Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
KEBAHAGIAAN ISTRI


Leny sangat bersemangat menuju ke tempat yang sangat indah tersebut. Ternyata apa yang di katakan oleh supir mereka tadi, kalau tempat itu memang benar-benar sangat bagus dan banyak pengunjung yang berasal dari luar negeri berada di sana.


"Ayah ayo dong buruan, Damin udah gak sabar ni" ajak Leny menggandeng lengan sang suami.


Pihak keluarga Daniel juga pergi ketempat lain untuk menikmati suasana romantis masing-masing bersama pasangan mereka. Karena sangat di sayangkan kalau tempat seindah itu di Eropa sia-sia begitu saja.


Kevin juga membawa kucing kecilnya secara tiba-tiba dan membuat Wulan sedikit terkejut karena Kevin yang dengan tiba-tiba menarik tangannya.


"Apa-apaan sih kamu capung?!. Gak usah aneh-aneh deh!" ucap Wulan.


"Masa semua orang romantis-romantisan. Kita berdua juga harus dong" jawab Kevin sembari menarik turunkan alisnya.


"Ihhh!. Biarin aja dong, kan mereka udah ada hubungan. Sedangkan kita gak ada" ejek Wulan menjulurkan lidahnya.


"Kan kamu calon istriku" jawab Kevin ikut mengejek.


"Eh!. Enteng sekali lisan anda berbunyi ya kisana!" tegur Wulan dengan jantung yang berdebar.


"Aku sudah meminta restu pada Ayah dan Ibu kok, dan kata mereka, mereka berdua sangat setuju" jawab Kevin dengan senyuman yang penuh rasa kemenangan.


"Emangnya aku mau gitu?!" tanya Wulan meledek.


"Haha, of course baby" jawab Kevin penuh keyakinan dan wajah Wulan mulai merona karena semakin di goda oleh Kevin.


"Ah entahlah! bodo amat" ucap Wulan dan langsung pergi terlebih dahulu meninggalkan Kevin di belakangnya dengan wajah Wulan yang semakin memerah.


"Haha kalah dianya" tawa Kevin mengejek, sedangkan mereka semua hanya menggeleng saja melihat tingkah kedua sejoli yang sedang saling jatuh cinta itu.


Kemudian mereka semua mulai berpisah di tempat wisata tersebut untuk mencari tempat untuk bermesraan masing-masing tak terkecuali juga untuk para orang tua mereka yang ikut berkencan.


"Ayo Ayah kita jalan" ajak Leny menggandeng tangan sang suami dan di anggukan oleh Daniel.


"Damin kita ke Disney Village yuk" ucap Leny berbicara pada sang putra, sedangkan Daniel mengikuti istri dan anaknya dengan setia.


Leny dan Damin terlihat sangat bahagia menikmati suasana serta wahana yang berada di tempat tersebut. Daniel juga merasa sangat senang melihat anak dan istrinya begitu sangat menikmati liburan mereka.


Karena tujuan Daniel ke Paris sebenarnya untuk mengecek bisnis dan Dark Shadow yang berada di salah satu dari benua Eropa tersebut, namun ia juga tak menyangka kalau itu juga menjadi sebuah liburan yang sangat membahagiakan bagi orang-orang di sekitarnya.


"Syukurlah kalau kalian berdua senang sayang" ucap Daniel tersenyum sembari membelai kepala sang putra.


"Bunda beruntung banget bisa jadi istrinya Ayah dan memiliki seorang putra yang begitu tampan ini" ucap Leny tersenyum bahagia menatap sang putra yang ikut menatap dirinya.


"Ayah juga beruntung bisa menikahi Bunda dan memiliki seorang jagoan kecil ini" ucap Daniel tersenyum manis sembari mengelus kepala sang istri.


"Makasih ya Honey, kamu sudah hadir di dalam hidupku. Ayah sangat bersyukur kepada Tuhan karena pernah di pertemuan dengan sosok wanita yang seperti Bunda" timpal Daniel dan langsung memeluk anak dan istrinya.


