Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
BELUM MAMPU


Pernikahan Dion dan Ayu sudah lewat satu Minggu, dan mereka berdua sedang berbulan madu ke negara Italia. itu adalah pemberian dari Ibu Rani dan Ayah Leo.


Damin juga semakin manja terhadap Ayahnya dan membuat Leny selaku Ibundanya merasa cemburu karena Suaminya telah di rebut oleh anaknya sendiri.


Hari ini Daniel dan keluarga kecilnya sedang berjalan-jalan untuk membuat anak semata wayangnya bahagia. Karena sebagai orangtua, kebahagiaan anak adalah nomor satu. Begitu juga hal itu berlaku untuk seorang pemimpin assassin yang sudah memiliki seorang putra.


Daniel mengajak jagoannya berlibur di taman bermain, supaya sang putra bisa menemukan teman untuknya.


Sedari tadi Damin hanya ingin di gendong oleh Ayahnya saja, sampai membuat Leny dan Wulan merasa iri karena bayi tampan itu tak mau mereka sentuh.


"Damin, ayo lah sini sama Aunty" pinta Wulan mengulurkan kedua tangannya, namun Damin malah semakin memeluk sang Ayah


"Kalau sama Bunda mau gak sayang?" tanya Leny penuh harap tapi Damin hanya menggeleng saja, membuat Leny menggerutu kesal.


Leny tersenyum jahil dan ia bertingkah manja pada Daniel agar membuat sang putra cemburu. Dan benar saja, saat Leny tengah asyik memeluk lengan sang Suami, tiba-tiba tangan mungil Damin langsung menjambak rambut milik Bundanya, sehingga membuat Daniel tertawa melihat keributan antara Ibu dan Anak itu.


"Damin, gak boleh nakal gitu dong" bujuk Daniel membelai kepala sang putra.


"Ini Suamiku ya, kamu jangan ambil dia dari aku!" ucap Leny mengejek dan Damin semakin menjambak rambut Leny, membuat Daniel menjadi pusing menghadapi Istri dan anaknya yang selalu memperebutkan dirinya.


"Hadehh" Daniel menghela nafasnya


Seorang lelaki datang menghampiri Daniel dan yang lainnya sambil membawa banyak barang di tangannya.


"Lama banget" protes Wulan menyilangkan kedua tangannya


"Barang kalian banyak banget!" jawab pria itu ikut memprotes


"udah jangan banyak mengeluh" ucap Wulan sedikit mendorong kening pria itu menggunakan jari telunjuknya


"Damin, sepertinya Aunty kamu ni sedang merindukan Paman ni" ucap pria itu yang tidak lain adalah Kevin.


"Banyak banget mimpimu ya!" ucap Wulan sedikit memukul bahu Kevin dan membuat Damin menjerit kesenangan


"Kamu senang ya liat Pamanmu yang sok ganteng ini Aunty siksa?" tanya Wulan sambil menjewer telinganya Kevin dan membuat Kevin mengadu kesakitan namun Damin semakin kegirangan.


Ditengah keributan yang sama sekali tak penting itu, Daniel hanya diam dan ia sepertinya merasakan ada sesuatu yang tidak beres akan terjadi. Kemudian Daniel menyerahkan sang putra pada Istrinya.


Dan benar saja, setelah Damin sudah berada dalam gendongan sang Istri, tiba-tiba seorang pria datang dengan sangat cepat dan langsung memukul wajah Daniel. Namun karena insting Daniel yang kuat, ia bisa menangkap pukulan dari pria misterius itu dengan tepat waktu.


Pria itu tersenyum dan langsung menendang Daniel dari samping, namun sayangnya tendangan pria itu juga dapat di tangkis oleh Daniel dengan mudah.


Kini giliran Daniel yang tersenyum dan melancarkan pukulannya. Namun pria itu juga berhasil menangkis pukulan dari Daniel.


Mereka berdua saling mengeluarkan jurus masing-masing, namun mereka berdua juga masih bisa saling menghindar dan belum ada yang terkena pukulan dari jurus mereka.


Perkelahian antara Daniel dan pria misterius itu langsung menjadi pusat perhatian para pengunjung di tempat itu.


