Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
TAWA KEJAM SEORANG AKTRIS CANTIK


Irwan dan Chika sampai tertegun saat melihat raut wajah Leny yang berubah seketika. Mereka berdua merasa kalau artis cantik yang berasal dari Indonesia itu adalah seorang wanita psikopat.


Angel masih tak percaya dengan apa yang di terjadi pada Kakaknya. Seorang Kakak yang selama ini diam, lemah lembut, dan begitu menyayangi saudara-saudaranya, kini berubah menjadi seorang iblis wanita yang menyeramkan.


"HAHAHAHA! Ayo Ryuken!, habisi sampah itu!" tawa Leny semakin menggila.


"Bagaimana ini Caty?, nona semakin tak terkendali" tanya Mery khawatir.


"Kau benar Mery. Lihatlah tuan kita itu. Bukannya menghentikan istrinya, dia malah santai sambil merokok menikmati kegilaan dari nona" jawab Caty ketakutan.


"Tapi, jika kita tidak menuruti perintah dari nona, bisa-bisa kita yang bakal habis di buatnya nanti" ucap Mery semakin bingung.


"Bagaimana ini tuan?, apa yang harus kami lakukan?" tanya Caty meminta saran.


"Sudah, ikuti saja perintah nona kalian. Turuti saja apa yang dia mau" jawab Daniel tersenyum.


"Ternyata wanita itu juga gila" batin bos Genk motor itu sambil terus berlari menghindari kejaran dari katana milik Daniel.


"Apa yang kau lakukan Ryuken?!, kenapa pergerakanmu begitu lambat?!" tanya Leny kesal.


"Aku mau kau lebih cepat dan lebih mengamuk lagi! HAHAHA!" perintah Leny dengan tawa psikopatnya.


"Sebaiknya kita turuti saja apa mau nona kita Caty" ucap Mery pasrah.


"Baiklah, terserah kau saja Mery" jawab Caty ikut pasrah.


"BAGUS!. LEBIH DEKAT LAGI!, HAHAHA" teriak Leny bersemangat.


Leny semakin tersenyum saat Ryuken semakin dekat dengan pria itu. Senyuman itu membuat Angel yang berada di dekatnya semakin merasa takut saat melihatnya.


"POTONG DAUN TELINGANYA RYUKEN!" teriak Leny memerintah.


Mendengar perintah barusan, Mery dan Caty yang berada di dalam katana milik Daniel langsung melakukannya.


Sedangkan pria itu langsung terjatuh saat daun telinga sebelah kirinya telah terpisah dari kepalanya.


"ARKKKHHHH TELINGAKU!!" teriak pria itu kesakitan sambil terus memegangi bekas luka yang disebabkan oleh katana milik Daniel.


"HAHAHA! WOY PRIA BODOH!. APA KAU MAU TERUS TIDURAN DI SANA?!" tanya Leny dengan tawa psikopatnya.


"BANGUN! DAN TERUS BERLARI!. AGAR PERMAINAN INI TIDAK TERASA MEMBOSANKAN!" timpal Leny tertawa seperti orang yang sudah kehilangan akal sehat.


"Kak, sudah kak. Jangan seperti ini, aku takut" ucap Angel dengan raut wajah khawatir.


Leny menoleh ke arah Angel, terlukis sebuah senyuman menakutkan dari wajah. Kemudian ia berkata "Adikku sayang, diam lah, dan saksikan permainan yang menyenangkan ini". Setelah berkata seperti itu Leny kembali tertawa dan beralih ke arah pria yang masih terkapar di atas tanah.


"WOY BERENGS*K!. BANGUN, DAN HIBUR AKU LAGI!. HAHAHA" tawa Leny.


"Su...su... sudah nona. A..a...ampun, tolong jangan sakiti aku lagi" jawab pria itu terbata-bata sambil memegangi bekas lukanya. Sedangkan katana milik Daniel masih melayang-layang di atas kepala pria yang terluka itu, menunggu perintah Leny selanjutnya.


"APA?!, AKU TIDAK MENDENGARNYA?!" teriak Leny sambil mengarahkan telinganya ke arah pria yang sudah terluka itu.


"KATAKAN SEKALI LAGI!, AKU TIDAK DENGAR!" timpal Leny.


"Kak!, sepertinya istrimu salah minum obat deh" ucap Fauzi yang ikut merasa takut melihat Kakak iparnya yang lepas kendali.


"Biarkan saja dia bermain dengan mainannya, sebaiknya kita diam dan mengalah saja" jawab Daniel sambil membuang asap rokoknya.


"Aku khawatir akan terjadi apa-apa pada Kakak ipar" jawab Fauzi menatap Leny dengan tatapan khawatir.


"Tenang saja, istriku pasti akan baik-baik saja, tidak ada yang perlu di takuti" ucap Daniel tersenyum.


"Kau boleh saja lepas kendali dan menjadi gila Kak, tapi jangan sampai istrimu ikut tertular kegilaan yang kau punya" jawab Fauzi risau.


"Dia hanya kesal karena para Genk motor itu telah menggangu waktu bersenang-senangnya. Jadi, rasa kekesalan itu ia lampiaskan ke pada pria itu" ucap Daniel menjelaskan.


