Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
HAL TAK TERDUGA


Silvia sampai tak habis pikir dari jalan pikiran teman barunya itu, ia tak pernah tau kalau dibalik paras yang cantik terdapat sifat yang begitu kejam.


"Kamu mengandung anak manusia atau anak iblis sih?" batin Silvia semakin khawatir


Sedangkan Leny tak memperdulikan pandangan orang terhadap sikapnya yang sangat kejam itu. Selama ia senang maka akan ia lakukan, apalagi sang Suami yang selalu menuruti permintaan anehnya itu.


"Leny please, jangan begitu" ucap Silvia memohon


Leny memegang kedua pipi Silvia dan tersenyum sambil berkata "Kamu tenang saja Silvia sayang, aku tidak akan meminta pada Suamiku untuk menghilangkan nyawa mereka kok"


"Iya aku paham. Tapi dengan membuat mereka cacat, sama saja kamu menjadikan mereka seakan hidup segan mati tak mau" jawab Silvia khawatir


"Hahaha. Masih untung mereka hanya di buat cacat" ucap Leny tertawa seakan tak peduli


Silvia menggelengkan kepalanya seperti sudah tak bisa membujuk wanita yang tengah hamil itu. Kemudian Ronny datang untuk menenangkan Silvia agar ia tak menjadi stres memikirkan permintaan dari Leny.


"Sudah biarkan saja, percuma kita membujuknya, dia tak akan mendengarkan semua itu" ucap Ronny memegang pundak Silvia dan di anggukan oleh Silvia


"Apa kamu sudah terbiasa dengan semua sikap keluarga dari Daniel?" tanya Silvia penasaran


"Ya begitulah!. Bahkan ini belum seberapa" jawab Ronny


Silvia menghela nafasnya seakan sudah tak bisa berkata apa-apa lagi menghadapi orang-orang di keluarga Daniel.


Daniel ingin bersiap-siap untuk memberi para pengganggu itu sebuah pelajaran yang sudah di minta oleh Istri cantiknya itu, namun sayangnya aksinya terpaksa terhenti karena tiba-tiba ada seorang pria bertubuh besar datang ke tempat dimana Daniel berada.


"Ada apa ini?! mengapa ribut sekali?!" tegur pria bertubuh besar itu.


"Bos?!" ucap salah satu dari musuh Daniel


Pria bertubuh kekar itu datang bersama dua orang wanita yang berada di dalam rangkulannya, kemudian ia mendekati para anak buahnya yang terlihat seperti ketakutan dengan sekujur tubuh yang sudah berkeringat dingin.


"Akhirnya bos kita datang juga!" ucap salah satu dari mereka merasa tenang


"Ada apa dengan kalian?, kenapa kalian seperti habis melihat hantu?" tanya pria bertubuh besar itu.


"I..itu bos!. Teman kami terluka parah!" jawab salah satu dari mereka menunjuk ke arah seorang pria yang berada dalam injakan Daniel


"APA?! KOK BISA?!, BAGAIMANA MUNGKIN?!" tanya pria itu terkejut


"Di..dia yang melakukan semua itu bos!" jawab anak buahnya menunjukkan kearah Daniel


Pria bertubuh besar itu langsung menoleh ke arah Daniel kemudian ia memicingkan matanya menatap seorang pria yang telah berani berbuat seperti itu pada para anak buahnya.


Saat ia tau sosok pria yang telah berani membuat anak buahnya terluka, ia pun dibuat terkejut bercampur rasa takut yang amat sangat dalam, karena ia tau siapa pria yang telah membuat para anak buahnya sampai terluka parah.


"Da.. Daniel?!, ka..kamu Daniel kan?" tanya pria bertubuh besar itu merasa gugup


Daniel mengerutkan keningnya dan menjawab "Iya?!. kau siapa?!"


"I..ini aku!. Anak kelas 3 yang pernah menantangmu dulu!. Waktu itu kamu mengalahkanku dalam sekali pukul saja" jawab pria itu


Daniel terdiam dan mulai berpikir mengingat masa-masa SMAnya waktu di Jepang. Karena terlalu banyak kenangan yang ia lakukan pada masa SMA itu, jadi ia belum bisa mengingat siapa pria bertubuh kekar itu.


