Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MENYUSUP KE KANDANG MUSUH


Keesokan harinya Daniel dan ketiga saudara bersiap-siap untuk berangkat ke tempat dimana markas dari kelompok Harimau Berdarah berada. Tidak lupa pula Daniel membawa kedua makhluk ghaib yang setia padanya yaitu Mery dan Caty untuk berjaga-jaga jika harus bertindak curang dalam memenangkan permainan judi di tempat itu, agar ia bisa menjadi pusat perhatian di dalam sana sehingga membuat pemilik kasino itu muncul.


"Apa kau sudah bisa menemukan Mario dan Marcel berada?" tanya Daniel.


"Menurut informasi yang di berikan orang-orang kita, mereka berdua berada di kasino itu. Namun sangat sulit untuk masuk ke dalam ruangan mereka, karena hanya orang-orang yang bisa membuat mereka merasa tertarik saja yang akan di undang di sana Kak" jawab Kevin sembari fokus menyetir.


"Apa kita langsung membuat keributan saja di sana Kak?" tanya Fauzi bersemangat.


"Kau ini!. Hanya kekerasan saja yang ada di dalam pikiranmu itu ya!" tegur Rian sambil memukul kepala sang Adik.


"Kau tau sendiri Kak, sudah berapa lama kita mencari keberadaan mereka. Kita tidak bisa membuang kesempatan ini secara cuma-cuma dong" jawab Fauzi tersenyum penuh semangat.


"Kau memang benar, tapi kita juga harus bermain cantik. Jangan sampai membuat para pengunjung kasino itu ketakutan, apa lagi sampai menjatuhkan korban dari warga biasa" sela Daniel memotong.


"Orang-orang yang berada di tempat itu semuanya pasti orang yang bersalah Kak. Mereka sudah memilih jalan yang salam untuk mencari nafkah" jawab Fauzi.


"Aku tidak akan berurusan dengan mereka, biarkan Novi yang mengurus mereka. Aku hanya akan membereskan kedua pentolan dari Harimau Berdarah saja" ucap Daniel.


"Kita hanya boleh menghabisi Harimau Berdarah saja" timpalnya memerintah.


"Baiklah Kak" jawab Fauzi pasrah.


"Hahaha, jangan sedih. Pasti di sana banyak orang-orang yang ikut dalam kelompok itu. Jadi kau bisa puas menghabisi mereka semua" ucap Rian sambil menepuk-nepuk punggung Fauzi.


Mobil yang di kendarai oleh Daniel dan saudara-saudaranya melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan raya yang di penuhi dengan kendaraan-kendaraan yang lainnya. Bahkan tak di pungkiri mereka harus mengalami kemacetan di jalan tersebut.


Setelah mereka berempat berada di jalan raya selama lebih dari satu jam, akhirnya mobil mewah yang membawa empat orang itu sudah tiba di tempat tujuan, dan orang-orang yang di perintahkan oleh Fauzi untuk mencari tempat persembunyian kelompok Harimau Berdarah sudah menunggu kedatangan Daniel dan saudara-saudaranya untuk memberitahu dimana tempat tersebut.


"Selamat siang tuan muda" sapa salah dari bawahannya Fauzi menyapa Daniel.


"Suatu kehormatan bagi kami dapat bertemu dengan pemimpin Dark Shadow " timpalnya.


"Sudah jangan banyak buang-buang waktu lagi. Sebaiknya kalian tunjukkan jalan menuju ke kandang mereka" sela Fauzi memerintah.


"Ba.. baik tuan, mari ikut kami" jawab mereka masuk ke dalam mobil, dan di ikuti oleh Daniel serta saudara-saudaranya yang mengikuti mereka dari belakang.


Mobil yang berada di depan mobil mewah milik Daniel berjalan menuju ke tempat para kelompok Harimau Berdarah itu berada. Dengan perlahan kedua mobil itu semakin masuk ke dalam sebuah hutan yang semakin lama semakin tidak ada rumah-rumah atau gedung-gedung yang berada di sekitarnya.


Akan tetapi semakin dalam mereka menelusuri jalanan yang di penuhi dengan pepohonan yang menjulang tinggi, terdapat sebuah gedung yang terlihat sangat mewah dan begitu besar.


