Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
KEMBALI LAGI


Mobil mewah milik Daniel perlahan pergi meninggalkan pekarangan kompleks tempat dimana ia tinggal. Sebelum pergi, mereka menyempatkan diri untuk pamit kepada keluarga besar mengingat mereka akan pergi dengan waktu yang lumayan lama.


Awalnya kedua Neneknya Damin tak ingin jika harus berjauhan dari sang cucu, apalagi dengan waktu yang lumayan lama. Tapi karena mendapatkan pengertian dari para Kakek akhirnya mau tak mau mereka harus berpisah untuk sementara waktu dari cucu tampannya itu.


Kini, Daniel, Leny, Damin, Kevin, dan juga Wulan sudah sampai di bandara internasional Soekarno-Hatta. Mereka tinggal menunggu waktu untuk penerbangan mereka ke negara sakura tersebut.


"Ayah, di sana Ayah ada rumah kan?" tanya Leny


"Bunda tinggal pilih. Mau tidur di hotel, atau di rumah kita?" tanya Daniel balik


"Kakak tenang aja. Nama kak Daniel sudah terkenal di negara itu. Banyak orang-orang yang tau siapa dia" sambung Kevin.


Tak lama kemudian panggilan untuk penerbangan mereka akhirnya tiba. Mereka berlima langsung bergegas menuju ke pesawat mereka.


Awalnya Daniel ingin menggunakan jet miliknya, namun Leny tak mau karena ia ingin menggunakan pesawat umum saja agar bisa berinteraksi dengan orang sekitar.


Setelah di dalam pesawat, ternyata ada seseorang pria berwarga negara Jepang yang mengenal sosok Daniel. Pria itu langsung memberi hormat pada Daniel. Orang-orang yang berada di dalam bertanya-tanya karena ada orang asing yang memberi hormat pada orang Indonesia.


"Apakah tuan muda ingin kembali ke Jepang dan mengurus Dark Shadow lagi?" tanya pria itu menggunakan bahasa Jepang.


"Itu salah satunya. Namun, ada hal yang lebih penting yang akan kulakukan di sana" jawab Daniel menggunakan bahasa Jepang.


"Apa ada musuh yang menyerang lagi?" tanya pria itu menggunakan bahasa Jepang.


"Hahaha. Kalau masalah tentang musuh, itu tidak akan ada habisnya" jawab Daniel menggunakan bahasa Jepang.


"Kau benar taun muda. Entah kenapa, masih ada saja orang bodoh yang tak sayang nyawa dengan menyerang anda" ucap pria itu merasa heran.


"Begitulah manusia. Setiap ada orang jahat, pasti bakal ada orang baik pula yang akan membalasnya" jawab Daniel tersenyum pahit.


"Ayah, Ayah. Apa yang kalian bicarakan?" tanya Leny berbisik.


"Bunda seperti mendengar kata-kata tentang Dark Shadow" sambungnya.


"Tidak ada Honey. Orang itu hanya bertanya kenapa Ayah kembali ke Jepang, sebab markas besar Dark Shadow itu berada di Jepang" jawab Daniel menjelaskan.


"Ayah tidak berniat untuk melakukan peperangan kan?" tanya Leny sambil memicingkan matanya menatap sang suami.


"Hahaha. Gak mungkin dong kak, kak Daniel itu tidak pernah memicu peperangan. Dia hanya terpaksa terlibat dalam peperangan bodoh itu saja" sambung Kevin memotong.


"Mohon maaf, apakah wanita cantik yang sedang memangku bayi tampan itu istri anda tuan muda?" tanya pria itu menggunakan bahasa Jepang.


"Ya, ini adalah istri dan putraku" jawab Daniel.


"Pantas saja bayi ini begitu mirip dengan anda tuan" ucap pria itu tersenyum.


"Salam kenal nona muda" timpal pria itu memberi hormat dengan sedikit membungkuk.


"Ha..halo" jawab Leny sedikit bingung karena pria itu menggunakan bahasa Jepang dan tiba membungkuk kearahnya.


"Ayah pria itu kenapa? kok tiba-tiba dia memberi hormat pada Bunda?" tanya Leny kebingungan.