"Bunda juga sangat bahagia Ayah" jawab Leny dan ikut membalas pelukan sang suami.


"Kakakku memang sosok pria yang terbaik, tidak seperti kebanyakan pria yang hanya memainkan wanita saja" batin Wulan tersenyum menatap sang kakak yang tengah asyik bercumbu mesra.


"Aku harap kau juga begitu capung!" batin Wulan lagi menatap Kevin yang tengah sibuk membeli minuman dan cemilan untuk mereka berdua.


Wulan tersenyum melihat Kevin yang berjalan kearahnya dari kejauhan. Tanpa ia sadari ternyata ia masih tersenyum saat Kevin sudah berada tepat di depannya dengan membawa minuman dan beberapa makanan ringan di tangannya.


"Aku tau kalau aku ini tampan, jadi tolong simpan senyuman kamu itu hanya untukku, jangan untuk publik ya" ucap Kevin mengejutkan Wulan dengan mencolek ujung hidungnya.


"Ih apaan sih?!. Jangan kepedean deh" ucap Wulan berlagak jijik melihat tingkah dari capung tampannya itu.


Di sisi lain terlihat Alvin dan Chelsea tengah menaiki sebuah wahana rollercoaster di tempat tersebut. Mereka berdua terlihat sangat bahagia dan kedua tangan mereka masih terus saling menggenggam erat tanpa ingin melepaskannya.


Saat rollercoaster berjalan naik dengan kencangnya, semakin erat pula genggaman tangan Chelsea pada Alvin di tambah suara jeritan yang membuat Alvin tertawa melihat wajah ketakutan dari kekasihnya itu.


"Ini adalah liburan yang sangat membahagiakan untukku sayang, apa lagi ada kamu di sampingku" ucap Chelsea sedikit berteriak karena suara rollercoaster yang begitu berisik.


"Haha, aku juga sangat bahagia sayang. Tetaplah di sini tepat di sampingku ya" sambung Alvin ikut sedikit berteriak.


"I LOVE YOU MY PRINCE" ucap Chelsea berteriak.


"I WILL ALWAYS LOVE YOU MY PRINCESS" balas Alvin ikut berteriak.


Banyak wahana yang di naikin oleh para pasangan-pasangan yang tengah di mabung asmara tersebut, bahkan waktu juga tak terasa sudah hampir malam, dan tempat indah itu juga akan segera tutup dan akan di buka esok hari lagi. Membuat mereka semua mau tak mau harus pulang kerumah meninggalkan tempat indah yang berada di kota Paris tersebut.


"Besok mau kemana Honey?" tanya Daniel memancing sang istri.


"Hmmm" Leny berfikir sejenak.


"Bagaimana kalau besok kita pergi ke hotel milik Ayah. Tapi harus kita berdua aja, Damin kita titipkan ke neneknya" jawab Leny menaik turunkan alisnya.


"Hayo.... Bunda mau apa?!" tanya Daniel menggoda.


"Ya Bunda mau lihat hotel kita lah. Lagian biar para karyawan Ayah yang bekerja di hotel tersebut bisa kenal dengan istri dari pemilik hotel mewah itu dong" jawab Leny dengan sombongnya.


"Hahaha. Ayah tau apa yang ada di pikiran Bunda" ucap Daniel semakin menggoda sang istri.


"Eleh, Ayah sok tau" bantah Leny menjulurkan lidahnya. Sedangkan sang supir hanya tersenyum melihat keharmonisan keluarga sang tuan muda dari balik spion mobil.


"Tuan muda tampak sangat bahagia dengan nona muda. Mereka berdua terlihat saling mencintai dan tak ingin kehilangan satu sama lain, di tambah ada pangeran muda di tengah-tengah mereka berdua, menambah kebahagiaan tuan muda semakin besar" batin sang supir menatap kedua bosnya yang nampak sangat bahagia.


"Nampaknya tuan dan nona sangat bahagia" ucap sang supir yang memberanikan diri untuk bersuara.


"Hahaha tentu saja dong pak" jawab Leny tersenyum bahagia.