Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
SALAH TARGET


Di sisi lain tepatnya di kediaman Daniel, hanya Wulan sendirian yang berada di sana dan dia harus menjaga rumah besar itu sendirian.


"Ih pada kemana sih?!, kok gak pulang-pulang?!" gerutu Wulan.


"Udah jam 8 malam gini" timpalnya lagi sedikit kesal.


Ternyata di luar pagar rumah milik Daniel sudah ada beberapa pria asing yang mencurigakan. Mereka semua seperti sedang mengintai rumah mewah itu.


Mereka melihat sepertinya di rumah itu sedang kosong karena tidak ada satupun mobil yang terparkir di halaman rumah tersebut.


"Sepertinya ini kesempatan kita. Rumah yang selama ini kita pantau akhirnya kosong" ucap salah satu dari mereka berbisik.


"Apa kau yakin rumah itu kosong?" tanya temannya.


"Kalau masih ada orang bagaimana?" timpal yang lain.


"Aku yakin itu rumah pasti kosong. Lihatlah satpam juga tidak ada, sepertinya pemilik rumah ini terlalu lengah sampai-sampai tidak ingin memperkerjakan seorang satpam" ucap si pria itu.


"Kalau begitu, ayo kita eksekusi. Pasti banyak barang-barang yang mahal di dalam sana" ucap rekannya yang sudah tak sabar ingin segera beraksi.


Setelah berdiskusi, akhirnya kelima pria yang berniat buruk itu memulai aksinya untuk mengambil barang-barang yang berada di dalam rumah Daniel karena mereka begitu yakin kalau pemilik rumah tidak ada di dalam atau dalam keadaan kosong tak berpenghuni.


"Ayo buruan!" ucap temannya yang memimpin jalan.


"Hati-hati, kita harus melihat keseluruhan area ini, takutnya ada kamera pengawas" bisik rekannya.


"Alah, aku yakin pemilik rumah ini tidak memasang benda-benda seperti itu" ucap temannya dengan yakin.


"Dia adalah orang kaya yang ceroboh" timpalnya tersenyum licik.


Wulan yang tengah berada di dalam rumah mampu mendengar suara-suara pria itu meskipun mereka berbicara dengan sangat pelan.


"Wah ada yang tidak beres ni" gumam Wulan.


"Mau main-main mereka" timpalnya menaikkan sebelah bibirnya.


Kelima pria itu sudah mulai mendekati pintu utama rumah mewah milik Daniel. Dengan rasa percaya diri mereka langsung ingin membobol kunci rumah tersebut karena mereka berfikir kalau rumah itu sedang terkunci.


"BUKA AJA!, PINTUNYA GAK DI KUNCI!" teriak Wulan dari balik pintu.


"Waduh, ada orang bro" ucap salah satu dari pencuri itu.


"Yaelah palingan cuma satu orang, kita kan lima orang, lagipula dia hanya seorang wanita. Gampang ngurusnya" ucap salah satu dari mereka meremehkan.


Setelah mengetahui kalau pintunya tidak di kunci, dan juga mereka tau jika yang ada di dalam rumah hanya ada seorang wanita, membuat mereka semakin percya diri untuk mendapatkan barang-barang berharga dari pemilik rumah mewah itu dan bisa menikmati seorang wanita, hal itu sampai membuat mereka berlima semakin bersemangat melakukan aksi tersebut.


Pintu terbuka, terlihatlah sosok wanita yang tengah bersilang dada menatap mereka semua dengan tatapan yang seakan tak tertarik sama sekali.


"Wih cantik bro" ucap salah satu dari pencuri itu terpesona.


"Bisa semakin semangat kita ni" sambung rekannya.


Wulan menghela nafasnya sembari berkata "Untuk apa kalian kemari?. Bikin repot aja"


"Haha tentu saja untuk benda-benda berharga dari rumah ini dan juga ingin sedikit bermain-main dengan kamu manis" jawab salah satu dari mereka tersenyum menggoda.


"Pergilah, aku tidak tertarik dengan pria-pria sampah yang sudah tua seperti kalian" ucap Wulan dengan santai sembari mengibas-ngibaskan tangannya seperti mengusir mereka.


"Lagipula kalian tidak akan sanggup bermain denganku" timpal Wulan.


Kemudian salah satu dari mereka melangkah mendekati Wulan dan ingin mencoba menyentuh dagu Wulan sembari menggodanya.


