Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
AYU FITRIANI


Leny terus saja melahapnya tanpa mendengar perkataan suaminya itu, bahkan sampai 3 gelas ice cream telah dia habiskan, dan selesai setelah menghabiskan 5 gelas ice cream


"*H*uu akhirnya" ucap Leny lega


"*K*amu kenapa sih sayang? mengapa meminta hal yang aneh-aneh hari ini?" tanya Daniel


"*A*ku juga tidak tahu suamiku" jawab Leny


Setelah banyak makan, tiba-tiba Leny merasa mual dan berlari ke toilet


Daniel menjadi panik melihat istrinya seperti terkena sakit. Leny sudah lama di dalam toilet dan tak kunjung kembali


"Aduh kamu kok lama banget sayang?" Daniel bertanya pada diri sendiri


Daniel terus menunggu istrinya dan dia semakin panik karena sudah 15 menit Leny belum juga kembali


"Apa yang terjadi dengan kamu sayang?" timpal Daniel


Tak lama Leny pun kembali dan dalam keadaan lemas seperti terkena sakit


"Kamu kemana saja sayang? mengapa lama sekali?!" tanya Daniel panik


"A..aaku dari tadi mual-mual suamiku" jawab Leny lemas


"Apa kamu sakit?, atau terlalu banyak makan makanan yang tadi?" tanya Daniel sedikit marah


"Sayang tolonglah jangan marah, aku sudah lemas" timpal Leny


"Yaudah kalau begitu kita pergi ke dokter, aku tak ingin kamu kenapa-kenapa" tegas Daniel


Leny mengiyakan perkataan Daniel dan menurut dengan perkataan suaminya itu,. setelah selesai mengurus bil ice cream yang di makan Leny tadi, mereka berdua langsung pergi menuju rumah sakit


"Sayang tolong lebih cepat, perut aku sakit banget, seperti ingin muntah" ucap Leny lemas


"Sabar ya istriku, lain kali kamu jangan makan sembarangan lagi ya" timpal Daniel mengelus kepala Leny


Leny mengangguk dan tersandar ke bahu Daniel, tak lama kemudian Leny tertidur Daniel memandangi istrinya yang sedang tertidur pulas


Tepat 15 menit mereka berjalan dan akhirnya menemukan sebuah rumah sakit, Daniel langsung menuju rumah sakit itu, namun Leny masih tertidur, dan akhirnya Daniel menggendong Leny masuk ke dalam rumah sakit


Lalu seorang suster menghampiri Daniel dan bertanya tentang keadaan istrinya


"Selamat siang mas, kalau boleh saya tau ada apa dengan istrinya ya?" tanya suster itu


"Saya juga tidak tau sus, tadi setelah makan makanan seperti rujak, ice cream, dan bakso bakar,. dia tiba-tiba mual dan muntah-muntah" jawab Daniel menjelaskan


"Mari kita bawa ke ruangan" timpal suster itu


Daniel menggendong Leny menunjuk ke ruangan dokter, dan di sana sudah ada dokter cantik dan bertubuh sempurna bagi seorang wanita pada umumnya


"Tok, tok, tok" (*suara mengetuk pintu*)


"Masuk" ucap Ayu (dokter)


"Dok ini saya ada membawa pasien, dan kelihatannya perutnya sedang mengalami sesuatu" suster itu menjelaskan


"Kalau begitu silahkan letakkan di atas ranjang" timpal dokter ayu tanpa melihat Daniel dan Leny


Daniel langsung menidurkan Leny di atas ranjang, dan saat ayu menatap Daniel, ternyata mereka saling kenal


"Daniel!?" teriak ayu


"Ini aku ayu, teman SD kamu" ucap ayu menjelaskan


"Oo ayu, yang sering membantuku ketika Ronny menggangguku kan" tanya Daniel tertawa


"Haha iya, ternya kamu masih mengingatnya" ucap ayu tersenyum


"Wah sekarang kamu semakin tampan dan tubuh kamu bagus sekali idaman para wanita" timpal ayu tersipu


"Hehe.. kamu juga semakin cantik, dan menjadi dokter hebat" ucap Daniel tersenyum


"Ah kamu juga sepertinya sudah menjadi lelaki hebat" puji Ayu


"Tidak-tidak, aku masih tetap yang dulu kok" jawab Daniel tersenyum


Sebenarnya sejak SD Ayu sudah menyukai Daniel karena ketika Ayu sedang di usik oleh Ronny cs Daniel datang menolongnya, oleh sebab itu Ronny menjadi membenci Daniel dan justru menindasnya, dan walau sudah tidak bertemu selama 14 tahun, Ayu masih memiliki perasaan terhadap Daniel. Namun sayangnya Ayu belum mengetahui kalau wanita yang Daniel bawa itu adalah istrinya.


Saking asyiknya mengobrol, sampai lupa terhadap Leny yang sedari tadi menahan sakit


"Su...sudah selesai reunian nya?" tanya Leny cemberut


"Ee..eh iya maaf" ucap Ayu menatap Leny dan terkejut


"Ka..kamu kan Leny Wijaya kan? aktris cantik terkenal" tanya Ayu terkejut


"I..iya dok itu aku" jawab Leny menahan sakit


"Lalu apa hubungannya kamu dengan Daniel?" tanya Ayu lagi


"Dia suami aku dok" timpal Leny tersenyum tipis


"A..apa?! benarkah itu?" Ayu bertanya ke Daniel


(*Daniel mengangguk dan tersenyum*)


"Iya kami suami istri" jawab Daniel


Ayu tidak percya dengan pernyataan ini, dan dia menjadi cemburu karena lelaki yang selama ini ia cintai ternya telah menikah dengan wanita lain, namun jika itu memang benar Ayu harus merelakan itu demi kebahagiaan Daniel..


"Wah selamat ya" ucap Ayu tersenyum


"Bisakah dokter memeriksa saya?" tanya Leny


"Baiklah saya akan memeriksanya" jawab Ayu memakai stetoskopnya


Ayu memeriksanya sampai ke area perut, dan menurutnya seperti ada yang aneh di dalam perut Leny, dan Ayu mengambil alat pemeriksa rahim dan ternyata ada sosok janin yang berusia 2 Minggu


"Apa kamu sudah lewat masa haid?" tanya Ayu


"Sepertinya ini sudah lewat seminggu saya telat datang bulan dok" Leny menjelaskan


"Kalau begitu ini sudah di pastikan ada janin di rahim kamu" timpal Ayu


"A....aapa? maksud kamu istriku sedang mengandung?" tanya Daniel terkejut


(*Ayu mengangguk*)


"Selamat ya kalian akan menjadi ayah dan ibu" ucap Ayu tersenyum dan menahan cemburu