Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
GURU YANG DI RINDUKAN


Para karyawan kantor yang di pimpin oleh Olivia begitu sangat menikmati acara yang di selenggarakan oleh Leny. Mereka semua sangat senang memiliki seorang pemimpin yang begitu sangat peduli pada mereka.


"Ternyata kesabaran kita selama ini sudah di balas Tuhan dengan kebaikan dari tuan dan nona muda kita ya" ucap salah satu karyawati yang sedang bergosip dengan rekan kerjanya.


"Iya, akhirnya kedua orang keji itu sudah pergi dari kantor. Aku jadi lebih nyaman bekerja di sana" timpal rekannya.


"Apalagi manager kita yang baru di ambil alih oleh Oliv, aku menjadi semakin semangat untuk bekerja" sambung yang lainnya.


"Kita tidak boleh mengecewakan tuan dan nona muda loh, apa lagi sampai berbuat curang pada manager kita yang baru" ucap salah satu dari mereka, dan di anggukan oleh yang lainnya.


Ternyata Leny tidak hanya mengundang para karyawannya saja. Leny juga meminta Joe dan pada guru-guru yang dimana Daniel mengajar untuk ikut hadir ke pesta yang ia buat.


Tak lama kemudian Joe dan para guru-guru yang bekerja di sekolah milik Joe sudah hadir ke pesta yang di buat oleh Leny.


Sesampainya mereka di hotel, manik mata Joe langsung mencari keberadaan Daniel yang tak tau entah pergi kemana. Setelah sekian lama mencari, akhirnya kedua bola matanya sudah menemukan keberadaan Daniel yang sedang bermesraan dengan seorang wanita. Akan tetapi sosok wanita yang sedang bersama dengan Daniel bukanlah Leny yang selama ini menjadi istrinya.


"Siapa wanita yang sedang memeluk kapten?" gumam Joe sambil berjalan menuju ke tempat seorang pria yang ia anggap sebagai Daniel.


Sesampainya Joe ke tempat pria yang ia sangka Daniel, ia langsung menepuk pundaknya pria itu dan membuat pria itu terkejut.


"Berani sekali kau selingkuh dari Bu kapten ya?!" tegur Joe menggunakan bahasa Jepang, namun pria itu yang merupakan Dion hanya kebingungan karena tidak mengerti dengan bahasa yang di gunakan oleh Joe.


"Siapa wanita cantik ini kapten?!" tanya Joe lagi dan membuat Dion semakin kebingungan.


Di saat Joe terus membuat Dion bingung, tiba-tiba datang sepasang suami istri menghampiri mereka, dan pria itu langsung memukul kepala Joe dari belakang sampai membuat Joe terkejut.


"Jangan kau ganggu Adikku" tegur pria itu sambil memukul kepala Joe.


Pria yang baru saja memukul kepala Joe, tidak lain adalah Daniel yang sebenarnya ia cari-cari sedari tadi, namun Joe malah bertemu dengan Dion yang merupakan saudara kembarnya Daniel.


Saat Joe menoleh ke arah Daniel, matanya langsung terbelak dan ia melihat ke arah Dion juga, sampai-sampai ia terus melihat ke arah Daniel dan Dion secara bergantian.


"Mau sampai copot tu mata?" tegur Daniel bertanya.


"Kok?" pertanyaan Joe langsung di tebak oleh Daniel karena ia tau dengan apa yang sedang di pikirkan oleh Joe.


"Pria yang kau tegur tadi itu Adikku, kami berdua kembar" jawab Daniel.


"Pantas saja aku merasa sedikit bingung" jawab Joe terkekeh.


"Aku pikir kapten sudah berselingkuh di belakang Bu kapten" timpalnya terkekeh sambil melihat ke arah Leny yang sedang menggendong Damin.


"Gunakan bahasa Indonesia saja. Agar kami semua paham dengan apa yang sedang kalian berdua bicarakan" tegur Leny menyela.


"Hehehe, baik-baik kapten" jawab Joe sambil mencubit pipi tembem milik Damin.


Ternyata dari kejauhan, Haruka sedari tadi terus memperhatikan Daniel yang sedang asyik mengobrol sambil tertawa bersama dengan Joe. Pandangannya tak bisa lepas dari Daniel yang sudah membuat hatinya gelisah tak menentu.


Tiba-tiba Miu datang dan langsung mengagetkan Haruka yang sedang melamun sambil terus menatap Daniel yang menurutnya pria yang sangat tampan nan sempurna.


"Jangan melihat suami orang sampai segitunya. Di sana juga ada istrinya loh" tegur Miu mengejek dan berhasil membuat Haruka salah tingkah.


"Ah, Miu Sensei. Membuat aku kaget saja" jawab Haruka salah tingkah.


"Aku tidak sedang mempersiapkan Daniel Sensei, aku hanya penasaran dengan apa yang mereka bicarakan. Kelihatannya bahagia" timpal Haruka masih menatap ke arah Daniel.


