Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
KEBENARAN DARI RAHASIA DARK SHADOW


Daniel sangat terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Dion. Ia bingung dengan apa yang terjadi, karena selama ini yang ia tau dari penyebab kematian dari kedua orang tuanya adalah perbuatan dari Black Dragon.


Namun saat Dion mengamuk dan menuduh kalau Mario lah yang di balik semua hal luka yang mereka alami selama ini, membuatnya menjadi diam saja.


"Apa yang baru saja kau katakan Dion?" tanya Daniel dengan nada dinginnya dan tangannya masih menahan tangan sang Adik.


Leo yang melihat kedua putranya berdebat hanya bisa menghela nafas panjang, seakan-akan ia mengetahui semuanya.


"Pria tua busuk inilah yang menyebabkan kematian kedua orang tua kita Kak" jawab Dion menjelaskan.


"Tapi kita berdua sudah tau kalau kematian dari Papa dan Mama adalah perbuatan Black Dragon. Bagaimana mungkin si tua ini adalah pelakunya?" tanya Daniel kebingungan.


"Beberapa waktu yang lalu, aku bermimpi, dan di dalam mimpi itu aku bertemu dengan Kakek dan Papa. Kakek menceritakan semuanya, penyebab Papa dan Mama meninggalkan kita adalah perbuatan pria busuk ini Kak" jawab Dion.


Mendengar itu Daniel hanya diam saja. Perlahan tangannya melepaskan genggamannya pada tangan Dion. Lalu ia menjatuhkan tubuhnya yang di tahan dengan kedua dengkulnya. Ia mengacak-acak rambutnya secara kasar serta berteriak sekuat-kuatnya.


"ARKKKHHHHHHH!!!!" teriak Daniel penuh emosi.


"King..." lirih Gira memanggil Daniel dari kejauhan.


"Kakak" lirih Wulan Khawatir.


Daniel terus berteriak sambil tangannya memukul-mukul lantai hingga membuat tangannya terluka dan darahnya membasahi lantai tersebut.


Setelah ia memukul-mukul lantai, Daniel langsung bangkit. Akan tetapi ia hanya diam saja dengan tangan kanannya mengepalkan tinju dengan penuh rasa amarah.


Semua orang yang melihat tingkah Daniel hanya bisa terdiam dan menelan ludahnya secara kasar. Karena setelah sekian lama mereka tidak melihat Daniel seperti itu.


"Kak" ucap Kevin khawatir.


"Sepertinya sudah waktunya Ayah mengatakan semuanya" ucap Leo setelah ia menghela nafasnya lagi.


"Apa maksud Ayah?" tanya Daniel dengan nada dinginnya.


"Kamu yang tenang dulu nak, jangan biarkan emosi mengotori pikiran kamu" ucap Leo mencoba menenangkan Daniel.


"Tolong Ayah jelaskan semuanya. Jangan ada rahasia lagi" pinta Daniel dengan tatapan dinginnya menatap lurus ke depan.


"Baik, akan Ayah jelaskan semuanya. Tapi kamu harus bisa mengontrol emosi kamu terlebih dahulu, cerna semua apa yang Ayah jelaskan nanti" ucap Leo mencoba untuk menenangkan Daniel.


"Semua tergantung dari apa yang Ayah jelaskan nanti" jawab Daniel dengan nada dinginnya.


"Mario dulunya adalah anggota Dark Shadow juga. Ayah dan dia adalah dou yang menggemparkan dunia bawah tanah pada masa itu. Tak ada yang bisa mengalahkan kami berdua pada waktu itu" jawab Leo menjelaskan.


"APA?!" mereka semua terkejut saat mendengar jawaban dari Leo barusan. Namun tidak dengan Daniel, ia hanya terdiam dan terus mendengar penjelasan dari sang Ayah.


"Pak tua itu adalah bagian dari Dark Shadow?" tanya Hyuga terkejut.


"Apa Kakak tidak pernah mengetahuinya?" tanya Fauzi pada Rian.


"Tidak, selama ini aku tidak pernah mendengar kalau Mario adalah pasangan duo dari tuan Leo" jawab Rian menggeleng.


"Yang mengetahui rahasia ini hanya Ayah, Kakek kalian, Nenek Kalian, Papa kalian, dan juga Ibu kalian Rani" jawab Leo menjelaskan.


"Sedangkan Rian bergabung dengan Dark Shadow setelah Kakek, Nenek, dan Papa Mama kalian telah tiada" timpalnya.


"Kenapa Ayah menyimpan rahasia sebesar ini pada kami semua?!" tanya Wulan marah.


"Dengan berkhianat nya Mario dari Dark Shadow, membuat luka mendalam pada Kakek dan Nenek kalian. Dulu Kakek dan Nenek kalian sangat menyayangi Mario, mereka menganggap Mario seperti putra mereka sendiri. Namun, ketika Mario berkhianat dari mereka, itu membuat Kakek dan Nenek kalian terluka, hingga membuat penyakit jantung Kakek kalian kambuh sampai harus mengalami koma yang cukup lama" jawab Leo menjelaskan.


"Setelah Mario pergi dari Dark Shadow, Ayah memutuskan untuk merahasiakan semuanya" timpalnya.


