Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
LEBIH CEPAT LEBIH BAIK


Perbincangan tentang pembangunan yang di inginkan oleh Daniel nampaknya berjalan dengan sangat baik dan menurut Daniel masukan-masukan di berikan orang-orang yang ikut rapat dengannya sangat membantu dirinya dalam menyiapkan ide agar pembangunan tempat ibadah tersebut bisa berjalan dengan sangat lancar dan segera bisa selesai dalam waktu paling lama 5 tahun.


"Aku suka dengan ide-ide yang kalian berikan, semua terlihat sangat positif dan bermanfaat" ucap Daniel tersenyum gembira.


"Aku harap pembangunan ini bisa cepat selesai dan segera bisa di gunakan oleh masyarakat sekitar" sambung Leny.


"Kemungkinan anggaran yang harus di keluarkan bisa sampai 1 triliun" ucap salah satu pria yang mengurus pembangunan itu.


"Apa Ayah bisa menghandle biaya sebanyak itu?" tanya Leny berbisik.


"Sepertinya kita memang harus meminta bantuan dari masyarakat sekitar tuan muda. Kita akan meletakkan sebuah kotak para warga yang berlalu lalang bisa berinfaq di dalamnya" ucap salah satu dari pria itu memberi saran.


"Tidak perlu pak, aku yang akan menanggung semua biaya pembuatan itu. Mau sebanyak apa yang kita keluarkan, insyaallah aku bisa mengatasinya" jawab Daniel menolak saran tersebut.


"Apa tuan muda yakin?" tanya pria itu memastikan.


"Tenang saja, aku masih mampu mengatasi masalah dana tersebut" jawab Daniel serius.


"Baiklah tuan muda. Jika anda ingin seperti itu, maka kami akan ikuti" ucap pria itu.


"Baiklah, masalah anggaran dana sudah beres. Sekarang kita harus menentukan bentuk dari bangunannya kelak" ucap Daniel.


"Kakak ingin bentuk yang seperti apa?" tanya Kevin.


"Sepertinya aku ingin seperti masjid yang bernuansa Jepang" jawab Daniel.


"Wah itu ide yang bagus tuan muda" ucap salah satu dari panitia pelaksana.


"Oke. Untuk masalah bentuknya, serahkan saja padaku" ucap Kevin.


"Lalu bagaimana dengan kami?, apa yang kami kerjakan tuan muda?" tanya ketua panitia tersebut.


"Bapak dan rekan bapak, hanya bertugas meminta tanda tangan persetujuan dari warga sekitar saja. Untuk masalah yang rumit, serahkan saja pada adikku" jawab Daniel.


"Baik tuan muda, kami akan melakukan tugas yang anda berikan" ucap mereka semangat.


"Jika sudah tidak ada yang perlu kita bahas, sebaiknya kami pamit pulang dulu ya tuan muda" ucap ketua panitia tersebut.


"Baiklah, terima kasih pak. Kalian mau membantu permintaanku ini" ucap Daniel mengulurkan tangannya.


"Tentu saja kami akan membatu orang-orang yang ingin berbuat kebaikan di jalan Allah" jawab ketua panitia tersebut menjabat tangan Daniel.


"Di tambah lagi tuan muda ini adalah sosok pemuda yang sangat terpandang di kompleks ini. Banyak orang-orang yang menghormati anda. Menjadi sebuah kebanggaan bisa bekerja dengan anda tuan muda" sambung rekannya.


"Hahaha, bapak terlalu memuji saya. Saya hanya bisa berbuat baik saja pada orang sekitar dan saling tolong menolong saja" ucap Daniel.


Setelah selesai rapat, 5 pria tadi memutuskan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, dan Daniel juga mempersiapkan diri untuk segera bisa terbang ke Jepang. Mengingat ia juga tak pernah membawa istri serta anaknya ke negara yang sudah membesarkan namanya tersebut.


"Lalu kapan kita akan berangkat kak?" tanya Kevin.


"Lebih cepat lebih baik. Aku juga ingin memantau beberapa bisnis keluarga di sana" jawab Daniel menjelaskan.


"Berapa lama kita di sana Ayah?" tanya Leny.


"Kemungkinan memakan waktu beberapa bulan Honey" jawab Daniel.


"Hah?. Lama banget Ayah" ucap Leny terkejut.


"Ayah kan di sana menjadi seorang guru Honey. Gak mungkin juga hanya beberapa hari atau Minggu saja" jawab Daniel menjelaskan.


"Iya juga sih Ayah. Tapi siapa yang akan menjaga rumah kita ini?" tanya Leny kebingungan.