"Tapi jangan sampai segitunya dong Kak. Lihat itu putra kalian, ia seperti ketakutan" ucap Fauzi sambil menunjuk ke arah Damin.


"Hahaha, apa kau pikir putra kami mengalami hal seperti itu?,ketakutan?" tanya Daniel tersenyum dan melihat wajah sang putra yang menggambarkan bahwa ia juga menikmati pertunjukan yang di buat oleh sang Ibunda.


"Dia justru malah menikmatinya" timpal Daniel tersenyum.


"Apa yang sampah itu katakan Adikku?" tanya Leny pada Angel, karena pria itu menggunakan bahasa Jepang.


"Dia sudah menyerah dan meminta Kakak untuk melepaskannya" jawab Angel.


"HAHAHA MELEPASKAN?!" tanya Leny memastikan dan di anggukan oleh Angel.


"HAHAHA, TIDAK SEGAMPANG ITU KETURUNAN MONYET!" timpal Leny berteriak.


"Kak sudah Kak, lepaskan saja dia. Kasihanilah pria itu" pinta Angel memohon.


"TIDAK!" tegas Leny.


"Kamu pikir dengan dia dan kelompok tidak jelasnya itu mengganggu waktuku, bisa ku ampuni begitu saja?" tanya Leny dengan nada dinginnya dan ekspresi wajah datarnya.


"Tidak akan aku ampuni orang yang sudah berani menggangu waktu berharga keluargaku!" ucap Leny penuh penekanan.


"Tolong Kak, dinginkan kepala kamu. Jangan lepas kendali seperti ini" pinta Angel memohon dengan wajah sedihnya.


"Kasihan Damin Kak, dia sepertinya ketakutan" timpal Angel menatap Damin. Namun bayi tampan itu justru malah tertawa bahagia sambil bertepuk tangan.


"Lah?, kenapa anaknya malah ikut senang?" batin Angel terkejut.


"Tidak akan aku lepaskan Adikku" jawab Leny dengan tegas.


"Semua orang harus tau!. Inilah akibatnya jika mereka berani menggangu kesenanganku!" timpal Leny.


"Kakak tidak boleh membunuh orang Kak" ucap Angel menasehati, namun tak di dengar oleh Leny.


"Ryuken!, tusuk Kakinya!" ucap Leny memerintah.


Mendengar perintah barusan, Mery dan Caty langsung melakukannya. Mereka berdua langsung menusuk betis pria tersebut hingga sampai menembus tanah.


"ARKKKHHHH" teriak pria itu kesakitan.


"Ryuken, potong sebelah kakinya" perintah Leny. Kemudian, Mery dan Caty melakukannya.


Darah langsung muncrat dari kakinya yang baru saja di belah oleh katana milik Daniel. Sedangkan suara pria itu sudah semakin lemah karena kehabisan darah.


"Ryuken, belah kepala pria itu!" perintah Leny lagi.


Mendengar perintah barusan, Angel dan sepasang kekasih itu langsung terbelak. Mereka bertiga semakin tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Leny.


Ryuken langsung membelah tengkorak kepala pria itu sampai isi dalamnya keluar dari tengkorak kepala yang sudah terbelah, dan otomatis nyawa pria itu sudah tak tertolong lagi.


"HAHAHAHA!. BAGUS RYUKEN " tawa Leny semakin pecah saat melihat orang yang menggangunya sudah tak bernyawa.


"HAHAHA, RASAKAN ITU DASAR MAKHLUK RENDAHAN!" tawa Leny semakin menggila.


Melihat Kakaknya yang semakin tak terkendali itu, membuat Angel tak bisa menahan air matanya lagi. Ia langsung memeluk Leny yang masih terus tertawa.


"Kak sudah Kak, sadar Kak. Tolong jangan seperti ini, aku takut" pinta Angel memohon dan menangis sambil terus memeluk Leny.


Setelah semua kejadian itu usai, secara perlahan Leny mulai tersadar dari kegilaan yang ia buat. Ia hanya terdiam sambil menatap langit-langit.


"Ada apa ini?, kenapa pandanganku menjadi berkunang-kunang?" tanya Leny seperti orang linglung.


"Apa yang sudah aku lakukan?" timpalnya semakin kebingungan.


Setelah ia sadar, Angel pun mulai melepaskan pelukannya, lalu itu menatap ke arah Leny yang masih kebingungan dengan tatapan kosong ke arah atas.


"Kamu sudah sadar Kak?" tanya Angel senggugukan.


"Apa yang terjadi padaku dek?" tanya Leny kebingungan, dan tiba-tiba matanya menjadi sayu, Kakinya gemetaran seakan sudah tak mampu menahan beban tubuhnya.


Lalu secara tiba-tiba Leny terjatuh dan pingsan. Namun, dengan sigap Angel langsung menangkap tubuh Leny yang sudah tak sadarkan diri.


"Kak!, bangun Kak! Bangun Kak!" ucap Angel dan ia menangis kembali mengkhawatirkan keadaan sang Kakak yang tiba-tiba pingsan Begitu saja. Daniel dan Fauzi juga langsung bergegas menuju Leny yang tak sadarkan diri dalam pelukannya Angel.