
Daniel membawa pria itu menuju ke sebuah tempat yang tidak ada di lewati oleh orang-orang, yaitu ke sebuah hutan yang sama sekali tidak pernah di lalui oleh manusia satupun. Sedangkan para Anak buah dari pria itu masih terkapar di rumah dukun tersebut dan akan di serahkan pada para inspektur Yuddy.
"Apa motif mu?, kenapa kau mencari masalah denganku?" tanya Daniel sembari fokus menyetir.
"Tentu saja untuk merebut kepimpinan mu di dunia gelap" jawab pria itu lantang sambil memegangi lengannya yang masih terasa nyeri.
"Sudah ku duga" gumam Daniel tersenyum sinis.
"Lalu apa yang akan kau lakukan jika kau sudah berhasil mengambil alih semua yang ada di tanganku?" tanya Daniel.
"Aku akan mengubah semua aturan mu. Karena semenjak kau memimpin, semua orang menjadi lembek. Kau terlalu naif sebagai orang nomor satu di dunia gelap ini!" jawab pria itu menjelaskan.
"Memangnya apa yang kau rasakan di saat aku berada di puncak dan memimpin kalian semua?!" tanya Daniel lagi.
"Semua hal-hal yang gelap dan menjual obat-obatan kau larang. Itu membuat para orang-orang yang berada di organisasi kegelapan ini menjadi sulit mendapatkan uang!" jawab pria itu semakin lantang.
"Dan hasil dari penjualan tersebut kalian gunakan untuk memberi makan keluarga kalian?" tanya Daniel menebak.
"Tentu saja!. Karena dengan seperti itu keluarga kami bisa menyambung hidup!" jawab pria itu.
"Dasar bodoh!. Sama saja kau memberi makan keluargamu dengan uang haram, dan makanan yang kau konsumsi dalam tubuhmu semuanya tidak menjadi berkah!" ucap Daniel.
"Kau jangan sok suci!. Semua orang yang sudah memilih jalan gelap!. Tentu saja tidak mengenal apa itu halal!. Kami semua melakukan segara cara agar bisa bertahan dan bisa berada di puncak!" ucap pria tak terima.
"Dan orang-orang seperti kalian memang sudah sepantasnya ku basmi!" ucap Daniel memotong, dan pria itu langsung terdiam sejenak.
"Kau pikir aku takut dengan ancaman darimu?!" tanya pria itu menantang.
"Kau pikir itu hanya sebuah ancaman saja?" tanya Daniel balik.
"Apa kau tidak pernah dengar tentang orang-orang yang telah berani melawanku?, apa mereka semua bisa selamat?, apa mereka masih ada?" tanya Daniel lagi.
"Hahaha!. Mereka semua itu hanya orang-orang lemah yang tidak bisa mengalahkanmu" ucap pria itu meremehkan.
"Jadi kau merasa hebat dan di atas mereka?" tanya Daniel tersenyum meremehkan.
"Tentu saja!. Aku bukan seperti orang yang sudah kau kalahkan sebelumnya, aku berbeda!" jawab pria itu menyombongkan diri.
"Hahahaha" tawa Daniel terbahak-bahak.
"Bagus-bagus. Aku suka dengan rasa kepercayaan diri darimu. Ku harap apa yang kau buktikan, sesuai dengan yang kau ucapkan" ucap Daniel.
"Kau bisa melihatnya nanti. Akan ku kirim kepalamu ke rumahmu, dan istrimu akan melihatnya. Aku ingin tau ekspresi wajah putus asa dari orang-orang yang sangat mencintaimu" ucap pria itu tertawa meremehkan.
Kemudian Daniel menghentikan mobilnya di sebuah hutan yang lumayan cukup dalam. Hutan yang tak pernah di kunjungi oleh manusia, dan Daniel yakin kalau di hutan tersebut ada beberapa binatang buas yang tinggal di dalamnya.
"Turun!. Buktikan perkataanmu tadi" ucap Daniel dengan nada dingin.
Lalu Daniel berdiri di depan mobilnya dengan bersilang dada menunggu pria tersebut keluar dari dalam mobil. Kemudian pria tersebut keluar dengan senyuman percaya diri seakan merasa bisa menang melawan Daniel.
"Apa kau yakin?" tanya pria tersebut.
"Tentu saja. Tempat ini akan menjadi kuburan mu, dan tubuhmu menjadi santapan pada binatang buas yang tinggal di sini" jawab Daniel.
"Ada apa?. Apa hanya cuma segitu saja kemampuan yang kau miliki?" tanya Daniel menantang.