"Ayo dong nurut sama kita-kita" ucapnya dan ingin mencolek dagu Wulan.


Namun Wulan langsung menangkap pergelangan tangan pria itu dan langsung mencengkram kuat pergelangan milik pria tersebut dan sampai membuat tulangnya patah.


"ARKKKHHH!!" teriak pria itu.


Keempat teman dari pria itu terkejut sampai mata mereka terbelak karena suara dari tulang yang patah itu sangat nyaring pada telinga mereka.


"Woy lepaskan!" tegur rekannya mengancam.


Wulan menatap pria yang menegurnya tadi, dengan senyuman yang meremehkan, Wulan langsung melemparkan pria yang ia cengkraman tadi dan sampai membuat mereka semua tersungkur karena tertindih tubuh rekannya yang baru saja Wulan lempar tadi.


"KURANG AJAR!!" teriak salah satu dari mereka dengan penuh amarah.


Dengan cepat ia bangkit dan ingin menyerang Wulan. Namun Wulan langsung meninju wajah pria itu ketika ia berlari menuju Wulan. Pukulan dari Wulan sampai membuat tulang hidung pria itu patah dan mengeluarkan darah.


"ARRRRRHHHHHH" teriak pria itu sembari memegangi hidungnya yang terus mengeluarkan darah.


"Loh?, tadi katanya ingin bermain-main. Kenapa kalian malah tidur-tiduran doang?" tanya Wulan sembari bersilang dada.


"Ayo bangkit dong, kan kita mau main-main" timpalnya tersenyum.


"Awas kau ya!" ancam pria yang ketiga dan langsung ingin menyerang Wulan juga.


Akan tetapi Wulan hanya menganggap remeh pria itu dan langsung menendang kepala pria itu dan sampai membuat kepala pria itu terbentur ke lantai.


"Aduh, mati gak tuh?" ucap Wulan sedikit membungkuk melihat pria yang sudah tak sadarkan diri.


"Eh, eh-eh. Temen kalian mati gak ni?" timpal Wulan bertanya sembari menunjuk ke arah pria yang sudah tak sadarkan diri itu.


Sedangkan pria yang baru saja di patahkan lengannya oleh Leny juga sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya rasa sakit yang ia rasakan pada lengannya.


Kini Hanya tersisa tiga orang saja yang masih bisa bermain-main dengan Wulan, namun mereka bertiga sudah tak berani menyerang karena takut mengalami nasib yang sama dengan kedua rekannya.


"Kok malah diam?!" ucap Wulan


"To..tolong lepaskan kami" mohon salah satu dari mereka ketakutan.


"Lah?. Tapi tadi katanya mau main-main?. Kok malah minta udahan?, cupu ah!" ucap Wulan mengejek.


"Maafkan kami, kami sudah lancang masuk kesini. Tolong lepaskan kami, kami berjanji gak bakal datang ke sini lagi" mohon mereka lagi.


"Cih!, orang-orang seperti kalian seharusnya tidak boleh berkeliaran lagi. Karena pasti akan ada korban yang akan terkena atas ulah kalian" ucap Wulan menyilangkan kedua tangannya.


"Mungkin selama ini kalian aman-aman saja melakukan pekerjaan seperti ini, namun akhirnya kalian terkena karma juga" timpal Wulan tersenyum remeh.


"Semua tindakan kotor, pasti akan ada balasannya. Anggap saja nyawa kalian semua sebagai tebusan dosa kalian selama ini" ucapnya lagi.


"Tolong, jangan bunuh kami!. Kami masih punya anak dan istri yang harus kami pertanggungjawaban" pinta mereka memohon.


"APA KALIAN MEMBERI MEREKA DENGAN CARA SEPERTI INI HAH?!. APA KALIAN MEMBERIKAN MEREKA MAKANAN DARI UANG KOTOR?!. ORANG TUA DAN SUAMI SEPERTI APA KALIAN MEMBERI MEREKA SEPERTI ITU!" bentak Wulan yang sudah marah.


Teriakan Wulan sampai terdengar keluar, dan kedua pasangan yang baru saja pulang dari kediaman Ayah Leo pun terkejut mendengar teriakan sang adik yang penuh dengan amarah.


"Ada apa ini?, kenapa Wulan marah-marah seperti itu?" ucap Leny bertanya dan langsung mempercepat langkahnya di ikuti oleh Ayu dari belakang yang sama-sama merasa khawatir terhadap adiknya.