
Rian dan Daniel pergi keluar kamar. Dan merencanakan sesuatu untuk memusnahkan orang-orang yang membuat Leny celaka
"Apa perlu kita panggil mereka?" tanya Rian
"Tidak perlu kak, ini masalahku. Jika memanggil teman-teman, aku merasa kurang puas untuk memusnahkan mereka" tegas Daniel
"Lalu siapa saja yang akan melakukan penyerangan?" tanya Rian
"Cukup kita berempat saja kak" jawab Daniel
"Berempat?, siapa saja tuan?" Rian bertanya
"Aku, Kakak, ayah, dan Fauzi" jawab Daniel
"Ha?, Fauzi?, maksud kamu Fauzi Azhuri?" Rian terkejut
(*Daniel mengangguk*)
"Ternya adik kecil kita juga berada di Indonesia ya" timpal Rian senang
Rian bahagia karena Fauzi juga berada di Indonesia, karena sudah lama mereka tidak bertemu. Daniel juga memberi tahu Fauzi tentang kejadian yang dialami oleh Leny, dan Fauzi sangat emosi mendengar kakak iparnya sampai mengalami koma
Fauzi datang kerumah sakit sendirian karena istrinya baru melahirkan anaknya, jadi Fauzi tidak mengajak istrinya
"Kakak!" teriak Fauzi berlari menuju Daniel dan Rian
(*Daniel dan Rian menoleh ke arah suara itu berasal*)
"Eh adik kecil, akhirnya kamu sampai" Rian merangkul Fauzi
"Bagaimana keadaan kakak ipar?" Fauzi bertanya
"Dia mengalami koma, dari tadi malam belum sadar" jawab Daniel sedih
"Cih! Black Dragon memang cari mati!" bentak Fauzi
"Haha kamu tenang sedikit adik kecil, ini rumah sakit" tawan Rian menepuk-nepuk pundak Fauzi
"Sebaiknya kita menunggu ayahku terlebih dahulu" timpal Daniel
Tak lama kemudian Leo dan yang lainnya sampai di rumah sakit, dan Leo terkejut karena ada Fauzi di sana. Rian dan Fauzi langsung memberi hormat kepada Leo
"Selamat datang tuan dan nyonya" Rian dan Fauzi memberi hormat
"Eh Eh Fauzi?! sudah lama tidak bertemu" sambung Rani
"Hehe iya nyonya, aku juga baru 2 tahun di Indonesia" jawab Fauzi
"Sepertinya kamu sekarang semakin berkembang ya" timpal Leo
"Ah tuan jangan memujiku" Fauzi tersipu
"sayang, mereka berdua siapa? mengapa ayah kamu begitu akrab dengan mereka?" bisik Yuni merangkul lengan Daniel
"Mereka kerabat-kerabat Daniel ma, mereka sudah seperti keluargaku" jawab Daniel
(*Yuni mengangguk*)
"Beberapa orang dari Dark Shadow berkumpul di sini untuk menjenguk istri tuan muda" (*batin Galuh*)
"Om, Tante, perkenalkan nama saya Rian" Rian memperkenalkan diri
"Ah panggil saja mama" jawab Yuni
"Saya Fauzi" sambung Fauzi
"Kamu juga panggil mama ya" timpal Yuni memegang pundak Fauzi
Leo meminta mereka masuk terlebih dahulu untuk menemani Leny. Agar mereka berempat bisa merencanakan pembantaian Black Dragon dan Saber
Rani mengerti dan mengajak Yuni beserta Galuh untuk masuk kedalam, agar bisa memberi waktu untuk Leo dan yang lainnya berdiskusi
Setelah mereka bertiga masuk kedalam, barulah Daniel membicarakan tentang pembantaian mereka
"Kita harus melacak keberadaan mereka, kalau bisa langsung markas besarnya. Agar lebih mudah kita memusnahkan mereka semua" tegas Daniel
"Kalau masalah itu serahkan saja masalah ini kepadaku" jawab Fauzi
"Haha ternyata Adik kecil kita sudah semakin berkembang" timpal Rian mengacak-acak rambut Fauzi
Fauzi memerintahkan seluruh anak buahnya untuk melacak keberadaan markas besar pembunuh bayaran itu. 5 menit kemudian Fauzi mendapatkan pesan dari salah satu anak buahnya
"📨 Bos markas besar mereka berada di daerah Jawa timur📨"
Fauzi langsung memberi tahu kabar gembira itu kepada mereka bertiga
"Tuan, aku sudah menemukan mereka!. Mereka bersembunyi di daerah Jawa timur" tegas Fauzi
"Bagus, kita akan segera kesana dan akan memusnahkan mereka semua" jawab Daniel dengan senyuman psikopat
"Daniel sudah ayah bilang kamu jangan gegabah" timpal Leo
"Benar tuan muda, kita harus memikirkan cara untuk menyiksa mereka, dengan begitu barulah terasa lebih puas" Rian tersenyum jahat
"Haha kakak Rian kamu sangat kejam" ejek Fauzi
DI DALAM RUANGAN RUMAH SAKIT
"Apa yang sedang mereka bicarakan jeng?" Yuni bertanya
"Aku juga tidak tahu" jawab Rani
Mereka bertiga membuka pintu dan saat di dalam ternyata masih ada Anna yang sedang menangis. Yuni bertanya-tanya siapa wanita itu
"Mbak kamu siapa ya? mengapa kamu menangis di hadapan anak saya? tanya Yuni tersenyum
"Dia Anna, istrinya Rian" sambung Rani
"Oo ternyata kakak ipar Leny" jawab Yuni mengelus punggung Anna
"Iya tante, salam kenal" timpal Anna mengusap air matanya
(*Yuni menggelengkan kepalanya*)
"Jangan panggil tante, panggil mama" jawab Yuni mengelus pipi Anna
"Hehe iya ma" jawab Anna menahan sedih
"Kemana cucu ibu" sambung Rani
"Aska sedang bersama neneknya dirumah bu, karena dia masih berusia 2 tahun, jadi tidak baik untuk di bawa kerumah sakit" jawab Anna
"Oo jadi nama cucu mama Aska" sambung Yuni tersenyum
"Hehe iya ma" jawab Anna tersenyum
Anna sangat bahagia atas perilaku Yuni yang sangat baik terhadapnya, meski baru bertemu, Yuni langsung menyukai dan menyayangi Anna
"Mama sangat senang kalau Leny memiliki orang-orang yang tulus menyayanginya" ucap Yuni tersenyum
"Hehe terimakasih ma, padahal kita baru bertemu, tapi mama sudah menerimaku sebagai kakaknya Leny" jawab Anna
Rani melihat jari telunjuk Leny tiba-tiba bergerak, dia menyela pembicaraan mereka dan menyuruh mereka untuk melihat Leny. Mata mereka langsung berbinar
"Panggil dokter dan Daniel" Tegas Rani
Galuh langsung keluar memanggil dokter, sedangkan Anna menuju memanggil Daniel dan yang lainnya
"Daaniel!. Hos hos" Anna mengatur nafas
"Ada apa kak? mengapa terburu-buru?" tanya Daniel