Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
LENY WIJAYA


Ketika Daniel dan Riski tengah asyik mengobrol, tiba-tiba Leny menghampiri Daniel


"Anu... terimakasih ya sudah menyelamatkanku" Leny tersenyum malu


"Eehh.. iya sama-sama" Daniel tersenyum salah tingkah menggaruk tengkuk lehernya


Karena Daniel bingung harus berkata apa lagi, Daniel langsung mengajak Riski untuk pulang


"Ki, ayo pulang" ajak Daniel


"Aa..yoo" Riski terbata-bata


Ternyata dari tadi Riski terus memandangi Windy sahabatnya Leny..


melihat Riski yang sedang memandangi Windy, membuat Daniel ingin mendekatkan mereka


*(Daniel mengerutkan keningnya)*


"Kalau suka katakan saja" Daniel menepuk punggung Riski


Karena ucapan Daniel, Riski menjadi salah tingkah dan menggaruk kepalanya


"Ah kamu ini" Riski malu


"Haha, kau jatuh cinta ya pada wanita itu" Daniel menunjuk ke arah Windy


Mendengar perkataan Daniel, pipi Windy menjadi merah dan Riski menjadi malu


"Ah kau ni jangan membuat dia malu" Riski memukul Daniel


Melihat tingkah laku dari sahabat-sahabatnya membuat Daniel dan Leny tertawa


"Hahaha" tawa Daniel dan Leny


"Sudahlah ayo pulang" Riski merangkul leher Daniel


Ketika Daniel dan Riski hendak beranjak pulang, tiba-tiba Leny menghentikan langkah mereka


"Tunggu" Leny menarik tangan Daniel


"Iya, ada apa? Daniel dan Riski berbalik badan


Leny malu-malu untuk berbicara, sedangkan Windy masih tersipu malu dengan perkataan Daniel tadi


"H..hmm.. ke...kenapa kamu buru-buru sekali" tanya Leny terbata-bata


Melihat tingkah dari Leny, Daniel tersenyum dan terus memandangi wajah cantik Leny


*Aku kan belum mengucapkan terimakasih dan kata maaf juga" Leny malu menatap ke arah bawah


"Maaf? buat apa?" tanya Daniel


"Kan waktu pertama kali kita bertemu, aku sudah menampar kamu" ucap Leny tersipu


"Ah masalah itu?, aku sudah melupakannya" jawab Daniel tersenyum


*(Leny mendongak ke atas dan menatap Daniel*)


"Kalau begitu aku berterimakasih dan ingin tau nama kamu" timpal Leny malu-malu dengan wajah me merah


*(Daniel tersenyum)*


Mendengar nama itu, membuat Leny langsung terdiam dan melamun


"Daniel?, sepertinya aku pernah mendengar nama itu" *(batin Leny)*


*(Daniel mengayunkan tangannya di depan wajah Leny)


"Hey.. cantik.. hey.. kok kamu melamun" tanya Daniel bingung


"Ee..ehh. tidak apa kok, aku Leny" menyambut julukan tangan Daniel dan tersenyum


"Iya aku sudah tau kamu, kata teman aku ini, bahwa kamu seorang aktris cantik yang terkenal" ucap Daniel


"Ah kamu bisa saja" jawab Leny semakin tersipu


"Oh iya umur kamu berapa?" tanya Leny


"25 tahun" jawab Daniel tersenyum


"Tunggu-tunggu, sepertinya aku pernah bertemu dengan kamu" Leny memandangi wajah Daniel sambil berfikir


"Iya, kan tadi juga kita bertemu di dekat toko baju, dan kamu menamparku.. hehe" jawab Daniel


"Bukan itu.." jawab Leny manja


"Lalu?" tanya Daniel mengerutkan keningnya


Leny terus berfikir dan akhirnya dia ingat, kalau mereka pernah bertemu ketika Leny memborong semua gorengannya


"Oooo aku baru ingat, kita pernah bertemu sekitar 14 tahun yang lalu ketika aku memborong semua dagangan kamu" ucap Leny


"Oooo kamu cucunya nek Ani kn?" tanya Daniel mendekatkan wajahnya ke wajah Leny


Leny terkejut dan hampir pingsan, wajahnya memerah karena wajah Daniel begitu dekat dengan wajahnya


"Waahh sekarang kamu sudah dewasa dan tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik ya" puji Daniel


Namun karena terlalu rindunya dia terhadap Daniel, Leny langsung melompat ke arah Daniel dan memeluknya erat


"Kakak kemana aja?, Leny sama nenek selalu mencari kakak?" tanya Leny menangis


Mendapat pelukan dari Leny, yang seluruh tubuh indah dan bahkan dadanya menempel ke tubuh Daniel, membuat Daniel kaget jantungnya berdetak kencang bahkan hampir membuatnya copot


"Ahk, kenapa kamu tiba-tiba melompat ke arahku?, aku kaget" Daniel menangkap tubuh Leny yang memeluknya agar tidak terjatuh


"Leny sangat merindukan kakak, Leny dan nenek selalu mencari kakak kemana pun" Leny memeluk Daniel tanpa memperdulikan situasi


Semua orang yang melihat kejadian itu pada tercengang bahkan Windy dan Riski hampir pingsan karena melihat kejadian itu tepat di depan mata mereka


"Hey Leny.. Jaga sikap kamu di sini banyak orang yang melihatnya" bisik Daniel


Leny tidak menghiraukan perkataan Daniel bahkan semakin erat memeluknya, kaki Leny melingkar ke pinggang Daniel, kedua tangannya memeluk leher Daniel dan wajahnya menempel di pundak Daniel


"Leny... Kamu itu publik figur, tidak baik melakukan ini, pasti di sini banyak fans kamu, jika mereka melihat ini dan mempublikasikannya ke media, kamu bisa di buru para wartawan" ucap Daniel


(*Leny menggelengkan kepalanya*)


"aku tidak peduli mereka berkata apa kak... aku sangat merindukanmu, dan jika wartawan bertanya soal masalah ini, aku akan menjawab kalau kamu calon suamiku" bisik Leny


Mendengar perkataan yang keluar dari Leny, membuat Daniel terkejut dan hampir terjatuh