"Aku tak pernah mengingat orang-orang yang telah aku kalahkan!. Apalagi dengan sekali pukul saja" timpal Daniel mengangkat kedua bahunya.


Pria bertubuh kekar itu menghela nafasnya dan ia tersenyum kemudian berkata "Ini aku, Hogi!. Anak kelas 3, seorang murid terkuat setelah Joe waktu di sekolah kita dulu"


"Aku juga pernah menantangmu untuk berduel!. Namun aku kalah dalam satu kali pukul saja. Bahkan sampai sekarang aku masih mengingat betapa sakitnya pukulanmu waktu itu" timpal pria itu berbicara dengan nada yang sangat sopan


Daniel menyilangkan kedua tangannya kemudian ia mengibaskan-ngibaskan tangannya dan berkata "Sudahlah!. Percuma, aku sama sekali tak ingat"


"Tapi, jika memang sampah-sampah ini adalah para pengikutmu!. Maka aku mau kau membawa mereka semua menjauh dariku, sebelum aku berubah pikiran dan menghabisi kalian semua!" timpal Daniel mengusir.


"Ba..baik, baik bos!, aku akan segera menjauh dari kalian" jawab pria itu gugup membungkukan tubuhnya


"Ayo pergi dari sini!. Cepat! kau bawa temanmu yang bodoh itu!" timpal pria itu memerintah


"I.. iya-iya bos" jawab anak buahnya ketakutan


Dengan buru-buru mereka langsung mengangkat temannya yang sudah tak berdaya itu, kemudian dengan cepat mereka langsung menjauh dari Daniel.


"Lain kali kalau aku melihat kalian melakukan hal yang salah lagi!. Maka akan ku pisahkan kepala dengan leher kalian!" ancam Daniel dan membuat mereka semakin ketakutan.


"Dan kau!..." Daniel mencoba mengingat nama pria yang bertubuh kekar itu.


"Hogi bos!" jawab pria itu sopan


"Ha!. Iya babi!. Jangan pernah coba-coba melakukan kejahatan lagi!, jika kau melanggarnya?, maka kau akan langsung ku cincang!" timpal Daniel


"Ba..baik bos!, saya tidak akan melakukan kejahatan lagi" jawab pria itu ketakutan


"Bagus!. Pergi dari sini!" usir Daniel


Dengan cepat mereka semua langsung meninggalkan Daniel. Kemudian Daniel menghampiri sang Istri yang tengah tersenyum manis menyambut kedatangan Suami tercintanya, dengan cepat Leny langsung memeluk Daniel dan menghujani beberapa ciuman pada sang Suami.


"Suamiku hebat sekali!. Tak ada yang bisa mengalahkan kamu" puji Leny memeluk Daniel, dan membuat Silvia tersenyum saat melihat kemesraan dari Daniel


_____________________________


Disisi lain...


Hogi tengah memarahi para anak buahnya yang begitu sangat bodoh karena telah berani mengusik sosok pria yang sangat di takuti di Asia itu. Bahkan nyawa Hogi hampir terancam karena kebodohan dari anak buahnya.


"Dasar bodoh!. Apa kalian tau apa yang kalian perbuat hah?!" tanya Hogi dengan nada yang sedikit di tekankan


Para anak buahnya hanya menunduk saja, mereka sangat ketakutan karena mereka telah berani membuat nyawa bosnya ikut terancam.


"Apa kalian tidak tau siapa pria yang kalian singgung itu?!" tanya Hogi menatap para anak buahnya yang terlalu bodoh itu. Sedangkan mereka hanya menggeleng dan tak berani menatap wajah Hogi yang sudah terlihat sangat marah.


"DIA ITU IBLIS BERBENTUK MANUSIA!" teriak Hogi dan membuat para anak buahnya semakin ketakutan


"Jika sudah begini, aku sudah tidak tau lagi harus berbuat apa!. Apa lagi dia juga sudah mengancamku" timpal Hogi yang sudah pasrah akan keadaan.