Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
HADIAH UNTUK RISKI


Nurul dan Novi hadir bersaman dalam pernikahan Windy dan Riski. Kedatangan mereka berdua langsung menjadi sorotan para tamu undangan


Leny menghampiri mereka


"Akhirnya kalian sampai juga"


Novi menjawab


"Sembarangan, tentu saja aku akan datang lebih awal"


Nurul berkata


"Benar, aku juga sangat merindukan saat-saat kita yang dulu pada masa kuliah"


Mereka bertiga mendekati Windy, dan Windy langsung memeluk Novi dan Nurul karena sudah lama tidak bertemu


Novi bertanya


"Mengapa kamu tidak hadir waktu itu?"


"Maaf sayang sayangku, aku sibuk mengurus semua persiapan untuk pernikahanku"


Riski berbisik kepada Windy, dia mempertanyakan siapa dua wanita itu. Karena baru pertama kalinya mereka bertemu dengan Riski.


Windy menjelaskan kepada suaminya kalau kedua wanita cantik itu adalah sahabatnya waktu masa kuliah.


Novi mendekati Daniel dan berbisik


"Jangan lupa janji kamu"


Daniel tersenyum dan mengangguk. Melihat Novi yang tiba-tiba mendekati Daniel, membuat Leny menjadi penasaran. Dia mendekati Daniel dan bertanya apa yang sedang mereka bicarakan tadi


"Apa yang Novi katakan?!" wajah Leny cemberut


Daniel menggodanya dan menjawab


"Tadi dia berkata kalau aku sangat tampan hari ini"


Mata Leny menatap Daniel dengan tajam dan dia berkata


"Tidak mungkin Novi seperti itu, kamu jangan terlalu geer deh suamiku"


"Haha. Apa yang aku katakan itu benar istriku"


Leny mengepalkan tangannya


"Kamu mau di bogem mentah oleh singa betina?!"


Daniel tertawa dan memegang perut Leny


"Sayang, lihat bunda kamu itu, ayah mau di bogem bunda"


Leny menjawab


"Jangan dengarkan ayah kamu sayang, soalnya ayah kamu nakal"


Wulan mendekati Daniel dan Leny


"Ada apa dengan kalian berdua? bertingkah seperti anak kecil"


Leny cemberut dan berkata


"Lihat itu kakak kamu sudah mulai nakal"


Wulan segera pergi dan melambaikan tangannya lalu menghampiri ayah dan ibunya lagi. Dia mengatakan kalau tak ingin ikut campur dalam urusan kakaknya


Hari bahagia Riski dan Windy berjalan dengan sangat lancar, ini semua karena Daniel yang mengambil alih soal keamanan. Dan dia meminta bantuan kepada Ronny.


Para tamu undangan terus berdatangan, itu membuat Riski dan Windy tak henti-hentinya menjabat tangan seluruh tamu undangan yang hadir.


"Ramai sekali yang hadir, aku lelah berdiri terus" bisik Riski


Windy menjawab


"Ini karena papa dan mamaku sayang. Mereka mengundang beberapa orang dari negara luar"


Ditengah keramaian tamu undangan, beberapa pemimpin perusahaan ternama yang berada di berbagai negara. Ternyata ada yang sangat mengenali Daniel bahkan ada yang ingin menjadikan Daniel sebagai menantu mereka.


Tiba-tiba seseorang pria paruh baya mendekati Daniel dan berkata


"Wah ternyata ada tuan muda"


Daniel mengenali sosok pria tua itu, dia adalah Lucas Alexander. salah satu pemilik saham batu bara di Indonesia, kekayaannya sudah tidak diragukan lagi. Dia memiliki seorang anak gadis cantik yang masih berusia 22 tahun, dan dia berharap Daniel akan mau mempersunting putrinya.


"Tuan Alexander, apa kabar?"


Lucas sedikit membungkuk dan menjawab


"Baik tuan muda. Suatu kehormatan bagi si tua ini bisa bertemu dengan tuan muda lagi"


Leny memandangi pria tua itu, ternyata dia sangat mengenali sosok orang yang bernama Lucas Alexander. Siapa yang tidak mengenalinya?, bahkan banyak pemimpin besar sangat hormat dan segan kepada Lucas. Namun berbeda dengan Daniel, sebab itu Leny sangat heran mengapa seorang Lucas bisa menundukkan kepalanya kepada suaminya.


"Siapa wanita yang berada di sampingmu itu tuan?"


Lucas menarik anaknya dan berkata


"Ini anak gadis saya tuan"


Wanita itu menjulurkan tangannya


"Halo aku Rika Alexander"


Daniel tersenyum


Lucas memandangi Leny dan bertanya


"Maaf tuan muda, siapa wanita yang ada di sebelah anda?"


Daniel merangkul Leny dan berkata


"Ini istriku Leny"


Lucas terkejut dan matanya seakan ingin keluar, dia sangat syok karena mendengar Daniel sudah beristri.