"Banyak bacot kau!" ucap pria itu dan menyerang Daniel lagi dengan menggunakan kakinya.
Dan lagi-lagi tendangan pria itu masih dapat di hindari Daniel dengan mudah. Kemudian Daniel tersenyum sinis sembari berkata dalam hati "Ternyata anjing yang satu ini memilik sebuah ilmu bela diri. Pantas saja dia begitu percaya diri seperti ini".
"Baiklah aku akan sedikit bermain dengannya" timpal Daniel.
"SIAALLL!!!" teriak pria itu dan terus menyerang Daniel dengan beberapa pukulan dan tendangan.
Kali ini Daniel tidak lagi menghadiri serangan yang di lakukan oleh pria itu. Daniel mampu menangkis semua serangan-serangan dari pria tersebut walaupun serangan itu cukup cepat namun masih sangat lambat di mata seorang pria yang di juluki sebagai pria nomor satu di Asia tersebut.
"Ayolah, yang lebih serius lagi" ucap Daniel menantang sambil menepis seluruh serangan dari pria tersebut.
Karena terlalu geram dan emosi, pria itu mencoba meninju Daniel dengan seluruh kekuatannya. Tinjuan keras itu lurus mengarah ke arah wajah Daniel. Namun Daniel langsung menangkap tinjuan keras dari pria itu dengan tangan kirinya.
Kemudian Daniel menggenggam kepalan tinju dari pria tersebut sembari ia berkata "Bela diri dengan petarung jalanan itu berbeda". Lalu dengan geram Daniel langsung memukul wajah pria tersebut, dan tinjuan dari Daniel tepat mengenai hidung pria itu.
Pria itu langsung mundur sambil memegangi hidungnya yang sudah mengeluarkan darah, dan sepertinya tulang hidung pria tersebut patah karena tinjuan dari Daniel barusan.
"ARRKKKKK" teriak pria itu sambil memegangi hidungnya yang masih terus mengeluarkan darah.
Belum merasa puas, Daniel juga menendang kepala pria itu ke arah samping dan membuat pria itu sampai terpental lumayan jauh dari tempat ia berdiri.
"Hahaha" tawa Daniel.
"Bangkit!.. Ayo bangkit!!" tantang Daniel dengan mengangkat kedua tangannya, mengisyaratkan untuk pria itu bangkit.
Melihat Daniel terus meremehkannya, pria itu memaksakan tubuhnya untuk bangkit, walaupun tubuhnya sudah bergetar ketika bangkit. Karena ia tak mau di remehkan oleh orang yang sangat ia benci itu, akhirnya ia bisa berdiri meski nafas sudah hampir habis.
Darah terus mengalir dari balik lubang hidungnya. Nafas pria itu juga sudah hampir habis. Pria itu berdiri sedikit membungkuk dengan nafas yang ngos-ngosan.
Lalu dengan cepat Daniel langsung berdiri di depan pria tersebut. Pria itu langsung terkejut, namun ia juga sudah tidak bisa menghindar lagi.
Kemudian Daniel langsung menendang kaki kanan paha pria itu sampai membuat tulang kakinya patah dan membengkok ke belakang. Belum sampai di situ, Daniel juga mematahkan lengan pria itu, lalu ia memutar tubuh pria itu dan memegang kepalanya.
Sekarang posisi pria itu sudah terduduk di atas tanah dengan bentuk tubuh yang sudah tak beraturan. Karena sudah merasa sangat kesal dan Daniel juga merasa sudah terlalu banyak membuang waktu.
Kedua tangan Daniel yang sedari tadi memegangi kepala pria itu, dengan cepat langsung memutar kepala pria tersebut ke arah belakang.
"Kraaakkk" suara tulang leher patah.
Kini tubuh pria itu semakin tak beraturan. Kaki patah, lengannya juga sama, dan kepala yang berputar seperti seekor burung hantu.
"Semoga para binatang buas yang tinggal di sini bisa kenyang memakan jasadmu" ucap Daniel tersenyum sinis.
Lalu Daniel merenggangkan kedua tangannya sambil berjalan secara perlahan menuju ke mobilnya. Sesampainya ia di mobil, ia mengambil ponselnya dan melihat jam yang tertera di layar ponselnya. Mata Daniel sampai terbelak saat tau jam yang tertera pada layar ponsel miliknya.
"Gawat!, udah jam segini, pasti nona besar bakal marah padaku karena pulang terlambat" ucap Daniel dan langsung buru-buru memutar arah mobilnya langsung pergi pulang kerumahnya meninggalkan mayat pria itu sendirian di dalam hutan.