
Daniel yang sudah sangat geram mendengar kalau Istrinya sedang di culik menjadi kalang kabut dan semakin mengeluarkan aura pembunuhnya sampai membuat Hyuga menelan ludahnya karena terlalu takut melihat sang kapten yang sudah di bakar emosi yang membara.
"Inikah tekanan dari orang yang di juluki sebagai pria nomor satu di Asia?" batin Hyuga berkeringat dingin
"Jangan lupa beri tahu Ronny, dia juga harus ikut untuk menyelamatkan calon Istrinya" perintah Daniel dengan nada dinginnya.
"Ba..baik kapten" jawab Hyuga gugup dan mulai mengubungi Kevin yang tengah berada di luar ruangan Daniel
Belum sempat Hyuga menelepon, ternyata Kevin sudah menerobos masuk kedalam karena ia juga sempat mendengar suara keras di dalam ruangan sang Kakak, saat Kakaknya sedang menghantam sebuah dinding yang kokoh dengan tinjunya.
"Ada apa?!, kenapa tembok di sana sampai retak?" tanya Kevin penasaran
"Kakakmu sedang di culik. Aku minta kau hubungi Fauzi dan juga Kak Rian" jawab Daniel dengan dinginnya
"APA!" teriak Kevin ikut emosi
"B4N6S4T!, berani sekali orang bodoh itu!" timpalnya yang sudah ikut emosi
Dengan cepat Kevin langsung menghubungi Fauzi dan juga Rian sesuai perintah yang di berikan oleh Daniel. Tak lama kemudian, Ronny yang menjadi kepala keamanan di kantor milik Daniel juga sudah datang dan terlihat wajahnya yang begitu panik saat tau jika kekasihnya dalam bahaya.
"Ayo kita langsung musnahkan saja mereka!" ucap Ronny dengan wajah paniknya
"Sabar!, kita harus menunggu Fauzi dan Kak Rian" ucap Kevin memegang pundak Ronny
Tiba-tiba pintu ruangan Daniel terbuka, dan masuklah dua orang pria yang sudah di selimuti amarah yang memuncak saat mendengar kalau Istri pemimpin mereka dalam bahaya.
"Kak!, ayo buruan!. Mereka harus segera kita ringkus" ujar Fauzi yang sudah tak tahan
"Jangan gegabah!. Kita harus menyusun strategi terlebih dahulu" ucap Daniel memberi saran
"Benar!. Kita tidak bisa menyerang mereka secara mengasal, ingat di sana ada sandera" timpal Hyuga.
______________________________
Leny yang masih dalam posisi terikat, terus melakukan perlawanan. Ia juga berusaha agar ikatan tali pada dirinya bisa terlepas dan ia bisa bebas dan bisa menyelamatkan kedua sahabatnya yang masih dalam kondisi tak sadarkan diri.
"Lepaskan aku pak tua!" ucap Leny menggoyang-goyangkan kursi yang ia duduki
"Apa kau sudah tak sayang nyawa ha?!, jika kau tau kalau Suamiku adalah pria nomor satu di Asia, kenapa masih mencari masalah dengannya?!" timpal Leny
"Hahaha. Kali ini aku pasti akan menang nona cantik!. Karena ada kalian sebagai ancaman untuk pria itu" ucap pria paruh baya itu dengan percaya diri
"Haha!. Memangnya kenapa kalau aku di sini?!. Kau pikir Suamiku itu bodoh apa?" tawa Leny meremehkan pria yang berdiri tepat di depannya.
"Jika ia melihatku berbuat sesuatu padamu, pasti dia akan tak berdaya!. Hahaha" tawa pria itu lagi.
"Ckckck. Aku kasian padamu pak tua, ternyata umurmu sudah tak panjang lagi" ucap Leny menggelengkan kepalanya
"Kau!" ucap pria itu dengan geram dan menaikkan satu tangannya
"Apa?!, mau menampar ha?! nah! nah!" tantang Leny menunjukkan pipinya
"Arkh!" keluh pria itu membatalkan niatnya yang ingin menampar Leny
"Kalian semua!. Awasi mereka bertiga, jangan sampai terpancing emosi dengan perkataan wanita itu" perintah sang bos yang langsung pergi meninggalkan mereka
"Apa?!" tantang Leny pada para anak buah pria itu, namun tak ada jawaban dari mereka semua
___________________________
Daniel dan para rekannya tengah dalam perjalanan menuju tempat dimana Leny di culik. Dengan bermodalkan GPS yang di pasang Hyuga pada Istrinya Koury, mereka bisa mengetahui posisi ketiga wanita cantik itu berada.
