Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
GURU VS MURID


Setelah Takaoka pergi, kini yang menggantikannya adalah Daniel. Para murid-murid itu sangat senang kalau Daniel yang akan mengajari mereka karena mereka bisa lebih bebas jika bersama Daniel.


"Aku tidak yakin kalau anda bisa menjadi guru olahraga Sensei" ucap Hiroto mengejek.


"Kenapa? kau meragukan ku?" tanya Daniel tersenyum meremehkan.


"Aku ragu kalau Sensei bisa berolahraga" jawab Hiroto.


"Apa kau ingin bertanding basket?" tanya Daniel menantang.


"Sensei yakin?" tanya Hiroto balik.


"Apa wajahku terlihat seperti bercanda?" tanya Daniel lagi.


"Hahaha baiklah-baiklah. Tapi, jika Sensei kalah, Sensei harus mentraktir kami semua. Bagaimana?" tanya Hiroto menaikkan alisnya.


"Oke, deal" jawab Daniel tersenyum menerima tantangan dari Hiroto.


"Kalian semua bersiap-siaplah, kita akan makan enak hari ini" ucap Hiroto percaya diri.


"Hahaha, aku suka rasa percaya diri darimu itu" jawab Daniel tertawa senang.


Setelah sama-sama setuju, Daniel dan Hiroto bersiap-siap untuk segera melakukan pertandingan antara mereka berdua yang nampaknya akan menjadi tontonan yang menarik bagi mereka yang menyaksikannya.


Daniel membuka kemeja yang ia pakai dan hanya menggunakan singlet. Tubuh atletis Daniel menjadi pusat perhatian para siswi serta guru-guru yang berjenis kelamin perempuan.


Para wanita sangat tergila-gila melihat tubuh Daniel yang sangat bagus dengan otot-otot yang terbentuk indah di mata mereka. Sorak gembira terdengar oleh para siswi di sekolah itu. Mereka semua memanggil nama Daniel seakan sudah tergila-gila pada ketampanan serta tubuh atletis milik Daniel.


"Kenapa menjadi heboh?" tanya Gunpei sambil memperhatikan keadaan di sekelilingnya. Ia melihat banyak siswi yang keluar dari kelas mereka cuma untuk melihat Daniel yang begitu menggoda mereka semua.


"Kehebohan ini terjadi karena ulah Daniel Sensei" jawab Saki menyilang kan kedua tangannya.


"Daniel Sensei adalah sosok pria yang begitu di idam-idamkan. Selain tampan, ternyata bentuk tubuhnya begitu sempurna" sambung Ahim yang ikut terpesona.


"Ahim-San.." tegur Saki yang tak menyangka kalau sahabatnya itu ternyata menyukai Daniel. Namun Ahim seakan tidak mendengar perkataan dari Saki barusan, ia malah terus fokus melihat tubuh Daniel yang begitu menggoda mata mereka.


"Tcih!. Pamer tubuh" decak Hiroto merasa sedikit iri melihat tubuh gurunya yang begitu bagus.


"Hiroto-kun!!! kau harus menang!!" ucap Saki sedikit berteriak memberi dukungan.


"Berisik tau" tegur temannya Saki yang berada di sebelahnya sambil mengucek telinganya karena teriakan Saki barusan.


Tiba-tiba lapangan basket menjadi ramai oleh para murid-murid yang ingin menyaksikan kehebatan Daniel bermain bola tersebut dari jarak dekat.


"Kenapa kalian semua ke sini?, apa tidak ada pelajaran?" tanya Daniel pada para murid-murid lainnya.


"Tidak Sensei" jawab para siswi itu serentak.


"Kami ingin melihat Sensei" ucap salah satu siswi berteriak.


"My teacher is my husband" sambung siswi lainnya sedangkan Daniel hanya menggeleng mendengar pujian para murid-murid wanita itu.


"Sudahlah, kita mulai saja pertandingan ini Sensei" ucap Hiroto merasa sedikit jengkel karena Daniel yang menjadi pusat perhatian.


"Siapa takut" jawab Daniel tersenyum menantang.


Lalu salah satu murid Daniel datang sambil membawa bola basket dan sebuah peluit. Ia yang akan menjadi penengah atau wasit untuk pertandingan antara Daniel melawat Hiroto.


"Apakah sudah siap?. Sensei?, Hiroto-kun?" tanya siswa itu berdiri di tengah-tengah mereka berdua.


"Mulai saja" jawab Daniel tersenyum sambil bersilang dada.


Siswa itu meniupkan peluitnya sambil melemparkan bola basket tersebut ke arah atas pertanda pertandingan antara mereka berdua sudah di mulai.


Bola basket tersebut langsung menjadi rebutan mereka berdua. Awalnya bola basket itu berhasil di ambil oleh Hiroto, sedangkan Daniel hanya tersenyum sambil mencoba merebut bola yang ada di tangan Hiroto.


"Tidak buruk" ucap Daniel tersenyum memuji Hiroto yang mencoba melewati Daniel.


"Mungkin ini pertama kalinya Sensei akan kalah" ucap Hiroto tersenyum sambil mencari celah untuk melewati Daniel.


