
Anna berkata dengan kagum
"Itulah Daniel. Jika ada yang berani melukai orang yang dia cintai, pasti dia akan membalasnya sepuluh kali lipat lebih kejam darinya. Kemungkinan hanya kamu yang bisa menenangkannya" (*menatap Leny dan tersenyum*)
Leny terus melihat tingkah suaminya yang semakin brutal menyiksa para pembunuh bayaran itu. Hatinya semakin tidak tenang karena Daniel telah banyak membunuh orang.
Anna mengejutkan Leny yang dari tadi melihat Daniel terus tanpa berkedip
"Dik, kamu tidak apa kan?" (*memegang punggung Leny*)
Leny menjawab
"Tidak kak, aku justru khawatir dengan Daniel"
Anna berkata dan menenangkan Leny
"Jangan khawatir, disana ada kakak dan adikmu, pasti mereka bisa membantu suamimu"
Andre yang terus berusaha berjalan mendekati Fary yang sudah tidak sadarkan diri, tiba-tiba di halang oleh Wulan yang berdiri di hadapan. Andre membentak Wulan dan tidak memperdulikan Wulan yang ada didepannya
"Minggir kau!, aku tidak tertarik denganmu" (*melangkah dengan terpincang-pincang*)
Wulan mengerutkan keningnya dan tertawa
"Haha. Aku juga tidak tertarik denganmu, aku hanya ingin membalas perbuatan kalian terhadap kakak iparku" (*tersenyum sadis*)
Andre menjawab dengan nada sedikit keras
"Sudah kubilang aku tak ingin bermain denganmu!. Wanita seharusnya berada di dapur!"
Wulan mengejek Andre
"Lihat dirimu, sudah sekarat saja masih menyombongkan diri"
Wulan menyilangkan kedua tangannya dan menatap Andre yang terus berusaha mendekati Fary. Dia langsung melangkah mendekati Andre dan langsung menendangnya.
Wulan berteriak
"Sesuai perintah kakakku tadi, kami tidak akan membiarkan kalian tetap hidup!"
Andre terpental sejauh 5 meter dan memegangi perutnya karena tendangan dari Wulan tadi.
Dalam hati dia berkata
"Meski seorang wanita, tenaganya tidak bisa di remehkan"
Rian juga terus bermain dengan para pembunuh itu. Daniel yang semakin tak terkendali menjadi brutal, dia memberi pukulan demi pukulan tanpa ampun. kini disekelilingnya sudah banyak mayat mereka.
Dari hampir lebih 30 orang yang dibawa Fary dan Andre kini hanya tersisa sekitar 15 orang saja. Wulan terus memandangi Andre yang masih terkapar
Wulan berkata dengan tegas
"bangkit!, seorang lelaki seharusnya lebih kuat dari seorang wanita!"
Andre berusaha untuk bangkit, dengan sisa tenaga yang ia miliki. Kakinya tidak mau berhenti bergetar, pandangannya perlahan menjadi kabur, dia seperti melihat dua sosok wanita sedang berdiri di hadapannya
Wulan berlari menuju Andre dan langsung menendang lehernya. Karena terkena tendangan itu Andre langsung memuntahkan darah dan langsung tak bernyawa.
Fary sudah mulai sadar. Daniel melihat Fary sudah menggerakkan tubuhnya secara perlahan. Daniel membereskan penghalang yang ada di hadapannya, dengan secepat kilat Daniel langsung menumbangkan 5 orang yang menghadangnya.
Dia langsung menuju kearah Fary
"Sudah bangun?!, apa mimpinya indah?" (*Daniel berjongkok*)
Belum sempat bangkit, Daniel langsung menginjak tengkuk lehernya. Fary menjerit kesakitan dan langsung kehilangan nyawanya. Daniel berteriak lalu menendang Fary.
"Sudah kubilang tak ada dari kalian yang bisa bebas!, nyawa kalian ada di tanganku"
Seluruh pasukan Black Dragon yang dibawa Fary dan Andre sudah musnah termasuk Andre dan Fary. Karena situasi sudah aman, Anna dan Leny keluar dari mobil. Leny langsung berlari dan langsung memeluk Daniel untuk menenangkan suaminya dari amarah
"Sudah suamiku. Jangan seperti ini, kamu harus tenang"
Perlahan-lahan Daniel menurunkan amarahnya dan membalas pelukan lembut dari istrinya.
Daniel mengelus kepala Leny dan berkata
"Iya istriku, maafkan aku karena membuatmu menjadi khawatir"
Leny mendongak dan menatap Daniel lalu berkata
"Dasar bodoh! mengapa kamu begitu kejam" (*cemberut*)
Daniel tersenyum dan berkata
"Hehe. Itu karena mereka sudah berani menggangu kamu istriku" (*menarik hidung Leny*)
Leny menjawab dengan cemberut
"Tapi tidak perlu sampai membunuh begitu banyak orang. Jika keluarga mereka tidak terima dan akan membalasnya bagaimana?"
Daniel tidak menjawab justru langsung mencium bibir Leny. Leny terkejut karena sambaran bibir dari Daniel.
Daniel melepaskan ciumannya dan berkata
"Kalau masih bawel, aku cium lagi" (*tersenyum*)
Rian dan yang lainnya sangat senang melihat kemesraan dari Daniel dan Leny. Dia menegur mereka dan mengajaknya untuk pulang
Rian tersenyum dan menegur mereka
"Ehkem. Ini di tempat umum, kalau mau melakukannya dirumah saja" (*tersenyum*)
Haha (*Daniel tertawa*)
Kemudian Daniel menghubungi inspektur Yuddy untuk membereskan para mayat yang tergeletak itu. Sesampainya pasukan polisi di TKP, Daniel langsung menjelaskan semuanya
Yuddy berkata
"Baiklah tuan saya mengerti, namun di Indonesia ini punya hukum, mengapa tuan bertindak sendirian?"
Daniel menjawab
"Maafkan saya inspektur, saya terbawa suasana karena kelompok merekalah yang membuat istriku terluka sampai mengalami koma"
Yuddy berkata dengan tegas
"Yaudah serahkan saja masalah ini terhadapku, aku akan berusaha semampuku agar tuan dan yang lainnya tidak terkena masalah ini"
Mereka semua pamit pulang dan Leny menyuruh Daniel untuk mandi dan beristirahat. Karena dia tau suaminya pasti kelelahan karena pertempuran tadi.
Setelah semua selesai, Daniel tertidur pulas dalam pelukan Leny. Namun Leny menjadi tidak tenang karena Masalah yang di perbuat Daniel tadi.
Dalam hati Leny khawatir
"Yang dikatakan inspektur Yuddy tadi ada benarnya, ini negara hukum, aku takut kami akan terseret karena perbuatan suamiku ini. Bagaimana ini?, aku tak ingin berurusan dengan hukum" (*panik*)
Leny memandangi suaminya yang sedang tertidur pulas dalam pelukannya, dia terus melihat suaminya yang begitu tampan saat sedang tertidur
Leny berbicara sendiri
"Kamu sangat kejam suamiku. Ketika kamu marah, kamu bahkan bisa menghajar puluhan orang tanpa terluka.
Kemudian Leny mencium kening Daniel dan termenung. Dia tidak bisa lepas dari kejadian siang tadi, dia terus saja gelisah. batinnya terus berbicara tidak tenang
"Aku harap ini baik-baik saja, semoga inspektur bisa melindungi kami"
Tiba-tiba telepon milik Leny berbunyi, dia menatap layar ponselnya dan melihat nama si penelepon itu. Dia langsung terkejut.