
Setelah hampir 1 Minggu Kevin terkapar dirumah sakit, dan hari ini adalah hari yang ia tunggu-tunggu. Ya, dia sudah di perbolehkan pulang oleh calon Kakak Iparnya itu.
Wulan juga membantu sang capung untuk berkemas dan tentu saja tak luput dari kata peperangan diantara kedua insan yang saling cinta.
"Udah belum?" tanya Wulan
"Sudah kucing kecil" jawab Kevin tersenyum manis
"Sekali lagi kamu senyum!, bogem mentah untukmu" ancam Wulan mengepalkan tangannya kearah Kevin
"Huh!, galak banget sih. Udah ketularan Kakaknya" jawab Kevin lirih
"Gak usah akting sok sedih gitu deh" ucap Wulan merasa jijik
"Hey!. Ayolah urusanku bukan untuk kalian berdua saja!" sela Leny geram menyilangkan kedua tangannya
"E..eh iya Kak" jawab Kevin gugup
"Kalau begitu ayo pulang!" ucap Leny tegas dan diikuti oleh Kevin beserta Wulan.
"Kamu jangan sampai membuat dia marah" bisik Wulan
"Apa kalian menceritakan Kakak kalian yang cantik ini?!, aku bisa dengar loh" ucap Leny terus berjalan tanpa menatap mereka yang berjalan di belakangnya.
"Ti..tidak Kak, kami tidak berani" jawab Kevin ketakutan
"Kevin. Lain kali kamu harus berhati-hati, jangan sampai sampai terluka seperti kemarin" ucap Leny lembut
"Iya Kak. Maaf sudah merepotkan kalian dan membuat kalian khawatir" ucap Kevin dengan raut wajah yang sulit diartikan
"Seharusnya aku yang berada di posisi kamu waktu itu" ucap Wulan sendu dan menundukkan kepalanya
Kevin tersenyum dan menepuk-nepuk kepala Wulan lalu berkata "Apa yang kamu katakan?, aku tidak akan membiarkan kucing kecilku ini sampai terluka"
"Terimakasih" lirih Wulan dengan suara yang pelan namun masih bisa di dengar oleh Kevin.
"Karena aku mencintaimu" ucap Kevin serius dan menatap lurus kedepan, kata-kata itu sukses membuat wajah cantik Wulan sampai memerah karena tersipu.
Tak lama kemudian mobil mewah pemilik rumah sakit tersebut sampai di tempat parkir, dan tentu saja untuk menjemput sang Istri cantiknya itu.
"Suamiku..." ucap Leny manja dan langsung memeluk Daniel
"Aku sangat merindukanmu Suamiku sayang" rengek Leny merangkulkan kedua tangannya pada leher Daniel
"Perasaan baru beberapa jam saja tidak bertemu, seperti bertahun-tahun saja" gumam Wulan
"Yaudah ayo kita pulang, yang lain sudah pada menunggu" ucap Daniel membukakan pintu untuk sang Istri
Mobil mewah Daniel keluar dari pekarangan rumah sakit miliknya dan segera menuju ke rumah mereka. Perjalan memakan waktu sekitar 1 jam lebih.
Setelah hampir 1 jam mobil mewah itu membelah jalan raya yang begtu padat menimpa ibukota, akhirnya mereka sampai juga di pekarangan rumah mewah milik Daniel.
Mobil-mobil para sanak saudara mereka sudah terparkir rapih di halaman luas milik sang pemimpin Dark Shadow itu.
Daniel memang sengaja meminta para kerabat dan keluarganya agar datang kerumahnya untuk membuat syukuran atas kesembuhan dan kepulangan Kevin.
Daniel sengaja tidak memberitahu tentang ini pada sang Adik, karena dia sangat paham bagaimana sifat sang Adik jika menyangkut acara untuk dirinya, tentu saja dia akan berkeras untuk menolak semua itu.
Kevin keluar dari mobil dan bertanya-tanya dengan apa yang ia lihat "Ada apa ini? kenapa mobil mereka semua ada disini?" gumam Kevin
"Kucing kecil, sebenarnya ini ada apa? kenapa banyak mobil di sini?" tanya Kevin menatap mobil-mobil kerabatnya
"Aku juga tidak tau, kan kita selalu bersama" jawab Wulan menaikkan kedua bahunya
"Apa yang kalian tunggu?!, ayo masuk!" ucap Leny menarik tangan Wulan.
