Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
SEBUAH PUJIAN


Jhonatan semakin meremehkan Daniel, dan bahkan seluruh bawahannya ikut mentertawai Daniel yang menurut mereka kalau kehebatan dari pria yang memiliki julukan sebagai pria nomor satu di Asia itu hanya omong kosong karena di mata mereka Daniel tidak hanya sekedar pria lemah, mungkin lebih lemah dari mereka semua.


Hal itu justru membuat seluruh bawahannya Daniel merasa geram dan para saudara Daniel di buat emosi karena sosok pemimpin dari Dark Shadow bisa di rendahan begitu saja.


"Kapten!, tolong biarkan aku saja yang membungkam mulut pria kanibal ini!" ucap Hyuga emosi.


"Orang-orang seperti mereka sebenarnya tidak pantas melawan mu Kak, cukup aku seorang diri saja sudah bisa meratakan puluhan sampah ini, bahkan pemimpin mereka!" sambung Fauzi yang merasa tidak terima melihat harga diri dari Kakaknya di injak-injak.


Seketika semua saudara Daniel terpancing emosi saat melihat pemimpin mereka di rendahkan oleh orang-orang yang baru berkuasa di dunia kegelapan yang semala ini ada di bawah control tangannya Daniel.


Tiba-tiba sebuah kepala tanpa tubuh terbang ke arah mereka dan jatuh tepat di hadapannya Jhonatan. Orang-orang yang berada di sana merasa terkejut namun tidak dengan Daniel dan Jhonatan itu sendiri.


"Jangan pernah kalian berani untuk merendahkan Kakakku!" ucap Kevin geram sambil menyeret sebuah tubuh yang sudah tak utuh lagi karena ia telah memenggal kepalanya dan kepala dari tubuh itu ada di hadapannya Jhonatan.


Merasa semua semakin tak terkendali dan saudaranya Daniel sudah terpancing emosi, bahkan Jasmine ikut merasa geram melihat pria yang sudah mengajarkan padanya cara menembak hingga menjadi seorang wanita penembak jitu di hina oleh Jhonatan dan bawahannya.


"Kau selalu saja begitu Daniel!. Kau begitu naif pada musuh-musuh mu, sampai-sampai mereka berani menghinamu!" ucap Jasmine geram sambil menargetkan kepala Jhonatan dengan senapan miliknya.


"Kau mungkin bisa diam saat dirimu selalu di rendahkan seperti ini. Tapi tidak dengan kami semua!. Kami tidak bisa menerima begitu saja saat ada orang yang berani merendahkan pria sehebat dan sebaik kamu!" timpalnya geram dan bersiap-siap untuk menekan pelatuknya yang akan ia tembakan ke arah kepala Jhonatan.


Saat Jasmine ingin menekan pelatuknya, tiba-tiba Daniel mengangkat satu tangannya ke atas seakan-akan memberi sebuah isyarat pada anggota Dark Shadow lainnya supaya tidak ikut campur dalam hal ini, hingga membuat Jasmine mengurungkan niatnya untuk menembak kepala Jhonatan.


"Saudara-saudaraku semuanya!. Terima kasih kalian semua mau mendukungku, terima kasih kalian semua mau marah karena aku yang di rendahkan oleh orang-orang itu" ucap Daniel.


"Tapi, aku ingin meminta tolong pada kalian semua. Jangan ada yang bergerak sedikitpun dan jangan ada yang mengambil mangsaku ya!" timpal Daniel.


"Hahaha!. Tenang-tenang, kalian semua tenang saja. Setelah kepala pemimpin kalian terpisah dari tubuhnya, maka kalian semua akan mendapatkan giliran satu persatu untuk menyusulnya" sela Jhonatan tertawa.


"B4JINGAN!" teriak Hyuga penuh emosi dan melangkah maju.


Namun Daniel mengangkat tangannya dan menahan tubuh Hyuga agar tidak bergerak maju ke depan.


"Kenapa kau menghalangiku kapten?!, biarkan aku yang merobek mulut sampah itu!. Kau tidak perlu sampai mengotori tanganmu cuma untuk membungkam mulut dia!" ucap Hyuga geram sambil menunjuk ke arah Jhonatan.