"Kamu harus ingat Haruka Sensei. Daniel Sensei sudah berkeluarga, mereka juga terlihat sangat bahagia begitu. Jadi, kamu jangan menjadi orang ketiga di antara kebahagiaan Daniel Sensei dan Leny-san" timpalnya menasehati.


"Aku juga tau Miu Sensei" jawab Haruka.


"Aku juga seorang wanita, aku tau betapa sakitnya jika pria yang kita cintai bermain dengan wanita lain di belakangku. Jadi aku tak mau membuat Leny-san terluka" timpalnya menjelaskan.


Daniel langsung memperkenalkan Dion dan juga istrinya pada Joe agar Joe tidak menjadi salah paham pada mereka lagi. Joe juga sangat senang kalau kapten yang selama ini menjadi panutannya adalah sosok pria sejati yang memang hanya mencintai satu orang wanita saja.


"Sekali lagi aku minta maaf kepada Dion dan istrinya karena sudah salah sangka" ucap Joe membungkukkan badannya layaknya orang-orang Jepang yang sedang meminta maaf pada umumnya.


"Sudahlah, jangan di pikirkan lagi" jawab Ayu tersenyum.


"Oh iya. Aku kan mengundangmu kesini untuk membawa rekan-rekan gurumu yang lainnya. Kemana mereka?, kenapa cuma kamu saja yang berada di sini?" tanya Leny mencari keberadaan rekan guru yang di undang olehnya.


"Hahaha, Bu kapten tenang saja. Aku mengajak mereka juga kok" jawab Joe sambil mencari keberadaan Haruka dan yang lainnya di tengah ramainya tamu yang di undang oleh Leny.


"Itu Haruka Sensei sedang bersama Miu Sensei" timpalnya sambil menunjuk ke arah Haruka dan Miu yang sedang asyik mengobrol.


Kemudian Joe memanggil mereka berdua untuk segera bergabung pada Daniel serta yang lainnya agar bisa mengobrol dengan mereka semua.


"Haruka Sensei, Miu Sensei. Tolong kesini" panggil Joe sedikit berteriak.


Kedua wanita cantik itu langsung terkejut saat Joe meminta mereka untuk menghampirinya. Haruka dan Miu bingung harus kesana atau tidak karena Haruka takut akan perasaannya terhadap Daniel.


"Ayo kita kesana, Joe Sensei memanggil kita" ajak Miu menarik tangan Haruka. Namun Haruka enggan untuk ke sana.


"A...aku malu" jawab Haruka merasa gugup.


"Apa yang harus kamu takutkan?" tanya Miu penasaran namun Haruka hanya menggeleng saja.


"Tidak ada yang perlu di takutkan. Di sana juga ada Damin-chan, aku sangat merindukannya" timpal Miu mencoba menarik tangan Haruka dengan sedikit paksaan dan mau tak mau Haruka harus ikut.


Akhirnya mereka berdua menghampiri Daniel yang sedang berkumpul dengan keluarganya. Sesampainya mereka di sana, Miu langsung menghampiri Damin yang berada di dalam gendongannya Leny dan langsung ingin menggendong bayi tampan tersebut.


"Halo Damin-chan. Aku sangat merindukanmu sayang" sapa Miu dan langsung mencium pipi Damin yang sangat menggemaskan baginya.


"Kamu semakin hari semakin tampan saja Damin-chan" timpalnya dan membuat Damin terkekeh dalam gendongannya Miu.


"Apa kamu pikir, putraku akan mengerti dengan bahasa yang kamu gunakan?" tegur Leny bertanya menggunakan bahasa Inggris dan membuat mereka semua tertawa.


"Oh iya. Aku lupa, hehehe" jawab Miu terkekeh. Sedangkan Haruka hanya terdiam sambil termenung menatap ke arah bawah karena matanya tak ingin melihat wajah tampan Daniel yang begitu dekat dengannya.


"Apa uangmu jatuh Haruka Sensei?" tanya Daniel terkekeh.


"Ti...tidak kok" jawab Haruka salah tingkah.


Joe yang tau kalau Haruka sedang berdebar saat dekat Daniel, ia langsung mencari perbincangan lain agar Haruka tidak terus merasa canggung berada di tengah-tengah mereka.


"Oh iya kapten. Kapan kau akan kembali ke ke sekolahku lagi?" tanya Joe.


"Para murid-murid yang kau tinggalkan sangat merindukanmu, mereka selalu menanyakan keberadaan mu, sampai membuat aku pusing" timpalnya menjelaskan.


"Karena urusanku sudah selesai, mungkin besok aku sudah bisa mulai mengajar lagi Du sekolah milikmu itu" jawab Daniel dan membuat mereka merasa lega karena Daniel sudah bisa kembali lagi mengajar di sekolah itu.