
Marcel dan Mario terkejut saat melihat dua buah kepala yang sudah tak memiliki tubuh lagi berada di hadapan mereka. Marcel berjongkok sambil memperhatikan salah satu kepala puntung itu karena kepala tersebut milik Adiknya yaitu Betran.
"Apa yang terjadi padamu Betran?" tanya Marcel dengan nada sedihnya.
"Kenapa bisa begini?!" timpalnya sambil meningkatkan auranya.
Kemudian ia menatap Daniel dengan tatapan penuh amarah, lalu ia berdiri dan terus menatap Daniel dengan tatapan semakin penuh rasa amarah serta aura yang semakin ia tingkatkan.
Sedangkan Mario, hanya bisa menelan ludahnya secara kasar saat merasakan aura yang di keluarkan oleh sang putra.
"Kalian semua harus membayar ini semua!. Aku berjanji akan melakukan hal yang sama dengan apa telah lakukan pada Adikku!" ucap Marcel penuh amarah dan terus menatap Daniel dengan tatapan yang haus darah.
BERSIAP-SIAPLAH UNTUK MATI!!!" teriak Marcel dan langsung berlari ke arah Daniel.
Daniel hanya membuang nafasnya dengan raut wajah malas, lalu dengan mudahnya Daniel menangkap pukulan kuat dari Marcel menggunakan satu tangannya. Kemudian Daniel hanya menguap seakan-akan merasa bosan dengan apa yang ada di hadapannya.
"Apa hanya segini saja kemampuan yang kau punya?, apa kau hanya bisa bercakap besar?" tanya Daniel dengan malasnya sambil terus memegangi kepalan tinju dari Marcel.
"Marcel!, tenanglah!. Pria itu bukan tandinganmu!" ucap Mario memperingati sang putra.
"Kekuatan apa yang di miliki oleh pria itu?!. Bahkan Marcel selaku pemimpin Harimau Berdarah generasi terkuat saja masih jauh darinya?!" batin Mario bertanya-tanya.
"Apa kalian sudah mempersiapkan kuburan untuk kalian?" tanya Fauzi mengejek.
"Jangan sombong dulu kau bocah!. Dasar tidak memiliki sopan santun!" tegur Mario kesal. Sedangkan Fauzi dan Kevin hanya bisa mentertawakan Mario yang sudah berkeringat dingin.
Setelah lumayan cukup lama Daniel dan Marcel dalam posisi itu. Dengan tarikan secara paksa Marcel menarik tangannya dari genggaman Daniel kemudian ia mundur beberapa langkah sampai berada di samping Mario.
"Hem, hem, hahahaha, hahaha" Marcel tiba-tiba tertawa seperti orang gila.
"Lah, bocah ngapa ya?, Kerasukan setan apa dia?. Apa dia kebanyakan minum, atau kepalanya terbentur dinding?" Fauzi bertanya-tanya sambil menggaruk kepalanya yang terasa tak gatal.
"HAHAHA, HAHAHA, HAHAHAHA!!!" Marcel masih terus tertawa.
"Hoy, udah!. Di luar sana sudah banyak orang gak waras. Jangan pula ini malah bertambah satu" tegur Fauzi meras geli.
"Ha, ha, ha, ha" tawa Marcel semakin melemah dan ia memegangi separuh bagian wajahnya sendiri.
"Udah habis baterainya ni orang" ucap Fauzi dengan tatapan bingungnya.
"Mungkin memang benar apa yang dikatakan oleh Ayahku, bahwa kami tidak bisa mengalahkan mu" ucap Marcel dengan tawa yang terdengar sangat aneh dan menjijikan.
"Tapi, aku tak yakin kalau kau mampu atau tidak mengalahkan orang ini!" timpalnya tertawa dan membuat Daniel hanya menaikkan sebelah alisnya.
"Hahaha, mau seberapa banyak bantuan yang kau miliki. Fakta sudah mengatakan kalau tempat ini adalah kuburan kalian berdua" tawa Fauzi mengejek.
"Untuk saat ini kalian bisa bebas tertawa dan bertingkah sombong. Tapi aku yakin, setelah kalian semua melihat orang yang aku tunjukkan, pasti semua kesombongan itu akan hilang" ucap Marcel tersenyum sinis.
"Sudahlah, jangan banyak omong kosong terus. Bawa orang itu" ucap Daniel dengan tatapan dinginnya.
