
Joe semakin pusing dengan karena kedatangan Adiknya yang secara tiba-tiba, ia bingung harus berkata apa pada saudari cantiknya itu.
Joe yakin kalau hati dari sang Adik sangat terluka saat melihat pahlawan tampannya yang selama ini ia cintai di peluk bahkan bermesraan dengan wanita lain yang sebenarnya memang istri sahnya sendri.
"Ka...kamu kenapa bisa tau kalau Kakak ada di sini?" tanya Joe terkejut.
"Sebelum ke sini, aku pulang ke rumah, lalu aku bertanya pada Mama kalau Kakak ada di sini. Yaudah aku menyusul aja deh" jawab Hanabi tersenyum manis, namun tatapannya terus menatap ke arah Daniel yang tengah duduk sambil memangku seorang wanita, dan Joe menyadari akan hal itu.
"Apa yang harus aku lakukan?, tidak mungkin aku menegur nona kapten. Secara dia dan kapten adalah pasangan yang sah" batin Joe bingung.
"Akan tetapi, aku tau kalau Adikku pasti terluka. Terlihat dari sorot matanya yang menggambarkan sebuah kekecewaan" timpalnya menatap sang Adik yang termenung melihat kemesraan yang menyakitkan dalam hatinya.
"Siapa wanita itu?!, berani sekali dia bermesraan di depanku seperti ini?!, aku yakin dia cuma ingin memanasi ku" batin Hanabi kesal.
"Kau pikir aku tidak tau kalau kau sedang memperhatikan kemesraan ku dengan suamiku?!" batin Leny tersenyum penuh kemenangan dan sesekali ia melirik ke arah wanita yang tengah memperhatikan ia bersama sang suami dengan tatapan penuh rasa cemburu.
"Pria tampan ini milikku, tidak ada yang bisa merebutnya dariku!. Sekujur tubuhnya, dari atas sampai bawah, sudah ku berikan cap atau hak kepemilikan diriku. Jadi, jangan harap lebih" batin Leny tertawa jahat.
Joe semakin tak tega melihat Adiknya itu. Dia tau betapa sakitnya hati Adik wanitanya. Ia merasa kalau Leny sengaja melakukan hal itu di depan mata sang Adik karena Leny juga tak ingin merasakan hal yang sama seperti apa yang di rasakan oleh Hanabi saat ini.
"Apa yang harus aku lakukan?, menegur mereka?. Apa alasannya aku harus menegur mereka berdua?. Lagi pula mereka berdua adalah pasangan yang sah" batin Joe kebingungan.
Ingin rasanya ia pergi dari pesta itu dan membawa Adiknya jauh dari adegan yang harus membuat hatinya terluka. Namun ia juga merasa tak enak pada Daniel dan Leny yang merupakan sahabat, atau bahkan seperti saudaranya sendiri.
Joe memang harus menjelaskan semuanya pada sang Adik. Dia berharap kalau setelah Hanabi sudah mengetahui mereka berdua, Adik cantiknya itu bisa ikhlas dan merelakan sosok pahlawan tampannya bersama wanita pilihannya sendiri.
"Hanabi, ikut Kakak sebentar" panggil Joe.
"Ha?, ke...kenapa Kak?" tanya Hanabi sedikit terkejut setelah tersadar dari lamunannya.
"Ada hal penting yang harus Kakak bicarakan" jawab Joe menatap serius.
"Baik" ucap Hanabi tersenyum dan mereka berdua langsung pergi dari tempat itu meninggalkan pasangan Syahputra yang tengah bermesraan itu. Sedangkan Leny terus memperhatikan kepergian mereka berdua dengan senyuman penuh kemenangan.
"Maaf ya Joe, aku tidak bermaksud untuk membuat hati Adikmu terluka. Namun, aku juga tak ingin suamiku sampai di sentuh oleh wanita lain. Aku takut kejadian itu terulang lagi" batin Leny merasa bersalah, karena ia tak ingin akan ada wanita yang seperti Silviana sewaktu belum berubah.
"Aku harap kamu bisa membuat Adikmu mengerti dan harus merelakan suamiku tanpa harus menaruh dendam terhadap kami. Aku tak mau persahabatan kalian hancur hanya karena keegoisan adikmu itu" timpalnya termenung.
