Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
TIDAK TERIMA


"KALIAN MEMANG SUDAH BOSAN HIDUP!, SERANG!" teriak salah satu dari mereka, dan para musuh juga mulai menyerang Daniel serta yang lainnya.


Bukannya takut, Daniel justru tersenyum sinis menyambut penyerangan dari puluhan musuhnya. Ketiga adiknya juga ikut bersemangat melakukan peperangan itu.


Wulan juga terus berada di dekat Leny untuk melindungi sang kakak. Sedangkan Daniel langsung di kepung oleh para musuh. Jumlah musuh yang mengepung Daniel kurang lebih sekitar 20 orang. Akan tetapi tidak ada rasa takut maupun gentar dalam diri Daniel menghadapi puluhan musuh yang tengah mengepungnya. Ia justru tersenyum senang dan semakin bersemangat menghadapi musuh-musuhnya yang malah ia anggap seperti seekor tikus yang tak terurus.


"Sekarang bagaimana hah?!, apa kau takut?" tanya salah satu dari orang yang mengepung Daniel ( Bahasa Prancis ).


"Puffttt... Hahaha" Daniel tertawa.


"Takut?. Untuk mengalahkan kalian tidak perlu mengeluarkan keringat" jawab Daniel tersenyum sombong. ( Bahasa Prancis )


"Kalian sudah kalah jumlah, jadi jangan berlagak sombong!" ucap mereka semakin tak terima ( Bahasa Prancis ).


"Untuk apa berjumlah banyak, namun tidak ada yang berguna" ejek Fauzi ( Bahasa Prancis ).


Tak hanya para Daniel saja yang di kepung, ternyata Leny dan Wulan juga mendapatkan perlakuan yang sama, di tambah musuh yang mengepung mereka menatap Leny dan Wulan dengan tatapan c4bul karena kecantikan mereka berdua.


"Dek, kakak mau muntah melihat tatapan mereka" ucap Leny merasa jijik dengan para pria yang mengepung mereka.


"Halo nona-nona cantik. Dari pada kita berkelahi, lebih baik kalian berdua menemani kami bermain. Tenang saja, kami bakal lembut kok" ucap salah satu pria yang mengepung Leny dan Wulan ( Bahasa Prancis ).


"Meskipun aku gak mengerti bahasa kalian, tapi kalian pasti berpikir yang tidak-tidak. Dasar otak c4bul!" ucap Leny merasa jijik.


Saat salah satu dari mereka ingin menyentuh Leny, dengan cepat Wulan langsung menangkap tangan pria itu dan Wulan mencengkram erat tangan pria tersebut.


"Jangan pernah menyentuh kakakku dengan tangan busuk kalian" ucap Wulan geram ( Bahasa Prancis ).


Karena sudah emosi, Wulan langsung menendang ************ pria itu. pria itu langsung menjerit karena mahkotanya telah di tendang oleh Wulan dengan sangat keras.


Pria itu langsung terbaring sambil memegangi mahkota yang serasa pecah di bagian tersebut. Merasa belum puas, kini giliran Leny yang menginjak bola mata pria itu dengan sepatu high heels miliknya. Pria itu semakin menjerit kesakitan dan kelopak matanya sudah mengeluarkan darah.


"Ups maaf, gak sengaja" ucap Leny menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Tiba-tiba Wulan juga menendang dada pria itu dan sampai membuat tubuh pria itu terseret di lantai hingga menghantam dinding di ruangan tersebut.


"Sebagai seorang wanita ternyata kalian cukup berani ya!" ucap rekan dari pria malang itu ( Bahasa Prancis ).


"Apa yang harus di takutkan?. Kita cuma beda jenis kelamin saja, bukan bedan alam" jawab Wulan dengan ketusnya ( Bahasa Prancis ).


"Dasar wanita j4lang!" teriak pria itu dan langsung mencoba menyerang Wulan.


Saat pria itu ingin menyerang Wulan, dengan gerakan cepat Wulan langsung melayangkan pukulannya, dan pukulan yang ia berikan tepat mengenai dagu pria itu.


Pria itu langsung tersungkur di lantai, dan Wulan juga langsung menginjak dada pria itu dengan sangat keras sampai beberapa tulang rusuknya patah akibat perbuatan Wulan barusan.


Pria itu menjerit kesakitan, dan para rekannya justru menjadi sedikit takut melihat kedua temannya sudah tumbang oleh seorang wanita.


"Bagaimana?, masih mau lanjut?" tanya Wulan menantang ( Bahasa Prancis ).


Di sisi lain, ternyata Daniel sudah berhasil mengalahkan semua musuh yang mengepung tadi. Tanpa rasa kasian, Daniel tidak membiarkan mereka bernyawa satupun.


