Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
PAHLAWAN TAMPAN


Pria bertato yang merupakan seorang bos dari salah satu kelompok Yakuza itu langsung berkeringat dingin saat tau siapa pemuda yang tengah berdiri tempat di depannya.


Pria muda tersebut terus menatap bos Yakuza itu dengan tatapan dinginnya dan semakin membuatnya semakin ketakutan.


Seorang pemuda yang masih menggunakan seragam sekolah, bisa membuat seorang Yakuza yang terkenal akan keberingasannya takut tak berdaya.


Pemuda itu tidak lain adalah Daniel, seorang yang akan menjadi pemimpin Dark Shadow pada masa itu. Daniel langsung menyuruh Joe untuk menyelamatkan Adiknya yang sudah ketakutan.


Joe langsung menghampiri Adiknya dan memeluknya. Ia memeluk Adiknya yang masih saja ketakutan. Joe begitu marah melihat Adiknya sampai menangis senggugukan dalam pelukannya.


"Sudah tidak apa-apa Adikku, kamu sudah aman sekarang. Jangan takut lagi, ada Kakak di sini" ucap Joe dengan lembut sambil terus mengelus kepala sang Adik agar memberi efek tenang.


Daniel yang melihat itu menjadi sangat emosi, ia tak bisa melihat seorang wanita mengalami hal yang tersebut. Kemudian pandangan matanya mengarah ke orang yang sudah membuat Adik dari sahabatnya ketakutan.


"Kau!. Berani sekali kau membuat anggota keluargaku sampai seperti ini!" ucap Daniel geram.


"Ma..maafkan saya tu..tuan muda, saya tidak tau kalau wanita itu adalah keluarga anda" rengek pria bertato itu ketakutan sambil terus bersujud-sujud di hadapan Daniel.


"Angkat kepalamu!. Aku bukan Tuhan!" ucap Daniel dengan nada dinginnya.


"Sa...saya mohon ampuni saya tuan" pria itu masih terus bersujud di hadapan Daniel berharap dapat pengampunan dari Daniel.


"Aku bilang bangkit!" tegur Daniel dan langsung menendang wajah pria bertato itu yang masih bersujud sampai membuat pria itu terpental menghantam meja hingga hancur.


Adik Joe terkejut saat melihat Daniel menendang pria yang hampir menodai dirinya tadi. Ia semakin memeluk Joe dan membenamkan wajahnya.


"Apa kau pikir, dengan kau melakukan itu, aku bakal memaafkan perbuatan yang sudah kau lakukan pada keluargaku?!" tanya Daniel geram.


"Sudah ku katakan!, aku bukan Tuhan yang mudah mengampuni hambanya yang sudah berbuat salah!" timpal Daniel menghampiri pria yang masih terkapar menahan rasa sakit pada wajah dan tubuhnya.


Daniel mencengkram bahu pria itu dan memaksanya untuk berdiri. bos dari Yakuza itu hanya bisa kesakitan saat tangan Daniel mencengkram bahunya.


"Apa kau sudah muak hidup di dunia ini ha?!" tanya Daniel dengan nada dinginnya dan membuat pria itu semakin ketakutan.


"A...ampun tuan, ma..maafkan saya, saya berjanji tidak akan berbuat salah lagi. Tolong berikan saya satu kesempatan" rengek pria itu ketakutan.


"Apa kau sudah menikah?" tanya Daniel dan di anggukan oleh pria itu.


"Apa kau memiliki seorang putri?" tanya Daniel lagi dan pria itu mengangguk lagi.


"Sa...saya sudah beristri, dan putri saya seumuran dengan gadis itu" jawab pria itu ketakutan menunjuk ke arah Adiknya Joe.


Mendengar itu, membuat Daniel semakin emosi, dan ia langsung mencengkram wajah pria itu sampai-sampai pria itu tak mampu menjerit lagi.


"Jika wanita itu ( Daniel menunjuk Adiknya Joe ) ada di posisi putrimu!, apa kau bisa terima hah?!" bentak Daniel dan masih mencengkram wajah dari bos Yakuza tersebut.


