
Meeting yang di pimpin oleh Daniel telah selesai dan berjalan sangat lancar, dan para client sangat puas dengan penyampaian Daniel, sehingga membuat mereka menjadi tak ragu jika harus bekerja sama dengan perusahaan yang Daniel pimpin.
Sesuai janji Daniel, setelah ia selesai meeting, dia akan segera pulang dan berkumpul bersama keluarga kecilnya. Ia sudah sangat merindukan Istri dan putra kecilnya itu, dengan buru-buru Daniel langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah mewah miliknya.
"Haduh, baru beberapa jam gak ketemu aja rasanya udah rindu banget" celoteh Daniel memasuki mobilnya dan segera meluncur meninggalkan gedung besar yang bertuliskan D'TRIX COMPANY.
"Tunggu Ayah sayang!" ucap Daniel tengah fokus menyetir
Baru berjalan beberapa ratus meter, mobil yang ia kendarai terpaksa harus terhenti karena adanya macet yang begitu padat sehingga membuat pemimpin Dark Shadow itu sampai kesal di buatnya.
"Ada apa ini?!, gak biasanya macet begini!" gerutu Daniel memukul setir mobilnya
Secara perlahan satu persatu kendaraan yang berada di depannya melaju, namun laju para kendaraan itu sangat lambat dan membuat Daniel semakin kesal.
"Apaan sih?!, apa ada kecelakaan?!" gerutu Daniel memfokuskan pandangannya kearah depan.
Sudah hampir 10 menit ia terjebak di dalam kemacetan yang tak kunjung usai itu. Daniel terus saja menekan tombol klakson agar kendaraan yang berada didepannya melajukan langkahnya, namun semua kendaraan yang di depan Daniel hanya berjalan sangat lambat.
"Arkk!!! lama!" ucap Daniel semakin kesal
Setelah 30 menit Daniel terjebak, akhirnya ia menemukan penyebab dari kemacetan padat itu. Penyebab dari kemacetan para itu iyalah ada sebuah keributan di tengah jalan sehingga harus menyebabkan macet begitu parah.
"Ada apa dengan mereka?, apa ada kecelakaan atau perampokan?" tanya Daniel melihat keributan di samping mobilnya.
Daniel memicingkan matanya memfokuskan pandangannya kearah seorang wanita paruh baya yang tengah di kerumuni para lelaki yang bertubuh kekar seakan wanita paruh baya itu seperti terkena masalah. Daniel semakin melihat kearah wanita paruh baya itu, dan betapa terkejutnya dia saat ia tau siapa wanita itu.
"Mama Yuni?!" gumam Daniel terkejut
"Apa yang terjadi?, siapa mereka?!" Daniel menjadi khawatir dengan mertuanya itu
Dengan cepat Daniel langsung keluar dari mobilnya dan langsung menghampiri Mama mertuanya yang seperti terkena masalah besar.
"Mama?!" tegur Daniel setelah sampai di tempat kejadian
Mama Yuni menoleh ke arah suara itu berasal dan ia di kejutkan dengan sosok menantunya yang sudah ada di dekatnya.
Dengan cepat Mama Yuni langsung memeluk menantu kesayangan itu dan langsung mengeluarkan tangisan di pelukan Daniel.
Daniel mencoba menenangkan sang mertua yang semakin menangis dalam pelukannya, dan Daniel menatap para pria yang bertubuh kekar itu dengan tatapan elang yang ingin menangkap mangsanya, sedangkan para pria itu menatap Daniel seakan meremehkannya.
Daniel melepaskan pelukannya dan melihat wajah sedih dari mertuanya itu, air mata pun sudah membasahi seluruh wajah dari sang mertua.
Dengan lembut Daniel menghapus air mata dari sang mertua menggunakan jemarinya dan terus mencoba menenangkannya.
"Sudah ya Ma!, Mama jangan takut, ada Daniel di sini" bujuk Daniel dengan lembut
Mama Yuni masih saja terisak-isak mencoba menenangkan dirinya dan dengan perlahan sang mertua mengangguk-angguk sambil menyeka air matanya.
"Ada Ma?, apa yang terjadi?" tanya Daniel dengan nada yang sangat lembut
"Hiks... Mama mau di rampok!, hiks... hiks.." jawab Mama Yuni masih terisak-isak
"Apa?!" Daniel terkejut mendengar jawaban dari mertuanya itu.
