Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
DANIEL JAIL


Dinda pergi dari tempat itu dan melanjutkan syuting karena ini sudah saatnya since dia, Dinda merasa kesal mengapa Leny tidak kejatuhan lampu yang ia putuskan tadi


Daniel dan Leny keluar dari mobil mereka, Daniel berencana untuk membalas perbuatan Dinda, kali ini Daniel mengikuti Dinda yang pergi ke toilet, seperti yang dia katakan terhadap Leny, dia akan melakukan hal sedikit horor untuk membalas Dinda


Dinda memasuki toilet wanita, jadi Daniel tidak bisa ikut masuk, dia berfikir sejenak bagaimana caranya memberi pelajaran kepada Dinda namun tidak menggunakan kekerasan.. akhirnya dia mendapatkan sebuah ide yaitu menggunakan mahkluk halus.,


Daniel mengeluarkan sedikit auranya dan menekankan ke dalam toilet di mana Dinda berada, Dinda yang sedang membersihkan diri tiba-tiba merasa seperti ada yang mengawasinya


"Ada apa ini? seperti ada seseorang yang sedang melihatku" Dinda berbicara sendiri


Daniel semakin menekan aura di dalam toilet dan Dinda semakin merinding, seakan ada orang yang berada di belakangnya


"Duh, kok aku jadi merinding begini ya" tanya Dinda memegang tengkuk lehernya


"Seperti ada orang di belakangku, namun tidak ada siapa-siapa" timpal Dinda menoleh kebelakang


Daniel mengetuk jendela kaca toilet menggunakan kunci mobilnya, seperti mahkluk halus yang mengetuk kaca menggunakan kuku tajam, lalu Dinda menoleh ke arah jendela toilet dan melihat dari mana suara itu berasal, namun dia tidak menemukan apa-apa


"Ih membuat takut saja" Dinda berbicara sambil berjinjit melihat-lihat jendela


Kini Daniel memainkan sekring lampu, dia menyalakan lalu mematikan lampu yang berbeda tepat di atas kepala Dinda, Dinda mendongak, dan melihat lampu yang menyala lalu mati


"Ah mungkin bola lampunya sudah mau putus" ejek Dinda


Dia tidak menghiraukan bola lampu yang hidup dan mati itu, dia tidak peduli akan hal itu, kini Dinda mencuci wajahnya, lalu Daniel memutar suara mahkluk halus yang dia buka melalui aplikasi YouTube


"H**ihi, haha, ckckck, hiks, hiks*" (*suara wanita tertawa, lalu menangis)


Dinda yang sedang mencuci mukanya langsung terhenti, dan matanya langsung melotot, dia mendongak dan menatap cermin yang berada di depannya


"Su..suara apa itu" tanya Dinda


Daniel semakin membesarkan suara volume ponselnya, dan suara mahkluk halus semakin kuat, tubuh Dinda gemetaran dan dia semakin merinding ketakutan


"Ti..tidak mungkin ada hantu disini" Dinda menoleh kearah samping lalu kebelakang


Dia langsung buru-buru membersihkan air yang membasahi wajahnya, dan langsung berlari menuju pintu keluar, namun saat pintu ingin di bukanya, ternyata pintu itu terkunci


Dinda semakin panik menarik-narik gagang pintu, namun pintunya tidak terbuka., dia menggedor-gedor pintu toilet berharap ada seseorang yang berada di luar, akan tetapi tidak ada jawaban, dia semakin berteriak meminta tolong


"Tolong! tolong!, siapa saja tolong!" teriak Dinda menggedor pintu


Daniel yang berada di luar toilet, tertawa sendiri karena rencananya berhasil.Dan Dinda seperti mau pingsan di dalam toilet karena ketakutan berada sendirian dan terkunci


"Tolong!, tolong!" teriakkan Dinda semakin pelan dan mulai menangis


Mungkin fisik Dinda tidak terluka, namun mentalnya yang akan goyah. lama kelamaan Daniel menjadi tidak tega, lalu dia memberi pesan singkat untuk istrinya agar dia segera datang untuk menemuinya


Sesampainya Leny, dia melihat suaminya tertawa sendiri, Leny buru-buru mendekati Daniel, dan langsung bertanya apa yang terjadi


"Ada apa suamiku, mengapa kamu tertawa begitu" bisik Leny


"Aku sedang mengerjai Dinda" jawab Daniel sambil tertawa


"Memangnya ada apa?, mengapa dia berteriak di dalam toilet" tanya Leny


"Aku menakutinya dengan mahkluk halus" timpal Daniel menahan tawa


"Ih kamu nakal" ucp Leny mencubit pipi Daniel


"Karena aku tidak ingin melukai fisiknya, jadi aku hanya membuat mentalnya goyah saja" tegas Daniel mencolek hidung Leny


Lalu Daniel menyuruh Leny untuk berpura-pura masuk kedalam toilet, dan Daniel nantinya akan menghilangkan auranya


"Sebaiknya kamu masuk ke dalam toilet, dan berpura-pura terkejut dan coba menenangkan dia" bisik Daniel


(*Leny mengangguk*)


Dia masuk kedalam dan membuka batang kayu yang sengaja Daniel sekat untuk mengunci pintu toilet, ketika Leny membuka pintu toilet, Daniel langsung menghilangkan tekanan auranya yang berada di dalam toilet


Leny membuka pintu toilet, dan dia melihat Dinda tengah terduduk pasrah di lantai, Dinda seperti orang linglung seketika, Leny merasa kasihan melihat Dinda seperti itu..


"Meski kamu jahat terhadapku, tapi kamu tetap temanku" (*batin Leny*)


"Din?. kamu kenapa?" tanya Leny memegang pundak Dinda


Dinda mendongak menatap Leny, ia berdiri dan langsung memeluk Leny, Dinda perlahan-lahan membaik, dan tubuhnya sudah mulai normal kembali


"Aku takut sekali, sepertinya tempat ini angker" jawab Dinda memeluk Leny


"Ah tidak mungkin, itu hanya halusinasi kamu saja" timpal Leny menahan tawa


"Tadi aku merasa seperti ada yang sedang mengawasi ku, dan lampu itu tadi mati hidup mati hidup terus" jelas Dinda menerangkan


"Sudah-sudah. Ayo kita keluar dari sini, kamu sudah basah kuyup begini, nanti masuk angin loh" ajak Leny merangkul Dinda


"Melihatmu seperti ini aku merasa kasihan, namun ini juga sebagai bayaran atas perilaku kamu padaku tadi" (*batin Leny*)