Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MASA LALU


25 Tahun yang Lalu pasangan suami istri tengah bahagia karena kehadiran 2 pangeran tampan dalam hidupnya. Siapa lagi kalau bukan Daniel dan Dion.


Ibu kandung mereka bernama Aqila Febriyani, ia adalah seorang pengusaha wanita yang sangat sukses. Dia sudah memiliki perusahaan sendiri di saat usianya menginjak 23 tahun.


Perusahaan milik Aqila bekerja di bidang properti. Seperti : lemari, tempat tidur, kursi, guci, dan masih banyak yang lainnya.


Hasil produksi miliknya sudah terkenal di berbagai negara Asia dan Eropa. Tak heran banyak client yang menaruh saham pada perusahaan miliknya.


Sedangkan ayah kandung Daniel dan Dion adalah seorang dokter terhebat pada masanya. Kejeniusan seorang Erlangga Syahputra sudah tidak diragukan lagi.


Di usia 26 tahun dia sudah menjadi kepala rumah sakit miliknya sendiri, yang ia beri nama Syahputra hospital.


Awal pertemuan Elang dan Aqila. Ketika itu Aqila jatuh sakit karena dia kelelahan harus kerja setiap saat dan kurang beristirahat.


Lalu dia pergi kerumah sakit milik Elang, dan langsung di tangani oleh Elang sendiri..


"Pagi nona cantik" sapa Elang pada Aqila yang sedang terbaring di rumah sakit


"Pagi dok" jawab Aqila tersenyum manis


"Saya periksa dulu ya keadaan kamu" ucap Elang dan di balas Aqila dengan anggukan kepala


"Wah nona sudah mendingan kok, kemungkinan besok sudah pulang. Tapi harus ingat kesehatan ya, jangan terlalu banyak beraktivitas dulu" ucap Elang tersenyum manis pada Aqila


Aqila sudah suka dengan Elang saat mereka pertama kali bertemu di rumah sakit milik Elang.


Selain tampan, berkharisma, Elang terkenal sangat ramah dan tidak peduli pada status orang-orang yang ia ingin tolong. Bahkan dia sering memberikan pengobatan gratis pada orang-orang yang kurang mampu untuk berobat.


"Dok, kalau saya sakit lagi, saya ingin dokter yang memeriksanya secara pribadi" ucap Aqila saat Elang sedang memeriksa denyut nadinya


"Tentu saja nona cantik" jawab Elang tersenyum


Pada saat Elang sedang memeriksa keadaan Aqila, tiba-tiba ponsel miliknya berdering. Saat ia lihat siapa yang menelepon, wajahnya langsung masam saat melihat nama si penelepon


"Ck" decak Elang


Elang langsung keluar dari ruangan Aqila, dan langsung mengangkat teleponnya. Sedangkan Aqila merasa sedikit kecewa karena di tinggal pergi oleh sang pujaan hatinya.


"Ada apa?!" tanya Elang dengan nada sedikit ketus menjawab teleponnya


"Kakak di mana?" tanya si penelepon


"Aku sedang berada dirumah sakit, jika kau ingin bertemu, tunggu aku di cafe biasa" jawab Elang


"Ok kak, aku akan tunggu di sana" jawabnya dan Elang langsung menutup telponnya


Elang langsung kembali ke ruangan Aqila dan melanjutkan pemeriksaan kembali setelah sempat terhenti tadi.


Aqila melihat Elang yang sudah berada di kamarnya sedikit bingung karena Elang memasang wajah seperti sedang menahan amarah.


"Tadi sebelum dapat panggilan, wajah masih ceria dan tampan, ini kenapa setelah ia menerima telepon wajahnya menjadi begini?" batin Aqila


"Do..dok?, kamu tidak apa?"


"Tidak kok" jawab Elang tersenyum sambil memeriksa selang infus milik Aqila


"Pacarnya marah ya tadi?" tanya Aqila mencoba memberanikan diri


Elang menggeleng dan tersenyum


"Bukan, aku tidak memiliki kekasih"


"Ah, tampan kok single, mana mungkin" ucap Aqila menyebikkan bibirnya


Sebenarnya ada perasaan senang dalam hati Aqila ketika tau kalau Elang masih sendiri dan tidak memiliki kekasih atau pun ikatan pernikahan.


