
Leny memasang wajah kesalnya dan berjalan mendatangi sang suami dengan langkah kesal juga. Ia berdiri bersilang dada di hadapan suami nakalnya itu yang tengah asik menikmati sebatang rokoknya.
Sontak Daniel langsung terkejut dan terbengong menatap sang istri dengan rokok yang masih berada di bibirnya.
"Bu..Bunda?" Daniel ketakutan saat melihat wajah kesal sang istri.
"Bu...Bunda kok bisa ada disini?" tanyanya ketakutan.
"Bagus ya!. Kabur dari UGD, duduk santai di sini, menghabiskan beberapa batang rokok!" ucap Leny kesal dan masih bersilang dada menatap Daniel tanpa berkedip sedikitpun, membuat Daniel semakin merasa takut.
"Kondisi masih sakit!, tapi sudah menghabisi banyak rokok gini" timpalnya melihat kelantai yang dimana banyak puntung rokok berserakan.
"Hehehe, iya maaf Honey" jawab Daniel terkekeh seakan tak bersalah.
"Maaf-maaf. Ayah gak tau ya kalau Bunda kalang kabut mencari keberadaan Ayah hm?!. Tau-taunya malah santai di sini! dasar suami nakal!!" kesal Leny dan langsung menjewer telinga Daniel.
"A...ampun Bunda, sakit, sakit" rengek Daniel memohon ampun.
"Biarin, ini hukum buat suami nakal yang sudah membuat istrinya membuang air mata sia-sia" jawab Leny geram dan masih menjewer telinga sang suami.
"Buang rokok yang ada di tangan Ayah itu!" timpal Leny memerintah.
"Iya, tapi lepasin dulu dong" jawab Daniel merengek.
"Buang Bunda bilang!" ucap Leny geram dan Daniel langsung membuang rokok yang ada di tangannya.
"Lepasin dong Honey" mohon Daniel merengek, lalu Leny melepaskan tangannya dari telinganya Daniel.
Daniel mengelus telinganya yang memerah karena perbuatan dari istri cantiknya itu. Sedangkan Leny langsung duduk di sebelah Daniel dengan posisi masih bersilang dada dan membuang mukanya karena masih kesal pada sang suami.
"Sakit tau Honey" ucap Daniel.
"Biarin" jawab Leny ketus dan enggan menatap wajah sang suami.
"Udah dong Honey, jangan ngambek lagi" ucap Daniel menggoda Leny dengan cara mencolek dagu istrinya yang tengah memalingkan wajahnya.
"Please don't touch me!. Bunda masih marah sama Ayah" tegur Leny kesal dan menepis tangan Daniel dari wajahnya.
Tapi, bukan Daniel namanya kalau tak berhasil meluluhkan hati istri cantiknya itu. Daniel tersenyum dan langsung menarik wajah Leny lalu tanpa berkata apa-apa Daniel menyambar bibir lembutnya Leny.
Awalnya Leny masih menutup bibirnya rapat-rapat, akan tetapi Daniel masih tak menyerah. Ia semakin memperdalam ciumannya hingga akhirnya Leny membalas sambaran bibir dari sang suami.
Pasangan Syahputra putra itu saling membalas ciuman satu sama lain. Leny yang memang tak bisa tahan jika di goda oleh suami nakalnya itu, dan akhirnya mereka berdua bermesraan di puncak gedung yang menjadi saksinya.
Mereka berdua melepaskan ciumannya karena sama-sama kehabisan nafas. Daniel tersenyum sambil mengacak-acak rambut istri cantiknya itu.
"Iiihhh, nafas Ayah bau rokok!" keluh Leny.
"Hehehe maaf Honey. Habisnya istriku ini nakal" jawab Daniel sambil mencubit hidung Leny dengan gemas.
"Ayah tu yang nakal. Main kabur aja dari UGD" ucap Leny protes.
"Iya, maafin Ayah ya Honey, sudah membuat Bunda khawatir" ucap Daniel dan langsung menarik kepala Leny untuk bersandar di pundaknya.
"Lain kali Ayah jangan gini dong" ucap Leny menyandarkan kepalanya dengan nyaman pada pundak sang suami sambil menggenggam jemari Daniel.
"Ayah tak suka bau obat Honey" jawab Daniel menjelaskan.
"Ya kalau Ayah gak suka dengan bau dari obat-obatan, Ayah jangan sakit seperti ini" ucap Leny manja.