"Ada apa ini Kak?" tanya Kevin menyelidik pada Daniel
"Ikut saja, sebentar lagi kamu juga akan tau" jawab Daniel santai
Setelah Daniel dan Kevin masuk kedalam rumah, mereka langsung di sambut oleh para keluarga yang sudah menunggu kepulangannya Kevin dari rumah sakit.
"Halo Kevin. Bagaimana keadaanmu saudaraku?" ucap Fauzi sambil memeluk Kevin
"Ya seperti yang kau lihat" jawab Kevin membalas pelukan dari Fauzi
Kevin melepaskan pelukannya dan berkata "Bukan itu yang ingin aku katakan. Zizi kenapa kamu ada disini?"
Fauzi memasang wajah seolah-olah tengah kecewa "Apa yang kau katakan saudaraku?, apa aku tidak boleh datang untuk bertemu dengan saudara seperguruan?"
"Bukan itu maksudku Zizi, aku hanya bingung. Mengapa kalian semua berada di rumah Kak Daniel?" tanya Kevin memandangi seluruh kerabatnya
"Huuuhuuu.. Anak Ibu" ucap Rani sedih dan memeluk Kevin
"Kami datang untuk merayakan kesembuhanmu nak" jawab Leo menepuk pundak Kevin
"Ini semua tidak perlu Ayah. Ini terlalu berlebihan" ucap Kevin mencoba menolak
"Huuuu. Mengapa kamu berkata seperti itu sayang?. Wajar kami berbuat seperti ini, karena kamu juga Anak Ibu" ucap Rani berpura-pura sedih
"Apa kamu mau membuat Ibumu sedih nak?" tanya Leo mengelus punggung Rani
Kevin menghela nafasnya dan berkata "Baiklah-baiklah. Ibu jangan sedih lagi ya" Kevin memeluk Rani.
Begitulah Kevin. Jika sudah menyangkut tentang Ibunya, pasti hatinya yang keras seperti batu itu akhirnya luluh juga kalau melihat sang Ibu sampai bersedih, dan itu juga sudah menjadi senjata andalan Rani untuk memenangkan apa yang akan ia ingin berikan pada Kevin.
Meski hanya sebagai Anak angkat, Rani dan Leo juga sangat menyayangi mereka layaknya seperti darah daging mereka sendiri. Apapun akan mereka lakukan demi menjaga dan membuat keempat Anak angkat mereka bahagia.Terutama untuk Wulan anak perempuan mereka satu-satunya.
"Yaudah ayo kita makan dulu" ucap Rani menarik tangan Kevin
Acara syukuran mereka berjalan dengan lancar dan sangat bahagia bagi keluarga besar Daniel. Kini para pria tengah duduk santai di teras rumah di temani secangkir kopi dan juga beberapa kue untuk menemani obrolan santai mereka.
"Setelah kematian Eko, setidaknya kita sudah bisa bernafas lega" ucap Leo sembari menyeruput kopinya
"Iya Ayah, sebenarnya aku masih belum puas kalau belum memusnahkan seluruh orang-orang yang berada di jalan kegelapan" ucap Daniel sambil menikmati sebatang rokoknya.
"Kak, memang niatmu bagus. Namun kita juga tidak bisa mewujudkan itu. Kita hanya seorang manusia yang menjalankan semua skenario yang telah Tuhan atur untuk kita" ucap Fauzi
"Wah dengaren Adikku bisa berkata dengan bijak" puji Rian memukul kepala Fauzi
"Kau benar Zi. Terkadang aku juga berfikir kenapa Tuhan menciptakan seorang manusia yang memiliki hati yang busuk dan licik" ucap Riski
"Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Dia memiliki akal dan pikirannya sendiri, memiliki *****, dan banyak orang-orang yang melakukan segala cara demi untuk mencapai keinginan mereka, meski mereka tau kalau itu adalah jalan yang salah" ucap Daniel
"Dan kita sebagai manusia yang menjalankan semua itu harus pandai-pandai menggunakan akal dan pikiran kita, jangan sampai bisikan setan bisa merusak kekokohan hati murni yang kita miliki" timpal Daniel.