"O..oh iya" Lucas tersenyum


Lucas langsung terdiam saat mengetahui kalau Daniel sudah menikah, dan impiannya untuk menjodohkan anaknya telah gagal. Rika yang sudah jatuh cinta saat pertama kali melihat Daniel pun merasa sangat kecewa.


Saat Lucas sedang termenung, tiba-tiba datang lagi sosok pria tua yang menghampiri mereka. Saat pria itu tiba, Daniel langsung menyambutnya


"Wah ternyata tuan Dimas juga di undang ya" Daniel tersenyum dan menatap Dimas


Dimas melihat asal suara itu, dan dia langsung terkejut. Tubuhnya langsung membungkuk dan memberi hormat kepada Daniel


"Eh ternyata ada tuan muda juga di sini, maafkan saya karena tidak melihat anda"


Daniel tersenyum dan melambaikan tangannya


"Tidak masalah pak tua. Dimana si anak manja itu?"


Dimas gugup dan menjawab


"A..aku sudah menghukumnya tuan, maafkan perbuatan kami pada waktu itu tuan. Dan maafkan juga aku telah membuat nyonya muda sampai sakit hati"


Daniel mendekati Dimas dan memegang pundaknya


"Tidak masalah tuan, aku hanya memberikan pelajaran kecil saja untuk kalian, agar tidak terlalu membanggakan harta yang kalian miliki. Tenang saja aset kalian sudah aku kembalikan seperti semula"


Dimas menatap Daniel, matanya berkaca-kaca dan dia langsung bersujud di kaki Daniel


"Terimakasih tuan muda, terimakasih kasih nyonya atas kemurahan hati kalian berdua"


Daniel membangunkan Dimas dari kakinya


"Sudah jangan seperti ini pak tua. Aku hanya minta satu hal, jangan sombong lagi, ingat di atas langit masih ada langit"


Dimas tunduk dan berkata


"Iya tuan muda, aku akan mengingatnya"


Leny semakin bingung dengan identitas dari suaminya, siapa sebenarnya Daniel? mengapa orang-orang yang memiliki nama yang sangat besar begitu tunduk kepada dia, bahkan Dimas yang tadinya sangat sombong langsung berubah menjadi sangat sopan terhadapnya.


Hari sudah malam, dan para tamu undangan sudah pada pulang. Kini hanya tinggal keluarga mereka saja yang berada di dalam gedung pernikahan.


Daniel mendekati Riski dan memberikan sebuah amplop kepadanya, lalu Daniel memeluk Riski dan mengucapkan selamat kepadanya.


"Apa ini?, mengapa kamu harus memberikan aku hadiah?"


Daniel tersenyum dan berkata


"Kalau kau tidak mau, maka berikan untuk istrimu saja"


Riski memberikan amplopnya kepada Windy, awalnya Windy ingin menolaknya, namun dipaksa Leny untuk menerimanya. Walaupun Leny juga tidak tahu apa yang di berikan oleh suaminya itu.


Rani menyuruh Windy untuk membukanya, ketika saat Windy membuka isi amplopnya. Matanya langsung terbuka lebar, tangannya gemetaran karena melihat isinya.


"Ada apa sayang? mengapa kamu seperti terkejut begitu?"


Windy menyerahkan amplop itu dan dia gugup


"Ka..kamu lihat saja sayang"


Riski melihat sebuah cek yang bertuliskan jumlah uang. Saat melihat angkanya, Riski pun diam dan terpaku


"Du..dua ratus lima puluh milyar?"


Semua orang terkejut kecuali Leo dan Rani. Karena bagi mereka uang segitu hanya uang jajan untuk Daniel ketika remaja, jadi mereka tidak terlalu memikirkan itu.


"Kamu tidak main-main?, ini sangat banyak Daniel?"


Daniel menggelengkan kepalanya


"Tidak dong, kamu kan saudaraku"


Leny yang tidak tahu dari pemberian Daniel, dia pun hanya diam saja. Dia tak percaya bahwa suaminya memiliki harta yang begitu banyak. Siska tak bisa berdiri mendengar jumlah yang Riski ucapkan tadi, termasuk juga Yuni yang sangat syok mendengarnya.


Rani mendekati Riski dan memberikan sebuah kotak kecil


"Ini dari ibu kamu sayang"


Riski menjawab


"Tidak perlu bu, dengan hadirnya ibu saja sudah menjadi hadiah terbaik untukku"


Rani mencubit pipi Riski dan berkata


"Tidak sayang, ini kan hari bahagia kamu, jadi ibu juga ikut bahagia dan harus memberikan hadiah juga"


Riski tersenyum dan terpaksa menerimanya


"Bolehkah Riski membukanya bu?"


"Tentu saja sayang" Rani tersenyum


Riski membuka kotak kecil itu dan melihat isi yang ada di dalamnya, ia juga sangat terkejut karena melihat sebuah kunci mobil dan dua tiket pesawat untuk berlibur ke Hawai.