
Kebahagiaan menyelimuti seluruh keluarga besar Daniel, bayi yang selama ini mereka nantikan akhirnya telah lahir. Bayi berjenis kelamin laki-laki, paras yang sangat tampan, dan sikap yang begitu tenang.
Mama Yuni juga tak henti-hentinya menciumi Cucu pertamanya itu, sehingga sering berebut untuk menggendong Damin kecil pada Ibu Rani. Sedangkan sang Bayi hanya diam tak rewel meski di perebutkan.
Damin kecil memang sosok bayi yang tidak cengeng, bahkan saat dia sedang buang air kecil pun tak mengeluarkan tangisan. Membuat mereka yang melihatnya semakin gemas di buatnya.
"Cucu Oma begitu tenang dan tak rewel ya Sayang" ucap Mama Yuni menciumi pipi Damin
"Jeng Yun gantian dong!" protes Ibu Rani
"Nanti dong Jeng!" jawab Mama Yuni
"Aku kan mau menggendong Cucuku!" protes Ibu Rani lagi
"Hmm, iya deh nih!" jawab Mama Yuni terpaksa menyerahkan bayi imut itu
Dengan semangat Rani langsung menggendong Damin dan langsung menciumi Cucu pertamanya itu tanpa henti, membuat Damin kecil menggeliat kegelian.
"Cucuku" ucap Ibu Rani dengan gemasnya
Saat tengah asyik menimang Damin, tiba-tiba tangan Ibu Rani merasakan ada air hangat yang membasahi b0k0ng Damin kecil, membuat mereka tertawa gemas melihat kelakuan bayi imut itu.
"Aih!. Bisa-bisanya kamu mengompoli Oma ya Sayang, gak nangis pula tu!" ucap Ibu Rani dengan gemasnya
Damin membalas perkataan sang Oma dengan menjulurkan lidahnya, membuat Ibu Rani semakin gemas melihatnya.
"Sini Bu!, biar Leny gantikan dulu popoknya" ucap Leny tersenyum
Dengan perlahan Ibu Rani menyerahkan Damin kecil pada Leny, dan dengan hati-hati Leny menggendong bayi imutnya itu.
"Anak Bunda nakal ya!. Pake mengompoli Omanya" ucap Leny sembari membersihkan b0k0ng Damin
"Bunda kok heran sama kamu ya sayang!. Kenapa kamu jarang sekali menangis" ucap Leny memakaikan popok untuk Damin.
Tiba-tiba pintu kamar rawat milik Leny terbuka, dan masuklah Rian beserta Anna di ikuti Fauzi dan Angel yang berada di belakangnya.
"Wah sekarang Aska sudah punya Adik ni!" ucap Anna melihat bayi yang tengah berada dalam gendongan Leny
"Eh Kakak!" sapa Leny tersenyum
"Siapa nama bayi tampan ini Kak?" tanya Angel sembari mengelus pipi Damin
"Damin" jawab Leny tersenyum menatap bayi mungilnya yang tengah memainkan lidahnya
"Damin?. Nama yang cocok untuk bayi yang tampan ini" puji Anna membelai pipi Damin dengan jarinya.
"Selamat ya Kak!, akhirnya kamu sudah menjadi seorang Ayah!" ucap Fauzi menepuk bahu Daniel
"Selamat ya Adikku!" timpal Rian
"Hehe. terimakasih Kak, Zi" jawab Daniel
"Tampan banget bayi kamu Daniel" puji Anna dengan gemasnya melihat Damin
"Iya nih!. Saingannya Aska!" ucap Rian dan membuat mereka semua tertawa
"Bisa-bisa nanti Keyla akan jatuh cinta padanya" celoteh Fauzi dengan candaannya
"Hahaha, ada-ada saja kamu Zi" ucap Leny
Tak lama kemudian seorang pria yang tengah menggandeng tangan wanita yang tengah hamil muda juga masuk kedalam dan membuat Leny semakin bahagia melihat kedatangan mereka.
"Windy!" ucap Leny dengan senangnya
"Hey ibu muda!" sapa Windy dan langsung memeluk Leny
"Selamat ya Lenlen" timpal Windy
"Hehe, thanks Win!" jawab Leny membalas pelukan dari Windy
"Wah tuan CEO kita sudah resmi menjadi seorang Ayah ni" ucap Riski memukul pelan pada punggung Daniel
"Hahaha, makasih Ki!" jawab Daniel merangkul Riski
Windy tersenyum dan mengelus perutnya yang semakin membuncit lalu ia berkata "4 bulan Bu"
"Wah, yaudah di jaga kandungan kamu Sayang!" ucap Mama Yuni memperingati
"Pasti Ma!" jawab Windy tersenyum.
