
Sudah satu Minggu Kevin bekerja sebagai asisten pribadi Daniel. Tak ada kendala dalam pekerjaannya, Kevin sangat pandai mengurus jadwal dan keperluan dari sang Kakak, membuat Daniel merasa tak menyesal jika suatu saat harus melepaskan Wulan bersama Kevin.
Sedangkan usia kandungan Leny hanya tinggal 1 bulan lagi untuk menanti kehadiran bayi mungil Daniel dan Leny. Mama Yuni begitu antusias dan sangat posesif terhadap Leny anak cantiknya itu, karena ini adalah cucu pertama mereka jadi Yuni sangat was-was pada putri semata wayangnya.
Banyak karyawan wanita dari kantor Daniel yang terkesima melihat wajah tampan Kevin, bahkan banyak juga yang sampai bermodus ingin mengajaknya makan siang bersama.
Kevin yang baru sampai di kantor langsung di sambut antusias oleh resepsionis dan beberapa karyawati yang sedang berada di loby kantor itu.
"Selamat pagi pak" sapa resepsionis itu antusias
"Pagi tampan" sapa karyawan wanita yang lain
"Nanti siang ada acara gak?" tanya temannya
"Pak Kevin tampan sekali hari ini" puji beberapa karyawati yang tengah mengerumuni Kevin, dan Kevin hanya membalas dengan senyuman manis saja, yang membuat hati mereka semakin meleleh.
"Sudah ya, tolong jangan godain Adik iparku terus" sela Leny yang juga baru masuk
Semua orang menoleh dan menjadi kikuk melihat kedatangan Istri sang pemilik perusahaan tersebut.
"E..eh nyonya?" sapa mereka sedikit gugup
"Kevin sana kerja!. Suamiku membayar mu bukan untuk menjadi tontonan mereka" ucap Leny menyilangkan kedua tangannya
"Hehehe, ampun Kakak ipar" jawab Kevin memohon ampun lalu berlalu meninggalkan para karyawati yang mengerumuni Kevin tadi, dan membuat mereka kecewa karena menghilangnya pemandangan indah mereka
"Kok pada bengong?!, ayo kembali bekerja!" tegur Leny tegas menyilangkan kedua tangannya layaknya seorang bos.
Mereka langsung bubar dan kembali ke ruangan masing-masing setelah mendapatkan sebuah teguran dari Istri sang CEO tampan pemilik perusahaan tersebut.
"Haduh, Kakak dan Adik sama-sama tampan. Harus ekstra hati-hati menjaga mata mereka ini" batin Leny
Ruangan Kevin berada tepat di depan ruangan milik Daniel. Dan tak jauh dari meja kerja Kevin, terdapat sebuah meja kerja milik seorang wanita muda yang bernama Mey.
Mey adalah sekretaris Daniel. Sebelum Kevin bergabung di dalam perusaan milik Daniel, seluruh agenda dan catatan harian kerja Daniel di handle oleh Mey.
"Selamat pagi mbak Mey" sapa Kevin tersenyum
"E..eh pagi Kak" jawab Mey
"Aduh kan udah aku bilang panggil Kevin aja" protes Kevin tak terima kalau di panggil Kakak
"Ya kamu juga sudah aku kasih tau kalau panggil aku Mey aj" protes Mey juga
"Hehehe, baik-baik. Pagi Mey" ucap Kevin
"Pagi juga Kevin" jawab Mey tersenyum
Di saat Kevin dan Mey tengah mengobrol perihal pekerjaan, tiba-tiba Leny juga keluar dari lift.
"Pagi nona" sapa Mey sopan
"Pagi juga Mey" jawab Leny tersenyum
"Nona makin cantik saja hari ini" puji Mey
"Hahaha. Kamu ngejek aku ya?, lihat ini aku semakin gendut" ucap Leny memperlihatkan tubuhnya yang semakin subur karena sedang hamil.
"Tidak nona, apa yang saya katakan itu jujur" jawab Mey jujur
"Baiklah, terimakasih. Aku kedalam dulu" ucap Leny tersenyum lalu melangkah menuju ruangan sang Suami
Setelah Leny masuk, Kevin dan Mey juga kembali fokus menyelesaikan pekerjaan mereka masing-masing.
