
Gira terus berusaha untuk menyerang Daniel tanpa berhenti sedikitpun. Sedangkan Daniel memang dari awal tidak berniat untuk menyerang atau melukai saudaranya itu.
"Apa kau sudah tak waras Gira?!, kenapa kau menyerang Kakak?!" teriak Fauzi
"Jangan menyesal jika aku harus menghabisi mu!" timpalnya emosi melihat Daniel yang terus di serang oleh Gira.
"HENTIKAN GIRA!!!" teriak Fauzi dan berniat ingin menyerang saudaranya itu. Namun Daniel langsung menghentikan niat dari sang Adik sembari terus menghindari serangan yang di lakukan oleh Gira.
"Jangan ada yang ikut campur!" ucap Daniel sambil terus menghindar.
"Hahaha, apa kau hanya bisa menghindar saja?" tanya Marcel mengejek.
"Kau!!" ucap Kevin emosi dan langsung berlari menuju ke arah Marcel berniat untuk menyerangnya. Namun dengan gerakan cepat Gira tiba-tiba berada di depan Kevin dan langsung menendangnya, akan tetapi Kevin masih dapat menghindar dan ia langsung melakukan beberapa salto ke arah belakang.
"Cih!, ini sangat merepotkan!" gumam Kevin kesal dengan posisi sedikit berjongkok.
"Hahaha, bagaimana kekuatan dari boneka milikku?" tanya Marcel mengejek.
"B4N5AT kau!" ucap Kevin geram.
"Hahahaha, bersiaplah untuk mati" tawa Marcel penuh kemenangan. Sedangkan Mario hanya tersenyum sinis.
"Akhirnya dendam para saudaraku selama bertahun-tahun bisa terbalaskan hari ini" ucap Mario tersenyum sinis.
"Gira!!!. Siksa mereka, buat penderitaan yang mereka alami lebih parah dari saudara-saudaraku!" timpalnya tertawa menggila. Sedangkan Gira hanya diam saja sambil terus menyerang Daniel yang hanya menghindar saja.
"Anda semakin hebat!" puji Gira tersenyum sambil terus mencoba mengenai serangannya pada Daniel.
"Dan kau semakin tajam" jawab Daniel tersenyum.
"Tapi semua ini akan segera berakhir!!" teriak Gira dan langsung mencoba menebas Daniel dari bagian atas karena ia merasa memiliki celah.
Sedangkan Daniel hanya diam saja tanpa melakukan pergerakan sedikit pun seakan tak menghindarinya. Hal tersebut membuat Mario dan Marcel merasa senang karena musuh kuat mereka akan segera mati.
Pada saat posisi tangan Gira berada di atas kepala Daniel dan sambil menggenggam sebuah belati yang ia arahkan ke kepala Daniel, tiba-tiba suara tembakan pistol terdengar. Peluru dari pistol yang baru saja di tembakan oleh orang misterius itu tepat mengenali belati yang di genggam oleh Gira hingga membuat belati itu terlepas jauh dari Gira dan Gira sampai terjatuh di bawahnya Daniel.
"Cukup sulit untuk melakukan tembakan secepat itu" ucap seorang wanita selaku penembak barusan.
"Tapi keahlian mu sudah tidak di ragukan lagi. Tidak salah orang-orang memanggilmu dengan sebutan Mata Elang" sela seorang pria.
"Hmmm" jawab wanita itu cemberut sambil memutar bola matanya jengah.
"Hey, yo, yo, yo!!!" ucap seorang pria dengan semangatnya.
"Sudah cukup beraktingnya saudaraku!" timpalnya bersemangat.
"Hyuga?" gumam Gira dengan posisi masih tergelatak di atas lantai.
Lalu Daniel mengulurkan tangannya untuk membantu Gira berdiri dari tempatnya. Dengan senyuman Gira menyambut tangan Daniel sembari ia berdiri.
"Ada apa ini?, kenapa kalian semua berada di sini?. Bahkan tuan besar juga ada di sini?" tanya Gira kebingungan.
"Sayang!!" panggil seorang wanita dengan nada suara haru bahagia.
"Rita?" gumam Gira seakan tak percaya dengan apa yang sedang terjadi.
"Bukan hanya istrimu saja" ucap Hyuga tersenyum.
Setelah Hyuga mengatakan hal barusan, tiba-tiba seorang pria dan wanita paruh baya muncul dari balik pintu. Melihat mereka membuat Gira secara tidak sadar meneteskan air matanya.
Setibanya ia di hadapan mereka bertiga, Gira langsung memeluk mereka bertiga. Pemandangan indah itu membuat Daniel dan yang lainnya hanya tersenyum.