"Hiks..hiks.. Tadi Mama habis dari mall, Mama ingin membeli mainan untuk Cucu Mama, hiks.. hiks.., tapi saat Mama menaiki sebuah taksi, tiba-tiba mereka semua terus mengikuti Mama, hiks..hiks.. Mama takut banget saat mereka menghadang taksi yang Mama tumpangi, dan mereka juga memukuli supir taksi itu, lalu memaksa Mama keluar! hiks...hiks..." timpal Mama Yuni menjelaskan apa yang ia alami
"Papa Galuh mana?" tanya Daniel masih santai
"Papa... hiks... hiks... masih di kantor" jawab Mama Yuni masih menangis
Daniel menghela nafasnya dengan kasar lalu menatapi para warga yang mengelilingi mereka, namun tak ada yang berani untuk membantu mertuanya, dan membuat Daniel semakin emosi dibuatnya.
"APA KALIAN HANYA MENJADI PENONTON SAJA HAH?!, APA KALIAN TIDAK ADA YANG BERANI DENGAN SAMPAH-SAMPAH ITU?!" teriak Daniel yang sudah emosi yang terlalu tinggi
Sedangkan para warga hanya menunduk saja dan tak ada yang berani menjawab pertanyaan dari Daniel tadi.
"Me.. mereka membawa senjata" jawab salah satu warga dengan kepala yang tertunduk karena tak berani menatap wajah Daniel
"Sudahlah bro, serahkan saja harta benda kalian jika kalian ingin selamat!" ucap salah satu dari rampok itu
"Kalau aku tidak mau kau mau apa?!" tanya Daniel dengan santainya
"Wah nantangin dia bro" ucap rekannya memprovokasi
"Apa kau tak tau siapa kami?!" tanya pria itu menantang
"Cih!, aku gak peduli dengan para sampah seperti kalian!" jawab Daniel seakan tak peduli
"Wah wah, nyari penyakit dia bro" ucap rekannya meremehkan
"Asal kau tau ya!, kami ini dari Gagak Hitam!" ucap pria itu dengan bangganya
Daniel menatap mereka seakan tak tertarik dan ia berkata "Mau Gagak Hitam, mau Kambing Hitam kek!, aku gak peduli!"
"Intinya!, jika kalian sudah berani mengusik keluargaku!, maka ku jamin kalian tak akan bisa selamat!" timpalnya mengancam.
Mendengar jawaban itu, membuat keenam pria bertubuh kekar itu menjadi marah dan ingin langsung menyerang Daniel, namun Daniel mengangkat satu tangannya ke depan.
"Jika ingin berkelahi boleh saja, tapi aku harus mengamankan mertuaku dulu" ucap Daniel dan langsung menuntun sang mertua menuju ke mobilnya.
Daniel membukakan pintu mobil dan meminta sang mertua untuk menunggu di dalam mobil. Namun saat Daniel ingin pergi, tangannya di tahan oleh sang mertua yang mengkhawatirkan keselamatan dari menantu kesayangannya itu.
"Jangan Sayang" lirih Mama Yuni menggelengkan kepalanya
Daniel tersenyum dan menyentuh kedua lengan mertuanya lalu ia berkata "Mama tenang saja, Daniel akan segera kembali, dan kita akan segera bertemu dengan Cucu kesayangan Mama"
"Ta..tapi, mereka terlalu banyak, dan... dan.. tubuh mereka besar-besar sekali" ucap Mama Yuni semakin khawatir
"Ma!, Mama gak usah khawatir, menantumu ini bisa menyelesaikan mereka dengan mudah kok" jawab Daniel tersenyum agar sang mertua merasa tenang.
"Sayang!. Mama gak mau membuat Istri dan Anakmu jadi menyalahkan Mama" bujuk Mama Yuni yang masih saja khawatir
"Daniel akan kembali kok Ma!, Daniel akan memberikan mereka pelajaran karena sudah berani membuat Mama sampai ketakutan begini" jawab Daniel melepaskan genggaman tangan dari mertuanya dan memaksa Mama Yuni untuk masuk kedalam mobil.
Dengan terpaksa Mama Yuni harus duduk didalam mobil dan menunggu sang menantu yang akan mengalahkan keenam pria bertubuh kekar itu.
Mata dari Mama Yuni tak pernah lepas dari sang menantu yang terus melangkah mendekati para perampok itu. Ada rasa yang sangat takut saat melihat Daniel yang dengan beraninya menantang para rampok itu.
"Semoga kamu baik-baik saja sayang" ucap Mama Yuni berdoa..