"Namun, Nenek kalian mendengar semua apa yang Ayah katakan. Nenek kalian langsung melarang Ayah untuk melakukan semua niat Ayah itu. Ia berkata, jika Ayah melakukan apa yang Ayah niatkan, maka Nenek kalian tidak akan mau menganggap Ayah sebagai Anaknya lagi. Meskipun Mario telah membuat Kakek dan Nenek kalian terluka, mereka masih tetap menyayanginya" Leo terus menjelaskan.


"Apa penyebab pria tua itu berkhianat tuan?" tanya Gira penasaran.


"Dia mengetahui kalau Papanya Daniel yang akan menjadi penerus dari Dark Shadow" jawab Leo.


"Mendengar itu membuat Mario merasa tidak terima. Karena menurutnya Papanya Daniel itu lemah dan tidak pernah mau jika di ajak untuk berlatih. Kak Elang justru lebih memilih belajar untuk menjadi dokter yang hebat seperti cita-citanya selama ini" timpalnya.


"Padahal ia tak pernah tau kalau Kak Elang itu lebih kuat dari kami berdua. Bahkan ilmu yang ia miliki sudah melebihi Kakek kalian. Namun ia tak ingin menerima tawaran dari Kakek kalian" tambahnya.


"Aku tidak pernah tau kalau Papa jauh lebih hebat dari Kakek" ucap Daniel menundukkan kepalanya.


"Papa kalian adalah seorang yang paling jenius yang pernah di miliki Dark Shadow. Dialah yang mengatur strategi yang kuat dalam Dark Shadow ketika melakukan sebuah peperangan melawan kelompok-kelompok lain" ucap Leo


"HA...HA...HA.." tawa Mario yang sedari tadi masih di cekik oleh Dion.


"Apa yang kau tertawakan pak tua?!" tanya Dion geram sambil memperkuat cengkraman nya.


"Hentikan omong kosong mu itu Leo. Jangan terus-terusan membanggakan Kakakmu yang tidak berguna itu!" ucap Mario sambil mencengkram lengat Dion yang tengah mencekik lehernya.


Tiba-tiba lengan Dion terasa sangat panas dan perlahan-lahan cengkraman tangannya pada leher Mario mulai mengendur.


"Kenapa tanganku tiba-tiba terasa sangat panas?!" tanya Dion mencoba menahannya.


"Hey bocah!. Jangan pernah bermimpi kalau kau bisa membunuhku" ucap Mario semakin mencengkram lengat Dion hingga membuatnya semakin panas.


Karena semakin terasa sangat panas, dengan terpaksa Dion melepaskan cengkraman tangannya pada leher Mario. Mario yang terlepas dari cengkraman Dion hanya memegangi leher sambil merenggangkan otot-otot pada lehernya.


"Sepertinya berpura-pura menjadi lemah sudah sangat membosankan" ucapnya sambil menggoyang-goyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sembari ia meningkatkan auranya yang selama ini ia pendam.


Orang-orang yang berada di sana di buat sangat terkejut saat merasakan aura yang Mario keluarkan karena terlalu kuat, sampai-sampai Marcel di buat tak percaya dengan kekuatan yang di miliki Papanya.


"Apa ini kekuatan yang selama ini Papa rahasiakan?" gumam Marcel tersenyum dan ia masih terkapar.


"Putraku, beristirahatlah. Serahkan bocah-bocah ingusan ini padaku" ucap Mario tersenyum sinis menatap Dion yang tengah sedikit membungkuk sambil memegangi lengannya yang masih terasa panas.


"Ck!. Dasar tua bangka penipu" gumam Dion menatap Mario dengan penuh rasa benci.


"Hooo... Apa yang kau lihat bocah?!. Marah?, benci?" tanya Mario mengejek.


"HAHAHAHA, MEMANG IYA! AKULAH YANG SUDAH MEMBUAT KEDUA ORANG TUA KALIAN MATI!" tawa Mario mencoba memanas-manasi Dion dan juga Daniel.


"Lalu kau mau apa?, ingin membalas kematian mereka berdua?, atau kau ingin menyusul mereka berdua dan si tua bangka itu?" tanya Mario mengejek, sampai-sampai membuat Dion semakin emosi. Sedangkan Daniel hanya diam saja dan masih membelakangi Mario yang tengah berhadapan muka dengan Dion.


"B4NG5AT KAU!!" teriak Dion penuh emosi.


"Hahaha, aku akan membuat kalian semua segera menyusul si tua bangka itu. Termasuk kau Leo, mantan sahabatku" ucap Mario dengan sombongnya menatap remeh Leo.


"Namun, aku akan membunuh kedua putra dari pria yang sangat aku benci itu!" timpalnya dan berniat ingin menghajar Dion.


Mario langsung bergerak dengan sangat cepat dan segera memukul wajah Dion. Namun ketika tinjunya hampir mengenai wajahnya Dion, secara tiba-tiba sebuah kepalan tinju mendarat di wajahnya cukup lumayan keras hingga membuatnya terpental menjauh dari hadapannya Dion.


Setelah itu Daniel mengangkat Dion yang masih menahan rasa panas pada lengan dan langsung melompat menjauh dari Mario yang masih tergeletak akibat pukulan yang Daniel berikan barusan.


"HAHAHAHA" tawa Mario yang tengah terlentang dan ia langsung bangkit seakan-akan tak merasakan sakit sedikitpun.


"Pukulan yang lumayan bocah!. Tapi terasa sangat geli, sampai-sampai aku ingin tertawa terbahak-bahak" ejek Mario dengan tawanya yang meremehkan Daniel.