Daniel tersenyum, lalu ia mulai bergerak dengan lumayan cepat, dan tiba-tiba Daniel sudah berhasil merebut bola yang tadinya ada di tangan Hiroto. Mereka semua langsung terbelak setelah tau kalau bola yang tadinya ada di tangan Hiroto tiba-tiba sudah berpindah ke tangan Daniel dengan sangat cepat, Hiroto juga hanya bisa terdiam terpaku karena merasa terkejut karena bolanya sudah tak berada di tangannya lagi.


"Kenapa bisa?" gumam Hiroto tak menyangka.


Daniel hanya tersenyum kemudian berlari menuju keranjang basket milik Hiroto yang kosong itu. Lalu Hiroto mencoba mengejar Daniel yang sudah berlari menuju ke keranjang basketnya. Daniel langsung melompat dan ia berhasil memasukan bola basket itu ke dalam keranjang.


Daniel mengejek Hiroto karena ia berhasil mencetak angka di keranjang miliknya. Sedangkan Hiroto hanya tersenyum kesal karena gawangnya berhasil kebobolan. Sorak tepuk tangan juga langsung terdengar dari para pendukung Daniel, bahkan Haruka yang melihat pertandingan itu dari balik ruangan guru ikut senang melihat kehebatan Daniel.


"Yeah" gumam Haruka bertepuk tangan. Sedangkan Miu hanya tersenyum sambil menggeleng.


Daniel meninju dada Hiroto dengan lembut seakan-akan memberi semangat untuknya agar bisa mengalahkan Daniel dalam pertandingan basket tersebut. Hiroto tersenyum setelah mendapatkan pukulan dari Daniel barusan. Rasa semangatnya langsung membara untuk mengalahkan Daniel.


Daniel melemparkan bola basket ke arah Hiroto, dan Hiroto menangkap bola itu kemudian ia tersenyum menatap Daniel yang juga tersenyum menatap dirinya.


"Ayo kita lanjutkan, pertandingan belum selesai" ucap Daniel.


"Jangan nangis kalau kalah ya Sensei" jawab Hiroto yang masih tetap percaya diri.


"Jangan banyak bicara, sekarang mulai saja" ucap Daniel sambil memasang kuda-kuda.


"Yosh!!!" Hiroto bersemangat memantulkan bola basketnya sambil berusaha untuk melewati Daniel namun Hiroto masih belum bisa melewati Daniel yang sama sekali tidak ada celah untuknya.


"Tidak ada celah, bagaimana caranya aku melewati orang ini?" batin Hiroto sambil terus berfikir.


Namun lagi-lagi Daniel berhasil merebut bola yang ada di tangan Hiroto dengan mudahnya dan para siswi juga bersorak gembira karena kehebatan Daniel saat berhasil merebut bola basket yang tadinya ada di tangan Hiroto. Bahkan Daniel juga bisa melewati Hiroto dengan sangat gampang dan juga Daniel berhasil mencetak angka lagi.


"Yeaahh" sorakan dari para siswi menyambut kehebatan Daniel yang berhasil mencetak angka lagi.


Pertandingan terus berlanjut dan sesekali Hiroto juga bisa mencetak angka di keranjang milik Daniel. Sorakan dukungan terdengar dari kedua kubu. Mereka memberi dukungan penuh untuk Daniel dan Hiroto yang masih bertanding.


Peluit panjang dibunyikan pertanda pertandingan berakhir, dan pertandingan antara mereka berdua di menangkan oleh Daniel dengan selisih angka yang tidak terlalu jauh.


Daniel mendatangi Hiroto dan memukulnya lagi seperti yang ia lakukan tadi. Kemudian ia berkata dengan senyuman kagum.


"Hahaha, kau hebat juga. Baru kali ini aku hampir serius melawan seseorang" Daniel tertawa.


"Jika Sensei melawan aku dengan serius, mungkin Sensei akan kalah" jawab Hiroto tersenyum kemudian mereka berdua tertawa bersama.


"Baiklah, pelajaran untuk hari ini sudah berakhir, kembalilah ke kelas dan kalian juga kembali ke kelas masing-masing karena sebentar lagi juga jam pulang" ucap Daniel sambil melihat arloji miliknya.


Namun saat Daniel mengambil kemejanya, tiba-tiba segerombolan siswi mendatangi dirinya dengan minuman botol yang mereka ingin berikan untuk guru tampan mereka.


"Sensei pasti lelah, ini minum dulu" ucap salah satu siswi menyerahkan sebuah botol minuman yang terlihat sangat segar.


Para siswi itu terus mengerubungi Daniel dengan botol minuman yang ingin mereka serahkan pada Daniel, sampai-sampai membuat Daniel sedikit kewalahan menghadapi mereka.


"BUBAR! BUBAR!" tegur Saki yang merasa risih melihat gurunya tengah menjadi rebutan para siswi lainnya.


"Sensei!, anda juga harus kembali ke ruangan anda, pasti anda kelelahan" timpalnya menarik paksa tangan Daniel dan membuat siswi lainnya kecewa.


Saki terus menarik tangan Daniel berjalan menuju ke ruangan guru sambil menggerutu karena Daniel yang menjadi rebutan para siswi sekolah itu.


"Dasar tidak tau malu. Sensei juga kenapa tidak tegas?!, ingat anda sudah menikah dan sudah memiliki anak juga" ucap Saki menggerutu sambil terus menyeret Daniel. Sedangkan Daniel hanya tersenyum sambil menggeleng melihat siswinya yang begitu melindungi dirinya dari teman sekolahnya yang lain.