
Seusai pertemuan dengan Joe yang secara tidak sengaja dan Daniel yang juga tiba-tiba mengajukan diri untuk membatu sahabatnya itu, sampai-sampai membuat hati Joe sangat bahagia karena ia akan lebih sering bertemu dengan Daniel yang selalu ia panggil dengan sebutan kapten.
Kemudian mereka berpisah karena Daniel akan menemani sang istri untuk membeli keperluan dapur mereka.
Di sepanjang jalan, Daniel terus menggoda sang istri dengan perkataan kalau ia akan membeli mall tersebut.
"Honey, bagaimana?" tanya Daniel sambil tersenyum jahil.
"Bagaimana apanya Ayah?" tanya Leny balik sambil sibuk memilih barang yang akan ia masukan ke keranjang belanjanya.
"Yang Ayah bilang tadi loh" jawab Daniel.
"Yang mana sih suamiku?" tanya Leny yang masih sibuk memilah-milah bareng yang tersedia pada rak di depan matanya.
"Kita beli mall ini" jawab Daniel lagi sambil tersenyum menggoda.
Leny yang tengah serius membaca sebuah makanan kaleng langsung menoleh ke arah Daniel dengan tatapan picingan mata yang tajam.
"Enggak!" jawab Leny sambil terus menatap Daniel dengan tatapan tajamnya.
Kemudian Leny melanjutkan perjalanan menuju ke bagian belanjaan lainnya, dan Daniel terus mengikutinya dari belakang sambil terus menggoda Leny.
"Ayo dong Honey, sekali ini aja loh" ucap Daniel menggoda.
"Bunda bilang gak, ya gak Ayah!" jawab Leny yang terus berjalan ke depan.
Namun Daniel yang mendorong keranjangnya masih tetap kekeh menggoda istrinya karena ia merasa sangat senang melihat Bunda dari putranya itu jengkel.
"Kan enggak apa-apa sih Honey, lagian cuma 1 ini doang" ucap Daniel yang masih belum menyerah membuat istrinya jengkel.
"Yaudah kita beli" jawab Leny dengan nada dingin.
"Beneran ni Honey?" tanya Daniel dengan raut wajah gembira.
Belum sempat Daniel meluapkan kegembiraan, tiba-tiba Leny berkata "Tapi Ayah tinggal di sini, jangan tidur di rumah sama Damin dan Bunda".
"Lah, apaan?!. Sama aja bohong dong" ucap Daniel cemberut.
"Ya abisnya sih Ayah bikin Bunda pusing aja. Untuk apa beli tempat ini lagi coba. Bisnis hotel hampir di negara Eropa dan Asia kita udah punya, kuliner apa lagi. Ini mau nambah lagi?" ucap Leny menjelaskan lalu bertanya balik.
"Udah deh Ayah, jangan buat Bunda tambah pusing" timpal Leny mengeluh.
"Iya Honey iya. Ayah juga cuma bercanda aja kok" jawab Daniel tersenyum sambil mencubit hidung istrinya.
"Oh iya. Wulan sama Damin kemana Honey?" tanya Daniel sambil mencari keberadaan adik dan putranya.
"Tadi Wulan pamit mau ke tempat bagian make up, lalu ke tempat mainan" jawab Leny.
Tak selang beberapa waktu, orang yang sedang mereka bicarakan tiba-tiba muncul di belakang Daniel dengan beberapa make up dan mainan anak-anak yang berada di genggaman Damin.
"Udah dapat semua dek?" tanya Leny.
"Udah kok kak" jawab Wulan sambil menggabungkan barang belanjaan miliknya ke keranjang yang sedang Daniel pegang.
"Kok dikit banget dek?" tanya Daniel setelah melihat barang belanjaan Wulan yang ada di dalam keranjang miliknya.
"Iya soalnya yang lain masih banyak kak" jawab Wulan.
"Itu Damin bawa apa sayang?" tanya Leny sambil melihat putranya yang tengah menggenggam sebuah mainan berbentuk robot.
"Yaudah, ayo pulang" ucap Leny mengajak.
"Udah semua Honey?" tanya Daniel memastikan.
"Sepertinya udah Ayah" jawab Leny sambil mengecek bareng belanjaannya.
Sesampainya mereka di tempat kasir, Daniel langsung meletakkan seluruh belanjaan milik Leny dan juga Wulan. Tak lupa juga dengan mainan yang ada di genggaman tangan Damin.