Para keluarga besar milik Daniel perlahan berdatangan memenuhi kamar VVIP yang di gunakan Leny. Suasana bahagia tergambar pada wajah mereka semua saat melihat keimutan dari bayi mungil Daniel dan Leny.
"Mama Siska dan Papa Ady mana?" tanya Daniel mencari keberadaan orang tua angkatnya
"Mereka sedang berada di luar kota, tapi aku sudah memberi tahu kalau Leny sudah melahirkan" jawab Riski
"Hmm. Ku pikir mereka akan datang" ucap Daniel merasa sedih
Riski menepuk punggung Daniel dan berkata "Sudahlah jangan sedih begitu!. Mereka juga sudah menitip selamat atas kelahiran bayi kalian kok"
"Terimakasih" jawab Daniel tersenyum
"Len!. Siapa nama keponakanku?" tanya Windy yang memang belum tau nama dari bayi Daniel dan Leny
Leny tersenyum dan menjawab "Damin Lee Syahputra"
"Halo Damin!, ini aunty sayang" sapa Windy membelai pipi Damin
"Imut banget sih keponakan aunty" timpalannya
Windy memberikan sebuah paper bag yang berada dalam tangannya dan berkata "Ini aunty ada hadiah untuk kamu sayang"
"Apa itu Win?!" tanya Leny merasa tak enak hati
"Sedikit hadiah untuk keponakanku" jawab Windy tersenyum
"Kok repot-repot sih?!" protes Leny
"Apa yang kamu katakan Leny?!. Damin kan keponakanku!, wajar dong aku memberikannya hadiah" jawab Windy
"Iya, tapi aku tak ingin merepotkanmu!" ucap Leny merasa tak enak hati
Tiba-tiba seorang pria masuk dan membuat perdebatan kecil diantara Leny dan Windy langsung terhenti.
"Halo, halo, halo!, keponakanku!. uncle kamu yang tampan ini telah datang!" ucap pria itu
Sontak pria itu langsung menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut.
"Si tukang rusuh telah datang!" ucap Wulan memicingkan matanya saat menatap pria itu
Pria itu mendekati Leo dan Rani, kemudian ia langsung mencium punggung tangan dari pria dan wanita paruh baya itu. Saat ingin menyalami Rani, tiba-tiba tangan milik Rani langsung menyambar telinga dari pria itu sehingga membuat si pria mengadu kesakitan
"Anak nakal!" ucap Ibu Rani dengan gemasnya
"A..a..a..aduh ampun Bu!" protes pria itu menhan tangan Rani berusaha untuk melepaskan jewerannya.
Rani melepaskan tangannya dari telinga pria malang itu, dan membuat telinga si pria langsung memerah.
"Sakit tau Bu!" rengek pria itu memegangi telinganya yang sudah memerah
"Itu hukuman untuk seorang Adik yang telat!" jawab Rani menyilangkan kedua tangannya
"Ya aku sih niatnya ingin datang besok atau lusa" jawab pria itu membantah dan membuat sang Ibu semakin jengkel melihat tingkah dari pria itu
"Keviiiinnnn....!" ucap Ibu Rani semakin gemas dan ingin menjewer telinga milik pria yang bernama Kevin itu.
"Eh, eh!. Ampun Bu!, Kevin hanya bercanda, hehehe" jawab Kevin dengan polosnya
"Hey capung!, kamu jangan berisik ya!. Keponakanku sedang istirahat!, jadi jangan buat dia menangis!" tegur Wulan memperingati
Disaat mereka semua di sibukkan dengan kedatangan Kevin yang membuat Heboh. Justru tidak dengan Daniel, ia sedari tadi hanya menatap ke arah bayinya dan ia juga bisa merasakan aura yang sangat besar terpancar pada bayi kecilnya itu, membuat Daniel bertanya-tanya dalam hati.
"Meskipun masih bayi, namun aura milik Anakku begitu kuat!. Aku sangat yakin ketika dewasa nanti, putraku akan melampaui diriku" batin Daniel yang terus menatap ke arah bayinya.