Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
SEBUAH MISI


Setelah masalah salah paham antara Hyuga dan juga Alvin selesai, kini Natsumi sudah di berikan perawatan oleh Alvin. Tak lupa juga ia menyuntik vitamin pada infus milik Natsumi agar bisa membuat tubuhnya kembali pulih.


Koury senantiasa terus menjaga sang Adik yang masih terbaring di atas ranjangnya. Perlahan wajah pucat Natsumi mulai menghilang dan hal itu membuat Koury merasa lebih tenang.


"Kamu harus sembuh ya sayang" ucap Koury tersenyum sambil membelai kepala Koury.


Hyuga yang berdiri di sebelah Koury ikut di buat tersenyum karena istri yang sangat ia cintai itu sudah bersama dengan Adiknya kembali.


Tiba-tiba Daniel merenggangkan kedua tangannya ke atas sambil menguap "Huaaammm... Ayo Honey kita ke kamar, Ayah mengantuk" ucap Daniel sambil merangkul bahu sang istri.


Leny tersenyum dan menjawab "Ayo suamiku. Bunda juga lelah".


Pasangan Syahputra itu keluar dari kamarnya Natsumi untuk menuju ke kamar mereka agar mereka berdua bisa bermesraan di dalam sana.


Damin juga sudah tertidur pulas dalam gendongannya Daniel. Menambah kesempatan untuk mereka berdua.


Di saat Daniel dan Leny berjalan menuju ke kamar, Daniel juga memberi sebuah pesan pada seluruh bawahannya melalui grup Dark Shadow agar segera berkumpul di markas sore hari nanti.


Setibanya mereka berdua di kamar, Daniel langsung meletakkan putra tampannya ke ranjang miliknya secara perlahan agar Damin tak terbangun dan menganggu waktu pacaran mereka berdua.


Setelah Damin sudah tertidur di ranjangnya, barulah Daniel mendekati sang istri lalu ia memeluk Leny sedalam-dalamnya untuk melepaskan rasa rindu mereka masing-masing.


"Tadi katanya lelah, kok tidak tidur suamiku?" tanya Leny yang masih berada dalam pelukannya Daniel.


"Biarkan Ayah seperti ini sebentar saja Honey. Ayah ingin melepaskan semuanya" jawab Daniel semakin mempererat pelukannya sambil menciumi leher sang istri hingga membuat Leny merasakan kenikmatan yang amat luar biasa saat merasakan bibir suaminya menyentuh lehernya.


Karena lelah berdiri, Daniel menggendong Leny ke atas ranjang mereka dan melanjutkan berpelukan kembali untuk melepaskan rasa rindu satu sama lainnya.


"Oiya Honey" ucap Daniel memulai obrolan.


"Hm, kenapa suamiku?" tanya Leny penasaran.


"Sebenarnya sewaktu salah satu pengawalnya Kaisar menelpon Ayah, itu perintah dari Kaisar langsung" jawab Daniel dan membuat Leny semakin penasaran.


"Ha?, kenapa pemimpin negara ini bisa dekat dengan Ayah?, sampai menghubungi Ayah?" tanya Leny terkejut.


"Kaisar meminta tolong pada Ayah dan Dark Shadow untuk menjalankan satu misi" jawab Daniel.


"Misi?, misi apa suamiku?, jangan membuat Bunda semakin penasaran dong" tanya Leny semakin penasaran.


"Nanti malam, ada transaksi barang-barang haram atau narkoba di pulau Hashima. Pulau yang terletak di dekat kota yang bernama Nagasaki" jawab Daniel menjelaskan.


"Kaisar meminta Dark Shadow untuk menghentikan itu dan meminta kami menangkap seluruh pelakunya" timpal Daniel.


"Pulau Hashima?, Nagasaki?" gumam Leny bertanya-tanya.


"Bukannya dulu waktu Jepang menjajah Indonesia, kota Nagasaki dan Hiroshima pernah di jatuhkan bom atom oleh Amerika?" tanya Leny sedikit khawatir.


"Iya Honey" jawab Daniel.


"Kenapa harus kesana sih suamiku?" tanya Leny khawatir.


"Pulau itu sudah terbengkalai dan tak banyak orang yang datang kesana. Hanya para turis dan wisatawan saja yang berkunjung ke sana hanya untuk menguji nyali mereka. Karena di sana di kenal sebagai pulau berhantu" jawab Daniel menjelaskan.


