Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
PENCULIK PARA WANITA


Sudah 3 hari setelah mereka semua merayakan ulang tahun pertama Damin. Kini mereka semua tengah sibuk dengan urusan masing-masing, dan Jasmine juga kembali ke Dark Shadow karena Daniel memintanya untuk menjadi pelatih pada bagian senjata api.


Daniel juga sudah kembali mengajar seperti biasanya. Seperti biasa, Daniel selalu menjadi idola para guru wanita serta siswi di sekolah milik Joe.


Hanabi juga sesekali berkunjung ke sekolah milik Kakaknya, terkadang ia juga bersama dengan Leny. Hubungan antara mereka berdua semakin akrab seperti Kakak-beradik dan hal itu membuat Daniel serta Joe merasa senang.


Ketika Daniel sedang sibuk dengan kertas-kertas ujian para muridnya yang berserakan di atas meja kerjanya. Tiba-tiba ponsel miliknya berdering dan sampai membuatnya menaikkan sebelah alisnya melihat nama si penelepon.


"Hyuga?, tumben" gumam Daniel sedikit terkejut dan langsung menekan tombol hijau pada layar ponselnya.


"Ya?!, ada apa?, tumben sekali kau menelepon?" tanya Daniel sambil sibuk dengan kertas-kertas yang berserakan di atas mejanya.


"Aku dengar-dengar kau sedang berada di Jepang?" Hyuga kembali bertanya.


"Iya, aku memang sedang berada di Jepang" jawab Daniel sambil memeriksa pekerjaan sebagai seorang guru.


"Memangnya ada apa?, gak biasanya kau menelepon ku?" timpal Daniel bertanya.


"Tidak ada, aku hanya merindukanmu" jawab Hyuga terkekeh.


"Tak usah main-main!. Kau pikir aku mengenalmu hanya sehari dua hari saja?" tanya Daniel sedikit kesal.


"Hahaha, kau memang selalu tau tentang kami ya kapten" jawab Hyuga tertawa.


"Saat ini aku sedang berada di Jepang, dan aku sudah di markas, tapi kau tak ada di sini" timpalnya menjelaskan.


"Ha?!, dasar bodoh!. Kenapa kau tidak memberi tau aku kalau kau berada di sini?!" tanya Daniel dengan nada yang sedikit kencang dan sontak membuat Joe serta para guru-guru yang lainnya menatap dirinya karena terkejut.


"Kenapa lagi tu orang?" gumam Joe bingung sambil terus memperhatikan Daniel yang tengah melakukan panggilan telepon.


"Hahaha, biar surprise" jawab Hyuga tertawa.


"Kepala otak bapak kau itu surprise" ucap Daniel kesal.


"Udah katakan saja ada apa?!" timpal Daniel bertanya serius.


"Aku membutuhkan bantuan mu, aku menunggumu di markas" jawab Hyuga ikutan serius.


Daniel melihat arloji yang terpasang pada pergelangan tangan kirinya, ternyata memang sudah waktunya jam pulang sekolah. Jadi dia bisa langsung menemui Hyuga yang sudah menunggunya di markas mereka.


"Yaudah, aku akan segera kesana" ucap Daniel dan langsung menutup panggilan teleponnya.


Setelah menerima panggilan dari sahabatnya, Daniel langsung buru-buru membereskan semua pekerjaan yang berserakan di atas mejanya dan ia langsung beranjak dari ruangan guru sampai menghiraukan rekan guru-guru yang melihatnya melangkah dengan buru-buru.


"Kenapa dengannya?, kok terlihat buru-buru?" gumam Joe merasa khawatir.


Joe yang penasaran langsung mengejar Daniel yang sudah terlebih dahulu keluar dari ruangan tempat mereka berada. Ia merasa penasaran bercampur khawatir karena Daniel pergi tanpa berkata apa-apa padanya.


"Hoy kapten!" panggil Joe sedikit berteriak saat ia melihat Daniel hendak masuk ke dalam mobilnya.


Daniel yang mendengar kalau ada yang memanggil dirinya dengan sebutan kapten serta sudah sangat hafal dengan suara itu. Ia langsung menoleh ke arah Joe yang tengah berjalan dengan buru-buru menghampirinya.


