
Dukun tersebut semakin kesal setengah mendengar perkataan dari sosok wanita yang dulu ia pelihara. Melihat peliharaannya yang sudah mulai membangkang, dukun tersebut mencoba melakukan penyiksaan pada sosok wanita yang ada di genggaman Daniel namun ia terkejut karena sudah tidak bisa melakukan hal itu lagi.
"Kau mau apa?. Percuma, kontrakmu dengannya sudah ku hapus. Mahkluk ini sekarang sudah hidup bebas, tidak ada ikatan lagi dengan siapapun" ucap Daniel.
"Si..siapa kau sebenarnya hah?!. Kau datang-datang langsung memukulku!" tanya dukun tersebut penuh emosi.
"Kau tak perlu tau siapa aku. Tapi Aku tau apa yang sudah kau perbuat" jawab Daniel dingin.
"Bisa saja masalah ini ku bawa ke jalur hukum, karena kau menyerang ku dengan tiba-tiba, tanpa aku tau apa permasalahannya" ucap dukun itu mengancam.
"Aduh, duh. Takut banget" jawab Daniel mengejek dukun tersebut.
Lalu "BRUGHHH " Daniel menendang perut dukun tersebut dan membuatnya tersungkur.
Dukun itu terus memegangi perutnya yang begitu sakit karena tendangan dari Daniel tadi. Sampai-sampai dia tak mampu berbicara karena begitu sesak pada bagian perutnya.
"Hmrkkk" dukun tersebut hanya bisa mengeram kesakitan menahan berat pada perutnya.
Tiba-tiba seorang wanita muncul dari balik ruangan dan langsung mendatangi dukun tersebut. Ia sangat terkejut melihat dukun itu terkapar di lantai.
"Suamiku!!!" ucap wanita tersebut sembari membantu dukun tersebut bangkit.
"Apa kau yang telah melakukan ini semua?!" tanya wanita itu menatap Daniel dengan tatapan penuh amarah.
"Kalau memang iya, kenapa?" tanya Daniel balik.
"Apa salah suamiku sampai-sampai kau bisa berbuat seperti ini padanya?" tanya wanita itu semakin emosi.
"Seharusnya aku yang bertanya. Apa salahku sampai-sampai pria b4j1ng4n ini sampai menyerang keluargaku?!" tanya Daniel balik.
"Ha?, apa maksudmu?" tanya wanita itu kebingungan.
Daniel menghela nafasnya lalu menjawab "Dukun busuk ini sudah berani menyerang salah satu keluargaku".
"Darimana kau tau kalau suamiku yang melakukannya?!" tanya wanita itu merasa tidak terima.
"Apa kau tidak bisa melihat mahluk tak kasat mata?" tanya Daniel.
"Tidak!" jawab wanita tersebut.
"Pantas saja kau tidak tau apa kesalahan suamimu" ucap Daniel.
"Hoy!. Kau buka mata batin istrimu ini" ucap Daniel memerintah.
"Cepat!!" timpal Daniel menekan.
"Apa hak mu memerintahku ha?!" tanya dukun itu menolak.
"Apa perlu ku hajar kau sekali lagi di depan istrimu?" tanya Daniel mengancam.
"Silahkan saja kalau kau ingin berurusan dengan hukum" jawab dukun tersebut mengancam.
"Kau pikir aku takut dengan ancaman seperti itu?" Daniel menantang balik.
"Bocah sepertimu sudah berani mengancam orang yang sudah lebih dulu memakan asam garam kehidupan?" tanya dukun tersebut.
"Orangtua sesat sepertimu memangnya mengerti tentang kehidupan?" tanya Daniel meremehkan.
"Apa?!, mau mencoba bertanding ilmu?" tanya Daniel menantang.
"Jangan berlagak hebat bocah!" ancam dukun tersebut penuh emosi.
Tanpa mendengar perkataan dukun tersebut, Daniel langsung menampari pipi dukun itu tanpa henti sampai membuat sudut bibir pria itu berdarah.
Sedangkan istri dukun itu terus mencoba menghentikan Daniel namun karena tenaga wanita itu jauh di bawah Daniel, jadi wanita itu tidak mampu menghentikannya.
"Tolong hentikan" pinta wanita itu merengek. Mendengar wanita itu seperti itu Daniel langsung menghentikan tamparan itu pada dukun tersebut.
