Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
PERAMPOKAN


"Hehe maaf ya sayang. kan harus kita rahasiakan. nanti kalau waktunya tepat baru kita publikasikan" Daniel mengelus kepala Leny


Daniel dan Leny sedang asik mengobrol, tiba-tiba ada suara teriakan dari luar.. dan membuat Daniel penasaran ingin melihatnya


Namun Leny menahan Daniel agar tidak keluar dan ikut campur dengan apa yang terjadi di luar sana


"Jangan sayang... bahaya" Leny menarik tangan Daniel yang hendak keluar


"Tenang saja sayang, semua akan baik-baik saja" Daniel membujuk Leny agar melepaskannya


"Gak mau, kamu di sana saja" ucap Leny manja


"Iya-iya, dasar bawel" Daniel mencubit pipi Leny


Tiba-tiba mereka yang membuat onar memasuki cafe itu, dan membuat orang-orang yang berada di dalam cafe ketakutan


Menurut hitungan Daniel, mereka hanya 6 orang saja.. tetapi mereka semua membawa berbagai macam senjata


"Siapa pemilik tempat ini?!" teriak salah satu perampok tersebut


Perampok itu memukul-mukul meja cafe dengan pukulan baseball hingga meja itu patah, dan membuat semua orang di situ menjerit histeris terutama wanita


"Aku tanya siapa pemilik cafe ini?!" teraik rampok itu lagi


Kemudian pemilik cafe itu keluar dengan ketakutan yang sangat luar biasa


"Saa..saya bang" ucap pemilik cafe itu gugup


"Sudah berapa lama kamu berjualan di sini?!" tanya rampok itu sambil menyodorkan senjatanya


"Ti...ga tahun bang" jawab pemilik cafe itu menunduk


"Lalu kenapa selama tiga tahun kamu tidak pernah memberiku uang keamanan?" bentak rampok itu


"B..baik bang akan saya berikan" pemilik cafe itu berlari ke meja kasir dan mengambil uang


Lalu salah satu rampok itu melihat ke arah Leny, dia menatap Leny seperti ingin menikmati tubuh indah dari kekasih sang pemimpin assassin tersebut


Leny ketakutan dia semakin memeluk Daniel dan membenamkan wajahnya ke dada bidangnya Daniel


Lalu rampok itu mendekati meja Daniel dan Leny


"Hey cantik, maukah kamu bermain denganku?" goda rampok itu


Leny menjadi semakin takut dan menepis tangan rampok itu dan membuat rampok itu ingin membuat kasar.. karena Daniel sudah muak dengan para sampah-sampah masyarakat itu, Daniel langsung menangkap tangan rampok yang telah memegang tubuh calon istrinya itu hingga membuat tangannya patah


"Ahkkk!! b.. berani sekali kau!?" teriak rampok itu


"Jauhkan tangan busukmu dari tubuh istriku" Daniel melempar tangan rampok itu


Karena mendengar teriakkan dari temannya, maka para rampok yang lain melihat ke arah Daniel


"Berani sekali kau melukai temanku" ucap rekan rampok lain


"Wah kejadian ini bakalan viral" ucap salah satu pengunjung cafe


"Hey!, apa kau sudah bosan menghirup udara segar?" teriak para rampok


"Cih, dasar sampah! sok mengancam" ejek Daniel meremehkan


"Memeng sudah gak sayang nyawa kau ya" rampok itu semakin emosi


Salah satu rampok memukul Daniel dengan pemukul baseball miliknya, namun Daniel membalasnya dengan pukulan dan tongkat baseball itu patah terbelah dua. semua orang yang melihatnya tidak percaya, bagaimana mana mungkin tongkat keras itu bisa dengan di patahkan oleh Daniel?


"Sial!, punya ilmu apa anak ini" (*batin salah satu rampok itu*)


Leny yang melihat kejadian itu tepat dimatanya, hingga membuatnya menjerit ketakutan, dan oknum yang mengambil video pun terkejut hingga tercengang


"Kalian sudah menganggu makan siangku dengan istriku, kalian harus menanggung akibatnya" ancam Daniel


"Haha, kau hanya sendirian sedangkan kami ada 6 orang dengan senjata, jangan fikir kau akan menang" rampok itu meremehkan Daniel


Ketika sang rampok sedang asik berbicara, tiba-tiba kelima rampok lainnya telah tumbang tanpa ada yang tau penyebabnya


"Mana yang katanya ada enam orang?, kok hanya tinggal 1 orang saja yang masih berdiri?" tanya Daniel meremehkan


Salah satu rampok yang masih berdiri terlihat heran, mengapa seluruh temanya pada tumbang semua


"K..kau!, apa yang kau lakukan hingga teman-temanku seperti ini?" teriak rampok itu


"Kalian saja yang terlalu lemah" ejek Daniel


Karena sudah terlalu emosi, rampok yang masih bertahan itu menyerang Daniel secara membabi buta.. dan Daniel dengan ekspresi malas menahan setiap serangan dari rampok itu


Brakk (*suara pukulan*)


Pukulan tangan Daniel tepat mengenai dada rampok itu dan membuat dua tulang rusuknya patah


Pemilik cafe yang menyaksikan adegan itu, tubuhnya menjadi bergetar.. dan orang-orang di cafe itu tak bisa berhenti mengagumi sang pahlawan itu


"Tunggu saja kau, aku akan panggil bosku dan teman-temanku yang lain, kau tetap disini jangan pergi jika kau lelaki" ancam perampok itu


"Panggil semuanya, akan ku ratakan dengan tanah" ejek Daniel


Keenam perampok itu lari keluar dan akan memanggil bos dan teman temannya untuk mengeroyok Daniel


"Sudah sayang.. ayo kita lanjut makan lagi aku sudah lapar ini" Daniel mengelus kepala Leny


"Tapi jika mereka datang kembali dan membawa bosnya serta teman-temannya gimana sayang?" tanya Leny


"Sudah itu urusanku.. kamu duduk manis saja di sampingku" jawab Daniel tersenyum


10 menit kemudian para rampok kembali dengan jumlah yang lebih banyak, sekitar 15 orang...