"Kan ada security Honey. Biar mereka dan keluarganya tinggal di sini untuk sementara waktu" jawab Daniel.


"Ya udah deh Ayah. Bunda ikut Ayah aja" ucap Leny.


"Oke kak, siap laksanakan" jawab Kevin.


"Kalau sudah selesai urusannya, sebaiknya kau pulang saja capung" ucap Wulan.


"Kamu mengusirku kucing kecil?" tanya Kevin sambil menggoda Wulan.


"Untuk apa kau berlama-lama di rumah ini?!" tanya Wulan sedikit kesal.


"Aku ingin menginap" jawab Kevin mengejek.


"Tak ada kamar untukmu" sambung Wulan.


"Rumah kakakku ini besar, tentu saja banyak kamar kosong di rumah ini" ucap Kevin mengejek.


"Ayah, ayo kita ke kamar aja deh. Biarin aja dua sejoli ini bertempur" ajak Leny menggandeng tangan Daniel ke kamar.


"Kevin, kalau kau ingin menginap, kamarmu ada di atas sana. Jangan coba-coba untuk mencuri kesempatan ya!" ancam Leny.


"Kakak tenang saja. Aku juga gak bakal tergoda oleh capung ini" ucap Wulan sambil menoyor jidat Kevin.


"Jangan lupa kunci pintunya nanti" ucap Leny lalu ia pergi ke kamar bersama suami dan putranya.


"Baik kakakku. Terima kasih kak" jawab Kevin semangat dengan nada sedikit kuat.


"Hadeh. Entah ngapain kau tidur di sini capung, capung" ucap Wulan mengeluh.


"Tentu saja untuk bisa terus-terusan dapat melihat wajahmu dong kucing kecilku" jawab Kevin sambil mengelus kepala Wulan.


"Jangan buat mual deh" ucap Wulan...


Dua hari kemudian Daniel dan yang lainnya sudah bersiap-siap untuk segera terbang ke Jepang. Leny juga berpesan pada petugas keamanan yang bertanggung jawab di rumahnya untuk hati-hati.


"Kalian tinggallah di rumah ini untuk beberapa bulan ke depan. Aku percayakan rumah ini pada kalian. Berhati-hatilah, jangan sampai ada orang jahat lagi yang datang ke rumah ini" ucap Leny menasehati.


"Nona besar gak tau ya kalau ada kita juga di tempat ini" ucap Caty.


"Mana bisa dia lihat kita oon, kita ini beda alam" jawab Merry sambil memukul kepala Caty.


"Ya mana tau tuan besar sudah memberi tau tentang keberadaan kita" ucap Caty sambil memegang kepalanya.


"Yang bisa melihat kita hanya tuan besar dan tuan muda saja. Kalau nona muda sepertinya tidak bisa melihat kita" ucap Merry.


"Anggaplah rumah ini seperti rumah kalian. jika ingin makan, ambil aja bahan-bahannya di dalam kulkas. Masih banyak persediaan di dalamnya" ucap Leny pada istri-istri dari satpam rumahnya.


"Iya nyonya. Terima kasih banyak, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga rumah ini" jawab salah satu istri dari satpamnya.


"Jika stok makanan habis, kalian bilang saja padaku atau pada suamiku. Biar kami segera mentransfer uang untuk belanjanya" ucap Leny.


"Iya nona muda" jawab satpam rumahnya.


"Baru kali ini aku bertemu dengan orang kaya raya yang berhati mulia. Bahkan dia mempercayai hartanya pada kami orang yang baru pertama kali bertemu dengannya" batin salah satu dari wanita itu.


"Aku berjanji akan menjaga amanah ini dengan sangat baik. Tak akan ku khianati orang yang sudah begitu baik pada kami" timpalnya.


Setelah semua isi kepala Leny sudah ia sampaikan, Daniel dan keluarganya langsung menuju ke dalam mobilnya agar tidak telat sampai ke bandara. Daniel juga sudah memberi isyarat pada dua penjaga ghaib rumahnya dan kedua penjaga ghaib itu sudah memahami apa maksud dari tuan besar mereka.


"Dada... tuan muda, hati-hati di jalan ya" ucap Caty melambaikan tangan pada Damin, dan Damin hanya tersenyum melihat Caty dan Merry.


"Aku pasti bakal sangat merindukan tuan muda" ucap Caty menangis.


"cup, cup" ucap Mery sambil menepuk pundak Caty.


Setelah mereka semua sudah masuk kedalam mobil, supir yang mengemudikan mobil Daniel langsung melaju menuju ke bandara Soekarno Hatta...