Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MEMELIHARA ANAK BUAH YANG BODOH


Leny menyeret sang Suami untuk masuk kedalam kamar mereka, dan Leny langsung mengunci pintu kamar itu membuat Daniel menjadi bingung dengan apa yang akan di lakukan sang Istri terhadapnya nanti.


Telinga kanan milik Daniel masih terasa panas karena jeweran dari sang Istri tadi. setelah mendapatkan hukuman dari Leny, Daniel di suruh sang Istri untuk duduk di ranjang dan mulai mengintrogasinya.


Saat Leny ingin menanyakan sesuatu, tiba-tiba ponsel milik Daniel berdering karena ada pesan yang masuk. Ketika Daniel membuka pesan tersebut, ternyata dari Fauzi yang memberi tahu soal kelompok Rembulan Hijau.


Daniel tersenyum setelah menerima pesan dari sang Adik, dan membuat Leny semakin curiga dibuat olehnya.


"Siapa?. Kok sampe senyum-senyum begitu?" tanya Leny menyelidik


Daniel menepuk ranjang di sebelahnya untuk menyuruh sang Istri agar duduk disebelahnya. Namun Leny justru malah duduk di pangkuan sang Suami tercinta dan membuat Daniel sedikit terkejut.


"Ini pesan dari Adikmu Fauzi" jawab Daniel menjelaskan dan menunjukkan sebuah pesan dari layar ponselnya.


Leny membaca pesan tersebut dengan kening yang berkerut dan ia berkata "Siapa Rembulan Hijau?, apa kamu punya masalah dengan mereka?"


"Sebenarnya Nenek tadi memintaku untuk merahasiakan masalah ini padamu Honey" jawab Daniel


"Tapi sepertinya hal itu sulit untuk dirahasiakan dari Istriku yang Nakal ini" timpalnya


"Jadi, bisakah kamu jelaskan siapa mereka" tanya Leny menggoda sang Suami dengan membelai bibir Daniel menggunakan jari telunjuknya


"Tadi sewaktu Aku menemani Nenek belanja ke pasar, ada sedikit inside. Kelompok itu membuat keributan di sana" jawab Daniel menjelaskan


"Lalu?" tanya Leny semakin penasaran


"Mereka mencuri dompet seorang pengunjung di sana, dan Aku mengetahuinya" jawab Daniel


"Mereka tak terima dan ingin melakukan sesuatu terhadap Suamimu ini" timpal Daniel


"Lalu apa yang kamu lakukan terhadap kecoa-kecoa itu?" tanya Leny lagi


"Awalnya aku hanya memperingatkan mereka, namun emosiku di buat naik oleh mereka karena salah satu dari mereka membentak Nenek" jawab Daniel geram mengingat kejadian waktu di pasar tadi.


"Aku mematahkan tulang tangan salah satu dari mereka dan ada juga yang kubuat putus pergelangan tangannya" timpal Daniel


"Kenapa gak kamu langsung bunuh saja?" tanya Leny dengan nada seperti kecewa


"Disana ada Nek Ani, gak mungkin aku melakukan hal seperti itu Istriku" jawab Daniel menjelaskan


"Iya juga ya" ucap Leny dan sang Suami hanya menggeleng saja


Daniel menguap dan berkata "Sayang, aku lelah. Ayo kita istirahat sebentar"


Leny mengangguk dan tersenyum "Ayo Suamiku, tapi aku ingin tidur di atas tubuhmu"


"Lakukanlah Istriku, yang penting kamu nyaman" jawab Daniel tersenyum dan mencium kening Leny


Daniel berbaring di atas kasur lalu sang Istri langsung menindih tubuh Daniel dan mulai memejamkan mata.


Bagi Leny tidur dengan cara seperti itu membuat dirinya sangat nyaman dan hangat. Meski Daniel harus menahan bobot sang Istri yang semakin bertambah dengan adanya bayi mereka dalam rahim sang Istri.


_________________________________


"Aku akan mengubungi pria yang bernama Daniel besok" gumamnya


"Kita lihat siapa yang kuat di antara kita berdua" ucapnya lagi.


Seorang pria yang menyandang gelar sebagai bos di daerah tersebut semakin tak sabar untuk mengadu kekuatan antara dia dan pria yang bernama Daniel itu.


Dia juga sampai menyuruh anak buahnya untuk mencari informasi tentang Daniel agar dia bisa tau kelemahan pria itu, namun sayangnya informasi tentang Daniel tak bisa di cari karena begitu rahasia.


"Siapa pria ini?. Baru kali ini aku tidak bisa mendapatkan informasi dari musuh" ucap pria itu sambil meminum minuman kalengnya.