"Dia menyapa kakak dan menghormati kakak karena kakak istri dari bos besarnya" jawab Wulan menjelaskan.


"Begitu menghormatinya mereka pada suamiku?" batin Leny.


Penerbangan dari Indonesia ke Jepang memakan waktu sekitar 7 jam lebih, waktu yang lumayan lama yang harus mereka tunggu di atas pesawat tersebut.


"Honey, sebaiknya Bunda istirahat saja. Penerbangan ke Jepang juga masih lama kok" ucap Daniel sambil mengelus kepala istrinya.


"Iya suamiku. Bunda udah gak sabar pengen cepet-cepet sampai di Jepang deh" ucap Leny tersenyum bahagia.


"Ayah juga tidak menyangka kalau akan kembali ke sana. Sudah hampir 3 tahun Ayah tidak ke negara itu" ucap Daniel tersenyum.


Karena penerbangan cukup lama, akhirnya mereka semua tertidur di dalam pesawat tersebut.


7 jam lebih mereka sudah berada di atas langit, dan waktu juga sudah menunjukkan pukul sore hari. Detik-detik pendaratan pesawat yang mereka tumpangi juga sudah dekat.


Dengan perlahan pesawat tersebut sudah mulai mendarat memasuki bandara internasional Narita. Suasana malam dan lampu-lampu indah menghiasi jalanan landasan tempat mendaratnya pesawat yang di tumpangi oleh keluarga Daniel.


Setelah pesawat tersebut mendarat dengan sempurna, para penumpang perlahan turun dari pesawat mewah tersebut. Banyak kerabat dari para penumpang yang sudah menunggu kedatangan dan kepulangan dari para penumpang pesawat tersebut.


Daniel dan juga keluarganya juga sudah berjalan menuju lorong keluar bandara. Sesampainya mereka di luar bandara, ternyata sudah ada puluhan mobil mewah yang sudah menunggu kedatangan mereka.


Daniel sedikit kebingungan karena melihat para bawahan datang ke bandara untuk menjemput kedatangan dirinya.


"Kenapa mereka tau aku sini?, kan aku tidak ada memberitahu kalau aku kembali ke sini" batin Daniel bertanya-tanya.


"Kevin?, bisa kau jelaskan ini semua?" tanya Daniel dengan nada dinginnya tanpa menatap ke arah adiknya itu.


"Hehe. Maaf kak, aku yang menyuruh mereka ke sini untuk menjemput kita" jawab Kevin cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal.


"Baka ( Bodoh ) " ucap Daniel dalam bahasa Jepang.


"Hehehe" tawa Kevin cengengesan.


"Ayah, apa mereka semua bawahannya Ayah?, dan puluhan mobil mewah itu milik Ayah?" tanya Leny penasaran, sedangkan Daniel hanya mengangguk saja.


Kemudian para bawahan Daniel langsung berbondong-bondong menghampiri bos besar mereka, dan sebagian dari bawahannya langsung membawa barang-barang yang di bawa oleh keluarga Daniel dan yang lainnya juga langsung membungkukkan badannya untuk memberi hormat atas kembalinya raja kegelapan tersebut.


"SELAMAT DATANG KEMBALI TUAN MUDA!" ucap seluruh bawahannya Daniel memberi hormat menggunakan bahasa Jepang


"Ya" jawab Daniel dingin


Kemudian Daniel langsung menuju ke salah satu mobil miliknya, dan supir dari mobil tersebut langsung bergegas membukakan pintu untuk Daniel dan istrinya.


"Silahkan masuk tuan dan nona muda" ucap sang supir memberi hormat.


"Terima kasih" ucap Daniel dan langsung masuk ke dalam mobilnya di ikuti dengan Leny yang tengah menggendong sang putra.


"Apa seperti ini di perlakukan layaknya seorang ratu?" batin Leny tersenyum.


"Maaf tuan muda, tuan muda ingin kemana?" tanya sang supir menggunakan bahasa Jepang.


"Bawa kami ke salah satu hotel milikku" jawab Daniel memerintah.


"Siap tuan muda" ucap pria itu dan langsung melajukan mobilnya ke tempat yang di perintahkan oleh bosnya dan di ikutin puluhan mobil lainnya.