"Kalau bukan karena istrimu, sudah ku matikan kau" ucap Daniel dan menghantam kepala dukun itu ke dinding di belakangnya.
Kemudian Daniel menghela nafasnya untuk membuang semua emosinya agar kepalanya lebih dingin dan pikirannya bisa lebih tenang.
Setelah dirasa sudah cukup lebih tenang, lalu Daniel mencoba melakukan interogasi dengan cara yang lebih lembut lagi agar dukun itu tidak mati sebelum memberi tau siapa yang dalang di balik penyerangan pada Nenek Ani.
"Karena suamimu tidak mau membukakan mata batinmu, maka aku yang akan melakukan" ucap Daniel dan melangkah mendekati istri si dukun tersebut.
Kemudian Daniel menutup mata istri dukun tersebut menggunakan tangannya lalu ia membacakan sebuah doa untuk melakukan pembukaan mata batin pada istri dukun tersebut.
Setelah selesai, Daniel meminta wanita itu untuk membuka matanya secara perlahan Pada saat matanya mulai terbuka, wanita itu langsung terkejut karena ia melihat begitu banyak sosok-sosok mahkluk tak kasat mata yang berkeliaran di rumahnya.
Melihat semua mahkluk yang begitu banyak dan begitu menyeramkan, wanita itu langsung merinding ketakutan karena banyak mahkluk yang memiliki wajah yang sangat mengerikan bahkan ada sosok wanita yang terikat di sebuah tiang dengan cacing-cacing yang berada di mulutnya.
Wanita itu langsung mual dan jijik melihat banyaknya sosoknya yang mengeluarkan bau yang sangat menyengat di hidungnya. Nanah yang menempel pada tubuh para mahkluk tak kasat mata tersebut membuat wanita itu hampir muntah. Sedangkan Daniel hanya tersenyum pahit melihat reaksi dari istri dukun tersebut.
"Kenapa?, jijik?, mual?, mau muntah?" tanya Daniel, dan wanita itu mengangguk sambil menutup mulutnya.
"Ini semua peliharaan suamimu, dan sosok wanita yang ada di kakiku ini salah satu dari mereka yang dia kirim untuk menyerang Nenekku yang tak tau apa-apa" timpal Daniel sambil menunjuk ke arah dukun tersebut.
"Bagaimana aku tidak emosi?. Dia menyerang orang yang tidak bersalah dan tidak tau apa-apa!" ucapnya lagi.
"A..aku hanya di bayar untuk melakukan itu semua" jawab dukun itu ragu-ragu sambil menunduk.
"Papa!" ucap istri dukun itu sedikit emosi.
"Mama tidak menyangka!, ternyata selama ini Papa melakukan hal seperti ini!. Mama pikir, Papa cuma menolong orang-orang yang terkena penyakit dengan kelebihan yang Tuhan berikan pada Papa. Tapi Papa malah membuat orang terkena penyakit dengan kelebihan Papa!" ucap sang istri panjang lebar.
"Papa juga awalnya ingin menolak, tapi dia membayar Papa dengan harga yang sangat tinggi Ma" jawab sang suami membela diri.
"Dasar bodoh!. Jangan jadi orang yang mau menyakiti orang hanya karena uang Pa!" ucap sang istri menasehati.
"Seharusnya Papa menggunakan kelebihan Papa untuk menolong sesama, bukan malah ingin membunuh sesama!" timpal sang istri.
"Apa kau tidak tau malu?" tanya Daniel menyela.
"Kau itu seorang suami!. Kau itu pemimpin di keluargamu. Seharusnya kau itu yang membimbing istrimu!, bukan kau yang di bimbing!" timpal Daniel.
"Dan kau nona. Berapa lama kau menjalani rumah tangga bersama pria bodoh itu?. Kenapa kau tidak tau apa yang sudah di lakukan suami bodohmu itu?" tanya Daniel.
"Aku juga tidak tau tuan. Selama ini yang aku pikir dia hanya seorang yang memiliki kelebihan dan di gunakan untuk membantu orang-orang. Ternyata dia menyembunyikan sesuatu yang keji ini di belakangku" jawab wanita merasa kesal dengan ulah yang di lakukan suaminya itu.
"Tapi kan Ma, Ini juga Papa menggunakannya untuk menolong orang" sela dukun itu membantah.
"Menolong orang untuk membuat orang menderita gitu?" tanya istrinya. Mendengar perkataan sang istri, dukun itu langsung terdiam dan menunduk saja.