Terlihat pisau menancap di bagian tubuh musuh yang mengepung Daniel tadi, dan semua pisau itu menancap tepat di organ vital mereka semua.


Tak mau kalah dari sang kakak, ketiga adik Daniel juga ikut bersenang-senang menghajar musuh-musuh yang ada di hadapan mereka.


Tak butuh waktu lama, para orang-orang yang ingin menghajar Daniel beserta adiknya sudah tumbang dan tak ada yang di biarkan hidup oleh mereka.


"Sekarang kita hanya tinggal menunggu bosnya saja" ucap Daniel santai sembari menaikkan kedua kakinya di atas meja.


Tiba-tiba seorang pria masuk ke dalam gedung tersebut, dia langsung terkejut melihat para pengikutnya sudah berlumuran darah dan sudah tak ada yang bernyawa lagi.


"Ada apa ini?, apa yang terjadi?" ucap pria itu bertanya-tanya.


"Ternyata bosnya orang Indonesia" ucap Leny sembari menyilangkan kedua tangannya.


"Siapa kalian hah?, apa yang kalian lakukan pada anak buahku?" tanya pria itu penuh emosi.


Daniel menurunkan kedua kakinya sembari berkata dengan dingin "Apa kau tak mengenaliku, Saka?".


Pria yang di sebut Saka oleh Daniel tadi langsung terbelak melihat Daniel yang berada di depannya. Tangannya langsung bergetar saat Daniel tersenyum sinis menatapnya.


"Aku sudah menduganya, pasti kau dalang di balik semua masalah ini, dan kau juga sudah berani menggunakan nama Dark Shadow dalam kejahatan yang kau perbuat" ucap Daniel dengan tatapan dinginnya.


"Jadi Ayah kenal dengan orang itu?" tanya Leny sembari menunjuk pria yang bernama Saka.


"Tentu saja kak Daniel sangat kenal dengannya. Dia adalah murid kak Daniel yang berkhianat" Fauzi yang menjawab.


"Aku tidak pernah punya murid seperti dia" bantah Daniel.


"Ternyata kau masih belum berubah juga ya Saka. Aku pikir setelah kau keluar dari penjara, kau akan bisa berubah" ucap Kevin.


"DIAM KALIAN!. APA KALIAN TIDAK TAU BETAPA MENDERITANYA AKU DI PENJARA ITU HAH?!" teriak Saka membela diri.


"Salahmu sendiri, kenapa kau dulu menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh kak Daniel?, masih untung kau hanya di masukkan ke dalam penjara, bukan ke dalam kuburan" ucap Wulan.


"Sampai segitunya kau ingin mengambil alih posisi kak Daniel ya?. Aku pikir kau sosok murid yang berbakti, ternyata ada niatan busuk dalam hatimu" ucap Fauzi.


"TUTUP MULUTMU FAUZI!" ucap saka membentak.


Tiba-tiba Daniel sudah berada di depan Saka dan Daniel juga langsung mencengkram wajah Saka sembari berkata dengan suara dingin "Sebaiknya kau yang tutup mulut, sampah!".


Setelah itu Daniel langsung menghantam kepala Saka ke sebuah lemari kaca yang ada di depannya. Akibat hantaman itu, kepala Saka langsung mengeluarkan darah, namun Daniel masih merasa geram dengan pria yang masih ia cengkram wajahnya.


"LEPASKAN AKU DASAR IBLIS!" teriak Saka mencoba melawan.


"HAHA KAU TAU AKU INI IBLIS, TAPI KENAPA KAU MASIH BERANI BERKHIANAT DAN BAHKAN SUDAH LANCANG MERUSAK NAMA DARK SHADOW" ucap Daniel ikut berteriak.


Karena sudah sangat marah, Daniel langsung menghantam tubuh Saka ke dinding dengan tangan yang masih mencengkram wajah pria itu.


Kemudian Daniel semakin mencengkram erat wajah Saka dan membuat pria itu menjerit kesakitan, namun Daniel tak memperdulikan jeritannya.


"Arkkhhhh!! Lepaskan aku pengecut!" ucap Saka mencoba melepas paksa cengkraman tangan Daniel di wajahnya.


Namun semakin dia melawan, semakin kuat pula Daniel mencengkram wajah Saka. Saka semakin menjerit kesakitan dan mencoba memukuli Daniel, akan tetapi Daniel tidak memperdulikannya.


Tiba-tiba Leny berteriak "AYAH STOP!!" teriakan Leny membuat Daniel terdiam, dan ia langsung menoleh ke arah sang istri yang berjalan mendekatinya.