"Atau aku yang telah memelihara Anak buah yang bodoh?" timpalnya


____________________________


Keesokan harinya...


Daniel sedang menemani sang Istri yang tengah joging di sekitaran kompleks rumah Nek Ani. Tak hanya Daniel dan Leny yang melakukan olahraga pagi itu. Ternyata banyak juga beberapa orang yang tinggal di kompleks itu yang melakukan olahraga pagi.


Banyak pasang mata dari wanita-wanita muda yang terfokus pada sosok lelaki tampan yang tengah menggandeng tangan dari seorang Ibu yang tengah hamil tua itu. Wanita-wanita muda itu mengagumi sosok Daniel yang menurut mereka, pria tampan itu adalah sosok Suami idaman para wanita. Tak hanya tampan, dia juga begitu sangat memanjakan wanita yang tengah hamil tua itu.


"Lihat itu tampan banget ya" ucap salah satu wanita muda yang tengah joging


"Itu kan Leny Wijaya?" ucap temannya


"Eh iya ya. Apa jangan-jangan pria tampan itu adalah Suaminya?" tanya temanya yang lain


"Ayo deh kita kesana, aku nge-fans banget sama Kak Leny" ucap temannya


"Yuk!" ucap mereka berbarengan dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke tempat Daniel dan Leny berada


"Ha..halo Kak Leny, se.. selamat pagi" ucap salah dari 4 wanita muda itu dengan nada nerfes.


"Eh, iya pagi juga" jawab Leny tersenyum ramah


"Kak!. Aku nge-fans banget sama Kakak loh" ucap salah satu wanita itu antusias


"Benarkah?, wah terimakasih deh" jawab Leny ramah


"Oh iya Kak. Pria tampan yang berada di samping Kakak itu Suami Kakak ya?" tanya salah satu wanita yang sangat mengidolakan sosok Leny


"Iya. Dia Suamiku" jawab Leny bangga


"Wah kalian begitu cocok deh" ucap wanita itu


"Hehehe terimakasih" jawab Leny tersenyum bahagia


Disaat para wanita itu tengah berbincang-bincang dengan sosok Idola mereka, tiba-tiba ponsel milik Daniel berdering dan membuat Daniel mengerutkan keningnya melihat sebuah nomor baru tengah melakukan panggilan telepon.


"Siapa ini?" gumam Daniel


"Siapa Suamiku?" tanya Leny penasaran


Daniel menggelengkan kepalanya dan menjawab "Aku juga gak tau Honey"


"Yaudah aku angkat dulu. Mbak-mbak cantik, tolong jaga Istri saya ya" timpal Daniel lalu menjauh dari mereka untuk mengangkat teleponnya


"Kalau boleh tau, kapan Kakak menikahnya? kok gak ada tersebar di berita atau sosial media?" tanya salah satu fansnya merasa penasaran


"Satu tahun yang lalu. Kalau masalah pernikahanku memang di rahasiakan, aku juga gak tau karena itu permintaan dari Suamiku" jawab Leny memang tak tau mengapa pernikahan dia dan Daniel harus di rahasiakan


"Tapi aku yakin, kalau Suami Kakak adalah sosok lelaki yang setia dan sangat menyayangi Kakak sebagai Istrinya" ucap wanita itu membela Daniel.


"Iyapz!. Yang kalian katakan itu memang benar" jawab Leny mengacungkan jempolnya dan membuat mereka semua tertawa


_____________________________


"Halo tuan Daniel" ucap seorang pria secara ramah di seberang sana


"Ya!. Maaf anda siapa?" tanya Daniel santai


"Panggil saja aku Macan Lapar" jawab pria tersebut


"Hahaha lapar?, udah berapa tahun kau tidak di beri makan oleh tuanmu?" tanya Daniel tertawa meledek


"Hahaha, lucu-lucu. Tapi maksud saya menelepon tuan bukan itu" ucap pria itu serius


"Apa yang kau mau?" tanya Daniel tak kalah serius


"Saya ingin bertemu dengan tuan" jawab pria itu


"Atas dasar apa anda mengajak saya untuk bertemu?" tanya Daniel menyelidik


"Anggap saja untuk sebuah adu ilmu diantara kita" jawab pria itu santai dan terkekeh kecil


"Jika aku menolak?" tantang Daniel


"Maka aku anggap tuan pengecut, dan aku akan terus menerus meneror anda" ucap pria mengancam


"Uhh takut!!" jawab Daniel meremehkan


pria itu langsung mematikan teleponnya dan membuat Daniel tersenyum sinis menanggapinya.


"📨 temui aku di gedung Xx di daerah selatan 📨"


"Ni bocah memang nyari perkara" gumam Daniel tersenyum psikopat..