Setelah Marcel menepuk tangannya, tiba-tiba seorang pria keluar dari tempat sebuah ruangan dan langsung berdiri di antara Marcel dan Mario.
Benar saja, Daniel serta saudara-saudaranya di buat terkejut saat melihat pria yang baru saja di panggil oleh Marcel tadi.
"Hahaha, bagaimana? kalian terkejut?" tanya Marcel tertawa karena melihat raut wajah Daniel dan ketiga saudaranya yang terkejut.
"Apa kalian merasa seperti reuni?" timpalnya tertawa.
"Bagaimana mungkin?, kenapa ini bisa terjadi?" tanya Kevin terkejut.
"Gira?!, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Fauzi terkejut, namun pria yang baru saja ia panggil dengan nama Gira hanya diam sambil terus menatap dingin ke arah Daniel.
"Apa kau berkhianat dari Dark Shadow dan bergabung dengan kelompok sampah itu?!" tanya Rian seakan tak percaya. Akan tetapi Gira hanya diam tak menjawab.
🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️
Gira Hastle, adalah seorang pria yang juga merupakan salah satu petinggi dari Dark Shadow. Dia juga satu-satunya orang yang hampir bisa mengimbangi pertarungan dengan Daniel selain Hyuga.
Daniel, Gira, Hyuga, Rian, Fauzi, Kevin, Jasmine, dan juga Wulan. Mereka berdelapan adalah petinggi dari kelompok Dark Shadow, atau bisa di bilang mereka adalah delapan tombak utama yang ada di kelompok tersebut. Gira lebih kuat dari Rian, Fauzi, Kevin, Fauzi, Jasmine, dan juga Wulan. Namun setara dengan Hyuga.
Dari mereka berdelapan, hanya Wulan dan Jasmine yang tak ingin mempunyai pengikut ataupun seorang murid. Jasmine hanya mau menerima Wulan sebagai muridnya, sedangkan Wulan, mungkin hanya Novi yang ia ajarkan teknik bela diri. Jadi Novi bukan murid resminya Wulan.
Gira juga bisa di bilang adalah tombak terkuat dari mereka di bawah kepemimpinan dari Daniel. Mereka semua juga memiliki julukan masing-masing yang di berikan oleh orang-orang yang pernah menghadapi mereka.
Daniel yang di juluki sebagai Singa Merah, Gira di juluki sebagai Belati senyap, Hyuga di juluki sebagai Gorila Gila, Rian di juluki sebagai Serigala tenang, Kevin di juluki sebagai Kancil cerdik, Fauzi di juluki sebagai Kijang Gelap, Jasmine di juluki sebagai Mata Elang, dan Wulan di juluki sebagai Kelinci Indah.
Itulah secara singkat para petinggi dari Dark Shadow. Masih banyak misteri yang akan terungkap untuk kedepannya. Sekarang kita kembali ke cerita utama.
🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️
Gira dan Daniel hanya saling tatap tanpa ada pergerakan sama sekali. Daniel merasa ada yang tidak beres dengan salah satu saudaranya yang berkhianat darinya. Ia merasa kalau Gira mempunyai beban yang sangat berat dan tidak bisa di katakan pada siapapun. Daniel dapat mengetahui itu semua dari sorot mata Gira yang menggambarkan tidak ada sedikitpun di dalam pikirannya untuk berkhianat dari Dark Shadow. Namun Daniel harus mengikuti permainan yang di buat oleh Marcel dan Mario.
"Apa motif mu melakukan hal ini?, kenapa kau membelot dari Dark Shadow?!" tanya Rian merasa tak percaya.
"Itu bukan urusan anda" jawab Gira dengan nada dinginnya.
"Hoy!. Jika aku bisa mengalahkan orang-orang ini, kau akan menepati janjimu kan?" tanya Gira melirik ke arah belakang.
"Hahaha, kau tenang saja. Selama kau memenuhi persyaratan, maka semua yang sudah kita sepakati, akan aku lakukan" jawab Marcel tertawa.
"Baiklah, aku akan memegang janjimu itu" ucap Gira lalu ia menatap Daniel sambil mengeluarkan sebuah belati dari dalam sakunya.
"Bersiaplah untuk mati!!" ucap Gira dan langsung berlari untuk menyerang Daniel.
"GIRAA!!!" teriak ketiga saudaranya Daniel.