Daniel melepaskan cengkeramannya dan melemparkan pria bertato itu ke lantai. Lalu Daniel memasukkan kedua tangannya ke dalam saku, sedangkan pria itu hanya menunduk ketakutan karena Daniel terus menatap dingin ke arahnya.


"Sebaiknya kau renungkan apa yang aku peringatkan tadi hey pak tua!. Jadilah seorang pria yang berguna untuk istrimu, beri contoh yang bagus untuk putrimu itu" ucap Daniel menasehati dan pria itu hanya terdiam menunduk saja.


"Apa kau menderanya ha?!" tanya Daniel geram.


"Sa..saya mendengarnya dan saya paham tuan. Jika anda memberikan satu kesempatan untuk saya, maka saya berjanji akan menjadi Ayah yang baik untuk putri saya" jawab pria itu menunduk.


"Saya memang pria yang bodoh!, seorang Ayah yang tidak berguna. Saya hanya mementingkan diri sendiri, tanpa berfikir panjang karma yang akan saya terima nantinya. Maafkan saya tuan, saya khilaf, saya benar-benar malu berhadapan dengan anda" timpal pria itu menyesali perbuatannya.


"Oke, untuk kali ini aku akan mengampuni mu. Aku tak ingin membuat istrimu kehilangan sosok prianya, aku tak mau melihat putrimu hidup tanpa seorang Ayah" jawab Daniel dan sontak membuat pria itu berbinar.


"Tapi ingat!. Jika hal ini terjadi lagi, jangan harap aku bisa mengampuni mu lagi!" timpalnya dengan nada mengancam.


"Saya berjanji, saya tidak akan mengulangi hal bodoh ini lagi. Saya akan berubah menjadi apa yang anda katakan tadi, saya akan menjadi pengikut setia anda" jawab pria itu.


Joe dan Adiknya hanya bisa kagum pada Daniel yang begitu dewasa. Terutama Joe, dia sangat bangga mempunyai seorang sahabat yang begitu dewasa dan sangat bijak menurutnya. Meskipun mereka masih anak sekolah, tapi pemikiran Daniel jauh lebih dewasa dari orang yang memiliki usia di atasnya.


"Kau hebat kapten" batin Joe tersenyum.


Sedangkan Adiknya Joe terus menatap Daniel dengan tatapan kagum seakan jatuh cinta pada sosok pahlawan tampannya itu. Tanpa sadar terukir sebuah senyuman yang begitu indah pada sudut bibirnya.


"Sebaiknya kau meminta maaf pada mereka berdua dan segera kembali ke rumahmu!. Nikmati waktumu bersama keluargamu!, jangan di tempat sampah seperti ini!" ucap Daniel memerintah.


"Ba...baik tuan" jawab pria itu ketakutan.


"To... tolong maafkan saya, saya menyesal sudah berbuat kotor kepada Adik kamu. Saya sadar kalau perbuatan saya ini benar-benar sudah kelewatan. Tapi mohon maafkan saya, saya menyesal sekali" ucap pria itu membungkuk.


"Terutama kamu Adik cantik. Tolong maafkan saya, karena sudah membuat kamu sampai trauma seperti ini. saya benar-benar minta maaf" timpal pria itu dan langsung bersujud di hadapan Adiknya Joe.


Melihat hal itu membuat wanita itu merasa tak tega, ia langsung membantu pria bertato itu berdiri karena hal yang pria lakukan itu tak layak.


"Sudah Paman, jangan sampai seperti itu. Saya sudah memaafkan anda kok" jawab Adiknya Joe tersenyum tulus dan membuat bos Yakuza itu semakin merasa bersalah.


Senyuman dari gadis itu membuat bos Yakuza itu merasa senang bercampur sedih karena ia teringat pada perbuatannya beberapa menit lalu, yang dimana harus membuat wanita cantik itu sampai menangis ketakutan.


"Senyuman itu membuatku teringat pada putriku" ucap pria itu tersenyum haru.


"Aku harap kamu dan putriku bisa berteman dan bahkan bisa menjadi saudara" timpalnya tersenyum.


"Saya juga berharap begitu Paman" jawab Adiknya Joe tersenyum.


"Kalau begitu saya harus kembali, saya sangat rindu pada istri dan putri saya" ucap pria itu memohon izin pada Daniel, dan Daniel mengangguk saja.