Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
TENANG SAJA


Sepulang sekolah, Joe dan teman-temannya sudah menunggu Daniel dan Kevin untuk memberikan mereka sedikit pelajaran agar mereka berdua tau siapa yang berkuasa di sekolah favorit itu.


"Lama banget" keluh temannya Joe yang bernama Terry


"Sabar!" ucap Joe sambil melihat ke dalam sekolah


Akhirnya penantian panjang mereka tak sia-sia, dua orang yang di tunggu-tunggu kini sedang berjalan menuju pintu gerbang sekolah, Joe memberi tahu kepada teman-temannya untuk bersiap-siap karena mangsa sudah di depan mata.


"Persiapkan diri kalian!. sebentar lagi kita akan memusnahkan mereka!" ucap Terry bersemangat


"show time!" ucap temanya tak kalah semangat


Kini Daniel dan Kevin sudah mendekati pintu gerbang sekolah dimana sudah ada Joe dan para gangnya yang sudah menunggu mereka berdua.


"Halo Anak baru!" sapa Joe saat Daniel dan Kevin sudah tiba


"Oh Joe-kun!" sapa Daniel


"Mau kemana? kok buru-buru banget?" tanya Terry merangkul leher Kevin.


"Kita mau pulang dong senpai!" jawab Kevin ramah


"Jangan pulang dulu dong, ayo kita main-main dulu" ucap temannya Joe merangkul Kevin juga


"Aduh senpai terlalu ramah" ucap Kevin tersenyum


"Daniel kenapa kamu diam saja?" tanya Joe menatap Daniel


"Ah, tidak apa-apa Joe-kun" jawab Daniel


"Kami harus pulang!. Ada hal yang harus kami lakukan" timpal Daniel melangkahkan kakinya namun di hadang oleh 2 anak buahnya Joe


"Kalau bos kami bilang jangan pergi ya berarti kamu tidak boleh pergi!" ucap dua pria yang menghadang Daniel itu.


Daniel menghela nafasnya dan berbalik menatap Joe lalu berkata dengan malas "Mau kalian apa?"


"Tidak ada hanya ingin menyapa teman baru!" jawab Terry mencoba melancarkan pukulannya namun Daniel bisa menghindar dengan mudah dan alhasil pukulan Terry malah mengenai temannya sendiri sehingga membuatnya mimisan.


"Wah! Terry-senpai hebat" ucap Kevin bertepuk tangan


"Wih! iya. Dia langsung KO!" ucap Daniel sedikit membungkuk melihat si korban pukulan dari Terry tadi


"Senpai! bolehkah aku di ajari bagaimana cara melakukan itu pada teman sendri?" tanya Kevin menyindir


"BANYAK OMONG!!" teriak temannya Terry dan ingin memukul Kevin namun Kevin berjongkok karena melihat seperti ada uang koin di bawahnya


"Wih ada koin!" ucap Kevin memungut koin tersebut


Lalu Kevin meneliti koin itu lalu melemparkannya ke arah orang yang mencoba memukulnya tadi dan berkata "Ternyata bukan uang, haha!"


Lemparan Kevin tepat mengenai mata bagian kiri pria tersebut dan sukses membuat si pria itu mengadu kesakitan.


"Ark! mataku!" ucap pria itu kesakitan memegangi mata kirinya


"Eh maaf senpai!, aku gak sengaja, hehehe" ucap Kevin mengangkat kedua tangannya


"Gak sengaja gundulmu!" protes pria itu kesakitan memegangi mata kirinya


Joe yang merasa geram mencoba untuk memukul Daniel untuk melepaskan kekesalannya pada Anak baru itu.


"Daniel!" panggil Joe dan langsung mengeluarkan pukulannya namun lagi-lagi Daniel berhasil menghindar pukulan tersebut


"Apa kau gila Joe-kun!" protes Daniel


Daniel tak ingin membalas pukulan dari teman barunya itu, dia hanya menghindari semua pukulan dari Joe dan membuat pria itu semakin kesal dengan perilaku dari Daniel.


"Ada apa denganmu?! mengapa kau ingin memukulku?!" tanya Daniel sambil menghindari seluruh pukulan Kevin dengan santai.


"Masih bertanya lagi?!. Baru pertama kali masuk sekolah ini kamu sudah mencuri perhatian dari siswi-siswi di sini! dan masih bertanya ada apa?!" ucap Joe dan tetep masih memukuli Daniel yang terus saja menghindar.


Daniel berhenti dan langsung menangkap pukulan dari Joe yang sudah terengah-engah karena kelelahan akibat mencoba memukuli Daniel namun yang di pukul Joe hanya sebuah angin saja.


