedang ia alami.
"Kamu yang tenang ya, suami kita sedang mencarinya kok" jawab Daniel tersenyum sambil mengelus-elus punggung Koury.
"Adikku...!! Kamu dimana sayang?!, Kakak takut" ucap Koury dan perlahan air matanya menetes lagi.
"Cup cup, udah dong Koury jangan buang-buang tenaga kamu dengan menangis terus. Kita harus berdoa, semoga suami-suami kita bisa menemukan Adik kamu dan membawa dia pulang dengan selamat" Leny terus menenangkan Koury dan Koury langsung memeluk Leny sambil terus menangis senggugukan.
"Ayah, Hyuga, cepat kembali, dan bawa selamatkan mereka yang tengah di culik" batin Leny yang terus berdoa sambil terus membelai punggung Koury yang menangis dalam pelukannya.
"Bagaimana ini kapten?!, ini sudah menjelang sore, dan belum ada informasi yang jelas dimana keberadaan para baj*ngan itu berada?" tanya Hyuga khawatir dan sambil menikmati makanannya. Sedangkan Daniel hanya diam sambil meminum segelas kopi hangat miliknya. Ia juga terus berfikir.
"Apa perlu kita hajar orang-orang yang berada di sini, dan kita menanyakan pada mereka?. Aku yakin pasti mereka tau jawabannya" timpalnya memberi saran.
Daniel meletakkan cangkir kopinya di atas meja, lalu ia menjawab "Tenangkan dirimu, jangan berbuat hal bodoh seperti itu".
"Lalu, apa ada cara lain selain itu?!" tanya Hyuga yang sudah buntu dalam hal berfikir karena terlalu mengkhawatirkan istri dan Adik iparnya.
"Pasti ada, kita lanjutkan saja perjalanannya" jawab Daniel bangkit dari duduknya dan meletakkan 2 lembar kertas berwarna merah di atas meja, lalu mereka berdua melanjutkan proses pencarian mereka kembali.
Mereka berdua terus berjalan mengelilingi pasar gelap itu. Tiba-tiba Hyuga bertabrakan lagi dengan seorang pria dan ternyata pria tersebut adalah pria yang sama yang menabraknya lagi.
"Ark!, kenapa hal sial ini terjadi padaku untuk yang kedua kalinya?!" kesal pria itu namun belum tau siapa yang habis ia tabrak barusan.
Saat ia mendongak, raut wajahnya langsung berubah ketika melihat orang yang sama dengan tatapan mata yang sama saat pertama kali mereka bertemu.
Hyuga tersenyum penuh arti saat pria itu menatap dirinya. Pada saat pria tersebut ingin melarikan diri, tangan Hyuga menarik kera baju bagian belakang pra itu hingga tidak bisa membuatnya kabur.
"Sepertinya pertemuan kita memang di jodohkan oleh Tuhan" ucap Hyuga tersenyum sambil terus menahan kera baju pada bagian belakang pria tersebut.
"Tolong lepaskan aku. Aku akan memberikan semua yang kalian inginkan, tapi jangan sakiti aku" rengek pria itu ketakutan.
"Siapa juga yang doyan dengan harta haram milikmu itu" jawab Hyuga dan langsung membawa pria itu ke sebuah tempat yang sunyi.
Lalu Hyuga melemparkan tubuh pria itu ke sebuah tempat pembuangan sampah kemudian mulai mengintrogasi nya.
"Hoy!, apa kau pernah mendengar tentang penculikan para wanita muda?" tanya Hyuga.
"U...untuk apa kalian berdua menanyakan hal itu?" tanya balik pria itu dengan penuh ketakutan setelah mendengar pertanyaan dari Hyuga barusan.
"Tidak usah berbalik tanya!, katakan saja!" ucap Hyuga geram.
"Me...mereka adalah kelompok Yoda dan pemimpin mereka bernama Sonoshi" jawab pria itu ketakutan.
"Dimana tempat mereka?" tanya Daniel dengan tatapan dinginnya.
"A..ada sebuah istana di tengah hutan, d...dan di sanalah markas mereka berada" jawab pria itu semakin takut saat melihat mata Daniel.
"Istana di tengah hutan?" gumam Daniel sambil menyilang kan kedua tangannya.
"Ta..tapi orang yang bernama Sonoshi itu sangat hati-hati, dia menyewa puluhan orang yang memiliki keahlian dalam bela diri atau mungkin sampai ratusan. Sebaiknya tuan-tuan sekalian jangan ke sana" ucap pria itu memberi saran.
"Terima kasih atas informasinya, kau boleh pulang" jawab Daniel dan pria itu langsung buru-buru pergi dari hadapan mereka berdua.
"Sepertinya kita sudah tau sarang musuhnya kapten" ucap Hyuga tersenyum penuh arti.