"Apa yang terjadi?, kenapa kalian ada di sini?" tanya Gira tersenyum bahagia sambil menyentuh kedua pipi sang istri.
"Semua ini karena mereka nak, mereka semua datang dan menyelamatkan kami semua. Bahkan wanita-wanita yang di culik sudah di antar ke rumah mereka" jawab sang Mama menjelaskan.
"Apa ini semua perbuatan anda King?" tanya Gira pada Daniel.
"Hahaha, seperti yang kau lihat" Fauzi yang menjawab sembari ia merangkul Gira.
"Jadi, kalian semua sudah tau apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Gira seakan tak percaya.
"Jangan remehkan saudaramu sendiri" ucap Riyan sambil menepuk-nepuk punggung Gira.
"Jadi yang tadi..." ucapan Gira terpotong karena Fauzi langsung menyelanya.
"Kami hanya bersandiwara" jawab Fauzi terkekeh.
"Gimana aktingku?, keren kan?" timpalnya bertanya sambil merangkul Gira dengan kedua alis yang ia naik turunkan. Sedangkan Gira hanya tersenyum melihat tingkah saudaranya yang paling tengil itu.
Marcel dan Mario hanya bisa tercengang saat melihat bahwa kartu AS mereka sudah tidak bekerja dengan mereka lagi karena ancaman yang menahannya sudah bebas. Jadi mereka berdua sudah kehilangan orang kuat yang bisa mengalahkan Daniel.
"Yosh!. Waktunya pembalasan" ucap Hyuga bersemangat sambil meninju telapak tangannya sendiri.
"Akhirnya delapan tombak utama Dark Shadow sudah berkumpul. Terasa seperti nostalgia" ucap Leo tersenyum sambil melihat kedelapan anak-anaknya yang berdiri sejajar di hadapannya.
Gira melangkah ke depan, kemudian ia berbalik badan dan menatap seluruh saudaranya yang juga menatap dirinya.
"Ada apa?, apa yang ingin kau lakukan?" tanya Hyuga penasaran. Sedangkan Gira yak menjawab, ia malah melangkah menuju ke hadapannya Daniel.
Kemudian secara tiba-tiba Gira langsung berlutut di hadapan Daniel seperti prajurit memberi hormat pada rajanya.
"Maafkan saya King, saya telah berbuat nama Dark Shadow tercoreng. Saya siap menerima hukuman" ucap Gira dengan masih berlutut.
"Apa yang kau katakan Gira?, kami sama sekali tidak berpikiran kau berkhianat dari kami. Aku tau kau melakukan ini hanya terpaksa demi keselamatan keluargamu. Seharusnya kami yang meminta maaf karena terlambat membantumu" ucap Daniel sambil membantu Gira berdiri.
"Daripada membahas itu, lebih baik kita urus dua sampah itu" sela Hyuga sambil merenggangkan jari-jarinya.
"Kau benar saudaraku" jawab Gira tersenyum sinis menatap Marcel dan Mario yang sudah berkeringat dingin.
"Panggil semua orang nak, kita harus bertarung hidup dan mati di sini" ucap Mario memberanikan diri.
"Baik Pa" jawab Marcel sambil menelpon seluruh bawahannya yang berada di seluruh kota Jakarta.
Saat Hyuga ingin maju menyerang, tiba-tiba tangan Gira menghalanginya seraya berkata "Izinkan aku yang membereskan kedua orang itu saudaraku. Ada dendam yang harus aku bereskan padanya".
"Tapi, aku juga ingin bermain-main dengan sampah itu. Sudah lama aku menahan ini" jawab Hyuga bersemangat.
"Tolong berikan mereka padaku saudaraku. Aku merasa tidak puas jika kalian ikut menghabisi mereka" pinta Gira.
"Biarkan Gira bermain dengan mereka Hyuga. Kita hanya menunggu sisa-sisa dari Harimau Berdarah saja. Mereka pasti sedang menuju ke sini" ucap Daniel sambil memegang pundak Hyuga.
"Baiklah kapten, jika kau yang memintanya. Maka aku serahkan mereka pada Gira" jawab Hyuga mengalah.
"Ingat saudaraku, jangan sampai kalah dari mereka, jangan membuat malu nama delapan tombak utama Dark Shadow ya" ucap Hyuga mengejek.
"Hahaha, kau pikir aku siapa?. Apa kau lupa aku ini sedikit lebih kuat darimu?. Orang yang bisa mengalahkan ku hanya King saja" jawab Gira tersenyum.