"Sudah!, ini masalahku, aku yang akan mengalahkannya menggunakan tanganku sendiri!" jawab Daniel mencoba menenangkan emosinya Hyuga yang membludak.


"Kami yang merasa tidak terima Daniel!. Aku sebagai Kakak tertua kalian, merasa terhina saat ada orang yang berani merendahkan Adik-adikku!" sela Rian memotong.


"Kenapa kau bisa begitu tenang saat ada satu sampah yang sudah berani menghinamu?!" tanya Hyuga sedikit bingung.


"Entah kenapa, perasaanku saat ini terasa sangat senang dan bahagia. Sudah lama aku tak merasakan hal ini selama pertarungan kita beberapa tahun kebelakang" jawab Daniel.


"Jadi, biarkan aku yang memusnahkan Wild Tiger itu seorang diri, jangan ada yang membantu sedikitpun!" timpalnya menatap seluruh bawahannya.


"Apa kau ingin bersenang-senang seorang diri lagi?" tanya Rian.


"Ya, Kak. Sudah lama aku tidak merasakan hal seperti ini lagi" jawab Daniel.


"Wah-wah, ternyata kelompok yang berkuasa di Asia dan beberapa negara Eropa memiliki banyak drama juga ya?!" sela Jhonatan tertawa.


Daniel tersenyum sinis sambil berjalan ke depan untuk bersiap-siap meluapkan semua rasa bahagia pada Jhonatan dan Wild Tiger lainnya.


"Kau hebat!, kau bisa menahan serangan-serangan yang ku berikan saat kita beradu tinju tadi, dan bahkan bisa memberi serangan balik yang cukup membuatku merasa kagum!" ucap Daniel setelah mereka berdua saling bertatap muka satu sama lain.


Kemudian Daniel mengangkat katana miliknya ke arah Jhonatan yang tengah berdiri sambil kedua tangannya masuk ke sakunya seakan tak memilik rasa takut sedikitpun pada Ryuken yang rumornya pedang yang memiliki nyawa sendri dan bisa memilih tuannya sendiri untuk memilikinya.


"Aku harap, kau bisa menemaniku lebih lama lagi. Bahkan temanku ini sudah tak sabar ingin mandi dengan darah kalian semua!" ucap Daniel dengan posisi masih mengarahkan Ryuken ke arah wajahnya Jhonatan yang tengah tersenyum meremehkan Daniel.


"Seharusnya kau merasa senang karena mendapatkan sebuah pujian darinya!. Sangat jarang baginya untuk memberi sebuah pujian dan bahkan mengakui kekuatan lawannya!" sambung Hyuga masih dalam suasana hati yang emosi.


"Hahaha!, sebuah kebanggaan bisa mendapatkan pujian tersebut, dan aku senang kalau anda mengakui kekuatan yang aku miliki ini" jawab Jhonatan tertawa bahagia.


"Tapi, memang sudah sepantasnya aku mendapatkan itu semua!. Karena aku sebagai pemimpin Wild Tiger mempunyai kekuatan dan kemampuan bertarung jauh di atas Dark Shadow bahkan anda sebagai pemimpinnya" sambungnya semakin tertawa.


"Hahaha!. Aku harap semua kata-kata yang keluar dari mulutmu itu bukan sebuah omong kosong saja!" ucap Daniel ikut tertawa.


"Karena selama ini hanya saudara-saudara ku saja yang bisa membuat aku bersenang-senang dalam bertarung!. Setiap kami berperang, tak ada satupun kelompok yang bisa membuat aku bersemangat dan sebahagia ini dalam hal bertarung satu lawan satu. Mereka semua lemah, dan bahkan ada yang langsung melarikan diri saat mendengar nama Dark Shadow" timpal Daniel semakin terbawa suasana.


"Berarti aku orang pertama yang bisa membuatmu menikmati pertarungan ini?" tanya Jhonatan tertawa bahagia.


"Ya!. Kau orang pertama yang akan aku lenyap kan dengan perasaan bahagia!" jawab Daniel.


"Hahaha, aku tak sabar menantikan itu!. Tolong keluarkan semua kemampuan anda di pertarungan kita ini!. Aku pasti akan berada di atasnya!" ucap Jhonatan semakin sombong.