"Ada orang yang ingin bertemu denganku" jawab Daniel santai dan langsung masuk kedalam mobilnya tanpa memperdulikan Joe yang sedang berdiri di sebelahnya kemudian ia langsung mengemudikan mobil mewahnya pergi menuju ke markas Dark Shadow.


Daniel terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, tak lupa pula ia menghubungi istri tercintanya kalau ia akan pulang terlambat ke hotel mereka karena harus menemui Hyuga terlebih dahulu.


30 menit kemudian mobil mewah Daniel sampai di depan sebuah gedung yang sangat besar, dan banyak mobil-mobil juga yang terparkir rapih di depan gedung tersebut. Kemudian Daniel keluar dari mobilnya lalu segera masuk menuju ke dalam gedung tersebut.


Pada saat ia sudah berada di depan pintu utama dari gedung tersebut, para bawahannya yang bertugas untuk mengamankan situasi di luar markas Dark Shadow itu langsung memberi hormat dan di balas dengan anggukan oleh Daniel lalu salah satu bawahannya langsung membukakan pintu untuknya.


Saat Daniel melewati setiap tempat yang ada di gedung tersebut, seluruh bawahannya langsung membungkuk untuk memberi hormat pada pemimpin mereka.


Daniel masuk ke dalam lift dan ia langsung menekan tombol lantai 5 yang dimana ruangannya berada, serta Hyuga yang sudah sudah menunggu kedatangannya.


Tak butuh waktu lama, lift yang ia gunakan sudah berhenti tepat di ruangannya. Saat pintu lift terbuka, seluruh bawahannya langsung membungkuk untuk memberi hormat kecuali dengan Rian, Fauzi, Kevin, Hyuga, dan juga Jasmine. Karena mereka berlima adalah orang-orang yang sudah memiliki level kekuatan jauh di atas para bawahannya Daniel termasuk juga Wulan Adiknya Daniel yang memiliki julukan sebagai kelinci yang lincah.


"Ternyata kalian semua sudah berkumpul ya?" tanya Daniel tersenyum dan terus memperhatikan mereka berlima dari ujung kanan, ke kiri.


"Aku pikir Wulan akan ikut" timpal Daniel.


"Lalu, apa tujuanmu yang sampai membuatmu kembali ke negara ini?" ucapnya lagi.


"Aku ingin meminta bantuan padamu, tidak. Lebih tepatnya pada kalian" jawab Hyuga yang tiba-tiba raut wajah berubah menjadi sedih.


"Ada apa?, apa kau mengalami hal yang sangat berat?" tanya Rian khawatir.


"Begini Kak" jawab Hyuga ingin menjelaskan.


"Kakak tau istriku Koury kan?" timpal Hyuga bertanya.


"Tentu saja, diakan Adik ipar ku" jawab Rian tersenyum.


"Apa terjadi sesuatu pada istrimu?" tanya Fauzi menyela.


"Bukan Zi," jawab Hyuga menggeleng.


"Lalu ada apa?!, jangan membuat kami menjadi kebingungan seperti ini!" tanya Fauzi sedikit kesal.


"Kami dapat kabar, kalau Adik kandung Koury, tengah di culik" jawab Hyuga sendu dan membuat mereka semua terkejut.


"Apa?!, di culik?!, kok bisa?!" tanya Fauzi geram.


"Aku juga tidak tau Zi. Tapi, yang aku tau ternyata yang di culik bukan hanya Adik ipar ku saja. Banyak juga wanita-wanita yang menghilang belakang ini, dan para baj!ngan itu hanya menculik gadis-gadis atau yang belum menikah saja" jawab Hyuga menjelaskan.


"Kurang ajar!. Siapa yang sudah berani berbuat hal menjijikan seperti itu di sini?!" ucap Daniel geram.


"Dan bodohnya aku sampai tidak tau hal seperti ini!" timpalnya geram dan mengepalkan tangan.


"Sabar Kak, yang tenang" sela Kevin mencoba menenangkan sang Kakak.


"Kita harus segera usut dan langsung musnahkan saja pelaku penculikan ini!" ucap Daniel emosi.