Kasir terlihat sedikit kewalahan saat menghitung belanjaan milik Daniel yang terlihat begitu banyak dan bahkan sampai memenuhi meja kasir tersebut.
Setelah beberapa menit, akhirnya semua barang belanjaan milik mereka sudah selesai di hitung dan sudah masuk kedalam kantong plastik belanjaan dengan cap khusus dari mall tersebut.
"Totalnya Rp.4.500.000 mas" ucap kasir tersebut.
"Oke" jawab Daniel sambil merogoh saku celananya untuk mengambil dompet. Lalu ia menyerahkan black card miliknya.
Kasir tersebut sedikit terkejut ketika melihat sebuah kartu kredit yang begitu sangat langka. Karena kartu itu hanya di miliki oleh orang-orang tertentu saja.
Daniel langsung menyerahkan black card miliknya agar segera di proses pembayarannya. Namun kasir tersebut sampai sedikit gemetaran ketika kartu hitam yang sangat langka berada di telapak tangannya.
"Se.. sebentar ya mas" ucap kasir itu sedikit gugup. Sedangkan Daniel membalasnya dengan senyuman saja.
"Siapa pria muda dan tampan ini?, kenapa dia bisa memiliki kartu yang begitu langka ini?" batin sang kasir bertanya-tanya sambil memfokuskan pekerjaannya agar tidak ada yang salah.
Karena terlalu lama, Leny yang sedari tadi menunggu di sebuah kursi tiba-tiba menghampiri Daniel di meja kasir dan membuat kasir berjenis kelamin wanita itu semakin terkejut.
"Hah?. I...itukan Leny Wijaya?" batin sang kasir semakin terkejut karena Leny yang mendekati Daniel.
"Kok lama banget sih Ayah?" tanya Leny sedikit jengkel.
"Sabar dong Honey. Mbak kasirnya masih menghitungnya itu" jawab Daniel sambil menunjuk ke arah kasir dengan menggunakan dagunya.
"Ayah?, Honey?" gumam sang kasir bertanya-tanya.
"Apa mereka pasangan suami-isteri?" timpalnya.
"Apa sudah semua mbak?" tanya Leny pada sang kasir.
"Sudah kak Leny" jawab sang kasir sembari menyerahkan black card milik Daniel
"Wah ternyata kamu kenal padaku ya?" tanya Leny tersenyum.
"Te..tentu saja saya kenal. Kakak kan seorang selebriti" jawab sang kasir tersenyum gugup.
"Hehe baiklah. Kalau begitu terima kasih ya" ucap Leny tersenyum ramah.
"Iya kak" jawab kasir tersebut.
"Terima kasih kak. Hati-hati di jalan" timpal sang kasir karena melihat Daniel dan Leny yang pergi dari mejanya.
Karena belanjaan mereka yang terlalu banyak, mau tak mau Daniel harus menggunakan sebuah troli untuk membawa belanjaannya menuju ketempat parkir mobil miliknya.
Setelah sampai di tempat parkir, Daniel langsung meletakkan satu persatu barang belanjaannya di bagasi mobilnya dan langsung bergegas pulang kerumah.
Di perjalanan menuju pulang, mereka terlihat sangat bahagia karena Damin yang begitu senang karena mendapatkan sebuah mainan dari Tantenya si Wulan. Namun tiba-tiba ada sebuah motor yang tiba-tiba melintas dan menyalip mobil milik Daniel.
Kemudian motor itu tiba-tiba berhenti karena merasa kalau mobil yang sedang di kemudian oleh Daniel hampir menyerempet motor miliknya.
Dua pengendara motor itu langsung menghalangi mobil Daniel, dan memaksa Daniel harus berhenti karena mobilnya juga tidak bisa melaju karena di halangi oleh pengendara motor tersebut.
Lalu dua orang pemilik motor tersebut mendatangi mobil mewah milik Daniel dan mengetuk-ngetuk kaca mobil Daniel.
"Keluar, keluar!" ucap salah satu dari pemilik motor tersebut sembari terus-menerus mengetuk kaca mobil milik Daniel.
"Cih!. Apa-apaan sih mereka ini?" keluh Daniel sambil membuka sabuk pengamannya.
"Mau nyari gara-gara atau gimana sih?!" timpal Daniel sambil membuka pintu mobilnya.
"Ada apa?" tanya Daniel setelah ia keluar dari mobilnya dan menghampiri kedua pria asing tersebut.