Daniel yang menyadari kalau istri yang tiba-tiba termenung, membuatnya sedikit kebingungan. Dengan senyuman nakalnya, ia langsung mengigit hidung sang istri dan berhasil membuatnya terkejut.
Daniel tersenyum bahagia dan langsung memeluk sang istri yang semakin hari semakin membuatnya jatuh cinta. Leny juga tersenyum bahagia dalam dekapan hangat penuh cinta oleh sang suami.
"Ayah" panggil Leny dan masih dalam pelukannya Daniel.
"Hmmm" jawab Daniel sambil menikmati tubuh indah dan aroma tubuh sang istri yang tengah ia peluk.
"Ayah tidak akan meninggalkan Bunda dan Damin kan?" tanya Leny secara tiba-tiba sampai membuat Daniel terkejut hingga pelukannya melonggar.
Daniel melepaskan pelukannya lalu menyentuh kedua pipi sang istri. Mereka berdua saling tatap, dan tatapan dari Daniel membuat Leny menjadi salah tingkah karena sorot mata Daniel begitu bergairah menurutnya.
"Dengar!, tidak ada satupun wanita yang bisa meluluhkan hati Ayah. Hanya Bunda, satu-satunya wanita yang berani mencium bibir Ayah pada saat pertama kali bertemu setelah 14 tahun lamanya" ucap Daniel sambil mengelus kedua pipi istrinya.
Mendengar hal itu membuat Leny semakin salah tingkah bercampur malu karena mengingat awal mereka bertemu kembali.
"Walaupun ada wanita yang lebih cantik dari Bunda?, yang lebih seksi dari bunda?. Apa Ayah akan tergoda dan meninggalkan kami?' tanya Leny dengan raut wajah sedihnya.
"Haha, pertanyaan seperti apa itu Honey?" tawa Daniel bertanya balik sedangkan Leny hanya cemberut.
Daniel tersenyum dan membelai kepala istrinya, lalu ia berkata "Tidak ada wanita yang seperti itu di mata Ayah. Hanya Bunda sosok istri sempurna untuk Ayah, sosok Ibu yang baik untuk putra kita. Jadi jangan berfikir kalau Ayah bakal pergi dari kalian" Daniel mencium kening Leny dan memeluknya kembali.
Kemesraan mereka berdua menjadi pusat perhatian para tamu yang melihatnya. Keluarga besar Daniel dan Leny hanya tersenyum bahagia melihat kemesraan mereka.
Di sisi lain, Joe berusaha menjelaskan apa yang sudah Adiknya lihat tadi. Ia berusaha untuk tidak membuat Adiknya terluka dengan apa yang sudah ia lihat barusan.
Pada saat Joe ingin mengeluarkan kata-katanya, tiba-tiba Hanabi langsung memeluk dirinya dan menumpahkan semua rasa kecewa bercampur luka dalam hatinya.
"Siapa wanita itu Kak?, kenapa dia bermesraan dengan Kak Daniel?!" tanya Hanabi sendu dan senggugukan dalam pelukannya Joe.
Joe tersenyum pahit dan membelai kepala Adiknya yang terus memeluk dirinya. Ia membiarkan Hanabi menumpahkan semuanya terlebih dahulu sebelum ia menjelaskan semuanya.
"Jika ingin menangis, menangis saja Adikku" ucap Joe mengelus punggung sang Adik.
"Hiks...hiks...hiks..." isak tangis terdengar di telinga Joe, dan suara itu berasal dari sang Adik. Hal itu membuat Joe semakin merasa sedih mendengarnya.
Joe memejamkan matanya dan semakin mempererat pelukannya. Ia juga bisa merasakan luka dalam hati sang Adik. Tapi dia juga harus bisa meyakinkan Hanabi dan berharap bisa merelakan Daniel, sosok laki-laki yang selama ini ia cintai itu.
"Wanita yang bermesraan dengan Daniel di depan mata kamu itu. Dia adalah istrinya, mereka sudah menikah dua tahun yang lalu, dan mereka juga sudah memiliki seorang putra" ucap Joe menjelaskan.