Wulan dan Kevin sudah bosan melihat perkelahian antara Kakaknya dengan pria itu. Sedangkan Leny menatap perkelahian Suaminya dengan serius.


Damin yang berada dalam gendongan Leny merasa sangat senang saat melihat Ayahnya yang sepertinya sedang bermain-main.


Suara benturan dari pukulan mereka berdua sangat terdengar di telinga orang-orang yang melihat adegan yang sangat menegangkan itu. Dan sampai sebagian pengunjung di buat sampai ketakutan melihat adegan yang sangat menegangkan dimata mereka.


Damin semakin menikmati pertunjukan yang di sajikan oleh sang Ayah, sedangkan Leny terus menatap perkelahian antara Suaminya dengan serius tanpa berkedip.


Kedua pria yang tengah bertarung itu sama-sama sudah kehabisan tenaga karena terlalu lama berkelahi namun belum ada yang memenangkan pertarungan tersebut.


Karena sudah terlalu lama mereka berdua saling pukul, dan Daniel juga sudah mulai sedikit lelah. Jadi ia ingin menyelesaikan pertarungan yang sama sekali tak penting baginya.


Daniel tersenyum sinis menatap lawannya, dan ia sudah mulai sedih serius untuk serangan yang berikutnya.


"Aku sudah lelah, jadi aku akan akhiri pertarungan yang tidak berguna ini!" ucap Daniel menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


Daniel berlompat-lompat kecil di tempat ia berdiri sambil kedua tangannya yang ia kibas-kibaskan, tiba-tiba dengan cepat ia sudah berada di hadapan pria misterius itu dan langsung menuju wajah pria yang berdiri di hadapannya.


Pria itu langsung terpental jauh setelah menerima pukulan dari Daniel, sampai-sampai tubuhnya menghantam tembok sehingga beberapa bata itu roboh menimbun tubuh pria yang malang itu.


"Haha, rasakan!" ucap Daniel tertawa dan membuat Damin sampai memberontak dalam gendongan Leny.


"Akhirnya selesai juga" ucap Wulan dengan malas


"terlalu lama Kak" sambung Kevin sembari melihat arloji di pergelangan tangannya.


Pria yang tertimbun bata itu langsung bangkit dan membersihkan pakaiannya yang sudah kotor karena ulah Daniel tadi. Kemudian pria misterius itu berjalan mendekati Daniel dan yang lainnya.


Pria itu berjalan sembari menepuk-nepuk debu yang menempel pada bajunya dan ia juga selalu memegangi wajahnya yang mendapatkan sebuah tinjuan dari Daniel barusan.


"Gila, aku memang masih belum mampu untuk melampaui dirimu kapten" ucap pria misterius itu saat sudah sampai di mana Daniel berada.


"Ayah, pria itu siapa?" tanya Leny berbisik


"Oh iya aku lupa!" ucap pria itu menepuk jidatnya


"Perkenalkan aku Hyuga!. Sahabat dari Daniel" ucap pria itu mengulurkan tangan kanannya


"Kamu pasti Istrinya kan?" tanya pria yang bernama Hyuga itu


"I..iya!" jawab Leny yang masih kebingungan


"Dan bayi tampan ini, pasti keponakanku kan?" tanya Hyuga mencubit gemas pipi Damin


Daniel langsung merangkul leher Hyuga dan membawanya sedikit lebih jauh dari Leny. Setelah dirasa sudah cukup jauh dari tempat sang Istri, barulah Daniel memberi sebuah peringatan untuk Hyuga, agar dia tida membeberkan tentang kepemimpinan Daniel.


"Dengar!. Jangan kau beritahu tentang identitas diriku. Leny belum mengetahui kalau aku pemimpin Dark Shadow" ucap Daniel sedikit mengancam


"Kenapa kapten merahasiakan itu?" tanya Hyuga penasaran


"Kau tau kan berita tentangku?!, jika musuh kita mengetahui aku sudah punya anak dan Istri. Pasti mereka berdua akan menjadi incaran para musuh!x" jawab Daniel menjelaskan