Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MEMBALAS AKBAR DAN DINDA


*T*ak lama kemudian Daniel mengeluarkan aura pembunuhnya sontak membuat Akbar dan para preman bayarannya terkejut


"*T*ekanan apa ini?" ucap salah satu preman itu


"*A*ura ini berasal dari pria itu" tunjuk temanya..


Daniel memandangi mereka dengan tatapan sadis, dan mereka yang melihat tatapan Daniel merasa ketakutan


"Ada apa? tadi kalian semua sangat sombong ingin menghabisi nyawa ku?, ayo maju kalian semua!" bentak Daniel


"Kau pikir kami semua takut dengan gertakan mu itu?!" bentak mereka


"Semuanya serang" teriak pemimpin mereka


Namun dengan santainya Daniel menghindar dari pukulan mereka semua, dan membuat mereka semua semakin jengkel


"Sebaiknya kamu simpan saja uangmu itu, aku tau ini semua permainan kalian semua, sebaiknya kamu mengaku saja" ucap Daniel memandangi Dinda


"Aa..aku tidak mengerti apa yang kamu katakan" ucap Dinda mengelak


"Sudahlah sebaiknya kamu mengaku saja kalau kamu dan Akbar sudah bekerjasama untuk menjauhi aku dan suamiku" ucap Leny


Akbar dari tadi hanya diam dan tetap tidak percaya dengan apa yang terjadi, dia terus melihat Daniel dengan penuh rasa benci dan segera ingin membunuhnya


Dinda juga tidak terima bahwa Daniel dan Leny itu adalah pasangan suami istri, Dinda merasa itu hanya kebohongan mereka saja agar dia tidak bisa memiliki Daniel


"Aku harus memiliki kamu seutuhnya Daniel" (*batin Dinda*)


"Suamiku, sudah beri saja mereka pelajaran, aku sudah muak dengan akting mereka" teriak Leny


"Tenang saja istriku, akan aku laksanakan sesuai perintah kamu" jawab Daniel tersenyum


Daniel mendekati salah satu preman itu dan memukul tepat di tulang hidungnya hingga membuatnya mimisan dan patah


"Karena aku tidak ingin membunuh hari ini, jadi kalian akan aku buat sengsara saja, anggap sebagai ucapan terimakasih ku atas akting murahan kalian" ejek Daniel


Ke enam preman itu dengan mudahnya di jatuhkan oleh Daniel, dan sekarang tidak tersisa Akbar dan Dinda saja


"Bagaimana? mau ku hajar juga?!" ucap Daniel menatap Akbar dengan sadis


"Ka..kau jangan sok hebat, kalau kau berani ayo kita satu lawan satu" ucap Akbar menantang Daniel


Daniel tiba-tiba sudah ada di depan Akbar dan semakin meningkat auranya, sampai membuat Akbar mengompol di celana


"Jika kau ingin berduel, ayo kita lakukan" ancam Daniel dengan nada rendah


Akbar seperti melihat seekor singa yang sedang kelaparan ingin menerkam dirinya, Akbar semakin ketakutan dan berusaha ingin melarikan diri namun tubuhnya seperti terikat


"Kenapa ini?! mengapa aku tidak bisa bergerak?" (*batin Akbar panik*)


"Lihat celanamu sudah basah, apakah ada hujan turun" ejek Daniel menunjuk celana Akbar


"Dia bukan manusia!, tidak ada manusia yang memiliki kekuatan seperti dewa" (*batin Akbar*)


Ketika Daniel ingin memberi tinjuan ke Akbar, namun tidak di sangka Akbar telah pingsan duluan, dan membuat Daniel tertawa


Sekarang tinggal tersisa Dinda saja, karena Daniel seorang lelaki sejati, maka ia tidak mau menyakiti wanita.. jadi dia meminta Leny untuk mengurusnya


"Sayang silahkan kamu yang urus teman kamu itu" ucap Daniel menduduki Akbar


Leny mendekati Dinda, dan dia mengatakan sesuatu ke telinga Dinda


"Jangan pernah bermimpi untuk memiliki suamiku, kau harus melewati aku dulu Leny Syahputra" bisik Leny


Mendengar bisikan dari Leny membuat Dinda membuka matanya lebar-lebar dan sepertinya dia ketakutan dengan ancaman Leny


"Sudah selesai sayang?. kalau begitu ayo pulang, aku sudah lelah" ucap Daniel merenggangkan kedua tangannya


"Ayo kita pulang suamiku, aku juga sudah lelah" timpal Leny mendorong Dinda


Daniel dan Leny meninggalkan Akbar dan Dinda yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa, sedangkan para preman bayarannya telah tak sadarkan diri


"Dasar kalian tidak berguna semua" bentak Dinda kesal


"Ini masih permainan awal nyonya Syahputra, kita lihat saja kedepannya, akan ku buat Daniel memaksa untuk menceraikan kamu" batin Dinda tertawa licik


Daniel dan Leny langsung pergi dari lokasi syuting karena mood Leny sudah tidak bagus, dan mereka memilih untuk pergi ke sebuah mall untuk membeli keperluan bulanan mereka


"Oiya sayang, sepertinya bahan-bahan dapur susah tinggal sedikit" ucap Leny merangkul lengan Daniel


"Yaudah ayo kita pergi untuk membelinya" timpal Daniel menarik hidung Leny


Daniel dan Leny menuju mobil mereka dan segera menuju mall untuk membeli keperluan rumah tangga dan kebutuhan dapurnya, namun ketika Leny melihat ke arah jendela mobilnya ia menemukan tukang rujak, dan meminta Daniel berhenti


"Sayang berhenti!" ucap Leny dan membuat Daniel mengerem mendadak


"Ada apa istriku? mengapa tiba-tiba memberhentikan mobilnya?" tanya Daniel terkejut


"Aku mau itu" ucap Leny menunjuk tukang rujak


"Kamu mau rujak?" tanya Daniel


(*Leny mengangguk*)


Haih (*Daniel menghela nafas*)


"Mengapa tiba-tiba kamu ingin makan itu sayang?" tanya Daniel


"Aku juga tidak tahu suamiku, aku ingin sekali makan rujak" jawab Leny manja


"Iya-iya aku akan segera membelikan untukmu" timpal Daniel mengelus kepala Leny


"Hehe terimakasih suamiku" ucap Leny tersenyum


Daniel segera menuju ketempat tukang rujak dan membeli 1 porsi rujak untuk istrinya tercinta.., Leny memandangi suaminya tengah membeli keinginannya itu, dan dia sampai tersenyum-senyum sendiri


"Kamu adalah suami terbaik sayang" (*batin Leny*)


Dan akhirnya Daniel kembali dan membawa pesanan istrinya itu, dan mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju mall