"Apa kau tak waras Joe-kun?!" tanya Daniel masih memegangi tinjuannya pria yang bernama Joe itu.


Daniel tidak berniat untuk membalas pukulan dari teman sekelasnya karena ia tak ingin mereka terluka jika terkena pukulan dari pemimpin Dark Shadow itu. Daniel justru hanya mendorong Joe agar menjauh darinya.


Sedangkan Joe sudah mengalami lelah karena tenaga sudah terkuras akibat mencoba menghajar Daniel yang justru dia hanya memukul udara saja.


Joe setengah berjongkok dan berkata dengan nafas yang sudah ngos-ngosan "Jika kalian ingin pulang!?, maka kalahkan kami dulu!"


Daniel menghela nafasnya dan menatap Kevin dengan malas lalu berkata "Kevin kau saja yang melakukannya"


Kevin terkejut dan berkata "Apa Kakak yakin?"


Daniel mengibas-ngibaskan tangannya dan menjawab "Aku tidak tertarik dengan beberapa ekor serangga, kau saja yang menghabisinya"


"Ingat!, jangan sampai mati" timpal Daniel dan memasukkan tangannya kedalam saku celana


"Baiklah!, sesuai perintah dari Kakak!" jawab Kevin bersemangat dan melakukan pemanasan


"Hoy Daniel!. Kau jangan meremehkan kami!. Kau tak tau siapa kami hah?!" tanya Joe geram


"Kami penguasa di sekolah ini?!, jadi orang baru harus hormat pada bos Joe!" ucap salah satu anak buahnya tak terima karena mereka merasa di remehkan


"Cih! baru penguasa sekolah aja bangga!. Apa kalian tidak tau kalau Kakakku itu penguasa Asia?!" batin Kevin menggelengkan kepalanya


Daniel menguap dan menghiraukan perkataan dari mereka lalu berkata "Kevin cepat ya, aku sudah lapar dan lelah"


"Kurang ajar!. Kau malah meminta bocah ingusan ini untuk menghadapi kami?!" ucap Terry merasa tak terima


Tanpa di sadari Kevin sudah menumbangkan kelima orang yang di bawa Joe dan Terry tadi, dan kini hanya tinggal tersisa Joe dan Terry saja yang masih bisa berdiri dan berbicara, sedangkan kelima anak buah mereka sudah tak sadarkan diri.


"Bagaimana mungkin?!" gumam Terry tak percaya melihat kelima rekannya sudah pada pingsan


"Apa yang terjadi?!" gumam Joe bertanya-tanya.


"Tenang saja mereka semua gak ada yang mati!" ucap Kevin santai


Kemudian dengan cepat Kevin menghajar kedua pentolan sekolah itu, dengan mudahnya mereka langsung kalah dan sudah tak bisa melawan lagi.


"Hah!. Pantas saja Kakakku tidak tertarik pada kalian!. Kalian terlalu lemah" ucap Kevin merasa belum puas


Daniel menghela nafasnya dan berjalan mendekati Joe yang sudah tak berdaya tergeletak di tanah dengan raut wajah yang ketakutan karena dia bisa merasakan hawa panas seperti seorang malaikat maut berjalan mendekatinya.


Sedangkan Terry sudah tak sadarkan diri karena ulah Kevin. "Sepertinya aku terlalu berlebihan pada orang ini" ucap Kevin menusuk-nusuk pipi Terry yang sudah pingsan itu.


Daniel berdiri didepan Joe yang sudah semakin ketakutan karena ia seperti melihat sosok malaikat maut sudah berada di depannya, sehingga keningnya sudah di basahi dengan keringat dingin.


Kemudian Daniel berjongkok di depan wajah Joe yang sudah basah karena keringat dingin, dan ia berkata.


"Aku tau kau merasa cemburu karena salah satu dari kedua wanita itu terus saja menempel padaku, tapi kau tenang saja!. Aku sama sekali tidak tertarik dengan mereka berdua!. Aku sudah memiliki seorang wanita yang jauh tinggal di Indonesia sana" ucap Daniel tersenyum manis dan justru senyuman itu membuat Joe semakin ketakutan yang amat luar biasa.


Daniel berdiri dan menjauh dari Joe yang sudah tak berdaya itu, lalu ia memberhentikan langkahnya kemudian berkata "Satu lagi!. Kuharap setelah kejadian ini kau tidak memiliki dendam lagi pada kami, dan aku ingin kita menjadi teman di sekolah ini!".