"Itu tadi adik aku yang menelepon, kami kembar dan hanya berbeda 15 menit saja" jawab Elang serius


"Jadi bagaimana caraku membedakan kalian ketika aku sudah menjadi istrimu?" ucap Aqila keceplosan


"Eh.. eh? apa tadi?" tanya Elang pura-pura tidak mendengar


Aqila menggeleng dan menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.


Wajah Aqila tersipu malu saat tangannya di pegang sang pujaan hatinya. Dia langsung memalingkan wajahnya ke samping menyembunyikan warna merah di pipinya.


Elang hanya tersenyum kecil melihat tingkah dari pasiennya yang juga ia cintai itu. Saat ingin menggoda Aqila lagi tiba-tiba ponselnya berdering dan ada pesan masuk, dia melihat dan sedikit tersenyum.


"📨kak aku sudah sampai, kakak dimana?📨"


"📨tunggu📨" jawab Elang


Aqila masih belum berani melihat wajah tampan milik Elang, namun dia masih sempat mencuri-curi pandang pada Elang. Elang hanya tersenyum melihat Aqila.


"Aku pergi sebentar ya, kamu istirahat" ucap Elang tersenyum membelai lembut kepada Aqila


Deg...


Jantung Aqila berdetak cepat, wajahnya semakin merah mendapatkan perlakuan seperti itu dari lelaki yang dia cintai.


Setelah Elang keluar dari kamar Aqila. Wanita cantik itu sangat senang mendapat perhatian dari Elang, terlihat senyuman yang sangat lebar pada wajah dari Aqila, sampai dia kegirangan karena terlalu bahagia.


"Aku cinta kamu Elang" ucap Aqila kegirangan


Di sebuah cafe, terlihat seorang pria tampan sedang duduk dan menunggu kedatangan seseorang, siapa lagi kalau bukan Elang sang kakak.


Tak lama kemudian Elang datang menemui lelaki itu, dia sangat senang bisa melihat teman berkelahinya itu.


"Hey, melamun aja" ucap Elang memukul kepala sang adik


"Ah kakak, mengejutkanku saja" jawab adiknya mengelus kepalanya


"Ada apa adikku Leonardo Syahputra?" tanya Elang


Leo menghela nafasnya dan mencoba mengatur kata-kata yang ingin ia sampaikan kepada sang kakak.


"Kak, ayah sangat merindukanmu" ucap Leo sendu


Elang memainkan gelas minumannya dan membuang kasar nafasnya.


"Sudah kubilang, aku tidak mau menjadi penerus Dark Shadow"


"Bukan untuk itu kak, Dia sudah tidak mempermasalahkan hal itu lagi kak, dia ingin melihat kamu dan datang dengan calon menantunya" jawab Leo mencoba menjelaskan


Elang yang sedang minum langsung tersedak mendengar perkataan Leo..


"Uhuk uhuk" Leo menepuk-nepuk pundak Elang.


"Mengapa kau berkata seperti itu?" tanya Elang masih memegangi dadanya


"Haha, apa kakak masih jomblo?" ejek Leo


Elang langsung memiting leher Leo dan sedikit menjitak kepala sang adik


"Berani sekali mengejek kakaknya" ucap Elang geram


"Hahaha... ampun kak ampun" jawab Leo


Elang melepaskan aksinya dan menghela nafasnya, dia sudah lama tidak melakukan hal senang kepada sang adik tercinta.


"Sebenernya aku sudah ada gebetan sih" ucap Elang tersenyum menatap langit


"Hah?!, siapa kak?" tanya Leo penasaran


"Dia salah satu pasienku" jawab Elang tersenyum memainkan gelasnya


"Mengapa kau tidak membawa Rani?, apa kau sudah menemukan dia pada ayah?" goda Elang


"Justru ayah sudah mendesak kami agar segera menikah, tapi aku tidak ingin melangkahi kakak terlebih dahulu, oleh sebab itu ayah ingin bertemu denganmu dan ingin melihat calon menantunya" ucap Leo


"Hahaha... Kita hanya beda 15 menit, jadi tidak masalah" ucap Elang menepuk-nepuk pundak Leo


"Bagaimanapun juga, kakak tetap yang tertua meski pun kita kembar" jawab Leo tegas...