"Oh iya suamiku" sela Leny seakan ingat sesuatu.
"Ngomong-ngomong soal Dion. Sepertinya sebentar lagi Damin akan segera mempunyai seorang Adik" sambung Leny tersenyum bahagia menatap sang suami.
"Adik?, maksudnya Bunda hamil lagi?" tanya Daniel masih belum ngeh dengan perkataan dari istrinya barusan.
"Bukan ih!" jawab Leny kesal nan manja.
"Bukan Bunda yang hamil, tapi Ayu" timpalnya tersenyum.
"Ayu sedang mengandung?" tanya Daniel terkejut dan di anggukan oleh Leny dengan ekspresi wajah bahagia.
"Bahkan kembar lagi" ucap Leny tersenyum.
"Kembar?" tanya Daniel terkejut seakan tak percaya. Sedangkan Leny hanya mengangguk saja.
"Wah Ayah tak menyangka kalau Dion bisa sehebat itu dalam urusan ranjang" ucap Daniel terkekeh membayangkannya.
"Ya mungkin ada faktor keturunannya suamiku" jawab Leny dan menyandarkan kepalanya lagi pada pundak sang suami.
"Almarhum Papa Elang dan Ayah Leo kan kembar. Ayah dengan Dion juga sama, jadi ada kemungkinan besar diantara kalian berdua akan memiliki keturunan kembar juga" sambungnya menjelaskan.
"Bisa jadi sih Honey" jawab Daniel tersenyum sambil mengelus kepala Leny.
"Bunda harap sih anak mereka sepasang, lelaki dan perempuan" ucap Leny tersenyum membayangkan calon keponakannya itu yang masih dalam kandungan Ayu.
"Ya apapun yang di kasih oleh Tuhan, sepatutnya kita harus bahagia Honey. Kan anak itu amanah dari sang pencipta" jawab Daniel dan masih terus memanjakan sang istri yang sudah nyaman dengan pundak Daniel.
"Iya deh pak ustadz Daniel Syahputra bin Erlangga Syahputra" ucap Leny menggoda suaminya yang berkata bijak barusan.
"Keluarga yang lain sudah tau? kalau Ayu itu tengah mengandung?" tanya Daniel penasaran.
"Sewaktu Bunda kalang kabut mencari keberadaan Ayah yang entah hilang kemana, mereka sepertinya belum tau. kecuali Ibu dan Bunda" jawab Leny.
"Bagus deh, biar menjadi kejutan saja untuk mereka yang belum mengetahui tentang kehamilan Ayu. Apa lagi tau kalau mereka akan memiliki anak yang kembar" ucap Daniel semangat karena sebentar lagi ia akan segera mempunya keponakan.
"Bertambah lagi orang-orang yang harus aku lindungi. Aku harus lebih kuat dan lebih tegas lagi pada musuh-musuh yang berniat menyakiti keluargaku. Tak akan kubiarkan ada orang-orang seperti William lagi" batin Daniel termenung namun tangannya masih membelai kepala Leny.
"Ayah?, Ayah?, hey! suamiku!" panggil Leny mengibaskan tangannya di depan mata Daniel yang tengah termenung, namun Daniel masih belum tersadar. Membuat Leny merasa kesal.
Merasa kesal karena suaminya terus termenung, Leny menggigit hidungnya Daniel dan serangan barusan berhasil membuat Daniel tersadar dari lamunannya.
"Sakit Honey" ucap Daniel sambil mengelus hidungnya.
"Siapa suruh melamun terus?!, dari tadi Bunda panggil enggak sadar-sadar" jawab Leny kesal.
"Memangnya apa yang Ayah pikirkan?, sampai segitunya?" timpal Leny bertanya.
"Tidak ada Honey" jawab Daniel tersenyum sambil mengelus kepala Leny.
"Bohong!. Pasti Ayah sedang berfikir yang tidak-tidak kan?, pasti Ayah sedang melamun kan wanita yang tak menggunakan busana kn?!" tanya Leny kesal.
"Enggak loh istriku. Buat apa Ayah memikirkan hal yang menjijikkan seperti itu, sedangkan aku memiliki seorang istri yang jauh lebih menarik dari itu semua" jawab Daniel tersenyum menggoda.
"Iiihhh Ayah nakal" ucap Leny tersipu malu dan langsung memeluk pinggang Daniel serta menyandarkan kepalanya pada pundaknya Daniel lagi.