Telepon kantor yang berada di meja Kevin berbunyi dan langsung di angkat oleh pihak pemilik meja tersebut.
"Buatkan kopi untukmu dan untukku, teh untuk Kakak iparmu" ucap suara di seberang sana
"Baik" jawab Kevin lalu langsung menutup telponnya.
"Mau kemana?" tanya Mey yang melihat Kevin bangkit dari duduknya
"Mau buat kopi. Kamu mau sekalian?" tanya Kevin
"Boleh deh, teh hangat aja" jawab Mey tersenyum
"Ok" ucap Kevin dan segera menuju pantry untuk membuat 2 kopi dan 2 teh hangat untuk dirinya dan ketiga orang itu.
Setelah selesai membuatkan 2 gelas kopi dan 2 gelas teh hangat, Kevin meletakkan di atas nampan lalu membawanya ke tuan dari minum-minuman itu.
"Ini teh kamu Mey" ucap Kevin meletakkan secangkir teh di meja kerja milik Mey
"Hehe, terimakasih Kevin. Duh jadi ngerepotin deh" jawab Mey tak enak dengan rekan kerjanya, namun hanya di balas senyuman tulus dari Kevin.
"Aku ke ruangan bos besar dulu" ucap Kevin seolah meminta izin pada wanita di depannya dan di balas dengan anggukan serta senyuman manis.
Mey melihat punggung Kevin mulai menghilang memasuki ruangan sang direktur utama mereka. Terlukis senyuman indah dari sudut bibir milik Mey. Tak bisa di pungkiri, wanita itu juga menyimpan rasa kagum dan suka pada sosok Kevin yang begitu ramah dan murah senyum.
"Kamu baik dan sangat menghargai seorang wanita Kevin" gumam Mey tersenyum
Di dalam ruangan Daniel..
Setelah Kevin memberikan kopi dan teh untuk pasangan Syahputra itu. Lalu Daniel menahannya agar tidak dulu beranjak dari ruangannya, karena ada suatu hal penting yang akan ia sampaikan.
"Kevin. Setelah Leny melahirkan, Kakak berencana untuk membuat sebuah liburan untuk keluarga" ucap Daniel memulai obrolan
"Terus apa hubungannya denganku Kak?" tanya Kevin acuh sambil meminum kopinya
"Ya aku ingin kamu ikut juga, kan tadi Suamiku berkata liburan keluarga!. Karena kamu keluarga kami juga, jadi kamu di wajibkan untuk ikut!" tegas Leny memaksa Kevin.
Daniel tau Kevin adalah orang yang paling malas untuk di ajak berlibur. Dengan beralasan akan membuat badan merasa lelah, dan banyak lagi alasan yang ia buat agar bisa tidak ikut dalam liburan.
"Kak!, kan Kakak tau sendiri kalau aku paling malas untuk hal-hal seperti itu" ucap Kevin protes pada Daniel.
"Udahlah ayo dong ikut ya, please" ucap Leny memohon pada adik iparnya itu.
"Kamu apa tidak mau membuat calon keponakan kamu senang kalau semua pamannya ikut?" tanya Daniel
"Lagi pula Wulan pasti ikut kok" goda Daniel
Mendengar nama Wulan disebutkan, membuat otak Kevin berfikir keras untuk mempertimbangkan ajakan mereka untuk berlibur.
"Kan lumayan kami bisa melihat tontonan yang menarik" ucap Leny menaik turunkan alisnya
Kevin mengerutkan keningnya "Tontonan apa kak?"
"Perdebatan antara dua insan yang saling cinta namun saling gengsi juga" jawab Daniel tersenyum menggoda
Tiba-tiba orang yang sedang di bicarakan datang ke ruangan itu. Seperti biasa, dia tak pernah mengetuk pintu terlebih dahulu, dan langsung menatap sinis kearah Kevin, namun yang di tatapan malah tersenyum manis penuh cinta untuk sosok wanita yang ada di depannya.
"Haduh duh! lagi-lagi si manusia capung ini lagi!, bikin mual aja" ucap Wulan memulai peperangan
"Mulai deh" ucap Leny sudah hapal dengan apa yang akan terjadi di depannya.
"Baiklah Kak aku akan ikut! kalau kucing kecilku ikut juga" ucap Kevin antusias
"Hah?!" Wulan terkejut..