Dengan skill mengemudi Kevin yang hebat, mereka bisa dengan mudahnya melewati kemacetan yang terjadi saat menuju ke hutan dimana Leny di sekap.
Daniel hanya diam dan fokus menatap kearah depan tanpa berkata apa-apa. Pikirannya hanya tertuju pada sang Istri yang tengah dalam keadaan bahaya. Bahkan ia tak memperdulikan ocehan orang-orang yang berada di dalam mobil bersamanya, dan mereka juga bisa memaklumi situasi tersebut.
Semakin menuju ke dalam hutan, semakin besar pula aura pembunuh yang di keluarkan Daniel. Pandangannya semakin dingin, dan ia sudah tak tahan ingin segera menghukum orang-orang yang telah berani menculik wanita yang sangat ia cintai itu dengan tangannya sendiri.
Mobil yang di kendarai mereka semakin melaju dengan kencang melewati jalan-jalan yang masih di penuhi dengan pepohonan dan jarang di lalui oleh orang-orang lain, membuat perjalanan mereka semakin cepat mendekati titik yang di tunjukkan pada layar ponsel milik Hyuga.
Tak butuh waktu lama, Daniel dan yang lainnya sudah tiba di depan sebuah rumah yang nampak tak berpenghuni, namun terdapat beberapa mobil yang terparkir di halaman rumah lusuh itu.
"Ini tempatnya kapten" ucap Hyuga dengan yakin sembari menatap titik GPS milik Istrinya
"Bagus!. Sesuai apa yang kita rencanakan tadi!" ucap Daniel dan dengan buru-buru keluar dari mobil menuju kedalam rumah itu sendirian
"Tunggu Ayah!, Bunda" gumam Daniel mempercepat langkahnya menuju ke rumah tua itu.
Saat sampai di depan pintu, Daniel mencoba menenangkan diri dan mengatur nafasnya. Lalu dengan geram Daniel langsung menendang pintu itu sampai membuatnya roboh.
Pria yang di juluki bos di sana tersenyum di atas kursi miliknya menyambut kedatangan Daniel yang sudah terlihat sangat santai seakan tak memiliki beban.
"Selamat datang tuan Syahputra!" sambut pria paruh baya itu
"Tuan datang dengan sangat sopan ternyata" timpal pria itu dengan senyuman palsunya.
"Gak usah banyak omong!. Siapa kau?!, dimana Istriku?!" tanya Daniel dengan tatapan dinginnya
"Ckckck!. Sabar tuan!. Istri anda aman di sini!" ucap pria itu tersenyum.
"Siapa kau ha?!, mengapa kau mencari masalah denganku?!" tanya Daniel masih dengan tatapan yang sama
"Hmm!. Apa tuan masih ingat dengan perlakuan tuan terhadap Eko beberapa bulan yang lalu?!" tanya pria itu
"AKU EDI!. ADIKNYA!, AKU AKAN MEMBALASKAN KEMATIAN DARI KAKAKKU! DAN AKU AKAN MEMBENTUK KELOMPOK PETIR HITAM YANG BARU!" teriak pria itu yang bernama Edi
"Lalu apa yang kau inginkan?!" tanya Daniel dengan santai
"Tentu saja membunuhmu dan aku akan berkuasa menjadi raja di dunia kegelapan ini, serta menjadi pria nomor satu di Asia menggantikan posisimu! hahaha" jawab pria itu tertawa licik
"Apa kau yakin bisa mengalahkanku?" tanya Daniel seakan meremehkannya
"Haha!. Tentu saja bisa!. Itu hal yang mudah bagiku!" jawab pria itu meremehkan Daniel
"Hahaha!. Apa kau yakin pak tua?!" tanya seorang wanita yang sudah berdiri di belakang Edi.
Pria yang bernama Edi itu sedikit terkejut saat mendengar suara seorang wanita yang tengah berada di belakangnya. Dengan perlahan ia memutar kepalanya, dan sampai membuat matanya terbelalak saat melihat kalau sandera yang ia culik sudah bebas dari ikatannya.
"Apa?!, bagaimana mungkin?!" ucap Edi seakan tak percaya dengan apa yang ada di depan matanya.