"Jadi di sini sarang mereka?" gumam Daniel tersenyum sinis.


"Mereka cukup pintar bersembunyi" ucap Rian.


"Sebentar lagi tempat itu akan menjadi debu" ucap Fauzi tersenyum sinis.


Mobil yang menuntun Daniel tadi sudah berhenti lebih dulu dan orang yang berada di dalam mobil itu juga sudah keluar menunggu Daniel dan yang lainnya.


"Benar tuan, tuan bisa melihat sendiri dari nama yang ada di papan besar tersebut" jawab salah satu dari mereka sambil menunjuk sebuah papan nama yang terpapar berukuran besar yang bertuliskan Bloody Tiger.


"Kerja bagus. Kalian semua boleh kembali" ucap Daniel tersenyum sinis sambil terus menatap ke arah gedung mewah tersenyum.


"Baik tuan muda, kami izin pamit" ucap mereka membungkuk seraya memberi hormat pada Daniel, dan di anggukan oleh Daniel.


Setelah bawahannya pergi meninggalkan ke empat pria hebat itu. Daniel berjalan terlebih dahulu menuju ke gedung tersebut. Di sela-sela mereka berjalan, banyak mobil-mobil yang tak kalah mewah dari mobil milik Daniel terparkir rapih di halaman tempat haram tersebut.


"Ternyata tempat tersembunyi ini, banyak di kunjungi oleh orang-orang juga ya" ucap Rian sedikit kagum.


"Mungkin orang-orang yang berada di dalam juga bukan orang biasa" sambung Kevin sambil memperhatikan mobil-mobil yang sedang terparkir itu.


"Sudah, jangan buang-buang waktu lagi" tegur Daniel yang terus berjalan dan sudah berada di depan pintu masuk yang tengah di jaga oleh dua orang pria yang memiliki tubuh besar dan berotot.


"Berhenti!" tegur salah satu pria bertubuh kekar itu menghalangi langkah Daniel mengangkat salah satu tangannya ke arah samping.


"Apa mau kalian?" tanya penjaga itu masih menghalangi Daniel.


"Apa kami tidak boleh masuk dan ikut bermain di dalam sana?" tanya Daniel.


"Tempat ini tidak mengizinkan sembarangan orang untuk bisa masuk ke dalam" jawab penjaga itu tegas.


"Begitu ya?" tanya Daniel masih santai.


"Benar!. Kami hanya menjalankan tugas yang di perintahkan oleh tuan Marcel dan tuan Mario, selaku pemilik bar ini" jawab kedua penjaga itu tegas.


"Ada apa dengannya?, kan dia bisa menghabisi dua tikus itu dengan mudah sih?!" batin Fauzi bertanya-tanya.


"Kak..." ucapan Fauzi langsung terhenti saat Daniel mengangkat tangan.


"Aku tau apa yang kalian maksudkan" ucap Daniel tersenyum sambil memasukkan tangannya ke saku celananya seakan mengambil sesuatu.


"Di dalam kartu ini ada uang 20juta. Ambil untuk kalian, dan pin nya 1-6" timpal Daniel sambil menyerahkan salah satu kartu ATM miliknya.


Salah satu dari penjaga itu langsung mengambil kartu yang Daniel pegang. Kemudian rekannya langsung membukakan pintu untuk Daniel dan ketiga saudara masuk kedalam.


"Anda memang pengertian tuan. Selamat bersenang-senang" ucap penjaga di saat Daniel dan ketiga saudaranya berjalan masuk ke dalam.


"Kenapa Kakak tidak menghabisi mereka saja?" tanya Fauzi berbisik.


"Apa semuanya harus di akhiri dengan sebuah kekerasan?" tanya Daniel balik.


"Aku yakin kedua penjaga itu pasti anggota dari Harimau Berdarah juga Kak" bisik Fauzi.


"Itu bisa kita bereskan nanti" jawab Daniel sambil melihat-lihat kesekelilingnya yang terdapat begitu banyaknya orang-orang serta para pekerja wanita yang menemani para tamu.