"Kalau tidak salah, waktu pelajaran sejarah. Bunda sempat dengar nama lain dari pulau itu deh. Tapi Bunda lupa" ucap Leny seraya berfikir.


"Pulau Gunkajima Honey" sambung Daniel menjawab.


"Ha... iya Gunkajima" jawab Leny tersenyum.


"Tapi kenapa harus kesana sih Ayah?, kenapa tidak di tempat yang ramai dan tidak angker?" tanya Leny dengan polosnya karena terlalu khawatir.


"Istriku, mereka itu ingin memperjual belikan obat-obatan terlarang, bukan menjual mainan anak-anak. Mereka juga tidak ingin mati konyol" jawab Daniel terkekeh.


"Iya juga ya" ucap Leny sambil menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal dan wajah kikuk.


"Yaudah, Ayah hati-hati di sana ya. Jangan gegabah, apalagi sampai terluka" timpal Leny memperingati.


"Bunda tidak akan mengizinkan Ayah lagi, jika nanti Ayah kembali dengan membawa luka walau hanya satu goresan saja" ancam Leny memicingkan matanya menatap sang suami.


"Oiya, dan satu lagi. Jangan sampai Wulan tau bahkan ikut dalam misi berbahaya ini. Bunda tidak akan mengizinkan dia untuk ikut!" timpal Leny memperingatkan.


"Hahaha, Ayah pasti tau kalau Bunda akan berkata seperti itu" jawab Daniel tertawa.


"Udah, jangan banyak bicara lagi!. Lebih baik Ayah istirahat saja dulu, mumpung masih ada waktu. Ayah harus istirahat agar nanti malam bisa berkonsentrasi jika otak dan tubuhnya stabil" tegur Leny.


"Iya istriku yang bawel" jawab Daniel sambil mencubit kedua pipi Leny dengan gemas dan semakin memeluknya.


"Ya Tuhan, tolong lindungi suamiku dan saudara-saudara Dark Shadow" batin Leny berdoa dan ikut memejamkan matanya untuk beristirahat juga.




Malam hari pun tiba, sesuai apa yang sudah di perintahkan oleh Daniel, seluruh anggota dari ***Dark Shadow*** berkumpul di markas mereka termasuk para petinggi dari kelompok itu kecuali Wulan karena memang Leny tidak mengizinkan untuk Adiknya ikut dalam misi berbahaya itu.



"Baiklah teman-teman atau saudara-saudaraku. Terima kasih kalian semua masih bersedia untuk datang ke markas kita ini" ucap Daniel memulai pembicaraan.



"Maaf juga karena sudah mengganggu waktu beristirahat kalian semua" timpalnya sambil terus menatapi seluruh bawahannya satu per satu.



"Apa yang anda katakan tuan?. Kami sama sekali tidak merasa kalau anda mengganggu waktu kami semua" tanya salah satu dari bawahannya.



"Benar tuan muda. Justru kami merasa senang kalau anda masih mengingat kami sebagai salah satu bagian dari ***Dark Shadow***" sambung yang lainnya bersemangat.



"Baiklah-baiklah. Terima kasih atas semangatnya kalian untuk keluarga kita" ucap Daniel menyambung.



"Lalu ada apa kau ingin mengumpulkan kami semua kapten?" sela Hyuga bertanya.



"Kau tau kan kalau aku harus menjaga istri dan juga Adik ipar ku" timpalnya.



"Hahaha, tenang saja dulu. Jangan terburu-buru" jawab Daniel sambil menepuk pundak Hyuga.



"Siang tadi Kaisar meneleponku, dia memberikan sebuah misi untuk kita" timpal Daniel.



"Hah misi?" tanya salah satu dari mereka bersemangat. Ia merasakan sedikit bosan karena ***Dark Shadow*** sudah lama tidak mengerjakan sebuah misi yang di berikan oleh pemimpin dari negara sakura itu.



"Misi?, misi apa?" tanya Rian semakin penasaran.



"Malam ini, bakal ada transaksi narkoba besar-besaran di pulau Hashima. Kaisar memintaku untuk membatalkan itu semua" jawab Daniel menjelaskan.